Demi menyelamatkan harga diri keluarganya
Safira meninggalkan rumah orang tuanya dan mengadu nasib ke kota.
tragedi yang menimpanya sebulan yang lalu menghasilkan benih yang tumbuh dirahimnya .
dikota yang asing ia bertemu dengan Denendra lelaki baik hati yang mau menerima ia apa adanya.
merasa diperlakukan dengan luarbiasa fira pun akhirnya jatuh hati dengan Danendra hingga memutuskan menikah dengannya waktu berlalu hingga ia bertemu dengan keluarga besar danendra disana ia bertemu lelaki yang telah menghancurkan hidupnya. dan siapa sangka pemuda itu adalah adik sepupu Darendra lelaki yang selama ini membantu kehidupannya yang tidak mudah di kota yang asing itu. apakah mereka akan terjebak cinta segitiga? bagaimana cara Narendra bertanggung jawab atas kesalahannya pada Safira.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon VELANIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
semakin dekat
Danendra dan Safira pergi ke kantor bersama sepanjang jalan ke area parkir apartemen mereka jadi pusat perhatian menatap kagum keduanya tampak begitu serasi.
"Mas semua orang lihatin kita terus? "
"karena kita cocok sayang "
"gombal"...
Danendra hanya terkekeh saja.
"Mas nanti aku turun sebelum kantor ya?aku nggak mau nanti timbul banyak gosip dikantor"
"tidak! kamu harus turun bersamaku!, kamu lupa kejadian kemarin? dengan mereka tahu kamu dekat denganku tidak ada yang berani merendahkanmu sayang "
"tapi aku malu Mas "
"kamu malu jalan bersamaku? "
"bukan,, bukan begitu Mas aku hanya merasa tidak pantas untukmu"
Nendra mengangkat dagu Safira,
"aku tidak peduli orang bilang pantas atau tidak cuma kamu yang aku mau! "
tanpa bertanya Nendra mencium bibir Safira dan melumatnya dengan lembut.
"Mas Nendra suka sekali nyosor " ucap Safira setelah Nendra melepaskan ciumannya
"bibirmu sudah jadi candu buat aku sayang"
sampai tibalah kini mereka di basement area parkir perusahaan.
"Mas aku turun dulu ya biar kita nggak barengan"
"kita masuk sama sama! "
memasuki lobby depan beberapa karyawan nampak syok melihat kedatangan Nendra dan Safira bersama.
"gila sama siapa tuh bigboss cakep bener? "
"sumpah ini sih the real Couple Goals"
"itu si anak pindahan dari produksi ke admin deh "
"serius lo? "
"hoki banget tuh cewek bisa deket sama bigbos"
"spek tuh cewek emang nggak main main coy bodynya mantep cantik pula "
berbagai komentar kini menyeruak ke seluruh penjuru kantor Adhitama.
hingga kabar ini pun sampai ketelinga keluarga besar Adhitama.
Ponsel Nendra tak henti hentinya berdering sejak pagi.
"Halo Ma? "
"sayang apa bener kamu sudah punya kekasih? kalau benar bawa dia segera kerumah Mama ingin berkenalan dengannya "
"tapi masih terlalu awal Ma dia pasti takut "
"bicarakan dulu dengannya jika dia butuh waktu boleh lain kali saja "
"Siap Ma, oh ya gimana sekarang perkembangan Rendra? "
"Dia jauh lebih baik sekarang Mama sangat bahagia, saat ini Rendra dan Rico fokus kuliah S2 dan mengelola perusahaan kita yang ada disana progresnya sangat bagus Nendra"
"Nendra ikut senang mendengarnya Ma, dan maaf Nendra belum bisa kesana melihat Rendra saat itu "
"tidak apa apa , Rendra sudah tahu kamu sangat sibuk waktu itu .
Jika Rendra mendengar kabar kamu sudah memiliki kekasih dia pasti akan heboh "
"benar kata Mama aku akan siapkan telingaku dulu untuk mendengar semua ocehannya nanti"
"Baiklah kamu lanjutkan lagi pekerjaanmu.sampai jumpa sayang"
sementara dibagian administrasi,
"Fira? ibu mau tanya apa hubungan mu dengan Pak Danendra? sepertinya kalian sangat dekat "
"em,,, kami hanya teman dekat saja bu saya sudah menganggap Pak Nendra seperti kakak saya sendiri"
"kamu jadi trending loh pagi ini "
Fira hanya diam saja.
"Hati hati sama dia ! salah ngomong pasti langsung pecat "
"sudah sudah masalah dikantin itu sepenuhnya salah mereka sendiri bukan karena Fira"
Bu Indy meski wajahnya cukup seram tapi dia memimpin dengan adil.
"Terima kasih bu"
tibalah saat makan siang,
"Hei,, Fira! "
"Regina, kamu mau kekantin kan? "
"yup aku memang sengaja menjemputmu"
"semoga hari ini tidak ada drama lagi ya? "
"kalau aku jadi kamu kemarin aku pasti sudah menyiram muka mereka dengan kuah sup panas ku"
"wah ngeri banget kamu "
ehem...
Safira dan Regina pun menoleh ke belakang,
"Hah,, Pak Danendra? "
"Boleh gabung gak? "
"Ih masa mau gabung sama cewek sih? "
"Boleh tidak? "
"ini kan kantin milik Bapak kok nanya ke kita?"
"aku ingin suasana yang berbeda saja "
"Yuk.sini Mas! "
"Mas? " ucap Regina yang kaget mendengar panggilan Fira untuk atasannya.
"em.. maaf aku salah ngomong"
lain halnya dengan Nendra ia seperti merasa puas mendengar hal itu.
"ya,, menunya ikan " gumam Nendra yang didengar oleh Fira.
dan Fira segera mengambil piring Nendra untuk memisahkan daging dari durinya lalu mengembalikannya lagi.
"Terima kasih sayang"
uhuuk.. uhuuk
"Sayang? kalian aneh banget sih "
Fira hanya bisa memejamkan matanya dia tidak tahu harus berkata apa.
wajah Regina seakan ingin mencari penjelasan.
setelah selesai makan mereka pun kembali ke ruangan masing masing.
setelahnya saat Fira tengah serius mengerjakan pekerjaan nya.
"Fira Pak Danendra menyuruhmu kw ruangannya sekarang! "
"untuk apa bu? "
"tidak tahu Fira sebaiknya kau segera kesana"
"Baik bu"
tak menunggu lama Fira pun sudah sampai di depan ruangan Nendra.
tok.. tok.. tok
"Masuk"
"Ada apa Mas panggil saya? "
"sini! "
Nendra menyuruhnya untuk mendekatinya, lalu setelah Fira mendekat Nendra menarik tangan Fira hingga ia terjatuh dipangkuannya.
"eeh Mas! jangan begini ih ini kan dikantor "
"tenang nggak akan ada yang bisa sembarangan masuk kesini "
kata Nendra sambil mengusal tengkuk Fira menghirup aroma wangi rambutnya.
"kamu wangi banget sayang "
"kan ini parfum dari Mas Nendra dulu, Mas sudah ahh.. aku mau balik dulu pekerjaanku masih banyak loh"
Rendra pun melepaskannya,
"sayang tadi mama telfon , Mama ingin ketemu sama kamu"
"Apa??.. ketemu? "
"hemm"
"tapi aku belum siap Mas"
"Ya Sudah jika kamu sudah siap kamu bilang Mas ya? "
"iya deh, aku balik dulu ya Mas Bye.. "
saat hendak membuka pintu,
"loh kok nggak bisa
ia pun menoleh ke arah Nendra dengan memicingkan matanya,
Dengan santainya Nendra mengarahkan jari telunjuk nya ke bibirnya sendiri
" disini kuncinya sayang.. "
"ih dasar kang mesum! "
Fira pun segera mendekat dan mencium bibir itu,, Cup...
"eh kok kilat sih sayang nggak mau harus lama "
"Mas! jangan bercanda dong aku harus kerja"
makanya kamu harus cium yang benar sayang.dan Fira pun mendekat tapi dengan cepat Nendra menekan tengkuk Fira agar ciuman itu semakin dalam.
mmphh... mmphh...
akhirnya ciuman itu terlepas sudah dan Fira pun sudah keluar dari ruangan itu.
"Hah dasar predator! "
Fira kembali masuk kedalam ruangannya
beberapa orang bisik bisik sedang membicarakan dirinya tapi ia memilih diam.
tiba saatnya jam pulang kantor setengah jam yang lalu nadia mengirim pesan padanya hari ini ia pulang atau tidak ke kontrakan.
saat hampir keluar lobby depan Nendra menarik tangannya segera masuk ke dalam lobby.
"Mas aku mau pulang ke kontrakan "
"besok saja pulangnya! "
"nggak mau aku mau pulang! "
"Fira! bisa nggak kamu nurut aku"
"Tapi Mas? "
"aku sedang tidak enak badan sepertinya aku masuk angin"
"Mas Nendra sakit? "
Nendra mengangguk sambil memasang wajah melas.
"kalau begitu ayo cepat pulang aku akan buatkan air jahe hangat sepertinya masih ada sisa jahe yang aku beli dulu dikulkas"
mendengar hal itu Nendra merasa menang hatinya bersorak-sorai karena malam ini bisa tidur dengan memeluk kekasih cantiknya.