Indonesia
NovelToon NovelToon
ALENSKY

ALENSKY

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Action
Popularitas:9.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sinho

Kembali dengan kisah keluarga Nugraha, kali ini adalah generasi termuda, ALENSKY yang berpindah tempat kuliah untuk sebuah ketenangan, namun pada akhirnya kembali pada pertarungan antara Cinta, Persahabatan dan Kekuasaan.

Perpaduan kisah yang menyeret kita untuk menggunakan emosi dan hati saat membacanya, ada kalanya ketidak Adilan yang lama membelenggu akhirnya harus terlepas oleh seseorang yang punya keberanian.

Persembahan sebuah Novel dari Author Sinho, semoga memberikan kesenangan dan manfaat bagi para pembaca.

Salam, sehat, semangat dan jangan lupa bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sinho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Alen 16

Kaki Draja rasanya sudah gemetaran dari tadi, berusaha untuk menenangkan dirinya tapi nyatanya tidak bisa.

"Sial, apa yang harus aku lakukan, kenapa juga Alen nekat kesana" Draja komat kamit sendiri, otaknya bekerja cukup keras untuk mencari jalan keluarnya.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, tak percaya dengan apa yang dilakukan Alensky saat ini.

"Lepaskan dia, dan kalian boleh berbuat sesuka kalian dengan ku" Alen lalu mendekati Meriya dan dua temannya.

"Bagus, sepertinya kau mulai tau diri" ucap Meriya dan melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Murni, di ikuti dengan Nirina dan Soraya.

"Alen, jangan" ucap Murni yang kini semakin ketakutan akan apa yang akan terjadi selanjutnya.

Meriya tak memperdulikan apapun lagi, menarik rambut Alensky kencang hingga Alensky terjatuh di kakinya, sungguh pemandangan yang membuat banyak orang terkejut sekali.

"Alensky!" Teriak Murni akan berlari mendekatinya, tapi tangan Alensky memberi tanda untuk berhenti di tempatnya.

"Keluar dari sini, pergilah, Draja ada di luar, pergi sejauh yang kalian bisa" ucap Alensky.

Dan kali ini tamparan cukup keras mendarat di wajahnya.

"Alen_!"

"Pergi!" Teriak Alensky.

Murni berlari, dan diluar sana Draja menghampiri, di tengah tangisan Murni yang nampak kacau Draja langsung memeluknya.

"Sudah, kita pergi, aku akan lapor ke salah satu dosen, ayo!" Draja lalu membawa Murni.

Di tempat lain, seseorang dikejutkan dengan kabar yang tengah tersebar, dimana seorang mahasiswi baru tengah membuat masalah dengan Meriya, hingga saat ini sedang menanggung akibatnya.

"Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Vito pada Galen.

"Entahlah, coba aku tanya mereka" dan Galen segera pergi menemui salah satu dari mereka, menggali informasi yang akhirnya membuatnya kembali berlari menghampiri.

"Ada apa?" Vito mulai cemas.

"Ada di kelas Farmasi"

"Alensky?" Tanya Vito.

"Iya siapa lagi, Meriya tengah menghajarnya, kita harus menghentikannya sebelum Tranaka melihat ini semua!" Teriak Galen yang kini sedang berlari di susul oleh Vito di belakangnya.

Sampai di tempat kejadian, Galen langsung berteriak kencang memperingatkan.

"Lepaskan dia Meriya!" Teriaknya.

Meriya langsung menatap tajam ke arah Galen dan juga Vito yang sudah mendekati nya.

"Jangan ikut campur Galen!" Teriak Meriya dengan wajah penuh amarah, sementara disana Alensky tengah menahan tangannya yang di injak oleh Meriya.

"Shit!, apa yang kau lakukan Meriya?!, kau lupa dia di bawah perlindungan Tranaka?!" Teriak Vito saat melihat keadaan Alensky saat ini.

"Diam!, aku tigak peduli, dan aku akan meremukkan wajahnya kalau perlu!" Teriak Meriya seperti orang kesetanan saja.

Sementara ke dua temannya tidak mau membantu lagi, takut akan ancaman Galen dan juga Vito tentang Tranaka yang melindungi nya.

Pada akhirnya, Galen terpaksa mendorong kaki Meriya untuk menjauhi Alensky, terjadi pertarungan sengit yang akhirnya di menangkan oleh Galen dan juga Vito yang membantu nya.

"Kurang ajar kalian!" Teriaknya kesal.

Sementara Alensky sudah berdiri dan di bawa Vito pergi.

"Kau sudah tidak waras Meriya, kau sudah seperti orang gila!" Teriak Galen, lalu meninggalkannya begitu saja.

Alensky duduk di sebuah kursi yang ada di taman, lututnya sedikit berdarah, tangan kanannya lecet dan memerah, sementara di sudut bibir nya ada bercak darah.

Galen nampak cemas, mondar mandir kesana kemari menunggu Vito yang sedang mengambil sesuatu untuk membantu Alensky yang masih duduk tenang dari tadi.

"Kau juga, kenapa ada di kelas itu dan cari masalah dengan Meriya?" Ucap Galen dengan kecemasan yang nampak di wajahnya.

"Dia yang membuat masalah, bukan aku" jawab Alensky.

Galen terkejut dengan jawaban Alensky, kenapa wanita ini tenang sekali, sementara dirinya khawatir setengah mati.

"Ya Tuhan, kenapa kau tidak pergi saja saat bertemu dengannya?"

"Memangnya dia malaikat maut, sampai aku harus takut" sahut Alensky.

Vito datang membawa plaster dan juga obat cair dan salep untuk mengobati Alensky.

"Biar aku bantu" tangan Vito hendak meraih wajah Alensky.

Namun dengan cepat Alensky menepisnya.

"Aku bisa sendiri" ucap Alensky.

Galen dan Vito hanya menggeleng kan kepalanya, menatap Alensky yang masih mode tenang membersihkan luka-luka nya dan menutupnya.

"Tidak sakit?" Tanya Vito yang dari tadi meringis sendiri karena pernah merasakan perihnya luka di kulit saat di obati.

Alensky hanya menjawab dengan kedua bahunya yang terangkat sesaat.

Sementara Galen terdiam, terpaku melihat seolah Alensky tak merasakan apapun, bukannya wanita itu biasanya akan menangis atau setidaknya merintih dengan luka seperti itu?

"Ada apa dengan wanita ini, dia bahkan tak mengeluh sama sekali" batinnya.

Alensky berdiri, melemparkan sisa obat ke arah Vito yang menangkapnya cepat, lalu berbalik dan melangkah pergi.

"Alensky!" Teriak Galen yang akan mengejar nya, namun tiba-tiba seseorang menghadang mereka.

"Ada yang bisa menjelaskannya hal ini?" Tranaka sudah berdiri sambil menatap tajam ke arah Galen dan Vito yang berada di samping Alensky.

Semua masih terdiam, hingga akhir Tranaka berjalan pelan mendekati Alensky, lalu berhenti dengan jarak hanya beberapa Centi.

Alensky merasa tidak nyaman, posisinya terlalu dekat dengan Tranaka saat ini, bahkan hembusan nafas laki-laki itu bisa di rasakan di wajahnya.

Niat hati akan mundur beberapa langkah saja, tapi justru tangan Tranaka mencekal lengannya.

"Sudut bibir mu membiru?" Tranaka meletakkan jari jemarinya menyusuri bibir Alensky.

"Ck, lepaskan" Alensky berusaha menyingkirkan tangan Tranaka dari wajahnya, tapi tak bisa.

"Siapa yang melakukan ini?" Tanya nya lagi.

"Hanya luka kecil, singkirkan tangan mu, aku mau ke kelas sekarang" Alensky berhasil mundir dan berjalan pergi meninggalkan Tranaka yang masih terdiam dengan tangan yang sudah mengepal.

"Bisa kalian jelaskan?!" Tranaka membentak Galen dan Vito yang masih saja terdiam.

Galen akhirnya angkat bicara, mengatakan apa yang sudah di lihatnya, dan tidak tau pasti kenapa Alensky menerima perlakuan Meriya begitu saja.

"Aku membantu mengobati lukanya, tapi sepertinya Alensky _" Vito tak melanjutkan kata-kata nya.

"Ada apa dengan Alen?" Tanya Tranaka dengan tatapan penuh penasaran.

"Dia bahkan seperti tak merasakan sakit sama sekali" lanjut Vito.

Tranaka berbalik cepat, menuju ke sebuah tempat, di sana Alensky mulai terlihat lagi, memasuki ruang kelas yang sama dengannya, dan saat Tranaka akan menghampiri, Dosen yang akan mengajar telah tiba.

Terpaksa, Tranaka hanya bisa duduk di kursi tepat di samping Alensky, sesaat tersadar, rupanya bukan hanya luka di bibirnya, lutut yang di balut dan jari jemari tangan yang memerah cukup untuk membuat Tranaka semakin murka.

Bukan hanya perlakuan Meriya yang membuat nya marah, tapi kenapa Alensky membiarkannya, padahal melawan dirinya saja dia bisa.

"Kau baik-baik saja?" Akhirnya Tranaka tak tahan melihat keadaan Alensky saat ini.

"Hem" jawabnya cukup singkat.

"Benar Meriya yang melakukannya?" Tanya nya lagi, dan kali ini sambil menarik kursi Alensky hingga begitu dekat dengannya.

Alensky hanya menghela nafas dan mengangguk memberikan jawaban.

Sampai akhirnya pelajaran terakhir selesai, Tranaka langsung beranjak dari tempatnya dengan sebuah pesan di katakan,"Tunggu disini, jangan kemana-mana, Vito dan Galen akan menjaga mu"

Tranaka keluar dari kelasnya dengan wajah yang lumayan suram, tak ada lagi senyuman, fokusnya saat ini mencari seseorang sampai ketemu.

Yuk mana Komennya, Jagan lupa LIKE ,VOTE, dan HADIAHnya ya.

1
Nurul Ambar
wah mungkin tranaka jodohx alensky
Sinho: Amin, semoga kak😍
total 1 replies
Mutia
Aduh Alen...knp jadi spt wanita murahan...dg gaun yg dibelah....
Sinho: Aken agak membuat sensasi kayaknya kak😍
total 1 replies
Mundri Astuti
dasar samanya berdua ... mang jodoh nya si Ale kali yak 😛
Sinho: makasih komennya kak
total 1 replies
Siti Aisah
kurang -kurang thor lgi seru udah habis aja.. pokoknya sehat selalu🤗
Sinho: makasih kak😍🙏
total 1 replies
Siti Aisah
ternyata naka tak bisa jauh-jauh dari ci cantik ,lanjut sampai begadang aku baca nya thor.... mengejar karya mu 🤗
Sinho: Makasih kak😍
total 1 replies
Siti Aisah
jangan di paksa nnti alensky nanti kabur😄
ismi
lanjut kak,,kok sekarang cuma satu babgk kayak dulu 2/3 bab 😭😭
Sinho: sabar kak, nanti ada Doble up lagi😍
total 1 replies
Siti Aisah
lanjut pinisiran.. awas kau naka ada rahasia antra kamu dan ibu marni😜
Siti Aisah
mulai ....membuat teka teki 🤭
Siti Aisah
belum kapok tu Mak Lampir belum di hajar sm ci cantik
Siti Aisah
naka tenang alen hanya menunggu waktu nanti ci memey bakal memohon ..
Siti Aisah
hajar alen hajar akupun sudah tidak sabar🤭
Siti Aisah
sekali kibas tamat kamu memey
Siti Aisah
tidak tahu saja kalau hati alensky dan tangannya sudah ingin mengacak-acak😜
Siti Aisah
sabar-sabar.. tahan nnti ledakan...
Siti Aisah
wah naka kamu pelecehan, mengambil kesempatan dgn alasan satu milier🤣
Siti Aisah
jeng..jeng Siapakah dia ??
Siti Aisah
ternyata alensky sudah tak perawan lgi bibir mu, bayangkan 2x ayo hajar itu pejantan🤭
Siti Aisah
aku mah ga kasian sma alensky.. pasti di hatinya sudah ingin menghancurkan.. kasian mah ci murni menderita nya kamu selalu di siksa😢
Siti Aisah
lanjut... dasar soplak ci alensky😜
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!