Indonesia
NovelToon NovelToon
Sistem Om Level Dewa

Sistem Om Level Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Dikelilingi wanita cantik / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: kiyoe

Hidup tenang Bayu sebagai karyawan sekaligus selebgram hancur seketika saat ia harus mengasuh enam keponakan perempuannya yang super aktif. Namun, kemunculan "Sistem Om Level Dewa" mengubah segalanya dengan menjanjikan kekayaan tak terbatas asalkan ia berhasil membuat para keponakannya bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Wush.

Angin sore berhembus sangat sejuk menyapu permukaan air kolam renang yang biru jernih.

Suasana di halaman belakang mansion mewah Pondok Indah itu terasa sangat hidup dan menyenangkan.

Bayu duduk bersandar di kursi malas pinggir kolam sambil menatap keenam keponakannya dengan senyuman puas.

Mereka semua sudah mengganti baju dengan pakaian renang baru yang dibeli di mall kemarin siang.

Cika dan Luna duduk di tepi kolam sambil menendang-nendangkan kaki kecil mereka ke dalam air.

Byur.

Percikan air mengenai wajah Sinta yang sedang sibuk menata alat pemanggang di dekat taman.

"Cika, Luna, jangan memercikkan air ke arah makanan ya, nanti dagingnya jadi basah!" tegur Sinta sedikit berteriak.

"Maaf Kak Sinta, airnya sangat dingin dan segar sekali," balas Cika sambil tertawa kegirangan.

Bayu beranjak dari kursi malasnya dan berjalan menghampiri Sinta yang sedang menyiapkan arang.

"Sini biar Om saja yang menyalakan apinya Sinta, kamu duduk saja menemani Rara di sana."

"Tidak apa-apa Om Bayu, Sinta sudah biasa membantu Mama menyalakan kompor arang di rumah dulu," tolak Sinta halus.

Bayu tetap mengambil alih kipas sate dari tangan keponakan tertuanya itu dengan lembut.

"Di rumah ini kamu adalah seorang putri Sinta, jadi biarkan pelayan atau Om yang melakukan pekerjaan kotor."

"Duduklah yang manis dan tunggu sampai daging wagyu seharga jutaan ini matang sempurna."

Sinta akhirnya mengalah dan berjalan menuju meja bundar tempat Rara sedang memakan es krim cokelatnya.

Sshhh.

Suara desisan keras terdengar saat lembaran daging wagyu merah segar itu menyentuh besi pemanggang yang sangat panas.

Aroma gurih dari lemak daging yang mencair langsung memenuhi udara di sekitar taman belakang tersebut.

"Baunya enak sekali Om Bayu, perut Kania jadi semakin lapar menciumnya," ucap Kania yang baru saja keluar dari dalam rumah.

"Tunggu sebentar lagi ya, daging semahal ini tidak boleh dimasak terlalu matang agar rasanya tetap empuk."

Bayu membalik daging itu dengan capit besi dan mengoleskan saus madu pedas ke atas permukaannya.

Di dalam hatinya, Bayu merasa sangat bersyukur bisa memberikan kehidupan yang layak seperti ini untuk keluarganya.

"Baru dua hari yang lalu aku bingung memikirkan cara membeli mie instan untuk mereka."

"Sekarang aku sedang memanggang daging yang harganya setara dengan gajiku selama tiga bulan di kantor lama."

Trrrrt trrrrt.

Ponsel Bayu yang tergeletak di atas meja bundar tiba-tiba bergetar panjang menandakan ada panggilan masuk.

Sinta melirik layar ponsel tersebut dan langsung tersenyum penuh arti ke arah pamannya.

"Om Bayu, ada telepon masuk dari Tante Alya yang cantik itu."

Mendengar nama Alya disebut, tangan Bayu sedikit bergetar hingga capit besinya nyaris menjatuhkan daging panggang.

"Tolong angkatkan sebentar Sinta, tekan tombol pengeras suaranya karena tangan Om sedang kotor."

Sinta mengangguk lalu menekan tombol hijau di layar ponsel Bayu sesuai instruksi.

"Halo Bayu? Selamat sore, apakah aku mengganggu waktumu?" sapa suara lembut Alya dari seberang telepon.

Bayu langsung berdeham pelan mencoba menormalkan nada suaranya agar terdengar keren.

"Sore juga Alya, tidak mengganggu sama sekali kok, aku hanya sedang bersantai di rumah."

"Syukurlah kalau begitu, kamu sedang sibuk apa sore ini Bayu bersama keponakan-keponakanmu?"

"Aku sedang membuat pesta kecil-kecilan Alya, kami sedang memanggang daging wagyu di halaman belakang."

Terdengar suara tawa kecil yang sangat merdu dari ujung telepon Alya.

"Wah kelihatannya seru sekali ya pesta daging panggang di sore hari, aku jadi sedikit iri mendengarnya."

"Aku baru saja pulang dari kantor dan kepalaku rasanya pusing sekali melihat tumpukan laporan."

Mendengar keluhan manja dari Alya, insting Bayu langsung bekerja sangat cepat memikirkan sebuah rencana jitu.

"Kalau kamu sedang pusing, kenapa tidak ikut bergabung saja ke sini Alya?"

"Daging yang aku beli sangat banyak dan kami berenam pasti tidak akan sanggup menghabiskannya malam ini."

Hening sejenak dari ujung telepon membuat jantung Bayu berdegup sangat kencang karena gugup menunggu jawaban.

"Apakah tidak apa-apa Bayu? Nanti aku malah merepotkanmu dan merusak acara keluargamu."

"Sama sekali tidak repot Alya, keponakanku juga pasti sangat senang jika ada kamu di sini."

Sinta langsung mendekatkan wajahnya ke arah ponsel dan ikut berteriak menyetujui ucapan pamannya.

"Iya Tante Alya datang saja ke sini, daging buatan Om Bayu baunya sangat enak loh!"

Alya kembali tertawa mendengar celoteh riang dari Sinta tersebut.

"Baiklah kalau Sinta yang memaksa, Tante akan datang ke sana sekarang juga."

"Bayu, tolong kirimkan alamat rumahmu lewat pesan ya agar aku bisa mencarinya pakai aplikasi maps."

"Oke Alya, aku akan membagikan lokasiku sekarang juga, hati-hati di jalan ya." Klik.

Panggilan terputus dan Bayu langsung mengusap wajahnya dengan punggung lengannya yang bersih.

"Yes! Dia mau datang ke sini Sinta, ini adalah kemajuan yang sangat pesat."

Bayu buru-buru mengambil ponselnya dengan tangan kiri dan mengirimkan titik lokasi mansion Pondok Indah itu ke nomor Alya.

Ting.

Hanya dalam waktu beberapa detik, balasan pesan dari Alya langsung masuk ke ponsel Bayu.

"Bayu, kamu tidak salah mengirim titik lokasi kan? Ini kan area perumahan elit Pondok Indah."

Bayu tersenyum tipis membaca kepanikan kecil dari wanita pujaannya tersebut.

"Tidak salah kok Alya, aku memang baru saja pindah ke rumah baru di kompleks ini sore tadi."

"Datang saja sesuai titik peta itu, aku akan menyuruh satpam depan untuk membukakan gerbang untukmu nanti."

Alya hanya membalas dengan emotikon terkejut dan mengiyakan pesan Bayu tersebut tanpa banyak bertanya lagi.

Satu jam kemudian, langit Jakarta mulai berubah warna menjadi jingga keunguan yang sangat indah.

Lampu-lampu taman di sekitar kolam renang mansion Bayu sudah menyala memberikan kesan mewah yang hangat.

Bayu sudah memindahkan setumpuk daging panggang yang sudah matang ke dalam piring-piring besar.

Tin tin.

Suara klakson mobil berbunyi pelan dari arah gerbang depan mansion.

Bayu menekan tombol di remot kecil yang ada di sakunya dan gerbang besi raksasa itu terbuka secara otomatis.

Sebuah mobil city car berwarna merah melaju pelan memasuki halaman depan mansion yang sangat luas tersebut.

Bayu berjalan ke depan untuk menyambut kedatangan tamunya sementara anak-anak masih asyik makan di belakang.

Cklek.

Pintu mobil merah itu terbuka dan Alya melangkah turun dengan wajah yang masih terlihat sangat syok.

Alya mengenakan kemeja kerja berwarna biru muda yang lengannya digulung sebatas siku dan celana kain hitam.

Meskipun pakaiannya sederhana, namun kecantikannya di bawah sorot lampu taman benar-benar membuat Bayu terpukau.

Alya menutup pintu mobilnya dan menatap bangunan mansion megah di depannya dengan mulut sedikit terbuka.

"Bayu, apakah ini benar-benar rumahmu?" tanya Alya dengan suara yang nyaris berbisik karena tidak percaya.

"Tentu saja ini rumahku Alya, selamat datang di kediaman baru keluarga Pratama."

"Ayo masuk lewat pintu samping saja, anak-anak sudah kelaparan menunggumu di taman belakang."

Bayu membimbing Alya berjalan menyusuri jalan setapak berbatu yang dihiasi lampu lantai di sebelah rumah.

1
Adelina Lin
thor,gimana ibunya anak anaknya gk diceritakan lagi
kiyoe: heheh iyaa nanti muncul kok kak ibu dari keenam anak² itu 🙏
total 1 replies
Wega Luna
yu, ponakan2 mu itu bisa dibuat model juga🤣🤣🤣🤣🤣
Wega Luna
apa gunanya sistem kalo tidak memberi peringatan, jangan sampai lah terjebak terlalu jauh ,semoga ketahuan,
Adelina Lin: thor jangan sampai rencana busuknya si vanya terlaksana, kasihan bayu dan keponakannya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!