Indonesia
NovelToon NovelToon
Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Bercerai Dari Suami Keji, Demi Calon Anakku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Penyesalan Suami / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Rumah Tangga
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Putri Sabina

Raisa Adiratna akhirnya menyerah akan pernikahannya, karena selalu mendapatkan KDRT dari sang suami---Dion Raharja. Dion seorang Pengacara kondang terkenal, di jodohkan atas desakan orangtuanya. Ada satu alasan kuat kenapa Dion membenci istrinya, sampai Dion mengancam jika sampai Raisa hamil maka tak segan Dion akan mengaborsi kandungan itu. Raisa yang mendengar itu ketakutan, wanita yang sudah menjadi yatim piatu itu terpaksa meminta cerai dari Dion karena dirinya hanya memiliki anak di kandungannya, tanpa di ketahui oleh Dion jika Raisa sedang hamil muda. Setelah bertahan di bawah hinaan Dion dan teman-temannya termasuk gundik suaminya---Chelsea. Chelsea seorang wanita yang bekerja sebagai LC di sebuah club. Setelah berhasil menceraikan Raisa, Pria itu menikahi gundiknya. Namun Karma dibayar konstan Dion mengalami kecelakaan yang membuatnya mandul hingga Chelsea meninggalkannya. Dion berusaha mencari mantan istrinya demi mendapatkan maaf, lalu apakah Dion sadar sudah punya anak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Sabina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Kantor Advokat siang ini, dengan cahaya matahari menembus dinding kaca kantor yang memperlihatkan pemandangan kota dari balik kaca transparan besar. Cahaya matahari yang menembus kaca nampak menyinari deretan buku hukum yang tertata mengkilap, di rak kayu mahoni.

Dion Raharja.

Pria yang yang dengan balutan kemeja biru muda dan celana formal warna hitam itu, tengah duduk di kursi putar kulitnya. Dasinya di lehernya nampak terikat rapi yang memberikan kesan profesionalisme, jas hitamnya nampak tersampir di sandaran kursi. Namun, pikirannya nampak tak berfokus pada tumpukan dokumen kasus kontraktor besar di hadapannya.

Dion tampak memikirkan seseorang---Raisa, bayangan dirinya dan Raisa semalam masih terlintas di pikirannya. Malam yang luar biasa dengan gairah dan aktivitas intim yang sama sekali tak bisa di lupakan Dion.

"Nggak nyangka sih...Raisa manis banget," ucap Dion.

Terlihat Dion nampak termenung dengan tangan menopang dagu, matanya menatap hampa pada barisan teks hukum yang seharusnya di analisis demi mencari celah pembuktian. Bayangan Raisa terlintas bagaimana dengan mengenakan lingerie berwarna hijau muda, dan kepasrahannya.

"Shitt!" ucap Dion melempar pulpen.

Tangannya mengusap kepalanya ke belakang, entah mengapa dirinya tak bisa berhenti untuk memikirkan istrinya.

"Gua nggak bisa berhenti mikirin dia, kenapa ini tuhan!" lanjutnya dengan frustasi.

Bukannya memilih strategi hukum, justru memori yang semalam masih berputar tanpa henti di kepalanya. Raisa semalam rela melakukan apa saja, seolah sudah pasrah---bayangan Dion saat wajahnya di benamkan di dua gunung kembar istrinya masih terasa. Bahkan aroma parfum sang istri, aroma shinzui bunga misk masih terasa.

"Raisa udah cukup...lu hukum gua karena KDRT lu terus, kepala gua terus mikirin yang semalam," ucapnya sambil memukul-mukul kepalanya.

Teringat bagaimana sensasi gemetar tubuh istrinya saat dirinya menyapa lembah tersembunyi milik Raisa, menggunakan lidah dan bibirnya. Aroma rasa lelah dengan aroma parfum Raisa, seolah penegasan kekuasaan absolute atas tubuh Raisa.

Adegan per adegan memutar di kepalanya, membuat fokus kasus yang sedang di tanganinya buyar seketika. Dion tak mengerti ada apa dengan dirinya, jujur saja Dion membenci Raisa akan kenangannya masa kecil. Namun, dirinya tak menampik jika Raisa berbicara dengan pria lain---seperti Raisa bicara dengan Dokter Hassan di rumah sakit.

Padahal percakapan Raisa dengan Dokter Hassan hanya mengenai penyakit Nyonya Raharja, tapi kenapa Dion nampak tak suka. Dan demi membuktikan jika Raisa miliknya, semalam Dion membuat banyak tanda pada tubuh Raisa. Dari leher, dada, hingga perut.

Sungguh sensual, kali ini Dion amat memikirkan istrinya itu. Selain rasa posesif ada kepuasan yang tersirat dalam sudut hatinya. Leon Hananda masuk ke ruangan Dion, dirinya ingin menemui rekannya itu.

"Dion!" panggil Leon yang melihat sahabatnya terdiam, dengan kepala menyandar di tangan.

"Deh malah bengong nih, bocah!" ucap Leon.

"Gua kerjain kriuk nih," lanjutnya sambil terkekeh.

Dion mengagetkan Dion, membuat Dion terkesiap.

"Woyy bengong aja nanti kesambet nenek lampir loh," ledek Leon.

Suara kagetan itu membuyarkan lamunannya Dion dalam sekejap.

Dion mendapati Leon sudah berdiri di samping meja kerjanya.

Leon yang mengenakan kemeja hijau muda dan celana warna cokelat tua.

"Apaan sih lu?! bikin gua senam jantung aja," kata Dion, memegang dadanya.

"Lagian lu bengong, eh ayam tetangga gua bengong besoknya mati tahu nggak lu!" tutur Leon.

Sahabat sekaligus rekan kerjanya ini menumpukan tangan di tepi meja, matanya menatap Dion dengan dahi berkerut seolah menyadari sesuatu.

"Lu kenapa? masalah lagi ama bini lu?" tanya Leon dengan perhatian.

"Bingung gua, semalam tuh cewek abis gua tidurin," jawab Dion santai.

"Hah?!" Leon nampak tak percaya mendengar itu.

Leon yang mendengar itu terkekeh dan heran, nampak tak percaya---bukankah Dion sangat membenci istrinya.

"Yah gua nidurin dia karena mau nyiksa doang, ehh gua malah jadi mikirin dia terus," dengus Dion yang nampak kesal.

"Lah bisa gitu ya, wasallam dah. Udah masalah pribadi itu," jawab Leon.

Leon menghela napas, lalu dirinya berusaha fokus akan kerjaan, dan mencoba mengalihkan topik.

"Kasus kontraktor itu sudah sampai mana? Lu diam di posisi itu selama hampir sepuluh menit tanpa membalik satu halaman pun," selidik Leon sambil mencoba mengintip dokumen di bawah tangan Dion.

Dion segera memperbaiki posisi duduknya, menarik napas untuk mengembalikan pesona pengacara dengan penuh wibawa,

"Hanya sedang cari celah buat pasal pembuktian, Le," ucapnya.

"Lain kali ketok pintu dulu napa, kebiasaan lu," lanjut Dion dengan nada datar.

"Iyee maaf...maaf," ucap Leon.

Dion fokus pada pekerjaannya lagi, lalu Leon menyenggol bahu Dion.

"Eh BTW nanti abis balik dari polsek dan rumah klien jam 9 malam party yuk," ajak Leon.

Sontak Dion menutup buku itu dan menoleh ke arah Leon, "party?" tanya Dion sambil mengerutkan keningnya.

"Ya biasa ama tiga cewek idaman kita, Cora, Luna, ama Chelsea. Ayolah," ajak Leon.

Leon sengaja mendekati ketiga LC itu dengan materi dan kepuasan, tentu ketiganya setuju---Leon akan menikmati masa mudanya sebelum menikah.

Cora berasal dari Ukraina, sementara Luna dari USA.

Chelsea dari Colombia.

Dion hanya menjadikan Chelsea pion agar membuat Raisa hancur, selain itu Dion bisa menikmati tubuh Chelsea sepuasnya.

"Gua kagak bisa," jawab Dion singkat.

Jawaban itu membuat senyum Leon hilang, dan di gantikan rasa heran.

"Lah kenapa?" tanya Leon.

"Nyokap gua sakit, gua mau ke rumah sakit jagain dia," sahutnya.

Padahal Dion bukan memikirkan itu, dirinya akan selalu di rumah menghabiskan waktu bersama Raisa. Ini kesempatannya untuk menjadikan Raisa bagian dari permainan kasurnya, ibunya yang sedang koma menjadi kesempatannya.

"Gua nggak bisa Le, gua di rumah bukan hanya punya sekedar LC...tapi bidak permainan ranjang," ujar Dion dalam hatinya.

"Yaudah lu mau ke Polsek mangga dua 'kan?" tanya Dion.

"Iya," ucap Leon.

"Bareng aja," jawab Dion.

"Wihh...perhatian deh lo, tahu aja gua lagi irit bensin," ujar Leon.

Dion langsung menoyor kepala sahabatnya itu, kedua pengacara tampan itu berjalan menuju lantai bawah. Dion memejamkan mata masih membayangkan, Raisa yang meringkuk di bawah selimut dalam pelukannya. Entah mengapa menjadi kepuasan pribadi, jika Raisa di dalam genggamannya.

*

*

*

*

1
Sunarti Narti
Thor ini ceritanya ganti judul,tapi tokonya masih sama,tapi Thor jangan banyak kekerasan dalam rumah tangga, serem baca nya,🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍😍😍😍😍😍😍😍😍😍
Putri Sabina: yang ini KDRT, ceritaku yang mayor nggak ada kok kak🥲
total 1 replies
Ma Em
Raisa kamu jgn lemah dong lawan Dion kalau Raisa takut maka Dion akan semakin senang melihat hdp Raisa tersiksa , makanya lawan jgn cuma menangis sdh tanggung Raisa diam tdk melawan disiksa dipukul kalau melawan dipukul wajar tapi kalau diam dan menangis saja lbh parah .
Putri Sabina: gimana mau lawan kak, kan nggak punya penghasilan🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!