Meski teraniaya oleh Tania yang merupakan anak dari kepala yayasan, Xavera berusaha tegar bahkan ditengah kondisi Ibunya yang sedang sakit.
Menjalin perjanjian rahasia dengan Tania memang cukup membuatnya tertekan, namun itu pun tak cukup menjadi alasan Xavera harus menyerah menghadapi nya.
Warna kehidupan yang semakin tergambar suram itu nyatanya tergantikan oleh kehadiran Kaisar. Seorang siswa penuh rahasia yang tiba-tiba saja memaksa Xavera untuk menikah dengan nya di saat keduanya bahkan masih duduk di bangku SMA.
"I Love You, Xavera."
"Aku membencimu, Kaisar!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ameira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 16 KEGILAAN TANIA
Sesampainya di ruang kelas tiga, Xavera melihat Tania dan juga Beby tengah berbincang dengan beberapa siswa laki-laki di dalam kelas itu yang dipastikan merupakan Kakak kelas nya.
Xavera masuk ke dalam nya tentu dengan dua roti rasa coklat keju dan blueberry kesukaan Tania dan juga Beby.
"Eh akhirnya dia datang juga. Kelayapan kemana dulu sayang. Lama banget sampai kita kehabisan lima belas menit waktu istirahat." Sindir Tania dengan tatapan matanya yang tajam pada Xavera.
"Maaf tadi aku--"
"Diem Lo! Gue ngga sudi denger alesan Lo. Mana pesenan Gue?" Dengan cepat Xavera menyerahkan nya dan langsung diterima kasar oleh Tania.
"Lain kali Lo lama kayak gini lagi, Gue bakal kasih Lo denda." Ancam Tania.
"Maaf, tapi nggak ada lain kali. Karena Gue nggak akan mau lagi." Ucap Xavera dengan ekspresi datarnya.
"Sialan!" Batin Tania.
"Gila.." Batin Beby semakin dibuat shock dengan keberanian Xavera.
Setelah mengatakan hal itu, Xavera mulai berjalan ke arah pintu untuk keluar kelas.
"Kak Farhan!" Teriakan suara Tania yang menyerukan nama seseorang amat menggelegar hingga mampu menghentikan langkah Xavera.
"Lo gila ya. Masih berani Lo maksa Gue?" Ucap Farhan langsung menyahuti dengan ekspresi kesal.
"Haduh, Kak. Aku nggak mau dengar kata penolakan. Pokoknya Kak Farhan harus mencium Xavera sekarang juga."
Deg, tentu semua pasang mata yang ada di kelas saat ini tercengang mendengar nya.
"Apa maksudnya?" Batin Xavera sembari wajahnya langsung menoleh ke arah Tania.
Tania yang tahu betul bagaimana Xavera yang tak pernah berpacaran dengan siapapun apalagi sampai melakukan kontak fisik, pasti akan sangat tertekan mendengar nya.
"Dengarlah Xavera. Kak Farhan ini sangat menyukai kamu dan dia sangat ingin mencium bibir kamu yang kelihatan nya manis itu." Ucap Tania sembari menahan dirinya sendiri yang ingin muntah setelah mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri itu. "Ah, akhirnya apa yang kamu mau akan terwujud Xavera. Kamu akan dicium sama laki-laki yang mencintai kamu. Selama ini nggak ada kan yang suka sama kamu di sekolah ini, jadi ini kesempatan emas. Pasti kamu nggak sabar ya, jadi cepet dong Kak nggak usah pake lama." Ucap Tania ia ingin Kakak kelasnya itu segera melakukan keinginannya.
"Lo nggak bisa paksa Gue tentang hal ini Tania. Dia bukan tipe Gue, orang bodoh itu ya sama kesamaan nya lagi lah, bukan sama Gue." Ucap Farhan menatap rendah Xavera.
"Oh iya?" Tania cukup tersinggung dengan perkataan Farhan. Karena sebenarnya tanpa perjanjian nya dengan Xavera, dia lah si bodoh itu.
"Aku memang bodoh. Apa yang kalian katakan memang benar. Aku memang se-bodoh itu sampai rela dijadikan budak oleh Tania." Batin Xavera membenci dirinya sendiri.
"Jangan begitu, Kak. Aku sangat tahu betul bagaimana Kakak begitu menyukai kontak fisik. Dan temanku Xavera ini juga begitu menyukainya." Ucap Tania terus berusaha membujuk Farhan.
"Tapi nggak sama dia juga kan udah Gue bilang. Gue punya reputasi yang bagus di sekolah ini soal mantan. Mau ditaruh dimana wajah Gue kalau sampai mereka tahu." Bisik Farhan kesal dengan ulah Tania yang terus memaksanya.
Melihat bagaimana Farhan bersikeras menolaknya membuat Xavera tak harus bersusah payah melakukan penolakan. Ia justru berniat untuk cepat-cepat pergi dari ruangan kelas tiga menuju kelasnya sendiri. Namun Beby yang melihat itu langsung sigap menghadang langkah Xavera.
"Mau kemana Lo? Seenaknya pergi tanpa ijin dari Tania."
"Bukan urusan kamu. Minggir!" Xavera yang kini berhasil membalikkan tubuhnya ke arah ruang pintu kelas begitu terkejut dengan keberadaan Aldi dan juga kedua temannya di sana.
"Apa mereka sengaja mengikuti aku. Tapi untuk apa?" Batin Xavera menatap ke arah Aldi di sana yang juga tengah menatap ke arah nya.
Tania yang menyadari hal itu pun langsung menarik kasar lengan Xavera. "Mau kemana Lo? Jangan berani beranjak pergi sebelum Gue ijinkan."
"Aku sudah melakukan apa yang kamu inginkan. Jadi jangan melebihi batas untuk menguji kesabaran ku, Tania." Ucap Xavera menatap penuh percaya diri pada Tania diluar dari biasanya yang selalu ia tunjukkan ketika masih di ruang lingkup sekolah.
"Jangan menatapku seperti itu. Lakukanlah sebagaimana seharusnya." Ucap Tania menekan setiap katanya agar Xavera mengerti.
"Aku mau pergi dari kelas ini. Jadi jangan halangi aku Tania!" Kali ini suara Xavera meninggi, seolah kesabarannya tengah diambang puncak.
"Gue nggak akan halangi jalan Lo lagi kalo Lo udah penuhi keinginan Gue sekarang"
"Maksud kamu?"
"Cium Kak Farhan, dan Lo boleh pergi setelahnya."
"Apa?! Gila kamu ya." Xavera.
"Udah nggak waras Lo Tania, berapa kali lagi Gue harus nolak keinginan gila Lo itu." Farhan.
"Santai aja dong Kak. Karena adegan ini bukan Kakak yang akan melakukan nya tapi Xavera. Jadi Kakak hanya menikmati nya saja."
"Cih. Itu lebih menjijikan." Sahut Farhan dengan kata-kata pedasnya.
"Siapapun yang berani menyentuh Xavera akan langsung berhadapan dengan Kaisar."
Deg,
Aldi membawa diri ditengah perbincangan panas yang terjadi. Ia masuk ke dalam kelas dan berdiri di tengah-tengah Tania, Xavera dan juga Farhan.
"Gue ulangi sekali lagi. Siapapun yang berani menyentuh atau mengganggu Xavera bakal langsung berhadapan sama Kaisar. Ngerti Lo semua?" Ucapnya lagi dengan tatapan mematikan.
"Bisa-bisanya ada yang belain Lo kayak gini Xavera. Lo yang udah Gue bikin menyedihkan berhasil menarik seorang Kaisar, dasar sialan!" Batin Tania geram.