Indonesia
NovelToon NovelToon
SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

SELIR BODOH YANG MENAKJUBKAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:13.5k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa

Xiao Yu dipaksa ikut pemilihan selir oleh orangtuanya demi mengangkat derajat keluarga. Padahal gadis ini ingin masuk militer.

Akhirnya ia ikut pemilihan selir dengan berpura-pura bodoh. Tapi sungguh suatu hal ajaib. Dia justru terpilih.

Ternyata pangeran Zhang Li sengaja memilih selir bodoh untuk protes pada raja bahwa ia lelah terus disuruh mencari seorang pendamping.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 15

"Semua... semua sangat mencukupi, Yang Mulia," sahut Selir Lan halus, tetap menjaga pandangannya menancap pada lantai di dekat sepatu Zhang Li. "Hamba sangat berterima kasih atas kebaikan Yang Mulia."

Selagi obrolan singkat itu berlangsung, hidung Zhang Li mengendus udara di ruangan tersebut-hanya aroma harum wewangian melati yang merebak lembut.

Di ambang pintu, Feng Chuan memperhatikan sikap tubuh Selir Lan. Sebagai pengawal terlatih, ia menangkap kegugupan wanita itu.

Tetapi tidak melihat adanya bahaya fisik atau tanda-tanda penyusup perbatasan. Feng Chuan memberikan isyarat gelengan tipis pada Pangeran. Tidak ada ancaman fisik.

"Baguslah jika tidak ada kendala," sahut Zhang Li dingin. Dia tidak berminat menahan selirnya dalam situasi yang jelas-jelas membuat wanita itu begitu tertekan. "Jaga kesehatanmu."

"T-terima kasih atas perhatian Yang Mulia," cicit Selir Lan seraya membungkuk lebih dalam.

Zhang Li membalikkan badan dan melangkah keluar disusul oleh Feng Chuan.

"Dia menyembunyikan sesuatu," lirih Zhang Li.

"Benar, tapi saya rasa itu tidak mengancam. Bukan sesuatu yang berbahaya," sahut Feng Chuan.

"Ya. Tapi dia agak mencurigakan."

Feng Chuan mengangguk.

Begitu suara langkah sang Pangeran menghilang sepenuhnya di koridor luar, Selir Lan perlahan tegak.

Ia menyandarkan tubuhnya yang sempat gemetar ke tepi meja kayu. Memejamkan mata rapat-rapat seraya menghembuskan napas panjang-bersyukur rahasia besar yang ia sembunyikan rapat-rapat di hatinya tidak terendus sedikit pun hari ini.

"Ada apa ini? Kenapa pangeran tiba-tiba datang ke kediaman selir?" gumam selir Lin.

*

*

*

Rombongan kecil itu melanjutkan langkah menuju Paviliun Mawar.

Pintu utama terdorong terbuka. Zhang Li melangkah masuk disusul Feng Chuan yang langsung mengambil posisi bersedekap di dekat kusen pintu-menunduk formal layaknya pengawal resmi.

Di dekat tempat pembakaran dupa, pelayan senior Paviliun Mawar berlutut dengan gerakan patah-patah yang sangat patuh. Keheningan di ruangan itu terasa tegang. Sarat dengan kedisiplinan yang kaku.

Di meja tulis, Selir Kui perlahan meletakkan kuasnya. Ada wajah surprise yang kentara. Ia bangkit berdiri tegak. Seperti senang akhirnya pangeran berkunjung ke kediaman para selir. Terutama dirinya.

Bagi Selir Kui, Zhang Li adalah sosok yang pantas di perjuangkan. Dia sempurna sebagai pria yang pantas dipuja.

"Hamba menyambut kedatangan Yang Mulia," ujar Selir Kui. Suaranya halus namun tegas. Ia membungkuk anggun, menjaga tatapannya tetap terkunci pada Zhang Li sejenak sebelum menunduk.

Zhang Li menghentikan langkah di tengah ruangan. Ketajaman mata Selir Kui dan aura dominan di ruangan ini menyentuh indra sang Pangeran. Ia membacanya sebagai harga diri seorang putri dari keluarga besar yang berpengaruh.

"Berdirilah, Selir Kui," kata Zhang Li datar. "Aku hanya memastikan pengelolaan di bagian ini berjalan tanpa kendala."

"Segala hal di paviliun ini berada di bawah kendali hamba dengan sangat baik, Yang Mulia," sahut Selir Kui sambil menyunggingkan senyum tipis yang memikat. Zhang Li merasa auranya sedikit mirip dengan selir "Hamba selalu memastikan tidak ada hal tak berguna yang mengganggu kenyamanan Yang Mulia."

Di ambang pintu, Feng Chuan mengamati interaksi itu. Sikap Selir Kui memang terkesan dominan dan penuh rasa percaya diri yang tajam, tetapi bagi Feng Chuan, ketegangan ini adalah riak ambisi selir papan atas-bukan indikasi fisik seorang penyusup perbatasan berdarah. Feng Chuan memberikan isyarat gelengan tipis pada Zhang Li: bersih dari jejak penyusup.

"Bagus jika kau menguasai tempat ini dengan baik," balas Zhang Li singkat, menyikapi aura menuntut Selir Kui dengan sikap tak tersentuh. "Tetaplah jaga ketertiban."

"Tentu, Yang Mulia," bisik Selir Kui seraya membungkuk.

Zhang Li membalikkan badan dan melangkah keluar disusul oleh Feng Chuan.

Namun, tepat saat punggung Zhang Li melewati ambang pintu, senyum anggun di wajah Selir Kui hilang. Sepasang matanya menyipit. Lirikannya menancap tajam pada bayangan Zhang Li yang menjauh. Melihat ke seluruh kediaman selir yang sudah di datangi pangeran.

"Jadi aku bukan selir pertama?" gumam selir Kui.

*

*

*

Rombongan tiba di kediaman paling sepi di ujung koridor. Paviliun Anggrek milik Xiao Yu.

Pintu terdorong terbuka. Zhang Li melangkah masuk disusul Feng Chuan yang mengambil posisi berdiri bersedekap di ambang pintu.

Xiao Yu menyambut kedatangan sang Pangeran dengan tenang dan sopan. Tanpa rasa curiga, ia berdiri anggun lalu membungkuk memberi hormat sesuai tata krama. Di sampingnya, Bao'er ikut menunduk.

"Hamba menyambut kedatangan Yang Mulia," ujar Xiao Yu lembut.

"Berdirilah, Selir Xiao," jawab Zhang Li datar. Pangeran itu melangkah mendekat ke sisi meja untuk menyapu pandangan ke sekeliling ruangan, memastikan tidak ada hal mencurigakan.

Pangeran itu melangkah mendekati meja. Dengan gerakan santai namun terukur, Zhang Li mengulurkan tangannya, membalikkan salah satu wadah dekoratif di atas meja hanya untuk memeriksa bagian bawahnya.

Saat jemari Zhang Li terangkat dan wajahnya berpaling mengikuti arah pendar lilin, pencahayaan ruangan menyoroti garis rahangnya yang kokoh dari sudut samping.

Xiao Yu yang baru saja menegakkan tubuh, seketika terpaku pada detail tersebut.

Kenapa dia... mirip sekali dengan orang yang menghadangku semalam?

Zhang Li lalu menghentikan pandangannya pada meja kecil di dekat jendela, di mana tergeletak sebuah kertas gulung berisi coretan tinta berbentuk dua ekor anak ayam bulat yang sedang berebut cacing. Gambarnya sangat abstrak dan agak berantakan.

Tanpa menoleh pada Xiao Yu, Zhang Li bertanya dengan nada datar, "Kau menghabiskan waktu dengan menggambar ini?"

"H-hamba... hanya suka melukis anak ayam, Yang Mulia," jawab Xiao Yu dengan suara pelan dan agak ragu. Sengaja memasang raut wajah lugu dan sedikit malu. "Kata ibu hamba, kalau melukis ayam yang gemuk, rezeki rumah akan selalu cukup..."

Zhang Li menggeleng tipis mendengar alasan absurd itu. Ia berbalik perlahan, melangkah mundur dengan tumit bertumpu sempurna.

Mata militer Xiao Yu kembali menangkap detail lain. Bahu pangeran tampak kokoh. Jantungnya berdesir hebat.

Kemiringan bahu itu... cara melangkahnya... sangat mirip pengawal tadi malam.

Xiao Yu menyapu pandangan ke wajah Pangeran sekali lagi, berusaha menepis insting militernya.

Tapi tidak mungkin... Itu bukan pangeran. Tidak mungkin seorang pangeran ada di tempat seperti itu.

Zhang Li melirik sekilas ke arah jendela, memikirkan area perbatasan yang baru saja ia periksa tadi malam, lalu berbalik hendak menatap Xiao Yu kembali.

Tunggu... pikiran Xiao Yu mendadak tertahan. Tidak mungkin tempat itu adalah tempat latihan Pangeran... kan?

Menyadari tatapan heran dari Bao'er yang menangkap ketegangannya, serta gerakan Zhang Li yang hendak berbalik penuh menghadapnya, Xiao Yu bergerak kilat.

Demi mengalihkan perhatian dari keraguan yang kecamuk di kepalanya, jemarinya sengaja menyenggol wadah porselen di meja hingga air teh tumpah membasahi permukaan kayu.

1
Kustri
siapa yg mengirim pembunuh bayaran?
selama ini tk ada yg mencurigakan🤔
Kustri
siapkan lehermu kui⚔️
Kustri
eh, emg sdh ada istulah hipotermia🤔
Kustri
oalah... knp pelayan gk lgsg lapor sih, udh malam!
Kustri
dmn pelayan lan & yu?
apa mrk gk lapor klu majikan'a tdk disamping'a? 🙄
°RhaiKen™
aaaaaaaa.... ketahuan /Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
Anggye syahab
sukaaa sekali sm ceritanya
Kustri
oalah... lan disukai shen mo & rupa'a cinta bersambut, qu kira lan suka sm pangeran
Kustri
selir lan memaruh hati pd pangeran
Kustri
huo yan 'jarang disentuh' berarti pernah dong😄
Kustri
inisih senjata makan tuan😄
Nia mie
❤️❤️❤️
Nurul Boed
ditunggu up nya kak 😍😍
Anggye syahab
Alur ceritanya sangat bangussss
Anggye syahab
wach kak..ceritanya kerennn..bisakah..update lagi kak..aku tunggu yaa🤗
Mineaa
waaahh....akhirnya...💪
Nia mie
deg deg_an... lanjut thorrr.semangaddd💪
Nurul Boed
Ngak sabar nunggu up nya lagi kak 😍😍
Nurul Boed
wah wah semakin seruuuuu 😍😍😍😍😍
Nia mie
makin penasaran . semangat thoorr.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!