Kebencian adalah awal dari kehancuran yg akan ku persembahkan kepada langit, dendam yg terpendam akan ku ukir setajam pedang pusaka, terkadang takdir memang sungguh lucu, dengan sebilah pedang di tangan akan ku tunjukkan kepada langit , dengan sebilah pedang di tangan aku akan menentang takdir langit, dengan sebilah pedang akan ku hancurkan para dewa, dengan sebilah pedang akan ku ukir namaku, dengan sebilah pedang di tangan akan ku ukir namaku sebagai legenda kultivator iblis, kultivator yg paling menakutkan dan paling kejam yg pernah ada.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yusub Gultom, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20. Di Bawah Sinar Rembulan
Ketika gadis itu masih tidur pulas, Xuan membuat beberapa pil. Mulai dari pil pondasi, pil pemulihan tubuh, pil luka luar dan tentunya pil untuk menaikkan kultivasi dan masih banyak lainya.
"Zhi'er ayo bangun." Xuan menepuk- nepuk wajah gadis itu. Sudah beberapa jam gadis itu tertidur namun belum ada tanda-tanda untuk bangun.
Setalah menjelang tengah malam, mata gadis itu mengerjap beberapa kali, dia menatap langit-langit gazebo tersebut, sepertinya dia belum sadar sepenuhnya.
"Apakah kamu belum puas istirahatnya." Tiba-tiba dia mendengar suara membuatnya reflek berteriak.
"Dimana ini?"
Qin Zhi menoleh kearah suara tersebut, lalu mengerjap beberapa kali, akhirnya dia sadar bukan tidur di kamarnya melainkan tidur di luar.
"An'gege," Tiba-tiba gadis itu malu dan menutup matanya, namun masih duduk di tempatnya.
'Oh dewa, kenapa bisa aku tertidur hingga beberapa jam? Apa yang dia lakukan saat aku tidur.'
"Zhi'er, Apakah kamu sudah puas istirahatnya?"
Xuan hanya bisa menggelengkan kepalanya. Bahkan untuk tidur pun sepertinya gadis itu sudah tidak nayaman lagi di tempat tinggalnya sendiri.
"Tunggu disini, Aku mau membersihkan diri dulu, aku punya tempat pemandian disini."
Bukannya menjawab pertanyaan Xuan, gadis itu malah kabur karena malu. Ternyata dari tadi jiwanya belum menempel pada tubuhnya.
Xuan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Qin Zhi. Dia mengeluarkan beberapa makanan dari cincin penyimpanannya, mulai dari makanan restoran, daging panggang dan beberapa lalapan herbal.
Tidak berapa lama Qin Zhi tiba-tiba muncul memakai gaun putih dengan senyuman indah di bibirnya.
"An' gege, dari mana kamu mendapatkan makanan sebanyak ini?"
'Apakah dia meninggalkanku sendirian di sini untuk membeli makanan ini saat aku tertidur?' Wajah gadis itu tiba-tiba berubah.
"Duduklah terlebih dahulu. Tentunya kamu sudah lapar. Kamu masih manusia biasa saat bertemu denganku, tubuhmu masih butuh nutrisi. Aku membelinya di kota Bai Juang saat mampir disana beberapa hari yang lalu."
Xuan sudah menduga pertanyaan ini akan muncul saat Qin Zhi telah tersadar sepenuhnya dari mimpi indahnya.
"Baik An' gege, aku juga sudah lapar, mari kita makan,"
Qin Zhi terlihat lega setelah tau dari mana makanan itu di dapatkan.
Dia duduk dan menikmati hidangan di depannya dengan lahap sambil menatap pemuda di depannya dan sesekali menyunggingkan senyuman. Gadis itu juga sesekali menatap berbagai bola- bola bulat bersinar sebagai cahaya penerangan.
" Zhi'er, Apakah kamu menyukai kalung itu?" Qin Zhi mengelus kalung itu membuat Xuan penasaran sehingga ia bertanya.
"Tentu saja aku menyukainya. Kalung ini sangat cantik dan indah. Aku merasa ada kekuatan lain di kalung ini membuatku merasa nyaman memakainya, namun aku tidak memahaminya."
"Jika kalung itu terlepas dari lehermu sengaja atau tidak sengaja, maka kamu tidak akan pernah bisa bertemu denganku lagi, jaga kalung itu baik baik. Sepuluh tahun aku mengumpulkan sumber daya agar bisa membuat kalung itu."
"Apa? untuk apa kamu membuat kalung ini jika hanya menyakiti hati kita berdua?"
Gadis itu hampir saja membuang kalung itu karena menurutnya tidak berguna. Sepuluh tahun membuat hal untuk yang sia sia.
"Tidak sekarang, suatu saat kamu akan mengerti apa kegunaan kalung itu, untuk saat ini anggap saja kalung itu separuh jiwaku."
"Baik An' gege, aku akan menjaganya dengan nyawaku."
'Aku kan jadi penasaran apa seh kegunaan kalung ini sampai sepuluh tahun mengumpulkan sumber daya hanya untuk membuatnya.'
"Setelah selesai makan kita akan pergi ke suatu tempat agar kamu bisa berlatih dengan fokus."
'Aku berlatih sampai sepuluh tahun agar bisa membuka segel di tubuhnya, jika bukan karena kalung itu aku akan kehilangan dirinya.'
"Baik An' gege, Aku akan berlatih sungguh-sungguh, aku sudah muak dengan kehidupan yang menyedihkan ini." jawab gadis itu riang gembira.
'Akhirnya aku bisa berlatih walaupun telat, apakah aku bisa menjadi kultivator hebat seperti ramalan para leluhur! Umurku sudah dua puluh tiga tahun baru akan memegang pedang sambil mendesah.'
"Baiklah," lalu memeluk pinggang gadis itu secara perlahan membuat tubuh gadis itu sedikit bergetar.
"An'gege, Apa yang ingin kamu lakukan?"
Gadis itu sedikit malu setelah Xuan Memeluknya dengan erat.
"Kita akan pergi Ke suatu tempat yang indah yang tidak pernah di ketahui siapapun selain diriku." Jawab Xuan singkat kemudian mengangkat tubuh gadis itu secara perlahan dan terbang ke udara.
"An'gege, kita terlalu cepat, tubuhku tidak kuat, aku belum pernah terbang."
'Seperti inikah rasanya terbang, kenapa menakutkan?'
Qin Zhi mulai menguasai tubuhnya di udara walaupun tangannya semakin erat memeluk Xuan.
Namun baru beberapa saat di udara wajah gadis itu tiba-tiba berubah setalah mereka tiba di hutan terlarang. Dia tau tempat itu sangat menakutkan. Tubuhnya bahkan bergetar kembali.
"Zhi'er, tenanglah. Apakah kamu lupa bersama siapa? Tempat ini adalah milikku. Walaupun menakutkan bagi orang lain, tapi tidak untukku, hutan terlarang ini sebenarnya hutan yang sangat indah." Xuan menenangkan gadis itu sambil mengelus-elus punggungnya, dia tau gadis itu ketakutan.
"An'gege, Tunggu sebentar. Aku menenangkan diriku dulu."
'Oh Dewa, ternyata selama ini pemuda yang aku tunggu belasan tahun ternyata ada di sekitarku, bahkan aku beberapa kali ikut mencari herbal di wilayah ini bagian luar. Ternyata tempat menakutkan ini adalah rumahnya. Pantasan setiap kesini dulu jantungku selalu berdebar-debar tanpa alasan yang tidak jelas.'
"Berjanjilah suatu hal kepadaku, sebelum aku membawamu ketempat yang indah itu."
Xuan tidak ingin Qin Zhi tau tentang rahasianya terlalu cepat, dia takut sekte salju memperdayai gadis itu karena masih sedikit polos. Cincin segel benua adalah segel tempat mereka sekarang. Jika Klan Dewa tau tentang cincin itu maka akan sangat berbahaya, Xuan belum mempunyai kekuatan saat ini untuk melawan Klan Dewa tersebut.
"Apapun akan kulakukan untukmu, aku adalah milikmu. Apapun rahasiamu itu juga rahasiaku, nyawaku juga adalah milikmu mulai dari sekarang." Jawab gadis itu tegas, seolah-olah dia tau apa yang di khawatirkan Oleh Xuan.
"Terimakasih, aku juga milikmu, Mari kita pergi."
Tiba-tiba mereka menghilang dan muncul di dalam goa Yang lumayan luas. Seperti biasa, Xuan memasang formasi, segel racun dan segel khusus untuk menyegel cincin segel benua tersebut.
"Apa yang dia lakukan?"
Gadis itu diam dan cukup memperhatikan dengan teliti apa yang di lakukan oleh Xuan. Dia juga memperhatikan puluhan hewan buas tingkat tinggi ada di dalam goa itu membuat dia sedikit takut. Namun dia kagum melihat semua keterampilan yang di tunjukkan pemuda itu di hadapannya. Dia juga heran kenapa cincin di jari Xuan bisa membesar, padahal dia tahu cincin hanyalah sebuah penyimpanan barang.
"An" Gege, Di mana kita sekarang, kenapa tempat ini sangat indah." tanya gadis itu setelah mereka berpindah tempat hanya dalam sekejap mata.
'Oh Dewa, bunga bunga ini sangat indah dan tidak terlihat di mana ujung tempat ini, herbal-herbal seperti ini sangat langka di sekte tebing salju, bahkan herbal seperti ini jutaan koin emas. Tidak ada yang tidak berharga di tempat ini, rumputnya saja bahkan sangat berharga, kayu ini jauh lebih mahal, bahkan daunnya bisa memulihkan energi yang terkuras.'
Bunga api, bunga salju lalu memperhatikan formasi di tempat itu, dia tau salju di tempat itu bukanlah salju sungguhan.
Xuan membiarkan Qin Zhi menikmati tempat itu sampai puas, dia tau para wanita menyukai tempat seperti itu, sehingga dia membuatnya lebih awal.
"Zhi'er ayo kita pergi."
Xuan membawa gadis itu kesebuah menara reinkarnasi. Ia menjelaskan bahwa di menara itu waktu akan berbeda dengan di tempat lain di dalam cincin tersebut. Satu tahun di menara itu sama dengan satu hari di luar menara itu dan hanya di tempat tempat khusus di dalam cincin itu yang berbeda waktunya. Diluar tempat-tempat khusus di dalam cincin itu, waktunya sama dengan dunia luar, karena memang cincin itu di rancang untuk segel benua, sehingga waktunya sama dengan benua yang mereka tinggali. Xuan juga mengatakan setelah memasuki menara itu, Qin Zhi seperti terlahir kembali, namun bukan bereinkarnasi.
"An' gege, apa maksudmu seperti terlahir kembali?"
'apakah itu artinya aku akan melupakannya? apakah di dalam menara itu aku akan kembali ke masa lalu sewaktu aku masih kecil, oh tidak, baru juga aku bertemu dengannya.'
"Benar Zhi'er, Sebenarnya aku hanya berlatih selama sepuluh hari saja, namun aku butuh sepuluh tahun agar semua ingatanku kembali." Xuan menjelaskan dengan sedih.
Xuan tau semua resiko nya namun ia tidak ada pilihan, tidak mungkin gadis itu mengikutinya tanpa kekuatan.
"Aku tidak mau berlatih di menara itu." ucap gadis itu tiba-tiba sambil menangis. Dia berisi keras sambil menolak berlatih di menara itu walupun Xuan sudah berulang kali membujuknya.
'Oh Dewa, kenapa? Kenapa harus secepat ini, hanya sedetik kebahagian itu muncul lalu hilang kembali. Apa-apaan semua ini, bukankah ini tidak ada bedanya dengan mimpi!'
"Zhi'er, kamu hanya berlatih setahun di dalam menara itu, itu artinya kamu akan lebih cepat ingat semua masa lalu mu."
'Ais, ternyata tidak mudah mengelabuinya.'
Xuan kembali membujuk Qin Zhi, dia tau itu tidaklah mudah. Dia sendiri butuh sepuluh tahun untuk mengingat semua masa lalunya. Dia juga tau gadis itu sangat cerdas dan tidak mudah di kelabui.
"Aku tidak mau."
Tidak ada penjelasan tetap Tidak mau.
Qin Zhi tetap menolak Keras walaupun Xuan sudah berulang kali membujuknya.
"Baiklah, jika kamu tidak mau." ucap Xuan sambil tersenyum.
'Seharusnya aku lebih dekat dengan beberapa wanita seperti ibuku, bibi Lie dan wanita lainnya, agar aku bisa mengetahui cara membujuk wanita. Sungguh ini pekerjaan yang berat.'
Walaupun begitu Xuan tidak kehabisan ide. Dia membawa gadis itu ketempat semula di bukit bunga. Mereka duduk berdua sambil bercerita panjang lebar. Xuan melakukan berbagai cara agar gadis itu nantinya cepat mengingatnya.
Xuan bahkan membawa Qin Zhi terbang di udara beberapa kali dan membuat adegan-adegan romantis bahkan dia beberapa kali mengecup bibir gadis itu.
Sekarang mereka berpindah ke rerumputan berulang kali berguling-guling, bercumbu seolah olah hanya mereka berdua manusia di dalam cincin tersebut .
Di kejauhan, sepasang suami istri melihat adegan itu dengan mata terbelalak.
"Sa.... Sa.... Sa... Sayang, bagaimana ini! mereka kan belum menikah, kenapa jadi begini?" Celetuk wanita di samping pria tersebut, membuat pria itu gelapan.
"Sayang, biarkan saja mereka, apakah kamu tidak pernah muda? Apakah kamu tidak ingat bagaimana penderitaan mereka berdua? biarkan mereka menyalurkan energi masing-masing."
"Dasar, pria sama saja, baru aja ketemu udah main embat aja." Jawab wanita itu kesal lalu pergi dari sana.
"Sayang, wanita juga butuh kan. Jika tidak, gimana kita membuat keturunan." jawab pria itu sambil mengejar wanita itu.
Kembali kepada Xuan, Dia sepertinya kehabisan ide, tidak ada lagi jalan keluar selain melakukan hubungan terlarang agar ikatan batin dan jiwa terhubung.
"Ah... ih... uh...! Sayang, apa yang kamu inginkan," bisik Qin Zhi dengan nafas yang memburu.
"Aku ingin kamu memasuki menara itu sayang, agar bisa berdiri di sampingku. Kamu tidak akan kehilangan ingatanmu, namun kita harus melakukannya."
Xuan berbisik sambil melihat ke suatu tempat kemudian memasang array pelindung dan menyegel tempat itu.
Dia bukan pemuda bodoh, dia tau ibunya muncul namun sudah terlanjur basah sekalian saja mandi.
"Itu jauh lebih baik sayang, lakukanlah, aku adalah milikmu."
'Oh Dewa, kenapa harus secepat ini, namun aku ikhlas jika ini memang jalan keluarnya. Tidak ada pilihan lain, dia juga orang yang aku cintai, aku akan memberikan segalanya.'
Mereka kembali bergumul dan akan menyalurkan energi masing masing.Di sela-sela menikmati pergumulan itu, mereka akan menyerap energi satu sama lainya, Qin Zhi juga tau kelebihan tubuhnya. Xuan nantinya akan menyalurkan energi murni dari tubuhnya kepada tubuh Qin Zhi dan begitu sebaliknya.
"Ah...ah... Uh... Ayo sa... ya...ng, teruskan enak sekali sa...yang.... Ahh Nikmat sekali sayang. Itu enak sekali sayang, teruskan sayang jangan berhenti."