Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:28.6k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Tangisnya Pecah

Kabar baru telah menjadi bahan perbincangan warga. Yakni tentang kehamilan Rani yang sudah sampai ke telinga ibu Cakra. Wanita paruh baya yang tidak tahu bagaimana aslinya kondisi rumah tangga putranya, tentu merasa sangat senang hingga ke mana pun pergi, dia selalu menceritakan kabar tersebut.

Namun, tiap di sela-sela obrolan itu, tanpa sadar dia mulai membandingkan.

"Namanya juga jodoh yang cocok. Jadi baru menikah sudah diberi momongan. Kalau sama yang lain sih belum tentu."

Ucapan itu terdengar oleh beberapa ibu yang mengetahui maksud sebenarnya. Mereka saling tatap satu sama lain.

Meski nama Diyah tidak disebut secara gamblang, semua paham kepada siapa sindiran itu diarahkan.

Hingga kabar itu akhirnya sampai ke rumah Juragan Marta. Laksmi masuk ke dapur dan memberi perintah kepada Mbok Sum.

"Mbok, potongin buah buat Tama, nanti antar ke kamar!" titahnya.

"Baik, Nya."

Namun, Laksmi tak langsung keluar, dia justru menghampiri Diyah yang hendak memasak keong hasil tangkapannya.

"Katanya istri dari mantan pacarmu itu sudah hamil ya, Diyah?"

Tangan Diyah yang sedang mengiris bawang berhenti seketika. Tidak pernah bosan, bahkan setiap ada waktu Laksmi selalu mengganggunya.

"Aku tidak tahu, Bude, tapi kalo benar ya syukur," balas Diyah tak begitu peduli. Dia tak boleh iri sebab kehidupan Cakra ternyata aman sentosa, karena semuanya sudah sesuai garis tangan Tuhan.

Toh sekarang pun kehidupannya lebih dari apa yang dia bayangkan. Meski cinta di hatinya masih samar untuk diungkapkan.

"Para tetangga sedang ramai membicarakannya dan membandingkannya denganmu, kata mereka padahal nikahnya kamu dulu, tapi yang hamil malah dia," ujar Laksmi ingin memancing kemarahan Diyah. Meski selalu bersikap tenang, dia yakin Diyah merasa terusik.

"Ya bagaimana, Bude, soal anak itu kan urusan Allah. Sama halnya dengan kematian, kita tidak tahu siapa yang akan duluan, bisa Bude bisa juga aku, masa kayak begitu harus iri?" balas Diyah, dia sibuk antara kompor yang menyala dan bumbu yang sedang disiapkan.

Mendengar itu, Laksmi seperti mendapat serangan balik. Dia meremas tangannya.

"Tapi soal anak kan bisa diusahakan! Jangan sampai Biyakta sia-sia menikah, karena tujuannya kan jelas, dia mau punya keturunan!" tandas Laksmi, nada bicaranya mulai tak terkontrol. Hingga Diyah beralih menatapnya.

"Aku usaha kok, Bude, bahkan hampir setiap malam. Tanya saja sama Mas Biya," kata Diyah dengan santai. Mbok Sum yang ada di ruangan itu tampak menyembunyikan senyum.

Sedangkan Laksmi kehilangan kata-katanya.

"Hah, bicara denganmu sama sekali tidak nyambung! Padahal Bude hanya kasih nasihat," pungkas Laksmi. Diyah dan Mbok Sum saling pandang, sama-sama merasa bahwa tidak ada nasihat apa pun yang mereka dengar dari tadi.

"Pokoknya vitamin dari Bude masih aku minum, semoga saja dengan itu aku bisa cepat-cepat mengandung anak Mas Biya," balas Diyah bohong. Wajah yang sudah terlanjur masam, kini kembali berubah sumringah.

'Ternyata Diyah benar-benar wanita bodohh. Bagus, minum saja terus, dan kamu tidak akan pernah hamil!'

"Nah, itu salah satunya. Jangan sampe telat ya, biar rahim kamu subur," ujar Laksmi dengan senyum lebar, dan Diyah hanya mengangguk.

Diyah memang belum bisa menghentikan omongan semua orang.

Namun, perlahan dia mulai belajar bahwa selama ada seseorang yang selalu memilih berdiri di sisinya, setiap luka akan terasa lebih ringan untuk dihadapi. Ya, dia punya Biyakta.

*****

Ponsel milik Diyah terus bergetar, tetapi wanita itu hanya melirik saja, sama sekali tak ada niat untuk membalas pesan yang ternyata dari ibunya. Sejak siang wanita paruh baya itu terus menghubungi.

Namun, Arumi tak menyerah, pada akhirnya dia menelpon Diyah. Benda pipih itu pun mengeluarkan suara notifikasi yang membuat Biyakta cukup terganggu, sebab dia sedang membaca buku. Sedangkan Diyah hanya bergeming.

"Kenapa tidak diangkat?" tanya Biyakta dengan kening mengernyit. Diyah meraih ponsel dan menyembunyikannya di dalam bantal.

"Tidak penting, Mas," jawab Diyah, yang sudah sempat membaca isi pesan dari ibu kandungnya. Ya, Arumi minta uang dengan alasan untuk biaya sekolah adiknya.

"Memangnya siapa yang telepon?" tanya Biyakta lagi, merasa tak puas dengan jawaban istrinya.

Diyah tak langsung menjawab, dia menggigit-gigit bibir berharap telepon itu segera mati sendiri. Akan tetapi Arumi benar-benar menguji kesabarannya.

Hingga akhirnya Biyakta meraih ponsel itu dengan sedikit paksa. Melihat nama 'Ibu' muncul di layar. Dia menatap Diyah dengan lebih lekat.

"Angkat saja dulu," ujar Biyakta dengan suara lembut. Diyah mengalah, dia turun dari ranjang dan sedikit menjauh untuk menjawab telepon dari Arumi.

"Assalamualaikum, ada apa, Bu?" ucapnya menyapa lebih dulu.

"Kenapa lama sekali sih, Diyah? Kamu sedang apa, dari siang nggak balas-balas pesan ibu!" cerocos Arumi, tanpa membalas sapaan anaknya. Karena tujuannya memang hanya untuk uang.

"Maaf, akhir-akhir ini aku sibuk membantu Mas Biya mengurus sawah."

"Ya nggak apa-apa, tapi kamu tahu kan maksud ibu? Kirim ke nomor rekening yang kemarin ya, kasihan adikmu ditagih terus sama pihak sekolah, belum lagi orang bank yang setiap hari datang," ujar Arumi tak ingin mendengar alasan yang menurutnya basi itu.

Diyah diam sesaat, jika terus-menerus seperti ini, yang ada ibunya akan semakin semena-mena. Dia memang suka membantu apalagi kepada keluarga, tapi dia tidak suka jika diminta-minta, apalagi dimanfaatkan.

"Halo, Diyah, kamu dengar ibu nggak?"

"Dengar, Bu, tapi aku minta maaf. Aku nggak bisa kasih ibu uang lagi. Awal bulan kan sudah, Mas Biya memberikannya rata, baik ke ibu dan ibu Nuni," jelas Diyah.

Mendengar itu, tentunya Arumi cukup kesal.

"Kamu kok perhitungan banget, Diyah, suamimu kan kaya!"

"Tapi bukan berarti bisa diminta kapan saja. Kalau begitu apa gunanya ayah Diva? Kan kalian yang punya anak, kenapa jadi aku yang harus tanggung jawab? Aku juga punya masa depan, Bu!" tandas Diyah tak ingin mengalah.

Arumi menelan ludahnya dengan berat. Perubahan sikap Diyah benar-benar membuatnya naik daraah.

"Ck, jadi begini ya, setelah ibu melahirkan kamu dengan susah payah, hampir mati. Balasanmu begini?! Ingat, Diyah, kamu hutang budi sama ibu."

Dada Diyah mulai terasa sesak. Namun, jika sekali lagi dia mengiyakan, maka tak ada lagi kesempatan untuk melawan ketidakadilan yang selama ini didapatkannya.

"Kak Damar juga anak ibu, coba minta padanya. Lagi pula dia masih belum punya istri yang harus dihidupi, pasti dia punya uang 'kan?"

Tanpa menunggu jawaban Diyah langsung mematikan panggilan tersebut. Bukan karena tidak sopan, tapi dia tak mau mendengar kalimat yang lebih menyakitkan lagi dari orang yang sudah melahirkannya.

Melihat perbedaan di wajah Diyah, Biyakta pun langsung merengkuh bahu istrinya. Dia tidak bertanya, tapi langsung memberikan pelukan dan rasa aman. Di dada suaminya, akhirnya tangis Diyah pecah.

Hiks!

1
Dien Elvina
sdh bawa aja adik mu Dyah kasian dia dgn s Rumi berasa hidup d neraka .. apalagi suaminya yg kasar n suka mabok ..ibu mu biarkan saja bahaya klo dia d bawa bisa jadi bumerang buat rmh tangga mu Dyah
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sudah bawa saja adik mu ikut pulang ke rumah kamu Diyah. tapi ..jangan smapai ajak ibumu. daripada nanti malah jadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga kamu. mengingat ibu kamu yang serakahh dan jahatt. Dan jangan mau menjadi ATM ibu kamu. ibu kamu masih muda dan dia juga punya suami. biarkan ibu kamu kerja, jangan terlalu di kasih hati malah kamu sendiri yang menderita.
aurel chantika
Cakra harus dilaporkan ke polisi
aurel chantika
astaga diva,jangan sampai ketahuan deh
Margaretha Indrayani
semoga diyah dan biyakta bisa . menolong sarmila dan diva. cakra dan rani nyolong dirumah ortu sendiri, parah kamu cakra dan rani sudah buta hatinya
Septi
waduhh
Septi
ahh masih ada yang baik.. bersyukurlah mila
Radya Arynda
semogah diyah dan biyatta selalu bahagia dan semogah hamidun...dan sengkuli terlihat wajah aslina....
Sarimi semogah habis ini kamu sadar kalau dyah bukan lah saingan tapi seorang kakak yang benar2 tulus sama adik...drkogah otak mu waras habis ini sarimi
Diah_Kustantie ✨💛
Nextt
Dien Elvina
udah Diva ikut aja dgn kak Dyah daripada hidup sama ibu mu yg udah kyk d neraka
Dien Elvina
s Rumi gak bisa d katakan seorang ibu ..apa yg dia lakukan lebih dari seorang wanita yg kejam dgn anak² nya 🥺
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hajarrrr bu...mantu tak tahu diri, di kasih hati minta organ tubuh.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
ikut saja sama kak Diyah..Div. daripada kamu hidup dengan moster, lama2 kamu bisa Gilaaa, ngadepin ayah mu yang pemabokk dan ibumu yang pemarah.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Bener2 ibu lukcnutt! jangan harap kali ini anda bakal selamat dari amukan Diyah. apalagi kalau Diyah melihat keadaan mila yang babak belur, anda bisa saja di laporkan dan jangan harap Diyah bakal membantu anda.
Margaretha Indrayani
tapi untunglah diyah sudah tahu kalau sarmila selamat
Diah_Kustantie ✨💛
Nexttt
Dien Elvina
semoga Dyah cepet dtng menjemput Mila n Diva
Radya Arynda
mantap diva,,,buat ibu menderita biar tau rasa,,,
Dien Elvina
duh Diva kasian kamu hidup dng orang tua yg toxic 🥺..klo bisa kamu ikut aja sama Dyah daripada hidup dng orang tua mu yg setiap hari udah kyk neraka 😫
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
mrongossss enggak tuh 🤣🤣🤣 Kamu ketahuan sudah bohongi ibu kamu yang mata duitan Div..semoga saja Diyah secepatnya datang. biar tahu sendiri kelakuan ibunya selama ini...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!