Indonesia
NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 03

Tiga hari kemudian ...

Di dalam kamar rawat inap di rumah sakit, cahaya lampu plafon yang bersinar redup jatuh lembut ke atas tubuh yang terbaring koma—tidak sadarkan diri di ranjang.

Arga berdiri menatap istrinya yang terbaring koma, wajahnya tenang tanpa ekspresi di luar jangkauan pandangan orang lain.

Istriku ... Rupanya kamu masih bisa bertahan! Aku pikir kamu akan mati. Tapi sayang, aku tidak ingin kamu mati dulu. Aku masih membutuhkanmu.

Ia menarik napas panjang, lalu memutar tubuh dengan ekspresi wajah yang tadinya datar kini berubah menjadi wajah penuh kesedihan. Tangannya meremas lembut tangan Kirana yang terbaring dingin.

"Sayang! Kumohon kamu segera sadar, aku mohon ... Hiks ... Hiks ... Hiks ..." Air mata mengalir di pipinya, matanya berkaca-kaca seakan benar-benar hancur saat melihat keadaan istrinya yang masih koma.

"Seharusnya aku yang ada di posisimu saat ini ... Seandainya aku bisa menggantikan mu ... Aku rela mengorbankan diriku sendiri agar kamu selamat ... Aku rela berada diposisi mu saat ini sayang ..." Suaranya bergetar serak, terdengar begitu tulus, sehingga siapa pun yang melihatnya pasti akan percaya sandiwara yang begitu sempurna.

Ceklek.

Pintu perlahan terbuka, dokter masuk ke dalam ruangan. Ia memperhatikan Arga yang menangis tersedu-sedu sambil menggenggam tangan istrinya.

"Pak Arga, tenang saja. Kondisi istri Bapak sekarang sudah membaik. Kita tunggu saja sampai istri Bapak siuman," ucap sang dokter lembut.

Walaupun dia mati aku tidak peduli! Itu malah lebih baik ... Batin Arga menjawab berbeda jauh dari apa yang ia tunjukkan.

"Terima kasih, Dok. Tolong lakukan yang terbaik untuk istri saya, Dok," pinta Arga sambil menyeka air matanya.

*

*

Besoknya.

Di ranjang kamar rumah sakit, cahaya matahari pagi menembus tirai jendela menyinari ujung jari tangan Kirana yang perlahan bergerak pelan.

Arga kebetulan baru saja sampai di sana. Ia sengaja datang untuk mengamati kondisi istrinya. Ia tahu rencananya belum berhasil sempurna—saat kecelakaan, orang-orang langsung datang menolong dan menghubungi ambulans sehingga nyawa Kirana masih terselamatkan.

Gerakan jari tangan Kirana makin jelas, lalu perlahan jari-jarinya bergerak menyentuh seprai.

Senyum licik merekah di bibir Arga saat melihat jari tangan istrinya bergerak. Ia mengusap lembut puncak kepala istrinya. "Tidak kusangka kamu masih bisa bertahan, istriku."

Ceklek.

Dokter datang dan memeriksa keadaan Kirana. Kondisinya kini jauh lebih stabil.

"Bagaimana, Dok, keadaan istri saya?" tanya Arga.

"Istri Bapak sudah melewati masa kritisnya. Kita tunggu saja sampai istri Bapak siuman," jawab dokter sopan.

"Terima kasih, Dok."

"Sama-sama, Pak! Kalau begitu saya permisi," ujar dokter lalu keluar ruangan untuk memeriksa pasien lain.

Arga menatap wajah pucat istrinya ... 'Kirana, aku bisa saja langsung membunuhmu. Tapi sepertinya aku masih membutuhkanmu. Ternyata kamu sangat pintar, kamu menyembunyikan kartu truf dibelakang ku ...'

Batin Arga berkecamuk, ia tak menyangka istrinya tidak sebodoh yang ia kira selama ini.

*

*

Dua jam kemudian.

Jari tangan Kirana bergerak lebih cepat, kelopak matanya berkedip pelan, lalu terbuka secara perlahan ...

"Sst ..." rintihnya lemah saat mencoba membuka matanya. Namun yang terlihat hanyalah kegelapan pekat, begitu gelap gulita tanpa ada sedikit cahaya pun yang bisa ia lihat.

lalu Kirana mengedipkan matanya berulang kali sampai mengerjap kelopak matanya, tangannya meraba-raba udara di sekitarnya dengan hati yang cemas.

"Sayang... Sayang..." suaranya terdengar berat dan bingung. "Kenapa? Kenapa semuanya gelap?" lirihnya dengan nada gemetar.

Ceklek.

Pintu terbuka, dokter masuk ke kamar dan melihat Kirana yang sudah sadar.

"Bu Kirana?" seru dokter mendekat.

"Siapa di sana?" teriak Kirana panik, tubuhnya bergerak mencoba bangun. "Kenapa di sini begitu gelap?!" suaranya gemetar ketakutan.

"Bu Kirana, saya dokter. Sekarang Ibu berada di rumah sakit," ucap dokter berjalan mendekati ranjang.

"Dokter! Dokter, kenapa semuanya gelap, Dok? Aku tidak bisa melihat apa-apa!"

"Apa? Gelap?!" lirih dokter terkejut.

Dokter itu segera menenangkan Kirana. "Ibu tenang dulu, biar saya periksa dulu sebentar."

Di ambang pintu, Arga berdiri diam dengan senyum licik yang tersembunyi, menatap tenang kepanikan istrinya. Ia melangkah masuk ke dalam ruangan dengan wajah yang dibuat seolah-olah ia terkejut.

"Sayang! Kamu sudah sadar!" seru Arga.

"Suamiku! Sayang ... Kamu di mana?" panggil Kirana berusaha mencari sumber suara.

Arga mendekat dan merangkul pundak istrinya erat. "Sayang, apa yang terjadi?" tanyanya dengan nada panik yang dibuat-buat membuatnya menjadi sempurna.

Kirana gemetar hebat dalam pelukannya. "Sayang! Semuanya gelap! Aku tidak bisa melihat apa-apa ..." tangannya meraba-raba wajah suaminya dengan suara panik.

"Apa? Sayang, apa yang kamu katakan?" Arga menoleh ke arah dokter yang sedang memeriksa kondisi Kirana. "Dokter! Apa yang terjadi dengan istriku?"

"Pak Arga, tenang dulu. Bu Kirana juga tolong tenang. Saya akan kembali sebentar lagi membawa hasil pemeriksaan," ucap dokter segera bergegas keluar.

"Sayang, kamu tenang dulu. Ada aku di sini," Arga memeluk erat tubuh istrinya yang gemetar.

"Sayang ... Aku tidak bisa melihat apa-apa ... Aku takut ..." suaranya semakin gemetar dan nafasnya mulai tersengal dengan keringat dingin yang mulai menetes di dahinya.

Bagus ... Sepertinya sekarang kamu buta, Kirana ... Teruslah seperti ini. Lebih baik kamu buta untuk selamanya ... Batin Arga merasa puas melihat kondisi istrinya sekarang yang tidak bisa melihat.

*

*

Satu jam kemudian.

Kirana yang masih diliputi ketakutan yang luar biasa, ia kembali pingsan di atas ranjang tempat tidur.

Arga berjalan menuju ruangan dokter yang menangani istrinya, duduk dengan tenang di kursi tunggu, menunggu hasil pemeriksaan medis istrinya.

Tidak lama dokter kembali membawa lembaran hasil pemeriksaan.

"Bagaimana, Dok? Apa yang terjadi dengan istri saya?" tanya Arga.

"Begini, Pak! Berdasarkan hasil pemeriksaan: pemeriksaan saraf mata, tes penglihatan, serta pemindaian CT Scan pada kepala—terdapat benturan keras di bagian kepala Bu Kirana yang menyebabkan penggumpalan darah menekan saraf optik. Tekanan ini mengganggu sinyal penglihatan dari mata menuju otak, sehingga untuk saat ini Bu Kirana mengalami gangguan penglihatan total atau kebutaan sementara."

"Tunggu sebentar! Jadi maksudnya istri saya masih bisa melihat lagi nantinya?" tanya Arga menatap tajam.

"Benar, Pak! Kondisi saraf mata istri bapak tidak rusak permanen. Setelah penggumpalan darah mengecil dan tekanan pada saraf optik hilang, penglihatannya akan pulih. Secara medis peluangnya sangat besar—sekitar 99% Bu Kirana bisa melihat kembali seperti semula. Saya akan meresepkan obat pengencer gumpalan darah dan perawatan rutin, semoga istri bapak pulih secepatnya."

"Maksudnya penglihatan istriku pasti pulih?" Arga menekan kalimatnya.

"Bapak tenang saja! Saya menjamin secara medis 99% penglihatan istri bapak akan kembali normal. Kondisi fisik Bu Kirana juga sangat baik, tidak ada cedera organ lain yang berbahaya," jawab dokter dengan yakin.

Arga terdiam sejenak, menatap tajam tanpa berkedip ke arah dokter, lalu senyum licik kembali terukir di bibirnya.

"Dokter ..." panggil Arga dengan suara rendah.

"Iya, Pak?"

"Aku ingin ..." Arga merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah kartu rekening dengan nominal yang sangat besar.

"Angka 99% itu ..." tangannya menyodorkan kartu itu perlahan ke atas meja, menatap lurus ke mata dokter, "Berubah menjadi 0%."

Dokter itu tertegun diam mematung, nafasnya tertahan, ia tidak bisa berkata-kata, menatap kartu di hadapannya dan tatapan Arga yang tidak berkedip membuat ruangan menjadi hening ...

"Aku ingin istriku buta untuk selamanya ..."

1
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
Muft Smoker
waah siapa lgii itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!