Indonesia
NovelToon NovelToon
Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Terpaksa Menjadi Ibu Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Kyarra, Kakanya yang meninggalkan suami dan juga putrinya. Kyarra harus menikah dengan kakak iparnya demi keserakahan ibunya.
Kyarra melakukannya demi keponakannya yang membutuhkan kasih sayang seorang ibu. Tetapi banyaknya pertentangan dalam pernikahan mereka, belum lagi Kakak iparnya menganggap bahwa dia menerima pernikahan itu semata-mata hanya ingin memeras.
Kyarra benar-benar terjebak dalam pernikahan yang seharusnya tidak terjadi dan apalagi kontrak yang pasti pengetahuannya antara ibunya dengan Kakak iparnya.
Lalu bagaimana Kyarra yang awalnya hanya menjalankan peran sebagai seorang tante yang menyayangi keponakannya dan saat ini harus menjadi istri dari mantan Kakak iparnya, di tengah banyaknya mimpi yang ingin dia tuju?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 Rencana Mega

Mega melihat kepergian Kyarra dengan kekesalan yang terus saja mengajaknya bertengkar ibu dan anak kita memang paling tidak pernah akur.

"Anak ini yang paling susah untuk diatur, terlalu suci dan selalu saja ceramah, baiklah Kyarra, jika kamu tidak bisa bertindak maka Mama yang akan bertindak,"

"Jika Melani diajari dan maka akan menurut maka akan dilakukan karena tidak bodoh, tetapi anak ini tidak bisa diajari, aku harus membuat dia benar-benar memiliki ikatan dengan Alvino,"

"Seandainya Alvino menceraikannya dan maka dia akan menerima saja, dia mungkin bisa meninggalkan tanpa mendapatkan apapun, tetapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, sekarang harapanku satu-satunya adalah Kyarra. Aku harus bertindak agar anak itu tidak bisa lepas dari Alvino," batin Mega sudah mulai khawatir dan memikirkan rencana.

*****

Kyarra berada di kantin kampus bersama dengan sahabatnya Dinda dengan duduk saling berhadapan.

"Kecewa sekali jika satupun naskah kita tidak diterima," ucap Dinda terlihat tidak semangat.

"Mungkin belum rezeki, kita coba lagi," sahut Kyarra.

"Mau mencoba kapan? membuat naskah tidak mudah, kita juga sebentar lagi akan memasuki hal-hal tersulit dalam kuliah, lagi pula kesempatan yang diberikan perusahaan itu hanya satu kali," ucap Dinda sudah tidak mengharapkan apapun.

"Huhhhh, andainya aku bertemu dengan pak Alvino, mungkin aku akan berbicara dengannya, memohon pada dia, meminta agar diberi kesempatan untuk membuat naskah ulang, karena tidak ada satupun perusahaan yang menerima naskah kita," ucap Dinda.

"Apa mungkin aku harus bicara dengan beliau, tetapi mana mungkin dia menuruti ku, baginya memberiku kesempatan adalah peluang masalah besar untuknya," batin Kyarra tidak yakin.

"Kyarra, menurut kamu apa yang harus kita lakukan, bukankah kita berhak mendapat satu kesempatan lagi?" tanya Dinda.

"Hmmmm, aku tidak tahu harus melakukan apapun, nanti saja kita pikirkan, kita sebaiknya membuat naskah yang baru dan nanti kita akan pikirkan bagaimana caranya untuk mengirim naskah itu ke perusahaan tersebut dan semoga saja ada kesempatan untuk kita," jawab Kyarra.

"Ya, semoga saja," sahut Dinda tidak terlalu berharap banyak.

******

Alvino menunggu di samping mobilnya di depan sekolah putrinya, bel sekolah baru saja berbunyi, melihat murid-murid sekolah internasional itu sudah mulai keluar yang dijemput oleh orang tuanya.

Alvino melihat putrinya yang berdiri tersenyum ke arahnya. Alvino ikut tersenyum merasa lega karena sang putri langsung menemukannya.

Kelly berlari terlihat menggemaskan membawa tas bekalnya, Alvino juga memajukan langkahnya ingin menyambut putrinya itu.

Alvino pikir Kelly berlari ke arahnya dan siapa sangka ternyata Kyarra ada di sana yang membuat Alvino menoleh ke sebelahnya saat Kelly justru memeluk pinggang Kyarra.

"Tante bilang tidak akan menjemput Kelly!" ucapnya mengangkat kepala melihat Kyarra menunduk dengan mengusap-usap pucuk kepala Kelly.

"Kebetulan Tante menyelesaikan kuliahnya dengan cepat, jadi Tante bisa menjemput Kelly," jawab Kyarra.

Alvino menghela nafas, sudah percaya diri bahwa putrinya akan memeluknya dan ternyata bukan, lagi-lagi dia kecolongan Kyarra.

"Kalau begitu ayo kita pulang!" ajak Kelly.

"Itu Papa!" ucap Kelly mengarahkan kepalanya pada pria yang di sebelahnya sekitar beberapa meter.

"Papa ternyata ada di sini juga," ucap Kelly dengan polosnya.

"Jadi Kelly tidak melihat Papa sama sekali?" tanya Alvino memastikan membuat Kelly menggelengkan kepala dengan jujur.

Betapa kecewanya Alvino dan ingin marah, ya pikir putrinya tersenyum kepadanya dan ternyata sama sekali tidak dilihat, atau mungkin justru Kelly tidak mengenali sang ayah dari kejauhan.

"Oh oke, bukan hal yang besar," sahut Alvino menahan malu.

"Tante, Kelly akan latihan balet? Tante akan menemani Kelly?" tanya Kelly memastikan.

"Let's go!" jawab Kyarra dengan tersenyum.

"Ayo masuk mobil!" ajak Alvino dengan nada suara kesal.

Kyarra dan Kelly saling bergenggaman tangan, mereka duduk di kursi belakang dan sementara Alvino duduk di kursi depan.

"Apa mereka pikir aku adalah supir," batin Alvino melihat dari kaca spion bagaimana Kelly saat ini menunjukkan hasil belajarnya kepada Kyarra dan tidak peduli sama sekali dengan Alvino.

Alvino beberapa kali membuang nafas dan mau tidak mau melajukan mobil.

******

Di tempat latihan balet, bukan hanya Kyarra yang menemani Kelly dan ternyata Alvino juga meluangkan waktunya untuk Kelly dan melihat bagaimana putrinya itu berlatih, ini pasti pertama kali bagi Alvino dan tidak mengetahui bahwa putrinya memiliki bakat.

Kelly yang selalu membawa kamera kecilnya meminta Kyarra untuk merekam dirinya saat sedang latihan.

Kyarra terlihat seperti perekam profesional, berjalan mengikuti arah gerakan Kelly dan tersenyum melihat bagaimana lincahnya keponakannya itu dari layar kamera

BRUKKKK

Karena tidak melihat jalan, sampai Kyarra harus menabrak Alvino yang berdiri tegap memantau putrinya.

"Maaf kak," ucapnya.

"Hati-hati!" tegas Alvino.

Kyarra menganggukkan kepala dan kembali melanjutkan merekam keponakannya.

Bukan sekali dua kali, Kyarra berapa kali menabrak bidang dada Alvino dan bahkan dia juga hampir saja jatuh yang untung saja ditahan oleh tubuh Alvino.

Banyak kecerobohan yang dilakukan Kyarra yang mungkin terlalu serius merekam sampai-sampai beberapa kali membuat Alvino sabar-sabar menghadapi Kyarra.

******

Setelah pulang dari latihan balet, pasangan suami istri itu tidak pulang dulu, mereka makan di salah Restoran, layaknya seperti keluarga Cemara.

Kyarra yang pasti mendahulukan Kelly terlebih dahulu, dari meracik makanan yang dipesan sampai benar-benar sempurna dan sudah layak makan barulah diserahkan kepada Kelly.

Sejak tadi Alvino memperhatikan bagaimana telitinya Kyarra, benar-benar sangat teliti, sosok seorang ibu seolah-olah tidak ingin anaknya kenapa-napa atau bahkan tersedak makanan.

"Kelly, sayang sebentar!" Kyarra mengambil daging yang hampir saja dimakan Kelly.

"Ini pasti sedikit keras, ini aja yang di makan," ucap Kyarra benar-benar sangat teliti.

Kelly juga patuh dan menurut pada Kyarra. Kelly termasuk gadis kecil yang paling susah diatur, tidak bisa diperintah oleh sembarangan orang, Kyarra juga terkadang kewalahan menghadapi Kelly, tetapi Kyarra punya beribu cara untuk mengatasi Kelly di saat masa-masa tantrum nya.

Uhukk, uhuk, uhuk.

Kyarra tiba-tiba tersedak makanan mungkin karena tidak peduli dengan dirinya, Kyarra ternyata tidak memesan air putih membuatnya terlihat kewalahan sendiri, Alvino refleks memberikan gelas air putih miliknya kepada Kyarra.

Hal itu justru membuat Kyarra terdiam dan melihat ke arah Alvino.

"Minum!" ucap Alvino dengan datar.

"Ta...!"

"Saya tidak punya penyakit menular," sahut Alvino dengan tegas yang mana air putih itu memang sudah diminumnya terlebih dahulu.

Kyarra tidak mungkin menunggu pelayan mengantarkan lagi, tenggorokannya sudah sangat gatal dan pada akhirnya meminum bekas dari Alvino.

"Tante tidak apa-apa?" tanya Kelly.

Kyarra menggelengkan kepala saat tenggorokannya sudah jauh lebih reda.

"Tante juga harus makan, makanan Kelly sudah habis, Tante kebiasaan selalu makan habis paling terakhir," ucap Kelly.

"Tante, kan harus memastikan apa yang dimakan Kelly sudah benar-benar layak," sahut Kyarra.

"Tante benar-benar baik. Mama saja tidak pernah melakukan itu. Tante pasti sayang sama Kelly bukan!" ucap Kelly tiba-tiba saja mengingat ibunya.

"Iya dong, Tante sayang sama Kelly," sahut Kyarra.

"Mama pasti tidak sayang sama Kelly," sahut Kelly dengan wajah cemberut dan Alvino harus memperhatikan kekecewaan putrinya itu akibat keegoisan mereka sebagai orang tua.

"Kelly tidak boleh bicara seperti itu, Mama Kelly pasti sangat menyayangi Kelly," ucap Kyarra menekankan kepada Kelly

Bersambung.....

1
Oma Gavin
gimana alvino mau kamu bunuh kelly kamu dan ortu mu memang goblok oon sok paling bener dan pinter malah mau bikin kelly mati
Herman Lim
ga mungkin ga jatuh cinta u nanti Alvino yg ada mah bucin bgt sama kharra
Oma Gavin
keluarga toxic bikin gendeng mega matre goblok alvino psikopat gila, melani pasti kabor sama selingkuhan
Ma Em
mampir Thor semoga sukses , Melani pasti menyesal karena sdh meninggalkan suami dan anaknya , semoga setelah kyyara menikah dgn Alvino , Alvino nya baik dan akan jatuh cinta pada kyyara .
Anonim
Lwnjut
Anonim
Menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!