Indonesia
NovelToon NovelToon
Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Anak Kembar Yang Kusembunyikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Penyesalan Suami / Lari Saat Hamil
Popularitas:23k
Nilai: 5
Nama Author: Tientien AQuariuzz Girllzz

Zhafira Nayara Humaira, gadis berparas cantik, namun yatim piatu. Memiliki kepribadian lembut, ramah dan tegas dalam bersikap. Kini sedang berkuliah lewat jalur beasiswa.

Tak sedikit Mahasiswa yang ingin menjadikan pacar tapi selalu ia tolak secara halus, karena ia tak ingin fokusnya terganggu. Hingga ia menerima Bryan, pria yang selalu ada untuknya. Mereka memutuskan untuk menikah siri dan tinggal di aparteman yang sama.

Setelah wisuda selesai, Bryan izin pulang ke Jakarta, Zhafira sering mual dan muntah. Di tengah ketidaknyamanan, Zhafira tak sengaja menyaksikan siaran langsung di TV. Brian, suaminya sedang melangsungkan pertunangan dengan wanita cantik, elegan.

Seketika dadanya seperti tertusuk jarum besar, perih dan menyakitkan. Bersamaan itu ia baru saja mengetahui kalau dirinya sedang hamil.

Bagaimana ia menghadapi kenyataan pahit itu? Mampukah ia bertahan demi nyawa yang dikandungnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tientien AQuariuzz Girllzz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 BELAJAR KOMPUTER

SELAMAT MEMBACA !!!

Keesokan paginya, Devan sudah bangun dari pagi-pagi sekali. Ia pun meminta Mila untuk membantu mencuci mukanya.

Sementara itu, Fira dan Naya masih terlelap nyenyak di kamarnya Fira. Suasana rumah juga masih sepi dan hening.

Devan kecil menarik tangannya Mila, "Mbak, antar Devan ke kamarnya Daddy ya!" serunya dengan pelan seperti berbisik, takut membangunkan Mama dan adiknya.

Mila tersenyum sambil menggandeng tangan Devan kecil, "Baik Tuan muda kecil, Mbak akan antar sampai ke depan pintu kamarnya Daddy ya."

Devan menganggukan kepalanya, mengerti sambil memegang tangannya pengasuhnya dengan erat.

Tok tok tok

Pintu diketuk dari luar oleh Mila, tapi belum ada tanda-tanda orang yang bangun. Mila mengetuk sekali lagi pintunya dengan agak keras.

"Mas, bangun dulu. Itu ada orang yang mengetuk pintu dari luar. Takut ada yang penting!" bisik Amara yang mendengar ada orang yang mengetuk pintu kamarnya dari luar.

Haikal membuka matanya, "Mana ada orang ketuk pintu, Yang. Apa kamu bermimpi, Yang?" tanya Haikal tak percaya.

Tapi seketika ia juga diam, ia juga mendengar ada orang yang membuka pintunya. Ia buru-buru turun dari ranjang, lalu memakai bajunya.

Ceklek

Pintu dibuka dari dalam, wajah Devan berbinar, melihat orang yang membuka pintu itu adalah Daddynya orang yang ingin dicarinya.

Mila yang tak enak hati, lalu ia berucap, "Mohon maaf, Tuan. Tuan Muda Devan meminta diantarkan ke kamar anda. Maaf jika saya mengganggu jam istirahat anda," ucap Mila sambil menunduk.

Haikal mengerti, pasti ada sesuatu yang akan disampaikan putranya itu kepadanya, sehingga pagi buta begini sudah rapi dan minta diantarkan ke kamarnya.

"Tak apa-apa, Mbak. Silahkan kalau mau istirahat lagi, lagian masih jam tiga belum subuh. Biarkan Devan sama saya," jawab Haikal.

Ia kemudian membawa Devan ke dalam kamarnya sambil gendongnya ke dalam pelukannya, mereka duduk di sofa yang berada di dalam kamar itu.

"Apa ada yang mau dibicarakan, Sayang?" tanya Haikal dengan lembut sambil mengusap kepalanya Devan kecil yang berada dipangkuannya.

Devan menatap wajah Daddynya, "Dad, bolehkah aku belajar komputer dengan Daddy?"

Haikal membelalakan matanya dengan lebar, tak percaya dengan apa yang diucapkan anak kecil yang baru akan berusia satu tahun minggu depan itu.

"Devan mau main apa, Sayang? Apa Devan mau main game? Nanti Daddy belikan playstation ya?" tanya Haikal masih diliputi rasa terkejutnya.

Devan menggeleng-gelengkan kepalanya, "Aku hanya ingin bisa bermain komputer, Dad. Aku tak mau main game." jawabnya dengan mata berbinar.

Haikal menganggukan kepalanya, berusaha percaya dengan putranya itu. Meskipun dibenaknya ia masih tak percaya dengan alasan Devan ingin bisa bermain komputer.

"Baik, akan Daddy ajarkan. Nanti Daddy belikan komputer yang kecil buat kamu ya. Sekarang Devan ikut tidur lagi dengan Daddy dan Mommy ya. Besok kita beli komputer dulu ya!" seru Haikal menggendong Devan menuju ranjangnya.

Devan tersenyum cerah, matanya berbinar penuh harap. Ia memeluk lehernya Haikal dengan erat, hatinya sangat bahagia akan dibelikan komputer oleh Haikal. Ia ingin belajar banyak tentang komputer, sehingga ia bisa mencari tahu dimana sebenarnya Papanya berada.

Amara yang merasakan ada orang yang tidur di sebelahnya, ia membuka matanya seketika langsung terbuka lebar melihat siapa yang tidur di sebelahnya.

"Kok Devan bisa ikut tidur di sini, Sayang?" tanya Amara dengan suara selak khas orang baru tidur.

Devan menganggukan kepalanya, sambil tersenyum. Lalu ia membalikan tubuhnya menghadap ke arah Haikal kemudian memeluk tubuh Haikal dengan erat.

Amara yang bingung bertanya dengan kode tapi Haikal hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya, ia juga belum tau kenapa tiba-tiba anak sekecil dia mau belajar komputer.

Adzan subuh berkumandang di hapenya Fira. Ia bangun tapi kaget melihat di samping kanan putranya tak ada di sebelahnya.

Ia turun dari ranjang, lalu berjalan ke arah pintu penghubung kamarnya dan kamar si kembar, tapi ia juga tak menemukan putranya.

"Mil...Mila...bangun Mil. Kamu lihat Devan nggak?!" tanyanya panik sambil membangunkan pengasuh anak-anaknya.

Mila membuka matanya, "Tuan Muda Devan berada di kamarnya Tuan Haikal, Mbak. Tadi jam tiga ia minta dibantu mencuci muka dan minta diantarkan ke kamarnya Tuan Haikal. Mungkin sekarang dia masih disana," jawabnya dengan sopan.

Fira menganggukkan kepala, mengerti. Ia kemudian kembali ke kamarnya untuk sholat subuh dulu. Naya masih terlihat pulas tidurnya, tak tau kalau kembarannya berada di kamar Daddynya.

Sinar matahari mulai menerobos dibalik tirai kamarnya Haikal dan Amara. Setelah sholat subuh mereka tidur lagi sambil memeluk tubuh putra kecilnya.

Mereka bangun dari tidurnya, Devan tak perlu dibangunkan sudah bangun sendiri. Ia tak sabar ingin pergi membeli komputer dengan Daddynya.

"Morning, Dad, Mom!" sapa Devan dengan semangat empat lima.

"Morning, Sayang. Mau kemana sih? Kok semangat sekali?" tanya Amara dengan penasaran.

Devan yang ditanya tersenyum sedikit, lalu ia menjawab, "Aku mau beli komputer dengan Daddy, Mom. Tapi jangan bilang sama Mommy ya, aku mau belajar komputer dengan Daddy, biar aku bisa mencari uang, membantu Mama dan Daddy." jawabnya dengan semangat dengan wajah berbinarnya.

Amara melototkan matanya, "Kamu itu masih kecil, Sayang. Kamu seharusnya masih main mobil-mobilan dengan Naya, bukan mencari uang!" tegur Amara dengan pelan, ia tak mau putranya dewasa sebelum waktunya.

Devan hanya tersenyum sambil merentangkan tangannya minta gendong Haikal yang sudah rapi, ia hari ini sengaja libur untuk menemani Devan mencari komputer.

"Mas! Benar nih si Devan mau belajar komputer?" tanya Amara masih tak percaya dengan ucapannya Devan.

Siapa sih yang percaya jika anak berusia satu tahun itu mau belajar komputer. Membaca saja belum bisa, itu pendapat Amara. Tanpa semua orang sadari, ia selalu belajar huruf dan merangkai huruf dengan Mila.

Mila juga sangat senang mengajarkan Devan membaca, karena Devan sangat cerdas. Diajari sekali dia sudah langsung bisa. Beda dengan Naya yang masih terlihat sama dengan usianya yang belum genap satu tahun.

"Biarkan saja, Sayang. Siapa tahu, Devan memang ingin jadi ahli komputer ya, Sayang. Tapi ingat jika Devan sudah pintar, ilmunya tak boleh digunakan untuk kejahatan!" pesan dari Haikal kepada Devan.

Amara masih tak percaya, "Hmmm...Sayang. Kalau belajar komputer kan harus sudah bisa baca nih. Memangnya Devan sudah bisa baca?"

Devan langsung mengangguk mantap, Amara dan Haikal melototkan matanya lebar, "APA...?!" teriaknya bareng.

Kaget tentu saja. "Ya Allah kelebihan apa yang engkau berikan kepada anak kecil ini," dalam hatinya.

Amara mengambilkan buku di sebelah meja tidurnya Haikal. "Sayang, ini ada buku. Coba Mommy ingin dengar apa benar kamu sudah bisa membaca!" perintah Amara.

Devan menganggukan kepalanya, ia mengambil buku yang diberikan Mommynya dan mulai membaca dengan pelan, walaupun belum lancar tapi Devan memang benar ia sudah bisa membaca.

Tepuk tangan menggema di kamarnya Haikal dan Amara. "Putra Mommy memang the best, nanti mau Mommy kasih hadiah apa waktu ulang tahunnya?"

Devan terdiam sejenak memikirkan kado apa yang ingin dimintanya tapi ia menggeleng kepalanya pelan belum ada yang ingin dimintanya.

"Devan, Sayang. Siapa yang mengajari Devan membaca?" tanya Haikal yang penasaran siapa yang kira-kira yang sudah berjasa membantu putranya belajar membaca. Ia akan berterima kasih kepada orang itu.

1
Erna Fkpg
emang the best si devan💪💪🙏🙏🙏
kaylla salsabella
mbak mila
Sri Angga
hebat anak 1 tabun dh bs bc!!🤭
Sri Supriatin
Mb Mila yg ngajarin komputer dad 🤭🤣🤣
sunaryati jarum
Devan super jenius
Rohana Omar
1 bab je ke....penasaran aq di buatnya🤣🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Pinter - pinter , sudah memiliki.banyak kosa kata Si Kembar.Semoga saat ulang tahun kembar ,Bryan mengikuti mertuanya untuk merayakan ulang tahun kembar.Emak harap Amara regera diberi keturunan, jika kembar sudah ketemu Bryan papanya, tidak kesepian
pojok_kulon: Amiinn
total 1 replies
sunaryati jarum
Sehat selalu Baby Devan dan Naya,waah Kak Calista bikin gemes ingin melindungi twins.
pojok_kulon: Terima kasih doanya
total 1 replies
Sri Supriatin
semoga ide Haikal nemuin Brian terlaksana🙏🙏🙏
pojok_kulon: Aminn
total 1 replies
kaylla salsabella
jangan sampai kembar membenci papa nya
pojok_kulon: Iya Kak Kaylla
total 1 replies
kaylla salsabella
jangan sampai kembar membenci papa nya
Erna Fkpg
wih hebat si kembar baru satu tahun udah lancar bicaranya 💪💪🙏
pojok_kulon: Alhamdulillah
total 1 replies
kaylla salsabella
Bryan terkecoh🤣🤣
pojok_kulon: Heheheee
total 1 replies
Sri Supriatin
Semoga pelacakan anak buah Brian gercep cari jejak si twin... 💪💪💪
pojok_kulon: Iya Kak Sri..nggak tau tuh bagaimana cara mencarinya lelet
total 1 replies
Erna Fkpg
duh kak Calista yg bikin kaget itu kamu bukan aunty 😂🙏🙏🙏
pojok_kulon: Hehehe Bocil ya biasa Kak
total 1 replies
Erna Fkpg
wah selamat Fira untuk kelahiran si kembar 💪💪💪🙏🙏🙏
pojok_kulon: Terima kasih Kak Erna
total 1 replies
Sri Supriatin
Selamat kelahiran twins yg ditolong dgn kesakitan papa Brian 🙏🙏🙏
pojok_kulon: Terima kasih Kak Sri
total 1 replies
sri wahyu
kak penulisan kata "Hampa" yg bener bukane "Hamba"
sri wahyu: Sama2 kak semangat
total 2 replies
Muji Lestari
lanjuttt Thor dah tak sabar ini tggu cerita selanjut nya
pojok_kulon: Siap Kak Muji..terima kasih sudah mampir
total 1 replies
kaylla salsabella
selamat buat fira dan Bryan sekarang udah jadi orang tua😍😍😍
pojok_kulon: Terima kasih Kak Kaylla
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!