Indonesia
NovelToon NovelToon
Lautan Cinta

Lautan Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Berondong / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:743
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Mengisahkan seorang wanita bernama Rafa Sasmita yang merupakan istri dari Evan Wirya Negara. Rafa menikah dengan Evan karena mencintai pria itu setulus hati namun sayang rumah tangga Evan dan Rafa kandas karena kemunculan Zaskia Mulandari. Tak hanya Zaskia namun masalah muncul dari ibu mertua Rafa yaitu Nena Apriandini yang selalu menghinanya miskin dan tidak beradab. Namun di tengah huru-hara masalah pertemuan Rafa dengan pria tampan bernama Sean Andrew Lee mengubahnya menjadi penuh warna.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketika Membuka Mata

Tanpa mendengarkan ucapan lebih lanjut, Sean langsung berbalik badan, berlari kembali ke mobilnya, dan memerintahkan sang sopir untuk melaju kencang menuju Rumah Sakit Medika Sentral tanpa membuang sedetik pun waktu.

​Beberapa jam kemudian, di ruang perawatan khusus VVIP Rumah Sakit Medika Sentral, suasana terasa begitu tenang dan steril. Bau khas obat-obatan dan cairan antiseptik mendominasi ruangan yang bernuansa putih bersih itu. Di atas ranjang rumah sakit, Rafa Sasmita berbaring lemah dengan selang infus yang menempel di punggung tangan kanannya. Perban tipis melingkar di sekitar pergelangan tangannya akibat luka gores saat mencoba mendobrak pintu kamar yang dikunci oleh Zaskia.

Perlahan-lahan, kelopak mata Rafa yang tertutup rapat mulai bergerak. Ia mengerjap beberapa kali menyesuaikan penglihatannya dengan cahaya lampu ruangan yang lembut. Tenggorokannya terasa kering, dan dadanya masih sedikit sesak ketika ia menarik napas.

​"Ibu... Ayah..." bisik Rafa dengan suara yang sangat parau, hampir tidak terdengar.

​Ia menolehkan kepalanya ke arah samping ranjang, bersiap memanggil perawat. Namun, pemandangan yang ia tangkap justru membuat hatinya menghangat seketika di tengah sisa-sisa trauma malam mengerikan itu.

Di kursi sebelah ranjang, dengan posisi duduk yang tampak sangat tidak nyaman, seorang pria tertidur lelap. Kepala Sean Andrew Lee terkulai bersandar di sisi matras tempat tidur rumah sakit, sementara tangan kanannya menggenggam erat jemari Rafa yang bebas dari jarum infus, seolah ia takut wanita itu akan menghilang jika ia melepaskannya barang sedetik saja.

Wajah Sean tampak sangat lelah. Lingkaran hitam tercetak jelas di bawah matanya, dan setelan jas mahalnya tampak kusut berantakan, menandakan bahwa pria itu baru saja melakukan perjalanan jauh dan langsung menghabiskan waktu berjam-jam menjaga tanpa tidur.

​Rafa tertegun. Air matanya menetes perlahan membasahi pipinya yang pucat. Ia tidak menyangka Sean akan berada di sisinya secepat ini, melintasi ribuan mil lautan begitu mendengar kabar malapetaka yang menimpanya.

​Dengan gerakan yang sangat pelan agar tidak membangunkan kekasihnya, Rafa menggunakan tangan kirinya yang bebas untuk mengusap helai rambut Sean yang sedikit berantakan di dahi pria itu.

​"Sean..." panggil Rafa sangat lirih, suaranya bergetar penuh rasa haru yang teramat sangat.

****

Sentuhan lembut di kepalanya membuat Sean langsung terbangun dari tidur ayamnya. Pria itu mengangkat kepalanya seketika, matanya melebar, dan begitu ia melihat sepasang mata Rafa terbuka menatapnya dengan penuh kasih sayang, seluruh kepenatan di tubuhnya seolah menguap begitu saja.

​"Rafa... Kamu sudah sadar?" ucap Sean dengan suara serak karena terlalu lama terjaga.

​Tanpa membuang waktu, Sean langsung bangkit dari kursinya, mendekatkan wajahnya, dan mencium punggung tangan Rafa berulang-ulang dengan penuh kelegaan yang luar biasa. Air mata kebahagiaan tumpah dari sudut mata pria bermata tajam itu—pemandangan langka dari seorang taipan bisnis asal Singapura yang dikenal dingin dan tak tersentuh oleh emosi di dunia luar.

"Kamu membuatku setengah mati ketakutan, Rafa..." bisik Sean dengan suara bergetar, menempelkan pipinya di telapak tangan Rafa.

"Aku terbang secepat kilat begitu mendengar rumahmu terbakar. Maafkan aku... Seharusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian di Jakarta."

​Rafa menggelengkan kepalanya pelan, bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman tulus di tengah wajahnya yang masih pucat. Ia menarik tangan Sean sedikit ke atas, lalu menyentuh pipi pria itu dengan penuh kelembutan.

​"Kamu tidak salah apa-apa, Sean," ucap Rafa lembut. "Terima kasih... Terima kasih karena kamu selalu datang tepat waktu, menyelamatkan hatiku, dan tidak pernah melepaskanku meskipun badai terus menerjang kita."

Sean menatap lurus ke dalam mata Rafa, menyalurkan seluruh rasa cinta, perlindungan, dan janji suci yang tertanam kuat di dalam dadanya. Ia mengecup kening Rafa dengan penuh kehangatan, seolah ingin menghapus seluruh rasa sakit dan abu kenangan pahit dari rumah yang telah dihancurkan oleh Zaskia.

​"Aku berjanji, Rafa," ucap Sean dengan suara berat yang penuh kepastian mutlak. "Tidak akan ada lagi air mata, tidak akan ada lagi monster yang bisa menyakitimu. Setelah keluargamu pulih dan wanita iblis itu tertangkap, aku akan membawamu ke dunia yang aman, di mana kita bisa hidup bahagia selamanya sebagai suami istri."

Rafa mengangguk pelan, air matanya menetes bahagia. Di luar jendela rumah sakit, matahari pagi mulai menaikkan sinarnya, menghapus sisa-sisa kegelapan malam dan menyambut awal lembaran baru yang jauh lebih tenang bagi cinta mereka yang telah diuji oleh api kemarahan dan ketulusan jiwa.

****

Langit Jakarta sore itu diwarnai oleh semburat jingga keemasan yang perlahan meredup di balik gedung-gedung pencakar langit. Di luar Rumah Sakit Medika Sentral, hiruk-pikuk lalu lintas ibu kota terus mengalir tanpa henti, seolah tidak peduli pada drama kehidupan dan kematian yang baru saja mencapai babak puncaknya.

​Di ruang perawatan VVIP tempat Rafa Sasmita beristirahat, suasana terasa begitu damai. Setelah beberapa hari menjalani pemulihan intensif akibat keracunan asap dari tragedi kebakaran rumah beberapa waktu lalu, kondisi fisik Rafa kini sudah jauh lebih membaik. Warna kulitnya yang tadinya pucat pasi kini mulai merona kembali, dan perban di pergelangan tangannya telah diganti dengan plester tipis.

​Sean duduk di kursi di samping ranjang, mengupas sebuah apel dengan telaten lalu menyuapkannya secara perlahan kepada Rafa. Hubungan mereka kini diselimuti oleh kehangatan yang mendalam, sebuah ketenangan yang telah lama mereka dambakan setelah berminggu-minggu diterjang badai penderitaan yang bertubi-tubi.

​Tiba-tiba, suara ketukan pelan terdengar di pintu kamar.

​Tok... tok... tok...

Sean menghentikan gerakannya, lalu menoleh ke arah pintu. Seorang perwira kepolisian berpangkat tinggi yang memimpin perburuan kasus keluarga Wirya Negara melangkah masuk ke dalam ruangan. Wajah perwira itu tampak serius, membawa sebuah map dokumen di tangannya.

​"Selamat sore, Tuan Sean, Nona Rafa," sapa sang perwira dengan nada hormat. Ia melempar pandangan sejenak ke arah pintu sebelum melanjutkan kalimatnya. "Saya datang untuk menyampaikan kabar penting mengenai pengejaran terhadap tersangka utama kasus pembakaran dan percobaan pembunuhan, Zaskia Mulandari."

****

​Mendengar nama Zaskia disebut, tubuh Rafa sedikit menegang. Bayangan malam mengerikan saat rumahnya disiram bensin dan dibakar hidup-hidup kembali melintas di kepalanya. Tangannya yang memegang gelas air mineral bergetar pelan. Sean yang menyadari hal itu segera meletakkan pisau apel, lalu menggenggam jemari Rafa erat-erat untuk menyalurkan ketenangan dan kekuatan.

​"Ada apa dengan wanita itu, Inspektur?" tanya Sean dengan suara berat dan dingin. "Apakah dia sudah tertangkap?"

Inspektur polisi tersebut menghela napas panjang sebelum memberikan jawabannya. "Kami berhasil melacak persembunyiannya di sebuah bangunan terbengkalai di kawasan pelabuhan lama. Saat tim khusus kami mengepung tempat itu dan mendesaknya untuk menyerah, Zaskia menolak. Dia memanjat ke atas atap bangunan yang tinggi sambil membawa sebilah pisau, meneriakkan sumpah serapah, dan mengancam akan melompat jika kami mendekat."

1
Ariany Sudjana
puji Tuhan, orang tua shawn sudah menyelidiki kejadian yang sebenarnya dan mereka sudah bisa menerima Rafa sebagai bagian dari keluarga mereka
Ariany Sudjana
terlalu lama dibiarkan si pelacur murahan itu menang, Rafa terlalu lemah
Ariany Sudjana
hah kok ceritanya jadi begini sih? mana Sean lagi di Singapura lagi, ga ada yang tolong Rafa dong
Serena Muna: biar panjang kalo cepet tamat kan sayang🤣
total 1 replies
Ariany Sudjana
kalau kalian masih tidak merestui, berarti kalian percaya dengan semua kebohongan yang disampaikan ervan dan keluarganya
Ariany Sudjana
puji Tuhan, Rafa sudah bertemu dengan papa dan mamanya, dan orang-orang serakah itu semoga dapat hukuman berat, kalau perlu mati
Ariany Sudjana
skakmat, niat hati mau mengadakan pesta pernikahan meriah, supaya lebih kelihatan seperti orang kaya, ternyata berakhir jadi tahanan kepolisian 🤣🤣😂😂 dasar pelacur murahan kamu itu Zaskia, dan sekarang nikmati kehancuran kalian Zaskia, Nena dan juga Ervan 🤣🤣😂😂
Ariany Sudjana
sebaiknya ibu istirahat dulu sampai pulih, ibu tenang dulu. kalau ibu nekat kembali ke jakarta, dengan kesehatan yang belum membaik, bisa repot bu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!