Indonesia
NovelToon NovelToon
I Love Uncle Hot

I Love Uncle Hot

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / TimeTravel / Cinta Terlarang / Beda Usia / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:249.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mayrima Najma

Kisah cinta yang terjadi, dan mulai tumbuh dari diri Alex pada gadis kecil yang bernama Alma Brahmajaya. Ia tidak hanya bertanggung jawab atas segala keperluannya.

Tetapi di lubuk hati yang terdalam. Ia telah mulai mencintai gadis kecil yang telah beranjak dewasa itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayrima Najma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Sangat Cemas Poky

"Mengapa kau sangat peduli dengan anak sialan itu ?" Biarkan saja ia mati, ia sungguh pembawa sial untuk semua ini."

Hati Hamdan sebenarnya terasa sangat panas mendengar apa yang dikatakan oleh Amira pagi ini, ketika ia mau bersiap bekerja. Tetapi ia tetap berusaha untuk sangat sabar. Sekarang sifat buruk Amira sungguh telah di ambang batas.

"Sayang, jangan begitu. Hari ini kau kelihatan sangat cantik, jangan merusak mood bayi kita. Sudahlah, jika terjadi apa-apa pada bocah kecil itu siapa yang akan disalahkan? kau mau jika pihak berwenang akan mengetahui apa yang kamu kerjakan terhadap bocah itu! ujungnya Pasti juga kita juga kan yang dapat masalah? Sebaiknya kau juga cepat bersiap-siap, aku sangat mengkhawatirkan dirimu dan bayi kita."

Amira termenung mendengar apa yang dijelaskan Hamdan barusan, ia juga melihat Hamdan dengan begitu lembut, memuji dan mengelus rambut dan perutnya yang masih rata membuat amarahnya mereda.

Perempuan di manapun dan kondisi yang tidak baik sekalipun jika dipuji dan menyanjung layaknya ratu, semua pasti akan aman-aman saja. Api yang berkobar itu padam dengan seketika, begitulah kerja bagus pria itu.

"Baiklah sayang, aku akan bersiap. Kau ke bawah dulu."

Hamdan menuruni anak tangga dengan perasaan yang tidak bisa digambarkan. Ia meraih kopi yang telah disiapkan oleh asisten pengganti, selama Bi Ana di rumah sakit. Ia menyesap kopi yang masih mengepul dengan panas dengan meniupnya terlebih dahulu.

"Ramses, pagi ini tolong kau singgah ke rumah sakit."

"Siapa yang sakit Tuan dan di mana?"

" Rumah Sakit Asean. Alma Ramses, terserang Tipes. Jadi aku harap kau singgah dulu, pastikan semua kebutuhan gadis kecil itu terpenuhi, begitu juga dengan Bi Ana."

"Siap, Tuan."

Hamdan mematikan handphonenya karena ia mendengar derap kaki Amira yang telah mulai menuruni anak tangga.

"Sayang, Apakah kau tidak sarapan dulu?"

"Aku tidak biasa sarapan pagi, jika tetap ngotot maka apa yang aku makan akan kembali keluar yang." Amira kembali merengek manja dan bergayut pada lengan lelaki gagah itu.

"Jika tidak sarapan, kamu harus minum susu ibu hamil dulu ya, sebentar biar aku buatkan."

Hamdan kemudian berjalan ke arah dapur, tidak untuk mengambil perhatian Amira kali ini. Tetapi ia sangat peduli dengan perkembangan janin yang ada di dalam rahim Amira. Bagaimanapun kesalnya ia pada perempuan itu jujur ia sangatlah mengkhawatirkan janin itu.

Ia melihat punggung lelaki kekar yang hilang di balik dapur ruangan. Tidak lama ia telah membawa susu Vanila khusus ibu hamil.

Amira benar-benar merasa diperlakukan dengan layaknya seorang istri yang lagi hamil. Senyum merekanya hadir kembali untuk sang Suami.

"Ayo, sekarang minum mumpung lagi panas sayang."

Amira meraih gelas yang berada di tangan Hamdan dan langsung minumnya dengan perlahan.

"Sekarang kita ke kantor sayang."

Tidak tahu apa yang sangat tersembunyi dalam setiap gerak gerik pria tampan itu, yang jelas saat ini peralihan kekuasaan itu harus segera dilaksanakan.

Hamdan melirik Amira yang bergelayut kembali pada lengan kekarnya, seakan memberi tahu pada semua orang statusnya tidak lagi janda tetapi telah dapat pria Kaya dan tampan lagi, perempuan itu selalu tersenyum mengiringi langkah mereka menuju mobi yang telah disiapkan oleh pak supir.

Sementara itu di Rumah Sakit Asean, rumah sakit terbesar yang ada di Kota itu.

Terlihat Alma telah siuman. Ia juga telah berganti dibersihkan oleh beberapa perawat dan sekarang Bi Ana sang asisten menyuapkan bubur ayam pada nona kecilnya itu.

"Non, makan yang banyak walu non tidak suka, tetapi ini harus dimakan biar kita bisa pulang dan tidak berlama-lama di sini sayang."

"Tetapi rasanya benar tidak enak Bi, Alma rasa eneg serasa mau muntah."

"Itu karena kondisi non Alma yang belum stabil, jadi walau tidak banyak sedikit juga tidak apa ya non, yang penting perutnya diisi. Setelh ini kita juga harus minum obat. Biar cepat sehat dan boleh pulang."

Asisten berhati tulus itu menjelaskan panjang lebar agar Alma mau sedikit saja untuk mengisi perutnya setelah sembuh nanti tentu mereka akan pulang.

"Jadi, kalau belum sehat. Kita belum boleh pulang ya Bi?"

"Belum non, makanya makan yang banyak dan minum obat teratur setelah ini, pasti non Alma akan segera sembuh."

"Ya, kalau belum boleh pulang berarti Alma tidak bisa bertemu Poky ya Bi, kasian Poky siapa yang ngasih makan?"

Nona kecil majikan sang Asisten itu terlihat kembali sedih. Ia memikirkan Poky kecilnya siapa yang akan memberikan makan, pasti ia akan mati.

"Tenang saja saja sayang, Poky diberi makan oleh Bi Yani, yang menggantikan bibi, selama Non dirawat di rumah sakit."

"Jadi Poky tidak kelaparan Bi,"

"Tentu tidak sayang,"

Alma tersenyum, mukanya tidak lagi pucat. Walau tubuh kecil itu masih terlihat masih sangat kurus.

Bersamaan dengan hal terdengar bunyi ketukan pintu.

Terlihat Asisten mendiang papanya berada di depan pintu dengan muka sangatlah mengkawatirkan keadaan nona kecil itu.

"Non Alma, apakah apa yang terjadi? mengapa non sampai dirawat di sini?"

Asisten setengah baya itu lalu pergi mendekati dimana Alma telah duduk, tetapi masih dengan selang infus yang masih berada pada tangannya.

"Pak Ram, aku baik-baik saja, iya kan Bi?"

Alma menoleh pad Bi Ana yang menyimpan peralatan sudah sarapan yang di kemas kembali pada sebuah bok kecil .

"Mengapa sampai begini keadaan non Alma Bi Ana?"

Pria separuh baya itu bertanya pada sang Asisten yang tampak menundukkan muka. Rasa sedih terlihat pada Asisten yang mulai menua itu.

"Jangan pernah ada yang disembunyikan lagi Bi Ana. Tuan Teguh tidak akan pernah tenang di Alam sana melihat putrinya menderita."

"Hiks..hiks.."

Bi Ana terlihat menangis, betapa ia juga sangat menderita, ia juga sangat tertekan melihat kelakuan Nyo ya Besarnya. Tetapi apa yang bisa ia perbuat, hanya bisa menjauhkan nona kecilnya itu dari jangkauan Amira.

Tetapi semenjak kehamilannya, nyonya besar itu sering di Rumah dan kelakuan iblis itu yang membuat Alma sakit. Ia membuat Bi Ana dan Amira acap kali tidak makan dalam satu hari.

Bi Ana menceritakan semuanya pada Ramses, lelaki yang telah mengabdi puluhan Tahun pada mendiang Teguh itu, tampak sangat marah. Kukunya terlihat memutih dan rahangnya tampak mengeras.

"Aku akan mencari cara, agar non Alma terlepas dari siksaan di rumah itu. Sekarang ayo makan nona muda kami, makanlah yang banyak. Saya membawakan buah dan kue kesukaan nona."

"Trimksh Pak Ramses,"

Bi Ana menyeka air matanya. Ia mulai terlihat tersenyum. Semoga setelah ini ada jalan untuk nona kecilnya, Tuhan lindungilah nona kecil ini dari perbuatan Jahat ibu tirinya desis Bi Ana dalam hati.

1
namia khira
ceritanya bagus,,wajib baca /Good/
panjul man09
/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Qaisaa Nazarudin
Dasar Maniak sex, Semoga aja ada ygenolonh Alma utk mempertahankan Hartanya,Jangan sampai Amira dan Hamdan dapat menguasainya..
Qaisaa Nazarudin
🤮🤮🤮🤮🤮
Qaisaa Nazarudin
Harusnya bi Ani bisa ngumpul bukti kelicikan Mira secara diam2 untuk menolong Alma,Karna bi Ani yg paling dekat di rumah itu,Pastinya tau banyak hal..
Qaisaa Nazarudin
Mulai nih licik sama2 licik, sangat cocok sekali..
Qaisaa Nazarudin
Mampir thor,nyimak..
Qaisaa Nazarudin
Oh ibu tiri,Pasti kecelakaan ayahnya itu ulah ibu tirinya, Karena dia menginginkan harta nya..
Mayrima Najma
Semangat saja
Cahaya Terang
wah asisten yang kompak, bagus la damar.
Cahaya Terang
sampai di sini aku masih tetap mau lanjut bacanya
Cahaya Terang
perempuan gatel
Cahaya Terang
wah ada udang di balik batu nggak ni si Hamdan
Cahaya Terang
aku juga mau nyimak juga.
nurul nazmi
bagus
Ferina Putri
Ya Hamdan terlihat cemas
Ferina Putri
I love
💞Nia Kurnaen💞
semangat thor...
💞Nia Kurnaen💞
smoga Rey cpt melupakan Alma dan mendptkan jodoh terbaik...
💞Nia Kurnaen💞
hmm..tulus g nih Rey nolongnya...???
takutnya sama kyak alex dlu pnya mksd tertentu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!