Masih dalam masa berkabung karena ayah dan semua saudara laki-lakinya gugur di medan perang. Bai Ningyuan, putri sulung jenderal Bai harus menerima kenyataan pahit yang sangat menyakitkan.
Putra mahkota, suaminya telah diangkat menjadi kaisar. Tapi titah pertama yang kaisar itu tulis adalah menurunkan pangkat Bai Ningyuan menjadi selir.
Tangan Bai Ningyuan gemetar, suaminya telah menjadikannya selir. Karena harus mengangkat putri perdana menteri Su menjadi permaisuri.
"Nyonya, silahkan berkemas. Dan pindah dari istana timur ini menuju istana Hanzi!" seru Kasim Wang.
"Nyonya..." pelayan di sisi Bai Ningyuan tampak sedih, matanya sudah berkaca-kaca.
"Lin'er, bereskan barang. Yang mulia ingin aku menjadi selir... " Bai Ningyuan terkekeh lirih, "maka aku akan menjadi selirnya!"
'Xuan Pingyan! jangan menyesali keputusanmu ini!' geram Bai Ningyuan dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Lin Qingxue segera memeluk Bai Ningyuan, dan menceritakan semua yang dikatakan tabib padanya.
Bai Ningyuan dan Pangeran Ziyu saling pandang. Berurusan dengan istana, memang sangat merepotkan.
"Aku akan pergi mencari obat-obatan itu!" kata pangeran Ziyu.
Bai Ningyuan ingat apa yang dikatakan oleh para pengawal dari kediaman perdana menteri Su tadi. Pangeran Ziyu bahkan sudah tidak punya kuasa lagi di istana. Yang ada setelah membawa tabib He, kalau dia masih mengambil paksa obat, akan jadi masalah baginya.
"Pangeran, aku minta tolong jaga keluarga Bai di sini. Aku yang akan mengambil obat-obatan itu!" kata Bai Ningyuan.
"Ning'er..."
"Ibu tenang saja, aku akan kembali dengan membawa semua obat-obatan itu!" kata Bai Ningyuan.
Pangeran Ziyu sangat berat melepaskan Bai Ningyuan pergi sendirian dengan kudanya. Tapi, dia memang harus berjaga di tempat ini. Jelas kalau perdana menteri Su memang ingin mencelakai Mu Wanqing dan anaknya tadi.
Bai Ningyuan yang baru datang, sudah mendengar semua yang dikatakan ibunya. Keponakannya telah selamat, tapi dalam kondisi yang lemah. Dia harus berusaha mendapatkan obat-obatan yang sudah di tuliskan oleh tabib He itu.
Sementara itu di istana, semua keributan yang dibuat oleh Bai Ningyuan sudah dilaporkan oleh perdana menteri Su pada permaisuri dan kaisar di aula istana.
"Enam penjaga terluka parah, yang mulia ibu suri. Yang lebih parah, selir Bai tidak mengindahkan peringatan dari para pengawal. Untuk keluar istana membawa seorang tabib, memang diperlukan surat ijin dari kaisar atau permaisuri. Tapi Bai Ningyuan menerobos keluar dan mencelakai para pengawal. Ini pemberontakan yang mulia ibu suri!"
Ibu suri yang memang berada di pihak perdana menteri Su, menjadi sangat marah. Tangannya yang tua itu terkepal kuat.
"Beraninya dia!" geram ibu suri.
Arah pandangan mata ibu suri bahkan tertuju dengan kesal pada putranya.
"Kaisar, sepertinya kaisar memang terlalu memanjakan selir Bai. Dia menjadi begitu arogan dan bertindak seenaknya. Bahkan telah melukai pengawal, semena-mena. Tidakkah kamu merasa harus memberikan hukuman padanya, kaisar?" tanya Ibu suri.
Wanita itu bicara dengan begitu tegas pada Xuan Pingyan. Xuan Pingyan sungguh tidak mengetahui semua yang telah terjadi. Jika dia tahu, dia mungkin akan mencegah Bai Ningyuan melakukan semua kesalahan itu.
Xuan Pingyan sendiri mengetahui bahwa ibunya sejak dulu memang tidak suka pada Bai Ningyuan. Ibunya selalu bilang, kalau keluarga Jenderal atau keluarga prajurit yang memiliki kekuasaan pasukan besar itu adalah orang-orang yang benar-benar tidak bisa dipercaya. Mereka memiliki banyak pasukan, kalau dalam hati mereka mulai muncul keserakahan maka tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk memberontak.
Mungkin itu yang menjadi alasan, setelah Xuan Pingyan menjadi Kaisar dia segera menyingkirkan semua anggota keluarga Bai yang dipikir yang akan mengancam tahtanya.
Su Qingyue tentu saja tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk memperburuk nama Bai Ningyuan di depan Ibu suri.
"Ibu suri, mungkin Kaisar tidak akan menghukum selir Bai. Selir Bai selama ini memang tidak pernah dihukum. Mau dia berbuat kesalahan sebesar apapun, dia memang tidak pernah mendapatkan hukuman. Makanya, dia selalu berbuat seenaknya bahkan menghunuskann pedang di hadapan ku!" adu Su Qingyue pada ibu suri.
Xuan Pingyan yang bahkan belum sempat mendengar kabar itu merasa sangat terkejut. Apalagi ibu suri, matanya langsung membelalak. Wajah tua itu semakin terlihat antagonis saja, begitu mendengar apa yang dilakukan Bai Ningyuan pada Su Qingyue.
"Keterlaluan! Kaisar, kalau kamu tidak menghukum selir Bai itu. Maka aku yang akan menghukumnya!" pekik Ibu suri.
Xuan Pingyan langsung terdiam. Dia juga tidak bisa menghukum Bai Ningyuan. Wanita yang dia cintai itu baru saja berbaikan dengannya. Kalau harus menghukumnya, yang ada mereka akan perang dingin lagi.
Perdana menteri Su yang melihat kaisar tampak berlembut hati, semakin ingin membuatnya terpojok.
"Yang mulia ibu suri, sepertinya kaisar masih tidak tega. Lagipula yang mendapatkan penghinaan adalah yang mulia permaisuri. Bagaimana kalau biarkan saja yang mulia Permaisuri yang menghukum selir Bai?" tanya perdana menteri Su pada ibu suri.
Xuan Pingyan yang mendengar hal itu kurang setuju, dia bangkit dari duduknya.
"Ibu suri, masalah ini terjadi di kerajaan. Aku akan..."
Xuan Pingyan tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena Ibu suri sudah mengangkat tangan menyuruhnya untuk berhenti bicara.
"Masalah ini terjadi di istana permaisuri. Maka, akan seperti yang dikatakan oleh perdana menteri Su. Permaisuri Su lah yang berhak untuk menghukum wanita yang tidak tahu tata krama, dan kasar yang biasa hidup bersama dengan prajurit laki-laki di perbatasan itu!"
Sungguh kata-kata yang sangat kejam, yang bisa keluar dari mulut seorang wanita kepada wanita lain. Padahal, orang-orang yang berada di perbatasan itu adalah orang-orang yang sangat berjasa bagi kedamaian kerajaan dan istana dalam. Hanya saja, terkadang orang yang berada pada posisi tinggi lupa daratan.
"Ibu suri memang bijaksana!" kata perdana menteri Su memuji ibu suri.
Xuan Pingyan mengepalkan tangannya. Ibunya terus saja bersikap seenaknya. Dia benar-benar khawatir, jika Bai Ningyuan tidak tahan lagi, mungkin akan melakukan sesuatu tak pernah dia duga. Bai Ningyuan bukan wanita yang lemah.
"Kalau begitu lakukan yang seharusnya kalian lakukan! aku akan bicara dengan Kaisar berdua saja!" kata ibu suri.
Permaisuri Su dan perdana menteri Su tentu saja segera memberikan sikap hormat dan berbalik pergi dari ruangan itu.
Begitu pintu besar itu tertutup rapat. Ibu suri menggebrak meja.
Brakk
"Sudah berapa kali aku katakan! posisi mu hanya akan aman kalau kamu memperlakukan Su Qingyue dengan baik. Perdana menteri Su adalah pemegang kekuasaan pada menteri tertinggi. Tidak akan ada yang mengalahkan mu. Jendral Bai yang sok suci itu juga sudah tersingkirkan. Jangan bodohh dengan membela Bai Ningyuan!"
Ibu suri berusaha menasehati Xuan Pingyan. Tapi pria itu malah terlihat sangat tidak senang.
"Aku kaisar ibu, lepas dari siapa yang mendukungku, aku adalah kaisar. Bisakah ibu membiarkan aku mengambil keputusan sendiri? Aku sudah menyakitinya. Posisi permaisuri itu seharusnya milik Bai Ningyuan..."
"Kamu mau jadi kaisar atau tidak?" sela ibu suri yang langsung membuat Xuan Pingyan diam.
"Ibu..."
"Kalau kamu mau jadi kaisar maka dengarkan ibu. Jika memang sudah tidak menginginkan posisi ini. Ibu bisa berikan pada pangeran lain. Jangan pikir karena hanya ada kamu, posisi kaisar tidak bisa berubah. Dukungan orang-orang seperti perdana menteri lah yang bisa membuatmu bertahan. Dia banyak menghasilkan keuntungan untuk kita. Xuan Pingyan, jangan macam-macam. Jangan karena wanita yang tidak penting itu, kamu lupa apa yang menjadi tujuan dalam hidupmu. Tahta adalah segalanya, Xuan Pingyan, segalanya!" kata ibu suri.
***
Bersambung...
Permaisuri udah capek² cari perhatian pun, masih juga di abaikan.. 🤭
Dia tak tahu, bahkan jika dia berhasil tidur dengan kaisar, Permaisuri tak akan punya keturunan..
👧🏻 :"Ape abang.. Ingat ya, dedek selir mulia.. "
🧔🏻 :"Abang mencintaimu Ning'er.. "🤤
👧🏻 :" Dihh.. Lap dulu tuh ilerrr woyy.. "🫢
Agar tak ada yg mempersulit mu untuk datang & pergi..
Kena kan dikit tuh pedang ke lehernya, biar cacat tuh kulit nya Permaisuri Su.. 🤭
kelakuanmu aja macam a Su , Bai terus yang kau salahkan dan jadi pelampiasan 😔
boleh tanya gak sama teman teman disini, aku kan baca neh, tapi aku gak bisa nge like cerita ( dan ada tulisan akun aku di blokir) itu kenapa ya.. padahal aku gak pernah ngelapor atau ngeblok loh tapi ko aku gak bisa koment itu cerita.. padahal bagus loh cerita dia.. selama ini aku baca baik baik aja.. ko di dia aku d blok ya.. sedih..
makasih teman semua udah dengerin curhatku...
semangat kaka othor nulisnya😍😍😍😍
Kenapa hanya Kaisar yg kau buat mandul..?
Andai saja jika kau ingin menaburkan racun di sumur kediaman Perdana Menteri itu, aku bisa membantu mu selir Bai.. 🤧
Termasuk tabib², tujuan nya untuk mempersulit Bai Ningyuan sebagai selir istimewa..
Begitulah intrik yg terjadi di dalam kehidupan dunia kerajaan..