Ivy Zhang, seorang pengacara cerdas, akhirnya ingin mengakhiri pernikahannya dengan Leo Fung setelah kehilangan bayi mereka.
Namun Leo, suami yang masih mencintainya, menolak melepaskan Ivy.
Di saat yang sama, Calvin Duan, pria berkuasa sekaligus rival Leo, tiba-tiba menjadikan Ivy sebagai pengacara pribadinya. Dengan tujuan yang sulit ditebak, Calvin menyeret Ivy ke dalam perseteruan dengan suaminya sendiri.
Di antara suami yang berkuasa dan klien yang tak kalah berkuasa, siapa yang harus dibela Ivy?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linda huang, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Ivy yang terluka segera dilarikan ke rumah sakit. Setelah mendapatkan perawatan dari dokter, ia masih berada di dalam ruang pemeriksaan.
Sementara itu, Calvin berdiri di koridor bersama asistennya, Tristan. Dari balik kaca pintu, tatapannya tertuju pada Ivy yang sedang mendapatkan perawatan.
Wajah Calvin terlihat dingin.
"Guncang Zhang Group. Jadikan ini pelajaran bagi mereka," perintah Calvin.
"Baik, Tuan. Namun, saya mendapatkan informasi baru. Pengacara Zhang kemungkinan akan dipindahkan ke daerah lain atas permintaan Jac Fung, paman Leo Fung," ujar Tristan.
Tatapan Calvin berubah tajam.
"Apakah karena mereka sudah mengetahui Ivy menjadi pengacaraku?"
"Saya rasa kemungkinan besar begitu, Tuan," jawab Tristan.
"Umumkan kepada media. Mulai hari ini, Ivy Zhang resmi menjadi pengacara Duan International Group."
Calvin menatap Ivy dari balik kaca.
"Siapa pun yang mencari masalah dengannya, berarti mencari masalah denganku. Aku akan menggunakan seluruh kekuatanku untuk melindunginya."
"Segera saya hubungi media, Tuan," jawab Tristan.
"Untuk Jac Fung, cari tahu proyek apa yang sedang dia kerjakan."
Calvin terdiam sejenak sebelum melanjutkan dengan nada dingin.
"Gagalkan proyeknya. Pastikan dia mengalami kerugian besar sampai tidak punya kesempatan untuk ikut campur lagi."
"Saya mengerti, Tuan."
Tristan segera beranjak pergi untuk menjalankan perintah tersebut.
Namun, sebelum pergi, Tristan sempat menoleh ke arah Calvin.
"Kali ini Tuan benar-benar marah.
Selama delapan tahun, Tuan mencari keberadaan Ivy Zhang. Bahkan setelah mengetahui Ivy telah menikah, Tuan menanggung semua rasa sakit itu seorang diri. Sekarang setelah akhirnya menemukan wanita yang selama ini dicintainya, Tuan tidak mungkin membiarkan siapa pun menyakitinya."
Beberapa saat kemudian, Ivy keluar dari ruangan pemeriksaan dengan perban menempel di dahinya.
"Bagaimana dengan lukamu?" tanya Calvin.
"Untungnya hanya luka luar. Aku tidak mengalami gegar otak," jawab Ivy.
"Aku akan mengantarmu pulang," kata Calvin.
"Aku bisa pulang sendiri. Terima kasih," tolak Ivy.
Calvin menatapnya.
"Ivy Zhang, sekarang aku adalah bosmu. Apa kau ingin membantah perintah bos?"
Ivy terdiam sejenak. Ia menatap wajah Calvin yang terlihat berbeda dari biasanya.
"Kenapa tatapannya berbeda dari sebelumnya? Apakah dia sedang mengkhawatirkanku?"
"Mari kita pergi," ucap Calvin sebelum berbalik dan melangkah meninggalkan koridor.
Ivy hanya bisa menghela napas lalu mengikuti pria itu.
Fung Group.
Di sisi lain, Jac Fung sedang berada di ruangannya. Wajahnya terlihat sangat marah setelah menerima kabar mengenai proyek perusahaan.
"Kenapa tiba-tiba proyek ini gagal dilanjutkan? Bukankah semuanya sudah dipersiapkan sejak awal?" bentak Jac kepada bawahannya.
"Maaf, Tuan. Pihak investor tiba-tiba menarik diri. Beberapa mitra bisnis juga membatalkan kerja sama tanpa memberikan alasan yang jelas."
"Apa maksudmu?"
Jac berdiri dari kursinya.
"Proyek ini sudah hampir berjalan. Bagaimana mungkin semuanya tiba-tiba dibatalkan?"
"Sepertinya ada seseorang yang memberikan tekanan kepada mereka, Tuan."
Jac mengerutkan kening.
"Siapa yang berani melakukan ini terhadap Fung Group?"
"Tuan, kami masih menyelidikinya. Namun, ada informasi lain yang baru kami terima."
"Apa?"
"Zhang Group juga sedang mengalami tekanan. Beberapa proyek mereka dihentikan, investor menarik diri, dan sejumlah mitra bisnis membatalkan kerja sama."
Jac terdiam.
"Zhang Group juga?"
"Benar, Tuan."
Jac mengepalkan tangannya.
"Segera cari tahu siapa yang berada di balik semua ini. Periksa semua pihak yang terlibat dalam proyek kita. Cari tahu siapa yang memberikan tekanan kepada mereka dan apa tujuan mereka."
"Baik, Tuan."
"Jangan kembali sebelum mendapatkan jawabannya."
"Baik, Tuan."
Asistennya segera beranjak pergi.
Jac berdiri dengan wajah penuh amarah.
"Siapa yang berani mengganggu Fung Group?"
***
Malam hari.
Calvin mengantar Ivy pulang ke apartemennya. Mobil berhenti di depan gedung.
Saat Ivy hendak turun, ia melihat seorang pria berdiri di depan pintu masuk apartemen.
Leo.
Pria itu sudah menunggu sejak beberapa waktu lalu. Tatapannya langsung tertuju pada Ivy, lalu berpindah kepada Calvin yang berada di sampingnya.
Calvin kemudian ikut turun dari mobil.
Leo menatapnya dengan tajam.
"Ivy, istirahatlah dengan baik. Jangan lupa rutin minum obat. Kalau membutuhkan sesuatu, hubungi aku," ujar Calvin, hanya berfokus pada Ivy.
"Baik. Terima kasih," jawab Ivy.
Leo memperhatikan keduanya dengan tatapan dingin.
"Tuan Duan sepertinya sangat perhatian kepada istriku. Kalau begitu, lain kali aku harus mentraktir Anda makan sebagai ucapan terima kasih."
Calvin menatap Leo dengan tenang.
"Tidak perlu. Ivy sudah menjadi pengacara pribadiku. Wajar jika aku sebagai atasannya memastikan keselamatannya."
Setelah mengatakan itu, Calvin kembali masuk ke dalam mobil.
Tak lama kemudian, mobilnya meninggalkan lokasi.
Leo mengalihkan pandangannya kepada Ivy.
"Ivy Zhang, sudah terjadi masalah dengan keluargamu. Kenapa kau tidak memberitahuku?"
sebagai penyemangat untuk memulai harimu😍😍😍😍😍
tambah lagi dooooong. supaya kita gak nunggu lanjutannya dengan penasaran.🙏🙏🙏🙏🙏