Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.
Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Valerie
Tiba di rumah kedua orangtuanya, Valerie melangkah masuk melewati pintu ruang tamu. Ini pertama kalinya dia pulang setelah menikah dengan Saka. Valerie tidak tahu apa yang terjadi dengan keluarganya setelah pesta pernikahannya dan Saka malam itu. Valerie hanya sibuk memikirkan dirinya sendiri, membalas komentar-komentar jahat di media sosial yang menghujat dirinya. Valerie merasa tidak bersalah atas semua yang terjadi, dia justru menyalahkan Arunika yang sudah berani menyabotase pesta pernikahannya dengan Saka. Menyudutkan Arunika yang sudah merebut Saka darinya karena wasiat bodoh yang dibuat Raditya Daniswara.
Tiba di ruang tamu, Valerie melihat ibu dan ayahnya duduk di sofa dengan wajah yang mengeras seperti batu. Tidak ada kata permintaan maaf yang Valerie ucapkan pada pasangan suami istri itu, dia langsung saja menjelaskan sikap Saka setelah menikah.
"Mi, Pi... selama pernikahan kami, Saka terus mengabaikan aku. Dia sibuk mencari mantan istrinya karena tidak ingin bercerai. Aku---"
"Cukup, Valerie!" bentak Norman, ayah Valerie dengan suara menggelegar, memukul meja yang ada di hadapannya. "Kamu pikir kamu siapa, hah?! Datang ke rumah ini dengan wajah tanpa dosa setelah mencoreng seluruh nama besar keluarga kita?! Keluar dari rumah ini sekarang juga!" Suara Norman menggema keras menembus sekat-sekat dinding ruang tamu malam itu. Kalimat dingin yang sarat akan kemarahan mutlak itu memutus paksa seluruh rentetan kalimat aduan Valerie tentang Saka dan pernikahannya.
Valerie tersentak mundur satu langkah, wajahnya yang biasa dipoles riasan mahal mendadak pucat pasi. Pandangannya tertuju pada tumpukan koran bisnis dan gawai yang menampilkan kompilasi rekaman video perselingkuhannya dengan Saka yang belum juga mereda dari ingatan publik. Di samping ayahnya, Fani, sang ibu menatap Valerie dengan pandangan mata yang dipenuhi rasa muak yang teramat pekat.
"Papi... dengarkan penjelasanku dulu! Aku ini korban dari kelakuan licik Arunika yang sengaja menyabotase—"
"Kamu bukan korban, Valerie! Kamu adalah wanita perusak rumah tangga orang lain. Apa pun alasan kamu, kelakuan kamu itu sudah dilihat oleh ratusan rekan bisnis keluarga kita!" sahut Fani tanpa ada simpati sedikitpun untuk putrinya. "Saham perusahaan Papi kamu ikut terganggu karena kelakuan murahanmu kamu yang membohongi kami dengan mengatakan Arunika mandul! Menjadi selingkuhan adalah aib terbesar bagi keluarga kita! Pergi dan jangan pernah berani menginjakkan kakimu di rumah ini lagi, sebelum kamu bisa membersihkan semua kekacauan yang kamu buat!"
Ayah Valerie berdiri dari duduknya, menunjuk ke arah pintu keluar dengan jari yang bergetar karena menahan amarah yang luar biasa. "Keluar dari rumah ini sekarang juga! Kami tidak sudi memiliki anak egois yang sudah mengotori reputasi keluarga yang selama puluhan tahun kami jaga!"
Valerie menangis histeris, air matanya merusak seluruh riasannya saat para satpam rumah orang tuanya sendiri menggiring tubuhnya keluar melewati pagar besi menuju jalanan malam yang dingin dan gelap.
Valerie berdiri di tepi jalan di bawah rintik hujan lebat dengan sejuta dendam yang membakar dadanya. Orangtuanya dan Saka mengabaikannya, membuatnya terhina dan didera rasa kesepian.
Dalam kondisi seperti itu, sebuah mobil mewah berhenti tepat di hadapan Valerie. Seorang pria muda yang usianya sama dengan Saka turun dari mobil itu.
"Rian!" seru Valerie senang.
Melihat kehadiran Rian, Valerie tersenyum lebar, seolah kehadiran pria itu bisa mengusir semua masalah yang tengah dia hadapi. Valerie masuk ke dalam mobil milik Rian, setelah pria itu membukakan pintu mobil untuknya. Rian selalu saja memperlakukannya dengan manis.
Rian adalah teman dekat Saka dan Valerie sejak SMA, mereka sering menghabiskan waktu bersama. Namun, Saka tidak tahu, Rian sebenarnya sudah lama memendam perasaan cinta dan obsesi yang mendalam terhadap Valerie.
Seperti biasa, setiap Valerie dalam keadaan rapuh, kesepian dan butuh didengarkan, Rian selalu ada untuknya. Dan seperti biasa pula, Rian membawa Valerie ke sebuah rumah yang ada di pinggir kota, tempat rahasia mereka untuk menghabiskan waktu berdua.
Di dalam ruang tengah rumah minimalis yang hangat, Rian menyodorkan segelas seloki minuman hangat, mendengarkan seluruh keluh kesah Valerie dengan tatapan mata yang dipenuhi hasrat tersembunyi. Kehadiran Rian yang protektif dan penuh perhatian instan mendadak memberikan kenyamanan yang semu bagi ego Valerie yang sedang terluka parah setelah diusir dari rumah orangtuanya.
"Saka tidak pernah menyentuhku selama kami menikah, Rian! Dia hanya sibuk memikirkan perempuan kampung itu!" jerit Valerie frustasi, menumpahkan seluruh air matanya di dada Rian.
"Tenang Valerie, aku ada di sini untukmu. Saka memang bodoh karena menyia-nyiakan wanita seindah kamu," bisik Rian lembut, jemarinya perlahan mengusap rambut Valerie yang basah.
Kehangatan yang semu itu dengan cepat berubah menjadi api yang membakar batasan moral. Di balik statusnya yang baru satu bulan lebih resmi menjadi istri sah Saka, Valerie kembali terbuai.
Ini bukan pertama kalinya mereka sedekat ini. Selama ini, jauh sebelum Saka menikah dengan Arunika, di saat Valerie masih berstatus kekasih Saka, Valerie sudah sering bermain api di belakang Saka. Dia berselingkuh dengan Rian. Di saat status Valerie berubah sebagai selingkuhan Saka, dia dan Rian masih sering menghabiskan waktu berdua di rumah minimalis ini. Mereka lakukan setiap kali Saka sibuk dengan urusan direksi Daniswara Group.
Dan malam ini, ditengah dinginnya hujan, di atas ranjang rumah pinggir kota, Valerie kembali melakukan penghianatan yang sama. Dia menyerahkan dirinya ke dalam pelukan Rian, menumpahkan seluruh rasa kesepian dan kemarahannya kepada Saka melalui perselingkuhan dengan melakukan hubungan intim, menodai pernikahan yang baru seumur jagung itu tanpa ada rasa bersalah sedikit pun.
Keesokan paginya, fajar baru saja menyingsing ketika Saka pulang ke rumahnya, setelah kemarin malam memutuskan untuk menginap di kediaman utama Daniswara. Masuk ke kamar utama yang dia tempati bersama Valerie, kamar itu tampak rapi, tidak ada jejak habis ditempati.
"Valerie tidak pulang," gumam Saka yang sudah mendapatkan laporan bahwa Valerie pergi dari rumah tak lama setelah dia meninggalkan wanita itu dalam kemarahannya.
Meninggalkan pikirannya mengenai Valerie, Saka masuk ke kamar mandi. Di luar sana, taksi online yang Valerie tumpangi baru saja berhenti di depan gerbang. Valerie masuk melewati pintu utama dengan langkah kaki yang diatur sepelan mungkin agar tidak menimbulkan kegaduhan.
Tiba di kamar utama, Valerie merasa lega, karena tidak menemukan Saka di kamar itu. Dia mengira Saka tidak pulang atau mungkin tidur di kamar Arunika seperti biasanya. Begitu Valerie duduk di depan meja rias, Saka keluar dari kamar mandi. Tubuh Valerie menegang, namun dia berusaha kembali bersikap seperti biasanya saat Saka berjalan mendekat dengan pandangan yang terus tertuju padanya.
Pandangan mata Saka yang dingin seketika menajam, menangkap keganjilan dari penampilan istrinya yang baru saja pulang. "Dari mana kamu, Valerie? Semalaman kamu tidak pulang ke rumah," tanya Saka, nada suaranya terdengar sangat datar namun sarat akan tekanan intimidasi yang menuntut kejujuran.
Valerie mencoba menenangkan debaran jantungnya yang mendadak berpacu liar. Dia memasang senyum manis andalannya yang manipulatif. "Aku... aku semalaman menginap di rumah orang tuaku, Saka. Aku merindukan Mami, makanya aku pulang ke sana. Maaf aku tidak mengabarimu karena baterai ponselku mati."
Saka kembali mendekat mengikis jarak di antara mereka berdua. Tatapan mata Saka turun, menatap kerah blus sutra Valerie yang sedikit longgar. Di atas permukaan kulit leher putih Valerie yang mulus, terdapat sebuah tanda kemerahan pekat, sebuah jejak tanda kepemilikan. Ada rasa panas yang mendadak membakar dadanya. Bukan rasa cemburu karena cinta murni, melainkan rasa terhina karena ego lelakinya yang gila hormat mendadak mendeteksi sebuah pengkhianatan.
"Merah di lehermu itu... karena apa, Valerie?" tanya Saka, suara rendah namun penuh ancaman.
Valerie tersentak kecil, tangannya dengan gerak refleks yang cepat langsung menarik kerah blusnya ke atas untuk menutupi noda kemerahan tersebut. Wajahnya sempat pias selama satu detik sebelum akhirnya dia kembali menguasai ekspresi wajahnya dengan tawa renyah yang dipaksakan.
"Ah, ini? Ini cuma bekas gigitan nyamuk, Saka. Kulitku kan memang sangat sensitif, kamu tahu sendiri, bukan?" kelit Valerie dengan nada manja yang dibuat-buat, mencoba meraih lengan kemeja Saka untuk mencairkan ketegangan.
Saka menepis tangan Valerie secara perlahan namun dingin, mundur satu langkah menjauh dari istrinya. Dia memilih diam dan menolak untuk memperpanjang perdebatan pagi itu. Saka boleh saja membiarkan Valerie berkelit hari ini dan mencoba mengabaikan kecurigaannya demi kestabilan emosinya yang kian rapuh. Namun, di dalam hatinya, Saka sadar, rumah tangga barunya tidak seindah yang dia bayangkan.
yang pastinya mau balikan agar bisa jadi orang kaya lagi 🤣🤣🤣🤣
d kira gmpng gt buat ktmu sm nika.....🙄🙄🙄
stlh mnyesal krna udh mnykti arunika,sbntr lg bkln d ksih kjutan yg lain dr istri trcnta.....🙄🙄🙄
senengnya kalo arunika tetap di kelilingi org2 baik ,,
gx perlu km ketemu lgi dg saka ,, biar laa dy hdup yg telah di pilih ny ,,
slain kluarga,ada jg mas mahen yg diam2 prhtian....mnimal yg onoh ga bkln brani ngusik lg....
Lanjut thor👍👍