Indonesia
NovelToon NovelToon
3 NASIB YANG SAMA

3 NASIB YANG SAMA

Status: sedang berlangsung
Genre:BXB / Balas Dendam
Popularitas:359
Nilai: 5
Nama Author: Kal Ipah

tiga pemuda yang sama-sama bernasib buruk sama-sama di khianati kekasih mereka dan sama-sama di anggap buruk oleh keluarga sendiri




#bl
#bxb

yang gak suka gak usah baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kal Ipah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16

"Gimana kabar Bang Louis dan istrinya?" tanya Brian membuka obrolan yang sempat tertunda.

Raja seketika menunduk. Jari-jarinya bertautan, bergerak gelisah memainkan ujung jaketnya. "Bang Louis sudah pisah sama istrinya, Bang," cicit Raja pelan.

"Pisah? Kenapa bisa pisah?" tanya Brian mencondongkan tubuhnya ke depan.

Raja mengangkat wajahnya, menatap lurus ke arah Brian. "Tepat seminggu setelah Abang diusir sama Mama, Bang Louis langsung menceraikan wanita itu. Setelah akta cerai keluar, Bang Louis memilih pergi ke Rusia dan tinggal bersama Papa di sana."

"Berarti ... Bang Louis sama Tiffany itu cuma menikah selama seminggu, terus diceraikan begitu saja?" tanya Brian memastikan dengan mata membelalak. Raja mengangguk mengonfirmasi.

Seketika, tawa hambar lolos dari bibir Brian. "Keren! Bang Louis berhasil cetak rekor nikah seminggu langsung cerai."

"Gak ada yang bisa dibanggain dari hal kayak gitu, Bang," sela Raja, menatap aneh ke arah abang ketiganya ini yang malah terlihat bangga.

"Terus-terus, gimana reaksi tuh cewek matre saat tahu baru seminggu menikah tapi langsung didepak sama Bang Louis?" tanya Brian kepo, wajahnya memancarkan binar penasaran.

"Dia marah besar, Bang. Dia ngamuk-ngamuk di mansion karena tidak terima diceraikan begitu saja," tutur Raja.

"Ya jelas ngamuklah! Kan tuh cewek aslinya matre. Cerai dari Bang Louis otomatis dia jadi gembel lagi, gak bisa foya-foya. Lagian, sebelum dia nikah sama Bang Louis, gue yang selalu menanggung biaya hidupnya. Gue yang belanjain ini-itu, sampai bayar kontrakan keluarganya!" cibir Brian meluapkan kejengkelan masa lalu.

Raja mendengus pelan. "Abang bodoh juga ya ternyata. Kalau kata orang gaul zaman sekarang, namanya bucin."

"Namanya juga bulol, Dek," sahut Brian lesu.

"Bulol apaan, Bang?" tanya Raja tidak familier dengan istilah itu.

"Budak tolol," jawab Brian tanpa beban.

Raja mengangguk setuju. "Abang memang tolol."

Sontak Brian melotot tidak terima, namun ia segera mengontrol ekspresinya. Tatapan Brian berubah menjadi lebih serius. "Apa Bang Louis sering kasih kabar ke elo?"

"Sering, Bang. Kadang kalau libur sekolah, gue juga menyempatkan terbang ke Rusia buat jenguk Papa sama Bang Louis," jawab Raja.

"Kalau Bang Regan?" tanya Brian lagi.

"Bang Regan sudah pindah ke luar negeri, Bang, bareng pacarnya," ungkap Raja.

Brian terkesiap. "Pindah? Kapan pindahnya? Kok gue sampai gak tahu?"

Raja memutar bolam matanya malas. "Gimana mau tahu, kita aja udah gak serumah."

Tapi kenapa dia sampai nekat pindah?" desak Brian.

"Mama melarang keras Bang Regan berpacaran sesama gender. Abang tahu sendiri, kan, keluarga besar Mama itu paling benci yang namanya pasangan sejenis? Karena terus-terusan ditekan, Bang Regan akhirnya memutuskan untuk pindah dan menetap di luar negeri demi kebahagiaannya," jelas Raja.

Brian mendengus sinis. "Keluarga Mama itu memang stres semua. Dulu Bang Louis jelas-jelas gak cinta sama Tiffany, tapi tetap dipaksa menikah. Padahal Tiffany itu statusnya masih pacar gue waktu itu!"

"Tapi Abang tahu gak, kenapa waktu itu Mama ngebet banget memaksa Bang Louis menikahi Tiffany?" tanya Raja memancing. Brian menggelengkan kepala polos.

"Beberapa bulan sebelum pernikahan, Tiffany sempat datang ke mansion untuk mencari Abang. Karena Abang lagi gak ada di rumah, akhirnya dia mengobrol dengan Mama. Di sana, Mama mulai mempertanyakan apa pekerjaan orang tua Tiffany. Abang tahu gak apa yang dikatakan si Tiffany itu?"

"Gak tahu. Dia bohong apa?" tebak Brian.

"Tiffany bilang kalau ayahnya itu pengusaha berlian dan batu bara sukses, terus ibunya pemilik jaringan toko emas terkenal. Mama yang mendengar itu tentu saja langsung matanya hijau, dong. Dia senang bukan main karena berpikir bakal dapat menantu tajir melintir."

Raja menjeda kalimatnya sejenak. "Terus, kebetulan waktu itu Bang Louis lewat di ruang tamu. Tiffany langsung melotot dan menatap Bang Louis tanpa berkedip karena terpesona dengan ketampanannya."

"Cih, gue juga gak kalah tampan sama Bang Louis ya!" sela Brian tidak terima tersaingi.

"Bang Brian memang tampan, tapi Bang Louis itu auranya lebih menonjol, ada perpaduan tampan dan cantik. Nah, Mama yang melihat Tiffany menatap Bang Louis tanpa berkedip langsung mengambil kesempatan. Mama memutuskan untuk menjodohkan mereka berdua. Jadi, pernikahan itu akhirnya terjadi murni karena paksaan Mama," pungkas Raja.

Seketika, Brian meledak dalam tawa terbahak-bahak hingga memegangi perutnya. "Hua-ha-ha-ha! Tolol! Sumpah, tolol banget tuh wanita tua! Mau-maunya dibodohi sama Tiffany! Asal elo tahu ya, Dek, ayah kandung Tiffany itu cuma tukang kebun di rumah orang, dan ibunya cuma pembantu harian. Rumah tempat mereka tinggal aja masih ngontrak!"

Raja tertegun mendengar fakta tersebut.

"Mungkin sekarang mereka sudah jadi gelandangan. Kan selama ini gue yang tiap bulan bayarin kontrakan mereka. Si Tiffany mau dapat suami kaya malah kena zonk, dan si wanita tua itu mau dapat mantu tajir malah kena zonk juga. Dua wanita itu sama-sama tolol bin bodoh!" maki Brian puas, merasa dendamnya terbalaskan oleh takdir.

Raja terdiam sejenak. Ia memperhatikan raut wajah abangnya dengan saksama, lalu menyadari sesuatu yang berbeda. "Abang ... sepertinya kelihatan jauh lebih bahagia hidup di luar ya?" ucap Raja lirih.

"Tentu saja! Di sini Abang bisa bebas melangkah kemanapun Abang mau. Hidup tenang tanpa perlu mendengar kata-kata kasar, makian, dan hinaan dari keluarga wanita tua itu," jawab Brian dengan senyuman lepas.

Raja meremas jemarinya sendiri, ada keraguan yang terpancar dari wajah jangkungnya. "Bang ... kalau gue mau ikut tinggal sama Abang di sini, apa Abang bakal izinkan?"

Brian mengernyit, namun matanya berbinar senang. "Tentu saja boleh kalau elo mau! Tapi, kenapa tiba-tiba elo mau tinggal sama gue?"

"Gue udah muak tinggal di mansion, Bang. Mama selalu memaksa gue buat bertunangan sama anak temannya. Padahal gue masih SMA," keluh Raja dengan raut frustrasi.

"Haaaa ... gak ada kapok-kapoknya tuh nenek tua! Masih aja hobi maksa anak-anaknya. Gue heran banget sama keluarga nenek tua itu, egoisnya mendarah daging. Maunya semua kehendak dia harus dituruti. Kita itu seolah-olah cuma dianggap boneka yang digerakkan oleh sang tuan. Kemana sang tuan bergerak, ke sana kita harus mengikuti," gerutu Brian jengkel.

"Dan gue sekarang beneran gak menyalahkan Papa kenapa Papa milih gugat cerai Mama saat kita masih kecil," sambung Raja. Suaranya mendadak memberat. Bibir remaja jangkung itu mulai bergetar, dan sepasang matanya perlahan berkaca-kaca.

"Mama itu terlalu egois, Bang. Dia selalu mau menang sendiri tanpa pernah mau tahu gimana perasaan anak-anaknya. Apa kita sedih, apa kita bahagia ... dia gak pernah peduli. Gara-gara keegoisan Mama, kita semua jadi terpisah dan menjauh sampai bertahun-tahun," ucap Raja, pertahanannya runtuh.

Melihat adik bungsunya yang berbadan besar itu mulai terisak menahan tangis, rasa iba langsung membuncah di dada Brian. Tanpa memedulikan perbedaan tinggi badan mereka, Brian langsung menghambur maju dan membawa Raja ke dalam pelukan hangatnya.

"Menangislah kalau elo mau menangis, Dek. Abang akan selalu ada di sini buat jadi sandaran elo. Abang akan selalu mendengarkan semua keluh kesah elo," bisik Brian lembut sambil menepuk-nepuk punggung adiknya.

Tangis Raja akhirnya pecah di pundak Brian. Bahunya berguncang hebat. "Hiks ... hiks ... Bang, Mama egois banget! Benar-benar egois! Gara-gara Mama, Papa pergi meninggalkan kita saat kita masih kecil. Saat kita masih butuh banget kasih sayang seorang Papa, Bang! Hiks ... hiks ..."

Raja mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil Brian. "Dan gara-gara Mama juga ... Bang Regan, Bang Louis, dan Bang Brian sampai harus pergi menjauh. Apa Abang tahu? Hiks ... Raja bahkan pernah berniat nekat ingin menghabisi Mama saat Bang Louis pergi dari rumah waktu itu."

Brian terkesiap, namun tetap mendengarkan dengan tenang.

"Tapi Raja langsung urungkan niat itu karena Raja mendadak ingat perkataan Bang Regan. Dia bilang, sebenci apa pun kita kepada Mama, jangan pernah melakukan hal nekat apalagi sampai melukainya. Karena bagaimanapun, kita bisa ada di dunia ini karena dia yang melahirkan. Makanya Raja tidak melakukan itu. Tapi jujur, Raja sangat membenci Mama, Bang! Sampai kapan pun, Raja tidak akan pernah mau kembali ke mansion terkutuk itu. Di sana tidak pernah ada kehangatan, yang ada cuma kesengsaraan!" tumpah Raja menghabiskan seluruh sesak di dadanya.

Brian melepaskan pelukannya perlahan, lalu mengacak gemas rambut Raja untuk menenangkannya. "Nah, itu baru adek gue! Apa yang dibilang Bang Regan itu seratus persen benar, Dek. Sejahat-jahatnya nenek tua itu, dia tetap wanita yang sudah melahirkan kita ke dunia. Kamu boleh membencinya, tapi jangan sampai melakukan hal kejam yang merugikan dirimu sendiri. Kalau elo sampai bertindak nekat, elo sama saja kasarnya kayak dia. Masa depan elo bisa hancur di penjara."

Raja menyeka air matanya dengan punggung tangan, lalu mengangguk patuh. "Gue tahu, Bang."

Brian terkekeh geli melihat perubahan sikap adiknya yang cepat. "Tadi pas nangis bilangnya 'Raja', sekarang udah balik pakai 'elo-gue' lagi aja," goda Brian mencairkan suasana.

"Bang!" sungut Raja dengan mata melotot malu, wajahnya memerah.

"Iya, iya, bercanda. Intinya elo boleh banget tinggal di sini. Kebetulan di apartemen ini kamarnya banyak, jadi elo bebas pilih mau kamar yang mana. Tapi ingat, kalau di depan pintunya ada tulisan nama orang, jangan berani-berani masuk karena itu sudah ada penghuninya. Paham, Boy?" jelas Brian.

"Iya, Bang, paham," sahut Raja kembali ke mode tenangnya.

"Ya sudah, sana elo mandi dulu biar segar. Gue mau ke kamar dulu buat cari baju ganti yang sekiranya muat buat badan bongsor elo itu," perintah Brian yang langsung diangguki patuh oleh Raja.

1
fakhri
Lanjutkan, semangat berkarya 😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!