Novel ini menceritakan tentang permusuhan yang berakhir menjadi patner hidup.
Dewa >< Dewi
Putra >< Putri
Raja >< Ratu
Dewa,putra dan Raja sering sekali ribut Dengan Dewi,putri dan Ratu,namun kedua geng tersebut bersatu Karna suatu insiden yang mengharuskan mereka berkerja sama.
kejadian apakah yang membuat mereka bersatu?
( ~Dulu~)
"Apa Lo liat²!"Kecam dewi.
"Dih,Siapa juga yang liatin Lo!"Datar dewa.
"Cewek jutek,kek teriplek ga ada manis-manisnya."Ucap putra terkekeh.
"Pemalas,bodoh siapa lagi kalo bukan lo."Datar putri.
"Lemot banget sih Lo,Punya otak ga?"Tanya raja datar.
"Punyalah,emang kamu ga punya hati"Ucap ratu tersenyum kemenangan.
(~Sekarang~)
"Dewi,Ngantin yok."Ajak dewa.
"Gass"Jawab dewi.
"Putri,Nikah yuk."Ajak putra.
"Hm...ok."Datar putri.
"Raja,Sakit."Lirih ratu.
"Apa yang sakit,Biar gw bunuh orang yg nyakitin lo."
Peringatan:Novel ini hanya fiksi,jadi mohon bijak dalam menanggapi🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Najmu Laila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Limabelas
Malam hari,tepat pukul 23.00...dewa dan Dewi berjalan tanpa suara menuju hutan gelap itu sambil membawa satu senter dan handphone.
Ratu yang belum tidur,Dari arah Filanya ia menatap terkejut melihat dewa dan Dewi pergi memasuki hutan.
"Dewa,Dewi...kalian mau kemana?"Bingung ratu,Ia pun segera memakai jaketnya,Sebelum pergi ia menatap putri yang sedang tertidur dengan kelelahan.
"Aduh,ratu takut kalo pergi sendiri...apa ratu bangunin putri aja,Tapi...putri lagi sakit."Gumam ratu bingung.
Ia pun berfikir,mungkin putra atau raja masih ada yang belum tidur,Jika ia mungkin kah ia bisa meminta bantuan,jujur ia sangat khawatir pada Dewi dan dewa.
"Ga ada pilihan lain,ratu harus pergi nemuin raja dan putra."Ucap ratu berjalan keluar menuju Fila khusus laki².
Baru saja sampai ia terkejut menatap raja yang sedang termenung sendirian sambil merokok,Bukankah itu tidak boleh?
"Raja."Panggil ratu,Membuat pemuda itu terkejut.
"Ngapa..."
"Suuutt...jangan berisik,ratu mau kasih tau sesuatu."Ucap ratu berbisik.
"Hmm."Ucap raja datar.
"Ratu tadi liat dewa sama Dewi pergi masuk hutan,ratu ga tau mereka mau ngapain tapi ratu khawatir."Ucap ratu.
"Lo beneran liat dewa sama Dewi masuk hutan?"Bingung raja menatap ratu.
"Iya,buat apa ratu bohong."Ucap ratu.
"Tunggu sini."Ucap raja berjalan menuju kamar Filanya,Ia pun mengambil jaket dan koreknya.
"Ayo cari mereka."Ucap raja menarik ratu mengikutinya.
Kedua remaja itu berjalan memasuki hutan dimana tadi ratu melihat Dewi dan dewa pergi.
"Hey...raja,ratu mau kemana kalian !"Teriak seseorang yang tak lain adalah Bu Hani,raja dan ratu pun menoleh terkejut.
"Ayo kabur."Ucap raja menarik tangan putri memasuki hutan,Mereka tidak peduli jika nanti mereka dihukum,Yang mereka fikirkan adalah untuk apa dewa dan Dewi memasuki hutan malam².
"Raja ini udah jauh,Kita ga akan ketauan."Ucap ratu ngos-ngosan.
"Ini...dimana?"Bingung raja menatap pohon besar,Dikelilingi pohon tinggi menjulang.
"Ratu juga ga tau."Ucap gadis itu ketakutan melihat gelapnya hutan,Hawa dingin menusuk kulit keduanya.
Srreeekkk....
"Raja...ratu takut."Gadis itu berlari memeluk raja,hingga pemuda itu terkejut bukan main.
"Nih cewek sembarangan banget."Batin raja merasa sesak dengan pelukan gadis itu.
"Ayo cari jalan keluar."Ucap raja menarik ratu mencari tempat kayu bakar,sepertinya mereka tidak bisa kembali ke Fila,sudah terlalu jauh mereka berlari.
"Raja denger suara burung ga."Ucap ratu ketakutan.
"Ga ada mot,udah ga usah takut ada gw."Ucap raja datar,Keduanya pun mengumpulkan kayu bakar.
Setelah terkumpul raja menyalakan apinya menggunakan korek api yang ia bawa,untung saja ia membawa itu.
...****************...
"Dewa...Lo yakin tuh kakek masuk kehutan sini?"Tanya Dewi bingung.
"Iya wi gw yakin."Jawab dewa.
"Kita udah sampe sini dan ga ada apa²,Apa Lo salah liat kali."Ucap Dewi kesal.
"Beneran wi,gw ga bohong deh."Ucap dewa menyakinkan.
"Kalian bisa datang kemari?"Tanya seseorang membuat keduanya terkejut.
"Kakek."Keduanya terkejut dan langsunv berlari kearah pria tua itu.
"Tuhkan beneran,Apa gw bilang wi."Ucap dewa senang.
"Kek...kakek masih inget Kitakan?"Tanya dewi.
Kakek itu hanya tersenyum misterius,Lalu berjalan pergi,Dewa dan Dewi pun mengikuti kakek itu,dan benar saja mereka menemukan perpustakaan waktu itu serta beberapa rumah kuno itu.
"Kakek itu sebenarnya siapa?"Tanya dewa terkejut.
"Tidak peduli siapa saya,Tapi saya tau kenapa kalian mencari saya,Kalian terkena kutukan penukar jiwa."Ucap sang kakek.
"Kek...kakek tau!"Kaget Dewi.
"Iya kek,tolong kasih tau kami caranya agar bisa kembali seperti semula."Ucap dewa.
"Itu salah kalian yang mendekati cermin itu."Ucap kakek.
"Kami ga tau kek,kami kira itu cermin biasa."Ucap dewa.
"Itu cermin turun temurun,Setiap yang memegangnya akan terkena kutukan,Dan kutukan itu tak akan bisa di hancurkan dengan mudah."Ucap sang kakek membuat Dewi dan dewa terkejut.
"Lalu kita harus apa kek,Saya cuma mau hidup normal,Saya mohon bantu kami."Ucap Dewi.
Kakek hanya tersenyum.
"Kutukan itu akan hilang bila kalian melakukan sebuah kebaikan seumur hidup."Ucap kakek tersenyum,Dewa dan Dewi saling pandang.
"Lalu bagaimana caranya kami menjalani hidup kek."Ucap dewa prustasi.
"Mudah,jaga ini baik²...kehidupan kalian akan menjadi lebih baik,Tapi jika kalian gagal,kalian tidak akan bisa terlepas dari kutukan itu."Ucap sang kakek menyerahkan sebuah tas ransel.
Saat dewa dan Dewi menoleh sang kakek sudah menghilang,Keduanya pun hendak membuka tas itu,Namun sebuah cahaya membuat mereka kembali pingsan dan tak sadarkan diri.
...****************...
Ratu dan raja tidak bisa tertidur dengan nyenyak,Banyak sekali nyamuk,dan suasana pun sangat dingin.
Raja berjalan dan menyundut sebuah Putung rokok dan langsung mengesapnya dan menguluarkan asapnya.
"Raja,Ga boleh ngerokok."Ucap ratu terkejut.
"Apaan sih Lo,Tidur aja sana ngapain sih ngurusin gw."bentak raja.
"Raja,Rokok itu ga baik buat kesehatan,Saat muda kamu mungkin seneng tapi nanti saat tua kamu akan menyesal."Ucap ratu.
"Lo tau apa sih,Lemot mending Lo diam aja dari pada gw lempar Lo ke api."Ucap raja kesal.
"Dulu papah sering banget ngerokok,Terus sekarang papah punya penyakit paru² dan sering batuk,Ratu ga mau temen ratu juga gitu,Papah ratu itu sering batuk dan itu kayaknya Sakit banget."Ucap ratu bercerita.
"Biarin aja sakit,Gw mau tau sesakit apa sih."Ucap raja.
"Apa lebih sakit dari sakit hati gw."lanjutnya dalam hati sambil menatap lurus.
"Raja kalo punya masalah itu cerita jangan disimpen sendiri,Itu cuma buat raja ngerasa menderita dan rapuh."Ucap ratu serius.
"Lo tau ap..."Ucapan raja terpotong saat ratu mengambil puntung rokok miliknya dan langsung membuangnya,Ratu menukar rokok itu menggunakan sebuah permen.
Rasa manis susu menjalar dilidahnya,Ingin marah tapi kok ia jadi tidak tega pada gadis lemot itu.
"Gimana enakan,ini aja kalo batuk ga sakit."Ucap ratu tersenyum.
Gadis itu pun kembali ketempat duduknya,Lalu mulai memejamkan matanya Karna ia sudah cukup mengantuk.
"Cih...kalo batuk ga sakit."Gumam raja tersenyum manis.
kalo suka like,kalo seru komen.
ada2 aja nih bocah
razka si gadis gendut
pasha siapa thoor
biar jdi pengikut