Sebuah rumah yang menyimpan rahasia besar selama ratusan tahun kini mulai membuat penghuninya terganggu.
Tak hanya gangguan mistis, pemiliknya juga mulai sakit sakitan dan mulai menyadari ada yang aneh dengan rumah yang dia tinggali itu.
Akankah pemilik rumah itu berhasil memecahkan misteri di dalam rumah yang sudah puluhan tahun dia tempati?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ratri Wihardja
"Maaf merepotkan" ungkap Husna
"Tidak apa" jawabnya datar membuat Husna merinding.
"Rissa... kalau perlu aku temani nanti panggil saja" ucap Dirga
"Sekarang saja bagaimana?" tanya Kharissa dan semuanya tertawa karena Dirga terlihat memelas.
"Aku kan harus menemani kak Hatta dan Husna dulu di sini" ucap Dirga
"Kalau begitu jangan menawarkan untuk menemani Rissa, karena Rissa maunya di temani mas terus" jawab Kharissa
"Maaf ya" ungkap Dirga mengecup tangan Kharissa, dan saat itulah Husna juga yang lain bisa melihat Kharissa tersenyum bahkan tersipu malu.
"Cantik ya mas, tidak tersenyum saja sudah cantik apalagi tersenyum" bisik Husna
"Iya" jawab Hatta
"Ayo kita bermain di halaman belakang" ucap Kharissa menuntun anak anak itu.
Kharissa pergi dan mereka mulai menggoda Dirga yang setelah menikah jadi lebih dewasa bahkan lebih sabar menghadapi Kharissa karena dulu dia akan sering serba salah mengahadapi Kharissa yang selalu mengikutinya bahkan tidak pernah mau jauh dari Dirga sekalipun ke kamar mandi, Kharissa akan ikut karena dia beralasan takut Dirga di gigit nyamuk atau mungkin di hinggapi binatang kecil lainnya.
"Kamu harus lihat Kharissa saat dia terus terbangun untuk menjaga Dirga yang sakit demam karena terkena demam berdarah, Kharissa sampai mengundang semua jin yang dia kenal untuk menjaga Dirga agar suaminya itu tidak di ganggu nyamuk" ungkap Dimas membuat Hatta terkekeh.
"Pasti merepotkan" ucap Hatta
"Bukan hanya merepotkan tapi juga membuat seram, bayangkan seluruh rumah ini di penuhi mahluk halus yang energinya bergesekan, ada genderuwo pasukan Barma, Kalandra yang merupakan khodam Hamka, ada Badra anaknya Barma dan beberapa jin dari Jakarta, Peter, Michelle si kuntilanak sekolah, Mimi istrinya Icang juga datang dengan Suga, ada Mumun sundel bolong penunggu rumah Hamka, bahkan batu beliung juga di pegang Kharissa untuk mengusir nyamuk, bayangkan, hanya untuk nyamuk dia melakukan itu" ungkap Bintang geleng geleng kepala.
"Itu tandanya Kharissa benar benar mencintai Dirga, kamu beruntung nak di cintai sepenuh hati dan jiwa oleh Kharissa" ucap Karta
"Om benar, Alhamdulillah saya beruntung mendapatkan Kharissa" jawab Dirga mengusap cincin pernikahan miliknya yang dulu sempat hampir tidak dia sematkan di jari Kharissa karena dia merasa ragu.
"Kami juga ke sini untuk membahas tentang penunggu di perkebunan Wihardja, Hatta khawatir kalau meninggalkan bapak sendiri di rumah dengan anak anak dan ayah" ungkap Hatta
Dimas sudah membahas masalah itu sebelumnya bersama Dirga, tentang teriakan kemarahan yang muncul di perkebunan Wihardja dan juga tentang tiga sosok anak jin yang semuanya punya kesamaan memiliki mata yang terus berdarah bahkan ketiganya terlihat kotor dan lusuh meskipun Sahara sudah berusaha membersihkan mereka.
"Dirga sudah mendengar tentang mereka kak, dan menurut Dirga, tiga anak itu mungkin saja adalah korban tumbal yang tubuhnya belum di temukan, bisa berada di perkebunan atau mungkin di tempat lain" ungkap Dirga
"Hannan mengatakan mereka pernah tersesat di sungai dan ada sosok bayangan besar mengikuti mereka, dan nenek Ratri" ucap Hatta
"Apa Om pernah mendengar nama Ratri sebelumnya?" tanya Bintang
"Tidak, aku tidak pernah mendengar nama itu sejak tinggal di kampung ini" jawab Karta
"Ratri... Sepertinya aku tahu nak" ucap Rukmini keluar dari balik dinding rumah Bintang, membuat Karta terkejut bahkan sampai beristighfar melihat seorang nenek berkebaya hijau muncul di depan mereka.
"Itu khodam Om Bintang pak" bisik Hatta dan Karta mengangguk.
"Siapa itu nek?" tanya Bintang
"Dia seorang pembantu di rumah Belanda yang sekarang jadi milik Karta, dulu rumah itu dimiliki oleh sepasang suami istri keturunan Belanda yang membuka lahan perkebunan karet di sana, hingga kini perkebunan itu jadi milik Karta setelah berpindah nama beberapa kali" jawab Rukmini
"Masya Allah, berarti itu sudah lama sekali nek, nenek kenal sosok itu?" tanya Bintang
"Ya, dia adalah leluhur Karta, namanya Ratri Wihardja, dia menghilang secara tiba tiba dulu dan tidak pernah kembali, anak anaknya mencarinya ke semua tempat tapi tidak di temukan, tanyakan ciri ciri Ratri yang di temui Hannan dan Hisyam, jika iya itu Ratri yang aku kenal, itu artinya dia juga tidak tenang setelah meninggal" ungkap Rukmini
"Kata Hannan, nenek itu giginya hitam semua dan ada bekas luka di pelipisnya, kulitnya keriput dan dia memakai kalung ini, kalung ini di berikan nenek itu pada Hisyam sebelum dia meminta Hannan juga Hisyam berlari secepat mungkin" jawab Karta memperlihatkan kalung berliontin bunga melati dan ada permata berwarna hijau di tengahnya.
"Ya, ini adalah kalung Ratri, ini maskawin miliknya yang di berikan suaminya, dia benar benar Ratri Wihardja leluhur kamu Karta" ucap Rukmini yakin semakin membuat keluarga Wihardja Shok.
"Sepertinya perkebunan itu memang tidak bisa jauh dari nama Wihardja karena dulu leluhur kalian bekerja di sana" ungkap Dimas yang sekarang bisa mulai merangkai semua penglihatan yang dia lihat setiap kali dia mampir ke rumah Karta.
"Ada rahasia besar di balik hilangnya Ratri, aku yakin dia pasti sedang melindungi atau mungkin menghalangi sesuatu untuk bebas" ucap Rukmini
"Tapi nek, kata Hannan nenek Ratri mungkin sudah meninggal karena dia di tangkap bayangan hitam besar itu saat melindungi Hannan dan Hisyam" ucap Hatta
"Innalillahi, itu artinya apa yang di tahan Ratri sudah keluar" gumam Rukmini
"Berhati hatilah, Hatta kalau bisa kamu tetap di sini dulu, perusahaan kamu mungkin bisa di pegang oleh orang lain dulu" ucap Bintang khawatir
"Iya Om, Hatta akan minta ayah untuk menghandle perusahaan, ayah sudah di kenal para karyawan dan pasti bisa memimpin perusahaan sementara" jawab Hatta
"Tapi nak, ayah khawatir dengan kalian" keluh Zakariya
"Ini demi keluarga kita juga Zakariya, demi cucu cucu kita supaya mereka selamat, Hatta di butuhkan di tempat itu" bujuk Karta
"Baiklah besan, saya akan menggantikan Hatta sementara" jawabnya meskipun dia terlihat lemas karena dia juga ingin melindungi keluarganya.
"Sepertinya besok Dimas dan Dirga harus kesana lagi untuk melihat rumah Om" ucap Dimas
"Iya, datanglah karena Om juga sering merasa kelelahan setiap kali bangun tidur di rumah itu, berbeda sekali jika saat di luar rumah" jawab Karta
"Ada sosok lain yang mungkin di lihat anak anak itu?" tanya Bintang
"Ada sosok perempuan berambut putih, Hannah yang melihatnya dan dia tidak memiliki mata" jawab Hatta
"Sahara tidak pernah melihat sosok itu setiap kali lewat ke sana" ucap Sahara
"Aku juga tidak melihatnya" ungkap Rukmini
"Siapa dia" gumam Bintang
ma'af thor mau nanya itu nyonya meneer sudah berdiri sejak taun berapa🤭🤭🤭