Indonesia
NovelToon NovelToon
Dinikahi Anak Juragan

Dinikahi Anak Juragan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Romantis / Dijodohkan Orang Tua / Cinta setelah menikah
Popularitas:28.9k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Selama lima tahun Diyah Melati percaya bahwa cintanya akan berakhir di pelaminan. Namun, ketika sang kekasih pulang dari perantauan, harapan yang selama ini dia rajut justru hancur dalam sekejap. Alih-alih membawa cincin lamaran, pria itu justru memilih mengakhiri hubungan.

Di usianya yang telah menginjak kepala tiga, Diyah tak hanya harus menanggung patah hati, tetapi juga menghadapi cibiran sebagai "Perawan Tua" yang terus menghantuinya. Meski terluka, Diyah bertekad bangkit dan menyembuhkan hatinya tanpa bergantung pada siapa pun.

Namun, saat Diyah mulai menata kembali hidupnya, sebuah lamaran tak terduga datang dari seorang juragan terpandang di desanya. Tawaran perjodohan itu sontak mengusik ketenangan yang baru saja ia bangun. Di balik niat baik tersebut, tersimpan sosok yang sama sekali tak pernah ia bayangkan.

Akankah Diyah membuka kembali pintu hatinya dan menerima perjodohan itu? Ataukah luka masa lalu membuatnya memilih berjalan sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26. Cara Untuk Menandingi

Januar tengah menikmati secangkir kopi hitam di halaman belakang. Akhir-akhir ini pikirannya berkecamuk, seolah semuanya tak sejalan. Otaknya ingin begini, tapi hatinya ingin begitu. Namun, pada akhirnya dia tetap melakukan karena ambisi yang terus menggerogoti dirinya.

Laksmi yang mengetahui keberadaan Januar, memutuskan untuk menghampiri pria itu dengan niat tertentu.

"Bude dengar sawah yang dikelola Biyakta terendam air," celetuk Laksmi dari arah belakang, Januar yang terkejut dengan kehadiran wanita itu langsung menegakkan tubuhnya. Matanya melirik cemas.

"Iya," balas Januar dengan singkat.

"Bude tahu." Laksmi to the point dengan senyumnya yang lebar. Sudah jelas pasti Januar pelakunya, karena termakan ucapannya tentang harta waris yang akan jatuh lebih banyak kepada Biyakta. "Tapi tenang saja, Bude dukung kamu sebagai anak bungsu. Supaya apa? Supaya kamu juga mendapat keadilan. Sudah lihat kan bagaimana Bapakmu menyayangi Biyakta dan menantunya. Apalagi jika mereka benar-benar punya anak, pasti kamu akan semakin tersingkirkan Januar."

Januar tak langsung merespon, dia menyeruput kopi hitam di tangannya, lalu menatap ke sembarang arah. Ingatannya kembali ke masa lalu, di mana sang ayah selalu membanggakan kakaknya.

Semua pencapaian Biyakta seolah terbayar dengan apresiasi Juragan Marta. Sedangkan dirinya, selalu saja mendapat sisa. Bukankah seharusnya anak bungsu itu paling disayang? Tapi kenapa berbeda dengan kenyataannya.

"Biyakta dan Diyah sedang program hamil," lanjut Laksmi karena tak kunjung mendapat jawaban.

"Artinya Bapak akan punya cucu? Dan dia akan lebih perhatian kepada bocah itu, begitu?" balas Januar acuh tak acuh.

"Benar sekali. Hidupnya akan terjamin bahkan sebelum dia lahir. Kamu tidak ada kepikiran menikah juga seperti Biyakta?" ujar Laksmi, tidak berhasil menjodohkan Sarah dengan Biyakta, kali ini dia ingin wanita itu masuk melalui pernikahan dengan Januar. Supaya dia punya sekutu di rumah ini.

"Aku tidak punya gambaran ke arah sana," jawab Januar dengan jujur, jangankan untuk punya kekasih, berkenalan dengan lawan jenis saja dia malas. Karena tak suka basa-basi.

"Bagaimana kalau kamu mencobanya dengan Sarah. Wanita yang tempo hari Bude bawa?" tawar Laksmi terus membujuk Januar agak masuk ke dalam perangkapnya.

Januar menghela napas dan menatap Laksmi yang tersenyum lebar. Haruskah dia pakai cara ini untuk bisa menandingi kakaknya?

***

Hari ini Diyah pulang kembali ke rumah kedua orang tuanya. Dia memang datang bersama Biyakta, tetapi pria itu langsung pergi lagi setelah melihat kondisi ayah mertuanya yang sedang sakit.

"Jangan dipikirin terus, Pak, nanti Bapak malah tambah sakit," ujar Diyah yang duduk di sisi ranjang. Ayahnya sedang demam, karena terus memikirkan Sarmila yang tak kunjung memberi kabar.

"Tapi gimana dengan adikmu, Diyah? Sejak pergi ke kota nomornya tidak bisa dihubungi. Bapak khawatir dengannya, karena dia kan anak gadis, walau pun pergaulannya di sini luas, ibu kota itu tetap tempat yang berbeda," jelas Jaya sambil menggigil. Dia sudah pergi ke klinik pagi ini, tetapi obat seolah tak dapat menurunkan panas di tubuhnya.

"Sabar ya, Pak, Mas Biya kan tadi sudah bilang bakal bantu. Nanti aku juga telepon ibu, buat mastiin alamat yang Sarmila tuju," ujar Diyah berusaha menenangkan ayahnya. Sedangkan Nuni hanya bisa terduduk lesu, dia sudah menangis sepanjang malam, terbukti dari matanya yang sembab.

"Ibu juga ya, insyaallah nanti ada jalan buat dapat kabar dari Sarmila. Sekarang aku mau telepon ibu dulu," lanjutnya yang langsung mendapat anggukan dari Nuni.

Diyah menyingkir ke tempat yang lebih sepi. Mau tak mau dia harus menelpon Arumi, karena wanita itu satu-satunya yang bisa diandalkan sekarang.

Panggilan pertama diabaikan. Mungkin karena Arumi marah padanya. Namun, Diyah tidak menyerah, demi keselamatan Sarmila, dia harus terus mencoba, hingga pada panggilan kelima, Arumi baru mau mengangkatnya.

"Kenapa?" tanyanya dengan nada jutek.

"Bu, ada yang mau aku omongin," balas Diyah.

"Heuh, iya apa? Jangan bertele-tele deh."

"Aku mau minta tolong ke ibu—"

"Apa? Minta tolong? Kemarin aja kamu cuekin ibu ya, padahal ibu cuma minta uang buat adik kamu. Sekarang kamu mau minta tolong, nggak malu kamu, Diyah?!" potong Arumi, lalu menyerocos ke mana-mana.

Diyah menghela napas panjang, dia tahu konsekuensinya akan seperti ini.

"Aku minta maaf, Bu, tapi kali ini aku benar-benar butuh bantuan ibu buat cek keadaan Sarmila yang sekarang ada di ibu kota. Siapa tahu deket sama alamat ibu, atau kalau enggak pun aku bisa minta ibu ke sana buat mastiin Sarmila baik-baik aja," papar Diyah.

"Oh begitu yah? Giliran Diva kamu nggak mau bantu, tapi adikmu yang lain, kamu sayang sampe sebegitunya," celetuk Arumi malah membanding-bandingkan.

"Bukan gitu, Bu!"

"Terus apa?!"

"Nanti aku bakal kasih ongkos buat ibu," pungkas Diyah to the point, karena dia yakin begitu mendengar uang pasti ibunya akan senang.

Benar saja Arumi langsung tersenyum lebar di ujung sana.

"Oke kalo begitu, tapi nominalnya ibu yang tentukan! Karena ibu yang tahu pasti biaya operasional di sini," ujar Arumi mulai melunak. Diyah pun segera mengiyakan.

"Nanti aku kirim alamatnya ke nomor ibu, kalau bisa secepatnya ya, Bu," pinta Diyah, karena tak bisa bohong dia pun tak kalah cemas.

"Iya-iya!" balas Arumi, langsung memutus sambungan telepon.

Diyah menggenggam ponselnya yang telah mati, dalam hatinya penuh harap langkah meminta tolong pada Arumi membuahkan hasil.

****

Sedangkan Sarmila sendiri sudah bersama dengan Andre. Dia seakan terbebas dari tempat yang memenjarakannya selama beberapa hari, tetapi ternyata penderitaannya belum berakhir.

Karena Andre justru membawanya ke tempat yang lebih menyeramkan. Suasananya begitu ramai dengan lampu kelap-kelip, suara musik DJ memekakkan telinga, banyak orang berpasang-pasangan berjoget dengan ria, belum lagi bau menyengat yang membuat kepala Sarmila pusing.

Suasananya memang tak begitu asing. Namun, entah kenapa tubuh Sarmila bergetar.

'Di kampung aku memang sering mendapat uang dari para pria yang menikmati suara dan goyanganku. Tapi kenapa di sini rasanya aku takut sekali.'

"Mila, ayo!" ajak Andre karena Sarmila berhenti sambil memperhatikan sana sini.

Akhirnya Sarmila berjalan lagi mengikuti Andre untuk masuk ke dalam sebuah ruangan.

"Tunggu di sini ya, nanti aku kenalin ke orang yang bakal kasih kamu kerjaan," ujar Andre meminta Sarmila untuk duduk di sofa panjang.

Sarmila yang sebenarnya sudah cemas hanya mampu menurut, sifatnya yang lugu benar-benar membuat Andre merasa senang. Sarmila tidak tahu bahwa sebenarnya dia tengah menjadi barang yang diperjualbelikan.

1
Septi
good . bawa aja Diva
Margaretha Indrayani
bawa saja diva ya diyah, kasihan jadi korban ibu dan ayahnya😡😡😡😡😡😡
Radya Arynda
up lagi thoooor
si pecudang arumi semogah cepat dapat karma,,,,
Dien Elvina
sdh bawa aja adik mu Dyah kasian dia dgn s Rumi berasa hidup d neraka .. apalagi suaminya yg kasar n suka mabok ..ibu mu biarkan saja bahaya klo dia d bawa bisa jadi bumerang buat rmh tangga mu Dyah
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
sudah bawa saja adik mu ikut pulang ke rumah kamu Diyah. tapi ..jangan smapai ajak ibumu. daripada nanti malah jadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga kamu. mengingat ibu kamu yang serakahh dan jahatt. Dan jangan mau menjadi ATM ibu kamu. ibu kamu masih muda dan dia juga punya suami. biarkan ibu kamu kerja, jangan terlalu di kasih hati malah kamu sendiri yang menderita.
aurel chantika
Cakra harus dilaporkan ke polisi
aurel chantika
astaga diva,jangan sampai ketahuan deh
Margaretha Indrayani
semoga diyah dan biyakta bisa . menolong sarmila dan diva. cakra dan rani nyolong dirumah ortu sendiri, parah kamu cakra dan rani sudah buta hatinya
Septi
waduhh
Septi
ahh masih ada yang baik.. bersyukurlah mila
Radya Arynda
semogah diyah dan biyatta selalu bahagia dan semogah hamidun...dan sengkuli terlihat wajah aslina....
Sarimi semogah habis ini kamu sadar kalau dyah bukan lah saingan tapi seorang kakak yang benar2 tulus sama adik...drkogah otak mu waras habis ini sarimi
Diah_Kustantie ✨💛
Nextt
Dien Elvina
udah Diva ikut aja dgn kak Dyah daripada hidup sama ibu mu yg udah kyk d neraka
Dien Elvina
s Rumi gak bisa d katakan seorang ibu ..apa yg dia lakukan lebih dari seorang wanita yg kejam dgn anak² nya 🥺
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
hajarrrr bu...mantu tak tahu diri, di kasih hati minta organ tubuh.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
ikut saja sama kak Diyah..Div. daripada kamu hidup dengan moster, lama2 kamu bisa Gilaaa, ngadepin ayah mu yang pemabokk dan ibumu yang pemarah.
ɴɪɴɢ_ɴɵɴɢ
Bener2 ibu lukcnutt! jangan harap kali ini anda bakal selamat dari amukan Diyah. apalagi kalau Diyah melihat keadaan mila yang babak belur, anda bisa saja di laporkan dan jangan harap Diyah bakal membantu anda.
Margaretha Indrayani
tapi untunglah diyah sudah tahu kalau sarmila selamat
Diah_Kustantie ✨💛
Nexttt
Dien Elvina
semoga Dyah cepet dtng menjemput Mila n Diva
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!