Indonesia
NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kau Siakan

Wanita Yang Kau Siakan

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:12.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hasna_Ramarta

Demi menepati janji masa lalu, Mahira memilih hidup sederhana dan menjadi istri yang berbakti bagi Ziko, seorang pengusaha sukses di Bandung.

Namun, ketulusan Hira justru dibalas dengan dinginnya sikap Ziko dan hinaan bertubi-tubi dari ibu mertuanya.

Hira kerap dianggap wanita tak berpendidikan yang hanya menjadi beban keluarga. Padahal, di balik layar, koneksi rahasia Hiralah yang membuat bisnis Ziko terus meroket.

​Penderitaan Hira mencapai puncaknya ketika sebuah kesalahpahaman sengaja diciptakan untuk menjebaknya. Saat Ziko terang-terangan melukai harga dirinya demi wanita lain, kesabaran Hira akhirnya habis. Ia memutuskan melangkah pergi dan menyetujui perceraian tanpa meminta harta sepeser pun.

​Kepergian Hira menjadi awal kehancuran dunia Ziko. Rumah yang tadinya hangat berubah menjadi asing, dan rahasia besar di balik sukses bisnisnya perlahan terbongkar. Di sisi lain, Hira bangkit menunjukkan identitas aslinya sebagai wanita berkelas dan berpengaruh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasna_Ramarta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 32 Pertemuan di Puncak Menara

   Cuaca cerah pagi itu menyelimuti kota Bandung yang dingin. Gedung pencakar langit kantor pusat Grand Wijaya Group berdiri megah dengan dinding kaca kebiruan yang memantulkan sinar matahari pagi.

   Di pelataran parkir khusus tamu VIP, Ziko melangkah keluar dari mobilnya dengan setelan jas hitam terbaik yang ia miliki.

   ​Meskipun penampilannya berusaha dibuat sesempurna mungkin, raut wajah Ziko tidak bisa menyembunyikan rasa cemas dan kelelahan yang mendalam. Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas akibat kurang tidur berturut-turut.

   Hari ini adalah kesempatan terakhir baginya. Surat panggilan dari jajaran eksekutif Grand Wijaya Group untuk melakukan audiensi khusus mengenai nasib kerja sama Adhi Jaya Perkasa adalah satu-satunya secercah harapan yang tersisa.

   ​Clarissa berjalan di sampingnya dengan gaun formal berwarna merah marun dan tas jinjing bermerek. Wanita itu memamerkan senyum percaya diri, meski sesekali matanya melirik gelisah ke arah pintu masuk gedung.

   ​"Kamu tenang saja, Ziko," bisik Clarissa seraya mengapit lengan Ziko dengan erat. "Papaku sudah mencoba menghubungi kenalan lama di lingkungan Grand Wijaya Group. Pihak direksi pasti mau mendengarkan penjelasan proposal kita hari ini. Pimpinan baru mereka tidak mungkin serta-merta memutus kontrak tanpa pertimbangan bisnis."

   ​Ziko menarik napas panjang, mencoba menenangkan detak jantungnya yang bergemuruh. "Aku berharap begitu, Clarissa. Perusahaanku tidak sanggup jika harus menanggung pembatalan pasokan bahan baku minggu ini."

   ​Mereka berdua memasuki lobi utama gedung yang teramat luas dan berlantai marmer mengkilap. Suasana di dalam lobi terasa sangat formal dan disiplin. Puluhan staf berbusana rapi lalu-lalang dengan tertib, sementara para petugas keamanan berdiri sigap di setiap sudut.

   ​Setelah melewati proses pemeriksaan identitas yang sangat ketat di meja resepsionis eksekutif, seorang sekretaris senior berbusana rapi mendatangi mereka.

   ​"Selamat pagi. Tuan Ziko dari Adhi Jaya Perkasa dan Nona Clarissa?" tanya sekretaris wanita itu dengan nada yang sangat formal.

   ​"Iya, betul. Saya Ziko, Direktur Utama Adhi Jaya Perkasa," jawab Ziko cepat, berusaha menegakkan posisinya agar terlihat meyakinkan.

   ​"Mari ikut saya. Rapat audiensi akan dilaksanakan di Ruang Pertemuan Utama lantai empat puluh dua. Pimpinan tertinggi kami sudah bersiap di dalam," ujar sekretaris itu seraya memberi isyarat untuk mengikutinya menuju lift eksekutif khusus direksi.

   ​Selama berada di dalam lift transparan yang meluncur cepat menuju lantai teratas, Ziko terus menggenggam jemarinya sendiri yang mulai dingin. Ia mengulang kembali poin-poin presentasi di dalam kepalanya, menyiapkan berbagai argumen untuk meyakinkan sosok CEO atau Komisaris Utama Grand Wijaya Group yang kabarnya baru saja mengambil alih kendali penuh atas grup perusahaan tersebut.

Rumor di kalangan pengusaha menyebutkan bahwa pimpinan tertinggi yang baru ini adalah sosok yang sangat dingin, tegas, dan tak tersentuh.

   ​Ting.

   Pintu lift terbuka di lantai empat puluh dua. Koridor lantai ini tampak begitu hening dan mewah dengan karpet tebal bernuansa biru tua. Di ujung koridor, dua orang pengawal pribadi bertubuh tinggi besar berstelan jas gelap berdiri menjaga pintu ganda berukir yang menuju ke ruang rapat utama.

   ​Sekretaris memandu Ziko dan Clarissa mendekati pintu tersebut. Salah seorang pengawal membukakan pintu kayu jati raksasa itu perlahan.

   ​"Silakan masuk. Pimpinan sudah menunggu di dalam," ucap sekretaris itu santun.

   ​Ziko mengangguk pelan, merapikan letak dasinya sejenak sebelum melangkah masuk ke dalam ruang rapat yang sangat luas. Clarissa mengikutinya di belakang dengan langkah anggun yang sedikit dipaksakan.

   ​Ruangan itu memiliki dinding kaca raksasa yang menyuguhkan pemandangan seluruh lanskap Kota Bandung dari ketinggian. Meja rapat oval dari kayu jati solid membentang di tengah ruangan. Di sepanjang meja, beberapa jajaran direksi eksekutif dan tim legal Grand Wijaya Group sudah duduk rapi dengan laptop dan map dokumen terbuka di depan mereka.

   ​Namun, perhatian Ziko seketika terkunci pada satu-satunya kursi kebesaran di ujung meja utama—posisi pimpinan tertinggi.

   ​Di atas kursi kulit tinggi itu, seorang wanita sedang duduk membelakangi pintu masuk, menatap keluar jendela memandangi pemandangan kota. Wanita itu mengenakan blazer sutra biru tua potongan premium yang sangat elegan. Rambut hitam pekatnya yang panjang tergerai rapi dan indah di atas bahunya yang tegap. Di sebelahnya, Jessi berdiri anggun sambil memegang tablet kerja.

   ​Ziko mendadak merasa atmosfer di ruangan itu menjadi sangat berat dan menekan. Ada aura wibawa yang teramat kuat memancar dari sosok wanita yang duduk di kursi pimpinan tersebut.

   ​"Selamat pagi," Ziko membuka suara, berusaha membuat nada bicaranya terdengar mantap di hadapan jajaran direksi. "Saya Ziko dari Adhi Jaya Perkasa, hadir untuk menyampaikan permohonan peninjauan kembali atas pemutusan kerja sama pasokan bahan baku~"

   ​Kalimat Ziko terhenti secara mendadak.

   ​Suara ketukan halus dari sepatu hak tinggi berbunyi saat wanita di kursi pimpinan itu perlahan memutarkan kursinya, berbalik menghadap ke arah pintu.

    ​Waktu seolah-olah berhenti berputar di dalam ruangan tersebut.

   ​Ziko terpaku di tempatnya berdiri. Matanya membelalak lebar, napasnya tertahan di tenggorokan, dan seluruh persendian tubuhnya seketika terasa lemas. Tatapannya terkunci penuh pada wajah wanita yang kini menatapnya dengan pandangan yang teramat tenang, datar, dan dingin.

   ​Tidak ada bekas peluh dapur. Tidak ada gamis katun usang atau wajah kusam yang biasanya menerima caci maki di rumahnya. Wanita yang duduk di atas takhta tertinggi grup perusahaan raksasa itu adalah Mahira.

   ​"M-Mahira...?" bisik Ziko dengan suara yang hampir tak terdengar. Suaranya bergetar hebat, dipenuhi oleh rasa terkejut dan ketidakpercayaan yang luar biasa.

   ​Di sampingnya, Clarissa ikut membeku dengan mulut sedikit terbuka. Wajah Clarissa yang tadinya berseri-seri seketika berubah pucat pasi bagaikan kehilangan seluruh darahnya.

   ​Mahira menyandarkan punggungnya rileks di kursi kebesaran Komisaris Utama. Jemari tangannya yang lentik bertaut di atas meja jati. Ia tidak menunjukkan riak terkejut, marah, atau dendam sedikit pun. Wajahnya lempeng sempurna, menatap Ziko dan Clarissa dari ketinggian posisinya bagaikan menatap dua orang asing yang tidak berarti.

   ​Jessi yang berdiri di samping Mahira melangkah maju satu tapak, menyunggingkan senyum tipis yang penuh dengan sindiran dingin.

   ​"Selamat datang di kantor pusat Grand Wijaya Group, Tuan Ziko," suara Jessi mengudara dengan nyaring dan penuh penekanan di seluruh penjuru ruangan. "Perkenalkan secara resmi, sosok yang duduk di depan Anda saat ini adalah Ibu Mahira Wijaya—Komisaris Utama sekaligus Pemegang Saham Pengendali dari seluruh jaringan bisnis Grand Wijaya Group."

   ​Kata-kata Jessi menghantam kesadaran Ziko bagaikan petir di siang bolong. Dinding-dinding kesombongan dan ego pria itu seketika hancur berkeping-keping, digantikan oleh gelombang kejutan yang mengerikan saat ia menyadari siapa sebenarnya wanita yang selama tiga tahun ini ia anggap sebagai pembawa sial dan ia campakkan begitu saja.

1
Sri Widiyarti
balasan keaombonganmu Ziko...
Sri Rahayu
hancur....hancur sudah diri mu Ziko karena pelihara ular berbisa Clarissa... kamu dan ibu mu yg sombong dan se mena2 skrg menerima karma nya 🙃🙃🙃🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
kasihan deh lo Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪
Sri Rahayu
rasain Ziko 🤪🤪🤪🤪🤪
Sri Rahayu
ayolah Ziko jgn ganggu Mahira lg....dia bukan istri mu skrg ...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
yaiyalah Mahira tdk akan kembali dan menolong mu Ziko....cari aja jalang mu si Clarissa 🤪🤪🤪🤪🤪
Nasir: Wkwkwk... Clarissa aja udah kabur bawa duit Ziko.. 😄😄
total 1 replies
Danny Muliawati
kapok kamu Ziko
Nasir: Lanjutkan ya Kak...
total 1 replies
Danny Muliawati
bagus jln cerita nya ampe ikut sebel sm mertua d suami Hira ayo semangat thor
Nasir: Lanjut ya Kak sampai tamat.
total 1 replies
Danny Muliawati
sdh ga sabar pengen liat Clarissa d bu ranu d ziki andai tau group Wijaya punya hira
Danny Muliawati
tunggu aza yah siapa yg menanam itu yg menuai bu mertua d suami iblis
Danny Muliawati
ya ampun ampe segitu nya pengorbanan kamu Hira apa nunggu km terbujur kaku tampa ada pembalasan oh suami d mertua ... jd gemes
Danny Muliawati
Mahira bicara mu bgt elegan ayo jangan di tunda perlihatkan jati diri d kemampuan km
Sri Widiyarti
sayang penyesalan dah ga guna Ziko...
Dokkan Battle
terlalu di drama drama kan
Sri Rahayu
terlalu bnyk dan menyakitkan luka yg kalian torehkan terhadap Mahira, lbh2 dgn perselingkuhan mu... jgn salahkan Mahira kl dia menutup mata dan hatinya trhdp kalian🤪🤪🤪...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
Ziko...Ziko...kamu ma ibu mu sama saja...tdk akan Mahira melihat mu karena sakit yg sdh kalian torehkan 🤪🤪🤪... lanjut Thorr😘😘😘
Ma Em
Apapun usahamu tdk akan berhasil Ziko , Mahira tdk akan sudi untuk kembali bersama dgn mu .
Ai Oncom
Bagus..
Ai Oncom
baru baca.. mampir lg di karya kakak..
Nasir: Mksh Kak... 🥰🥰🥰
total 1 replies
Ma Em
Itulah akibat kesombongan mu dan ibumu Ziko yg selalu merendahkan orang tdk tahunya orang yg sering dihina dan di rendahkan orang yg kekayaan nya lbh dari Ziko dan Ziko mah tdk ada apapa nya kalau dibandingkan dgn kekayaan Mahira .
Nasir: Iya betul... rasain ya Ziko.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!