Leerant Quan adalah mahasiswa S2 paling njelehi sedunia. Dia tidak mau menyelesaikan tugas akhir akibat pundung sama dosen pembimbingnya ditambah nilai bahasa Inggris nya D gara2 dosennya tua! Akibatnya, ayahnya Timothy Quan ( dr triad Quan Taiwan ) mengultimatum harus lulus dalam waktu kurang dari setahun. Leerant harus kuliah lagi bahasa Inggris dan ternyata dosennya ... Katerina Reeves. Gadis yang empat tahun lebih tua darinya mampu membuat Leerant jungkir balik. Segala cara dilakukan agar putri Kaivan Reeves itu mau dengannya. Sementara Katerina tidak suka pria malas dan njelehi ditambah dia sudah punya pacar. Leerant pun berusaha menikung meskipun harus adu senjata.
Gen 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kabar Berat
Leerant duduk termenung di sebuah cafe sambil memandang pintu gerbang kampusnya. Dia melihat Katerina berjalan berdua dengan Tristan sambil bergandengan tangan. Keduanya tampak bahagia dan tertawa bersama lalu naik taksi langganan Katerina.
Leerant menghela napas panjang. Dia tahu kalau dirinya orang ketiga di hubungan mereka berdua. Tristan tampak sangat memuja Katerina sementara gadisnya juga sama.
"Benar-benar deh!" gumamnya sambil menyesap soju.
Leerant ingin jadi pebinor atau ... pekesor ( perebut kekasih orang ) tapi sepertinya akibat kesenjangan yang begitu besar dan lebar, kansnya agak sulit.
"Saingan aku dokter bedah, lulusan Oxford dan sekarang kerja di rumah sakit terkenal di Seoul. Apa kabar aku?" Leerant menghabiskan sojunya lalu membayarnya.
Leerant tidak begitu suka bir atau arak tapi suka soju. Apalagi sekarang dia sedang panas hatinya. Butuh sesuatu yang membuatnya tenang. Saat dia keluar dari cafe, tampak Miu Wai berdiri di depan.
"Tuan Muda kedua ...."
Leerant tersenyum tipis. "Kok kamu di sini?"
"Aku tahu karena GPS mobil Anda. Tuan, tuan besar ...."
"Ayo MiuMiu. Kita ke perusahaan," ajak Leerant. "Oh, sebelumnya, aku beli buah dulu biar nggak mabuk."
***
Sejak melihat Katerina bersama Tristan, Leerant mulai serius bekerja di perusahaan ayahnya. Dia tidak mau membuang waktu lagi. Leerant fokus dalam penyelesaian maket tesisnya dan Mr Bao merasa mahasiswanya yang dikenal malas serta hobi debat dengannya, mengalami banyak perubahan.
Katerina juga merasakan bagaimana Leerant selalu mengerjakan tugasnya dengan baik bahkan dia bisa berdebat dengannya soal karya sastra. Termasuk karya milik sastrawan China dan Russia. Katerina tidak tahu bagaimana cara Leerant belajar, tapi dia bisa berdebat dengannya setiap ada tugas membaca buku sastra yang underrated.
Leerant juga mulai ambil jarak dengan Katerina karena tahu, jika makin ingin merebut gadis itu, dia akan jadi yang terluka. Leerant berusaha untuk profesional demi melindungi hatinya sendiri meskipun sedih. Sebelum sidang, Leerant berhasil mendapatkan nilai A di Inggris. Jadi dia berhak maju sidang tesisnya.
"Patah hati itu tidak enak, MiuMiu," gumam Leerant saat selesai bekerja dan makan bersama asistennya di sebuah restaurant grilled khas Korea.
"Anda besok sidang tesis. Jangan sampai mabuk," ucap Miu Wai.
"Aku tahu. Aku hanya minum satu botol soju," jawab Leerant sambil minum.
"Lima bulan ini Anda tampak berbeda, tuan muda kedua. Anda jauh lebih ... dewasa dan matang." Miu Wai merasakan banyak perubahan dari Leerant.
Tidak hanya Miu Wai tapi juga Timothy dan Longze yang tampak terkejut dengan kemajuan serta kerja keras Leerant. Bahkan Cecilia tidak menyangka jika putra bungsunya bisa menjadi pria dewasa yang tidak mengeluh harus dari bawah.
"Aku hanya ingin membuktikan pada diriku sendiri. Bahwa aku bisa dan mampu."
"Apakah bukan karena Professor Reeves yang cantik?" tanya Miu Wai.
"Kesenjangan semuanya," jawab Leerant.
Miu Wai hanya mengangguk. Aku tidak tega untuk mengatakan bahwa Tuan Besar sudah mendapatkan undangan pernikahan antara Miss Katerina dan dokter Tristan.
"MiuMiu, kamu jangan bilang ke Leerant dulu kalau Katerina akan menikah besok musim panas. Biarkan Leerant maju ujian sidang tesis nya dulu. Setelah itu baru kamu bilang," perintah Timothy.
"Besok kamu akan bersamaku kan?" tanya Leerant.
"Ikut dan sekarang ....." Miu Wai menyingkirkan botol soju yang masih ada tiga perempat isinya. "Anda hanya boleh minum air putih dan makan daging."
Leerant hanya mengangguk karena dia tidak mau mabuk. Dia pun mulai memanggang daging saikoronya.
***
Hari Sidang Tesis Leerant
Pintu ruang sidang tesis terbuka perlahan. Leerant melangkah keluar dengan napas panjang. Jas hitam yang dikenakannya masih rapi, tetapi telapak tangannya basah oleh keringat. Dua jam penuh dia menghadapi tiga dosen penguji, menjawab setiap pertanyaan tentang penelitiannya tanpa sekali pun kehilangan arah.
"Selamat, Mr Quan. Revisi Anda hanya minor."
Kalimat itu masih terngiang di kepalanya. Dia resmi lulus sidang. Miu Wai tampak bangga dengan bossnya. Saat dia menoleh ke lorong fakultas yang mulai sepi, langkahnya mendadak terhenti.
Katerina Reeves
Katerina berdiri di dekat jendela besar. Gaun bewarna pink dengan motif bunga daisy dipadukan dengan cardigan bewarna biege dan sepatu boot selutut, membuatnya seperti model, bukan dosen. Wanita itu tersenyum lembut sambil membawa dua gelas iced chocolate.
"Kate...?" bisik Leerant.
"Aku datang diam-diam," senyum Katerina. "Aku ingin melihat hari pentingmu."
Leerant mendekat dengan mata yang mulai memerah. "Kamu benar-benar datang?"
Katerina mengangguk. "Aku mendengar semua orang bilang sidangmu luar biasa. Aku tahu kamu pasti berhasil."
Leerant melihat gelas iced chocolate. Entah kenapa dia merasa déja vu beberapa bulan lalu.
"Oh, ini aku bawakan untukmu." Lalu Katerina menyerahkan iced chocolate itu. "Selamat, Profesor masa depan."
Leerant tertawa kecil. "Aku belum profesor."
"Tapi aku bangga padamu." Katerina mengedipkan sebelah matanya.
Kalimat sederhana itu justru membuat dadanya sesak. Selama kuliah dengan penuh kemalasan, tidak ada pujian yang lebih ingin dia dengar selain dari wanita di hadapannya.
"Terima kasih... karena masih percaya padaku." Leerant menyesap iced chocolate dari gadis itu.
Senyum Katerina perlahan memudar. Dia ikut minum iced chocolate miliknya, seolah sedang mengumpulkan keberanian.
"Leerant... sebenarnya ada alasan lain aku datang."
Pria itu menatapnya penuh harap.
"Aku ingin memberitahukan sesuatu."
Jantung Leerant berdetak semakin keras.
Katerina menarik napas panjang. "Aku akan menikah dengan Tristan."
Dunia seakan kehilangan suara.
Iced chocolate di tangan Leerant hampir terlepas. Bibirnya terbuka, tetapi tak satu kata pun keluar. "Kapan...?" suaranya akhirnya pecah.
"Dua bulan lagi. Bulan Juli."
Jawaban itu terasa seperti pisau yang masuk perlahan ke jantungnya. Leerant tersenyum tipis, senyum yang dipaksakan agar air matanya tidak jatuh.
"Dia... pasti bisa membuatmu bahagia."
Katerina mengangguk, matanya tampak berbinar. "Aku berharap begitu. Kami sudah lama bersama. Akhirnya mau resmi juga."
"Dan kamu datang hanya untuk memberitahuku ini?" tanya Leerant dengan wajah tidak bisa dijabarkan.
"Aku datang karena aku rasa lebih baik aku bilang sendiri padamu. Dan ternyata aku datang kemari mendapatkan banyak kemenangan sebagai seorang dosen. Kamu membuktikan potensi yang sebelumnya kamu tahan. Kamu menjadi pribadi yang lebih baik."
Leerant menundukkan kepala. Dadanya begitu sesak hingga bernapas pun terasa sulit. "Aku ikut bahagia untukmu, Kate." Suara itu bergetar. "Semoga... pernikahanmu bahagia."
Katerina mengangguk pelan sebelum berbalik meninggalkan lorong. "Terima kasih Leerant."
Leerant tetap berdiri di depan ruang sidang, memegang secangkir iced chocolate yang mulai mendingin. Hari yang seharusnya menjadi kemenangan terbesar dalam hidupnya, berubah menjadi hari ketika dia harus merelakan cinta yang tak pernah benar-benar selesai.
Miu Wai hanya bisa terdiam.
***
Yuhuuu up malam yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
kl ga ada dia,mngkn bkln trjdi ssuatu yg bkin km jauh sm kate....
hrusnya kluarga tristan tau gmna kluarganya kate,hnya dmi hrta smp rela mnykiti ank,cucu,dn mnantunya sndri....aku ga sbr nunggu hkumn buat mreka....😡😡😡
Tabur tuai itu ada 😏😏👊👊👊👊👊
benar miu miu....
jangan biarkan Lee ke Jakarta karena akan makin memperburuk suasana