"Aku lulus, Bu... Karsa juara satu."
Bagi Karsa, selembar kertas kelulusan di tangannya adalah tiket untuk membawa ibunya keluar dari jerat kemiskinan desa. Ia berlari membelah terik siang dengan dada membuncah oleh bahagia, tak sabar ingin memeluk satu-satunya alasan mengapa ia bertahan menghadapi kerasnya hidup.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kanji Wara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
padangan dibalik layar
Namun ketika salman mau mengerjakan bagian bawah truk itu, langkahnya terhenti. Jono memanggilnya dengan suara lantang yang mengalahkan bising bengkel.
"Man, naik sini!" kata jono yg sudah berada diatas vessel truk Hino 500 tersebut.
"Ini ..." kata salman agak ragu menatap bagian bawah yang belum selesai dipotong.
"Biar agus yg ngerjain...." potong Jono tangkas, meminta Agus mengambil alih pekerjaan bagian bawah. Agus pun mengangguk setuju, langsung menyiapkan blender potongnya.
Mendengar itu, Salman mulai naik ke atas vessel, memanjat tangga besi di samping bak truk raksasa tersebut dengan cekatan. Begitu kedua kakinya menginjak lantai bak besi, matanya langsung tertuju pada kerusakan parah di permukaan lantai dalam vessel.
"Waduhhh," kata salman setelah melihat vessel yg besinya koyak parah dan melesak ke dalam. Kerusakannya membentuk alur-alur tajam yang dalam. "Ini bekas apa'an? Apa dicakar naga?" tanya salman pada jono dengan rawa heran.
Sontak saja jono tertawa lepas mendengar perumpamaan asal anak baru itu. "Man man, yg ini gimana?" tanya jono, menunjuk bagian pelat besi tebal yang melesak ke dalam dan hampir menembus struktur bawah bak.
Kondisi pelat besi yang masuk ke dalam seperti itu biasanya membutuhkan tenaga besar untuk memukulnya dari bawah. Namun, Salman langsung menggelengkan kepala. Otak cerdasnya sebagai lulusan SMK Otomotif terbaik langsung menemukan metode yang jauh lebih cerdas.
"Klo yg besinya masuk, kita harus ungkit dulu. Atau kita pakai cara yg gak cape," ujar Salman dengan tenang.
Salman pun mulai mengambil alat khusus dari kotak perkakas di bawah, sebuah alat penarik mekanis (puller) berkekuatan tinggi, kemudian membawanya ke atas vessel kembali. Dia meletakkan alat tersebut tepat di atas titik besi yang melesak.
"Jon, kamu TACK dulu," kata salman, menginstruksikan Jono untuk melakukan pengelasan titik sementara sebagai jangkar dudukan alat.Jono pun mulai menghidupkan mesin las, memutar sakelar amparnya. Dia kemudian melakukan TACK welding pada pangkal alat khusus tersebut ke bagian pelat yang penyok. Setelah dirasa kuat dan las-lasan pengunci itu mengikat sempurna, Salman menyerahkan kunci ring kepada Jono.
"Nih kamu tinggal putar aja baut ini. Otomatis besi yg masuk akan naik sendiri," jelas Salman.
Jono pun mulai mengerti tentang cara cara tekhnis yg dipakai salman setelah melihat mekanika alat kerja tersebut. Dia mulai memutar baut besar itu menggunakan kunci ring. Benar saja, pelat besi tebal yang tadinya melesak ke dalam perlahan-lahan tertarik ke atas tanpa perlu mereka menguras tenaga memukulnya dengan palu godam. Besi mulai sejajar dengan permukaan lantai bak yang lain.
"Kamu tac lagi di ujung," kata salman memberikan komando berikutnya. "Gunanya untuk mengunci besi agar tak meleyot saat penetrasi.."
Jono pun melakukannya dengan patuh, menempelkan stang las hingga memercikkan cahaya biru yang menyilaukan mata, mengunci ujung-ujung pelat yang sudah rata.
"Nah, mudah kan," kata salman tersenyum puas melihat hasil kerja mereka.
"Kamu tinggal las aja lagi.. Tapi.. kalo untuk lantai vessel, sebaiknya gunakan electroda LB52U diameter 3,2 set amper mulai 80 atau 100. Untuk caping, kamu bisa set amper 100. Tapi tergantung goyangan tanganmu sih..." kata salman memberikan analisis detail mengenai teknik pengelasan akhir agar hasilnya rapi dan tahan benturan muatan berat.
Jono mengangguk takjub. Pengetahuan Salman tentang setelan ampar dan jenis kawat las khusus tekanan tinggi seperti LB52U membuktikan bahwa anak baru ini bukan montir sembarangan.
Di sudut lain area workshop, di dalam sebuah ruangan kantor ber-AC yang sejuk dan tenang, smua tindakan salman tak lepas dari perhatian anita yg memantau mereka dari cctv bengkel. Wanita pemilik bengkel itu menopang dagunya, menatap tajam ke arah layar monitor yang menampilkan rekaman langsung kamera di atas vessel Hino 500. Sorot matanya menunjukkan ketertarikan yang besar pada ketangkasan kerja mekanik barunya.
"Anak ini lumayan," kata anita dalam hati dengan senyum tipis yang sarat akan rencana. Kehadiran Salman tampaknya akan membawa dinamika baru di bengkel besar kota ini.