Saat Dewa Turun ke Dunia
"Satu jari... cukup untuk memusnahkan satu kota."
Dalam sekejap, Kota Tai berubah menjadi lautan abu. Jutaan nyawa lenyap tanpa perlawanan. Di antara seluruh penduduk, hanya seorang anak kecil berusia tujuh tahun yang selamat—Li Tianxuan.
Sebelum menghilang, sosok dewa memasuki tubuhnya.
Sepuluh tahun kemudian, Li Tianxuan melangkah keluar dari Kota Tai yang telah tersegel oleh Formasi Kuno. Namun dunia di luar seolah tak pernah mengetahui kehancuran kota itu. Demi mengungkap kebenaran, ia menempuh jalan kultivasi yang dipenuhi darah, pengkhianatan, reruntuhan kuno, dan peperangan melawan para jenius dari sekte-sekte terkuat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chen Xuan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 — Induk Kadal Naga Kuno
Tanpa memikirkan adanya bahaya disamping nya, Jian Wushuang menatap Li Tianxuan dengan wajah penuh lebam. Pakaiannya berantakan, rambutnya acak-acakan, bahkan sudut bibirnya masih mengeluarkan sedikit darah.
Tatapannya dipenuhi kekesalan.
"Tianxuan... Kau benar-benar menjebakku!"
Li Tianxuan hanya menatapnya datar.
"Aku tidak menjebakmu."
"Kalau bukan kau, lalu siapa yang membuatku masuk ke lorong itu?!"
Jian Wushuang hampir meledak karena kesal.
Bagaimana mungkin dia tidak marah?
Setengah jam sebelumnya, dia masih berjalan sendirian di lorong gua dengan penuh percaya diri.
Namun, semua itu berubah ketika seekor Kadal Naga Kuno raksasa muncul di hadapannya.
Tubuhnya jauh lebih besar dibandingkan Kadal Naga Kuno yang sebelumnya mereka bunuh. Sisik hitamnya tampak seperti baja, sementara sepasang matanya memancarkan tekanan yang membuat udara di sekitarnya bergetar.
Jian Wushuang langsung pucat.
"Ini..."
Dia dapat merasakan dengan jelas aura mengerikan dari makhluk tersebut.
"Ranah Benih Dao Tingkat 1!"
Kesenjangan antara mereka terlalu besar.
Ranah Benih Dao bukan lagi sekadar peningkatan kekuatan spiritual.
Seorang kultivator yang telah mencapai ranah ini sudah mulai memahami kekuatan Dao dan memiliki sebuah Benih Dao di dalam tubuhnya.
Dengan kekuatan seperti itu, bahkan seorang kultivator Ranah Istana Langit hampir tidak memiliki kesempatan untuk melawan.
GRAOOORRR!!
Auman Kadal Naga Kuno mengguncang seluruh lorong.
Jian Wushuang kehilangan keseimbangan dan langsung terjatuh.
Melihat cakar raksasa yang hendak menghantam tubuhnya, pupil matanya mengecil.
"Sial! "
WUSHH!
Jian Wushuang segera melemparkan sebuah jimat.
"Jimat Petir Tingkat 2!"
JEGERRR!!
Petir meledak di hadapan Kadal Naga Kuno.
Tubuh raksasa itu terdorong mundur beberapa meter.
Jian Wushuang tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Dia langsung berbalik dan berlari sekuat tenaga.
"Kadal sialan! Terima ini!"
Tangannya kembali bergerak.
Sebuah jimat berwarna emas dengan aksara kuno muncul di udara.
"Jimat Petir Tingkat 3!"
WUSHHH!
Jimat itu melesat menuju Kadal Naga Kuno.
Detik berikutnya—
BOOOOM!!
Ledakan dahsyat mengguncang lorong.
Api dan petir memenuhi tempat tersebut. Debu beterbangan, menutupi pandangan Jian Wushuang.
Jian Wushuang menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang.
Senyuman puas muncul di wajahnya.
"Ckkk... Memangnya kenapa kalau kau berada di Ranah Benih Dao Tingkat 1?"
"Jimat Petir Tingkat 3 milikku bukan sesuatu yang bisa kau abaikan!"
Namun...
Senyuman Jian Wushuang perlahan membeku.
Dari balik kepulan asap, sebuah bayangan raksasa perlahan muncul.
Sepasang mata merah menatapnya dengan dingin.
Tubuh Kadal Naga Kuno masih berdiri kokoh.
Tidak ada luka berarti di tubuhnya.
Jian Wushuang terdiam selama beberapa detik.
"Sial..."
Tanpa berpikir panjang, dia kembali berlari.
GRAOOORRR!!
Kadal Naga Kuno meraung dan langsung mengejarnya.
Kecepatannya sangat mengerikan.
Dalam sekejap, jarak mereka yang semula puluhan meter menjadi hanya beberapa meter.
Jian Wushuang menoleh.
Ketika melihat kepala Kadal Naga Kuno sudah berada di samping tubuhnya, wajahnya langsung berubah.
"Bagaimana bisa secepat ini?!"
Dia segera mengeluarkan sebuah jimat lain.
"Jimat Bayangan Petir!"
WUSHHH!
Petir menyelimuti tubuh Jian Wushuang.
Kecepatannya meningkat berkali-kali lipat.
Akhirnya, dia melihat ujung lorong.
"Sebentar lagi!"
Itu adalah persimpangan tempat dirinya berpisah dengan Li Tianxuan dan Liu'er.
Tanpa berpikir panjang, Jian Wushuang berbelok menuju lorong sebelah kanan.
Namun...
Beberapa saat kemudian, dia melihat dua sosok berdiri di kejauhan.
Li Tianxuan dan Liu'er.
Mata Jian Wushuang langsung melebar.
"Tianxuan!"
Dia hendak berteriak memperingatkan mereka.
Namun sudah terlambat.
GRAAAORR!!
Kadal Naga Kuno menerjang dari belakang.
BOOOOM!!
Tubuh Jian Wushuang dihantam dengan keras.
"Ughhh!"
Tubuhnya terlempar seperti anak panah dan menghantam dinding gua.
KRAAAK!!
Retakan besar menjalar di sepanjang dinding.
"Jian Wushuang?"
Li Tianxuan sedikit terkejut.
Namun ekspresinya segera berubah serius ketika melihat sosok besar yang muncul dari balik lorong.
Liu'er juga menatap Kadal Naga Kuno dengan wajah tegang. Aura mengerikan memenuhi seluruh gua. Tubuhnya bergetar hanya karena tekanan tersebut.
"Be... Benih Dao..."
Suara Liu'er terdengar sedikit tergagap.
Li Tianxuan menyipitkan matanya.
"Benih Dao?"
Dia tidak menyangka bahwa setelah membunuh satu Kadal Naga Kuno, mereka malah bertemu dengan makhluk yang jauh lebih kuat.
"Apakah dia induk dari Kadal Naga Kuno yang kita bunuh?"
Li Tianxuan menggenggam pedangnya erat.
Dia tahu bahwa pertarungan ini sangat berbahaya. Kekuatan mereka bertiga terlalu jauh dibandingkan makhluk di hadapan mereka.
Namun tepat pada saat itu—
WUSHHH!
Sebuah gelombang energi yang sangat lemah tiba-tiba muncul dari tubuh Li Tianxuan.
Li Tianxuan terkejut.
"Apa?"
Dia bahkan belum sempat memahami apa yang terjadi ketika sebuah benda tiba-tiba keluar dari kantong penyimpanannya.
Cahaya emas memenuhi lorong.
Sebuah liontin berbentuk giok perlahan melayang di udara.
Giok Serpihan Jiwa Dewa!
Li Tianxuan menatap benda itu dengan mata menyipit.
"Giok Serpihan Jiwa Dewa!"
Giok tersebut melayang perlahan menuju Kadal Naga Kuno.
WUSHH...
Cahayanya berkedip beberapa kali.
Satu kali.
Dua kali.
Tiga kali.
Kadal Naga Kuno yang semula hendak menyerang tiba-tiba berhenti.
Sepasang matanya menatap tajam ke arah Giok Serpihan Jiwa Dewa.
Untuk pertama kalinya, makhluk yang begitu mengerikan itu menunjukkan keraguan.
Li Tianxuan memperhatikan perubahan tersebut dengan saksama.
"Apa yang terjadi??"
Tidak ada jawaban.
Hanya keheningan.
Giok Serpihan Jiwa Dewa kembali mengeluarkan cahaya emas.
Setelah beberapa saat, giok tersebut berbalik dan terbang kembali menuju Li Tianxuan.
WUSHH!
Giok itu masuk kembali ke dalam kantong penyimpanan.
Li Tianxuan mengerutkan kening.
Semakin lama, semakin banyak misteri yang muncul dari benda ini.
Namun sebelum dia sempat berpikir lebih jauh—
GRAURRR!!
Kadal Naga Kuno kembali mengaum.
Jian Wushuang yang masih berada di samping kadal Naga Kuno langsung menegang.
"Apa sekarang dia akan menyerang?"
Li Tianxuan memasang posisi bertarung.
Liu'er juga menggenggam pedangnya.
Namun...
Kadal Naga Kuno tidak menyerang.
Makhluk itu justru menatap Li Tianxuan dalam-dalam.
Kemudian pandangannya beralih kepada Liu'er.
Setelah itu, ia menatap Jian Wushuang.
Seolah-olah sedang memastikan sesuatu.
Beberapa detik kemudian—
WUSHHH!
Tubuh raksasanya berbalik.
Tanpa melakukan serangan apa pun, Kadal Naga Kuno berjalan menuju lorong gelap dan perlahan menghilang dari pandangan mereka.
Ketiganya terdiam.
Jian Wushuang bahkan lupa dengan rasa sakit di tubuhnya.
"Apa yang baru saja terjadi?"
Liu'er juga mengerutkan kening.
"Kenapa dia pergi?"
Li Tianxuan tidak menjawab.
Tatapannya masih tertuju pada lorong tempat Kadal Naga Kuno menghilang.
Tangannya perlahan menyentuh kantong penyimpanan tempat Giok Serpihan Jiwa Dewa berada.
Ada sesuatu yang tidak beres.
Kadal Naga Kuno itu jelas memiliki kekuatan untuk membunuh mereka.
Namun setelah melihat Giok Serpihan Jiwa Dewa...
Ia justru pergi.
"Giok ini..."
Li Tianxuan bergumam pelan.
"Apakah dia memiliki pikiran sendiri?"
Di dalam lorong yang gelap, suara langkah Kadal Naga Kuno semakin menjauh.
Namun sebelum benar-benar menghilang...
Makhluk itu berhenti sejenak.
Ia menoleh ke belakang. Sepasang mata merahnya kembali menatap ke arah Li Tianxuan.
Kemudian...
Barulah tubuhnya menghilang sepenuhnya di balik kegelapan.
Li Tianxuan berdiri diam.