Indonesia
NovelToon NovelToon
Jadi Janda? Siapa Takut?

Jadi Janda? Siapa Takut?

Status: tamat
Genre:CEO / Penyesalan Suami / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Rumi sudah tiga tahun menikah dengan Fathur. Sebenarnya rumah tangga mereka baik-baik saja. Hanya saja menjadi tidak baik-baik karena selalu di recoki oleh ibu dan keluarga Fathur lainnya.

Hingga akhirnya saat Rumi kembali hamil, namun untuk kedua kalinya juga dia harus kegu guran karena ulah sang ibu mertua. Bu Sri tak pernah ingin jika Fathur memiliki anak dari Rumi.

Rumi jelas marah dan pun cak amarahnya saat Bu Sri membawa mantan dari Fathur ke dalam kehidupan ruang tangga mereka. Fathur bahkan tak mampu untuk membela istrinya.

Apakah dengan kenyataan seperti ini Rumi siap menjadi janda? Ataukah dia malah lebih memilih bertahan dengan kenyataan seperti itu?

"Jangan banyak membantah jika kamu tak ingin di Jan da kan oleh Fathur!" ancam Bu Sri.

"Jadi Jan da? Siapa takut Bu!" jawab Rumi membuat suami dan ibu mertuanya melongo tak percaya.

Ikuti terus kisah Arumi selengkapnya. Jangan lupa baca sampai akhir, karena ada banyak keseruan dari Rumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jadi Janda? Siapa Takut?

Rumiiiiii

Rumiiii

Fathuuuurrr

"Buka pintunya!" suara teriakan Bu Sri berbarengan dengan gedoran pintu rumah dengan keras dan tak sabar.

"Astaghfirullah, ibu kamu kebiasaan, Mas! Kalau pintu kontrakan itu rusak memangnya dia mau ganti? Kita malu sama yang punya rumah udah dua kali ganti pintu gegara ibu selalu menggedor pintu dengan cara seperti itu!" kesal Rumi membawa piring kotor ke wastafel.

Fathur tak berani menjawab ucapan istrinya, karena memang kenyataannya seperti itu. Dia juga sampai malu kepada pemilik rumah kontrakan.

"Iya Bu sebentar ..." Fathur terges berjalan menuju pintu depan.

"Mana istrimu Fathur?" tanya Bu Sri dengan tatapan nyalang mencari keberadaan Rumi di dalam rumah anaknya.

"Masuk dan duduk dulu Bu, jangan teriak di luar begini, malu sama tetangga," ajak Fathur yang merasa tak enak karena setiap ibunya datang pasti akan selalu berteriak.

"Rumiiiii ... Rumiiiiii ... Menantu bu-deg! Sini kamu!" teriak Bu Sri saat melihat keberadaan Rumi.

"Rumi nggak budeg, Bu! Tapi ibu selalu tak sabaran kalau memanggil aku, seolah aku tak pernah ada di depan ibu! Ad di depan mata ibu saja selalu berteriak!" jawab Rumi yang sepertinya sudah sangat lelah dengan sikap ibu mertuanya.

"Apa? Berani sekali kamu menantu tak bergu-na bicara seperti itu kepadaku hah! Lihat Fathur! Lihat wanita yang sudah kamu pilih dan pertahanan menjadi istrimu itu! Apa wanita yang tak pernah menghargai ibumu ini yang kamu inginkan? Ingat Fathur surgamu ada padaku! Dan restumu ada padaku juga!" emosi Bu Sri dadanya naik turun sedangkan Fathur, seperti biasa hanya terdiam.

Ini yang sangat Rumi tak suka, suaminya akan diam saat sang ibu memaki atau merendahkan dia di depannya. Seolah dia tak pantas untuk di perjuangkan oleh suaminya. Tapi saat Rumi akan menyerah, Fathur selalu meyakinkan dirinya. Apalagi dia juga tak punya siapa-siapa saat ini selain Fathur.

"Bu, surga anak memang ada pada ibunya! Tapi anak ibu juga punya tanggung jawab besar padaku di hadapan Allah Subhanahu wa taala! Do -/sanya akan sangat besar karena tak bisa melindungi istrinya. Ibu mana yang malah menjerumuskan anaknya ke dalam do -/sa!" jawab Arumi saat melihat suaminya hanya diam saja.

"Arumiiiiiii kau ...! Lihat Fathur, karena ulah istrimu itu tangan ibu sampai terkena lu-ka bakar! Semua ini karena dia sok-sokan ngambek! Sekarang kembali ke rumah dan bereskan semua rumah! Ada banyak cucian dan juga barang kotor yang harus dia bersihkan! Jangan mau enaknya saja menjadi menantuku! Setidaknya hidup kamu berguna bagi keluargaku! Tak hanya numpang hidup saja! Makan dan tidur sesuka hatimu, menghabiskan uang anakku!" Bu Sri menunjukkan tangan kirinya yang di perban.

"Astaghfirullah ... Ini kenapa tangan ibu? Kenapa bisa terlu-ka seperti ini, Bu?" khawatir Fathur dengan cepat meraih tangan ibunya.

"Karena istrimu meninggalkan masakan yang belum selesai sehingga tangan ibu mele-puh!" jawab Bu Sri menarik tangannya marah karena dia terlu-ka akibat Rumi yang pergi begitu saja.

"Tak usah sok sayang kepada ibumu ini, Fathur. Bukannya dari semalam kamu lebih membela wanita itu dari pada ibumu?" sinis Bu Sri.

"Semalam ibu menghubungi kamu dan meminta dia kembali, saat itu tangan ibu terlu-ka! Dan sekarang keadaan rumah seperti kapal pecah! Tak ada yang beres-beres. Apa kamu akan membiarkan tangan aku semakin terlu ka parah, Fathur?" suara Bu Sri semakin rendah dan serak seakan menahan air mata.

"Dek ... " Panggil Fathur dengan suara lembut dan mata yang memohon kepada istrinya.

Rumi memalingkan wajahnya. Dia tak akan bisa menolak permintaan suaminya apalagi saat Fathur memasang wajah sendu seperti itu.

"Dek, mas mohon kali ini bantu ibu beres-beres di rumahnya ya!" pinta Fathur menggenggam tangan istrinya.

"Halah! Nggak usah sok di rayu seperti itu! Nanti dia malah semakin besar kepala! Membantu ibu adalah tugasnya sebagai menantu agar sedikit bergu-na!" ketus Bu Sri, Fathur hanya menghela napas panjang.

"Dek, kita bicara di dalam sebentar ya," ajak Fathur menarik tangan istrinya masuk ke dalam rumah mereka.

"Dek, mas mohon kali ini bantu ibu beres-beres di rumah ya! Kamu lihat sendiri, tangan Ibu sedang terluka. Dan tak ada yang membantu ibu di rumah," ucap Fathur memohon kepada istrinya.

Hati Rumi sebenarnya sakit melihat Fathur selalu seperti ini. Padahal semalam dia sudah minta maaf, tapi sekarang? Dia meminta lagi dirinya untuk kembali menjadi bahan hinaan ibu dan keluarganya.

"Mas!" kesal Rumi mendelik. Suaminya tak mengerti juga jika di sana dia hanya di butuhkan untuk menjadi ba bu gratisan saja.

"Mas tahu kamu pasti capek. Besok juga keluarga Mbak Hani dan Mas Fajar akan pulang. Jadi kamu tak perlu beres-beres lagi di rumah ibu! Mas mohon, satu hari ini saja ya, ... Mungkin ibu juga malu kepada Mbak Hani yang jauh-jauh menginap di rumah ibu, apalagi mbak Hani sedang hamil," rayu Fathan kembali.

"Kamu yakin? Tapi aku nggak yakin ibu akan membiarkan aku berhenti beres-beres apalagi dengan alasan tangannya sakit! Dia pasti akan minta kau mengerjakan ini dan itu lagi!"

"Mas pastikan hanya hari ini saja, sayang! Mas nggak tega lihat tangan ibu terlu-ka harus beres-beres!"

"Baiklah, tapi aku minta syarat!" ucapan Rumi membuat Fathur menatap penuh tanya.

"Katakan, Dek!"

"Aku mau kerja! Dan kamu harus izinkan aku kerja, aku tak mau terus di hi na oleh ibu dan keluarga kamu yang lainnya. Hanya karena aku tak punya penghasilan! Aku lelah di ren dahkan oleh mereka!" permintaan Rumi membuat Fathur tercengang.

"Dek! Kamu mau kerja apa? Mas, nggak izinkan kamu kerja. Kamu di rumah saja! Urus rumah dengan baik," jawab Fathur.

"Kalau gitu aku nggak mau ke rumah ibu! Minta saja Mbak Intan atau mbak Hani atau adik tercintamu yang membantu ibu!" jawab Rumi membalikkan badannya kesal.

"Rumi ... Baiklah ... Kamu boleh kerja, Dek!" ucap Fathur saat melihat ibunya datang dan menetap tajam ke arahnya.

"Jadi gimana? Istrimu mau atau tidak? Kalau tidak selamanya nggak usah anggap aku ibumu lagi Fathur!" tanya Bu Sri ketus.

"Kami akan ke rumah ibu sekarang," jawab Fathur.

"Bagus! Jangan lama!"

Mendengar jawaban putranya membuat Bu Sri tersenyum lebar kemudian pergi bersama dengan Fikri, Abang kedua Fathur.

Fathur hanya bisa menghela napas panjang. Sesungguhnya dia begitu berat mengizinkan Rumi bekerja, dia sangat takut kehilangan Rumi. Entahlah, dia hanya ingin istrinya hanya bergantung padanya. Dia sangat mencintai Rumi, namun dia juga tak bisa tegas kepada ibunya. Hingga tanpa sadar selalu menyakiti hati istrinya.

1
Atun
kapan cere nya sih
mooociii
laki bini sama² tolol semua, mau² nya di di suruh²
mooociii
ogah banget gue punya laki kayak gini, mending ga nikah klo model suaminya kyak gini
Sapna Anah
katanya Hana kerja anak orang kaya TPI masuk rmh sakit sudah sekali nyaru duitnya💪💪💪
Sapna Anah
s dona ini katanya kerja ko tiap hari ada d rmh shi🤦
Sapna Anah
saudara dan ibunya avtor sinting semua takut sama istri
VaNiLaLuLaBo
Allahuakbar.... di sinilah UJIAN MASYARAKAT... kita DIHITUNG,adak kita ini membantu pengurusan jenazahnya?
VaNiLaLuLaBo
mati jln penyelesaian bg orang2 zalim yg tak pernah mau mengakui kezalimannya... untung juga dia mati... kurang beban dosa berpanjangan... sempat atau tidak pertaubatannya hanya dirinya sendiri yang tahu.. Nauzubillahiminzalik.....DIHARI PERHITUNGAN nnt apakah nasib mereka atau kita..?.. ( cereka novel ini banyak pengajaran buat manusia yang mahu berfikir ).... Tahniah Thor...
VaNiLaLuLaBo
begitulah... bila orang zalim,lalu dizalimi masyarakat juga... tiada kesudahan sampai akhir... SUDAH TIDAK ADA KEBAIKAN MANUSIA MEMANUSIAKAN MANUSIA... KEBANYAKAN SIFAT PENZALIM DIIKUTI MASYARAKAT... SAMA2 SALING MENZALIMI... segala cara MENGHALALKAN perbuatan ZALIM.
VaNiLaLuLaBo
betul.... kau anak baik Thur.... keluarga kau jahat pada kau dn Arum... jika kau PANDAI,TIDAK BUTA, dan PEKA, rumah tangga kau boleh dipertahankan... aku kasihan sama Fathur dn Arumi... aku tahu, kau banyak salahnya, salah kau sebab TIDAK PANDAI,TIDAK PEKA DAN BUTA... sedihnya
VaNiLaLuLaBo
kasihannya... 😭
VaNiLaLuLaBo
nyawa manusia menggunakan wang jika mahu hidup.....? wow... gila.... mati jika tak ada wang... hospital yg sepatutnya utk RAWATAN, PERTOLONGAN CEMAS jadi Rumah Sakit..... patutlah dinamakan RUMAH SAKIT,nyawa jadi taruhan dengan wang.... HEBAT.... baru aku faham maksud RUMAH SAKIT.... huuurmmmm
VaNiLaLuLaBo
laaaaaaa kata KAYA .... buruh aja?.. (aku tk hina pekerja buruh ya)...
VaNiLaLuLaBo
kasihan Fathur... dia anak yang baik...adik yg baik... abang yg baik... suami yg baik.... tapi.... TIDAK PANDAI bukan bodoh,,, cuma dia dibodohkan oleh keluarganya sendiri.... MIRIS .... aku sedih dgn nasib yang buruk.... BUTA ... sedihnya....
Rezeki
suka fathur aku..
dia cuma salah langkah tapi hati dan fisiknya tetap pada rumi,
dan membalas dendam ke keluarganya sendiri,walaupun dia ikut hancur.
Rezeki
suka banget mulut enteng elisa ini🤣
syska
ʙᴀɢᴜs sᴇᴋᴀʟɪ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ,..
sᴇᴘᴇʀᴛɪ ᴋɪsᴀʜ ɴʏᴀᴛᴀ...
ᴅᴀɴ ᴍᴇᴍᴀɴɢ ʜɪᴅᴜᴘ ɪᴛᴜ ᴘᴇɴᴜʜ ᴍɪsᴛᴇʀɪ...
𝜚⍣⃝𝄞®™Maxime😈
dahlah jadi janda aja biar sma gua🤣
Hijriani Ibrahim
heran,,, bisanya yg punya rumah malah kalah dengan dona
ayunia
kaaann jadi fajar sadboy endingnya😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!