Indonesia
NovelToon NovelToon
Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Biar Luka Itu Kubawa Pergi, Letnan!

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Penyesalan Suami / Menikahi tentara / Tamat
Popularitas:914k
Nilai: 4.8
Nama Author: Deyulia

Selama tiga tahun, Nayra mendedikasikan hidup untuk suaminya, Lettu Ardana Prajakelana. Seorang pria abdi negara yang merangkap profesi sebagai psikolog kesatuan. Semua terjadi karena perjodohan.

Namun, menjelang usia pernikahan yang ke ketiga, sebuah nama lain justru sering digaungkan Ardana. Mantan kekasihnya kembali, mengemis harap dan memohon Ardana menceraikan Nayra. Lalu apa yang akan terjadi dengan pernikahan Ardana dan Nayra setelah mantan kekasih Ardana kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deyulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Benar-benar Pergi/ Kuretisasi Tiana Ketahuan

     Beberapa saat setelah kepergian Ardana, Nayra menangis sejadi-jadinya. Sentuhan dan perhatian kecil yang tidak pernah ia rasakan selama ini, tiba-tiba menghampirinya disaat hatinya punya tekad kuat untuk pergi.

     "Jangan buat hati Nayra goyah, Mas? Kenapa tidak kemarin-kemarin seperti ini? Oh...Nay tahu, semua Mas Arda lakukan karena Mas Arda mau menikahi Tiana. Dan, sekarang Mas Arda ingin ambil hati, Nay? Tenang saja Mas, Mas bisa menikahinya bahkan bukan hanya siri."

     Nayra segera bergegas ke atas setelah tangisannya reda. Ia tidak mau tekad dan keputusannya goyah, hanya karena perhatian kecil Ardana tadi. Ia harus sesegera mungkin pergi dari rumah ini.

     Tatap mata Nayra sendu, air matanya kembali menetes deras saat ia menatap rumah itu untuk yang terakhir kali.

     "Selamat tinggal Mas Arda," gumamnya seraya menutup kaca mobil grab yang ia tumpangi.

     Di jok samping teronggok tas jinjing dan koper ukuran sedang yang ia penuhi dengan beberapa potong baju dan barang penting miliknya.

     Mobil itu segera pergi meninggalkan depan rumah Ardana yang menyimpan banyak kenangan. Mungkin hanya kenangan sedih yang Nayra rasakan, sebab selama ini ia merasa tidak pernah dicintai.

     "Selamat tinggal Mas Arda, semoga kamu bahagia," gumamnya seraya mematikan ponselnya untuk menghilangkan jejak.

     Air mata itu kembali turun semakin deras, saat ia mengingat kedua orang tuanya dan orang tua Ardana. Di sini Nayra merasa sangat berdosa, sebab pergi tanpa sepengetahuan mereka.

***

     Ardana tiba di kesatuannya. Setelah apel pagi, ia menuju ruangannya. Di dalam ruangan itu, kesibukan dimulai.

     "Letnan Arda, kemarin sore Komandan memanggil Anda. Sayangnya Letnan sedang bertugas ke RSAU. Sepertinya ada hal penting yang akan disampaikan Komandan," lapor salah satu rekan Ardana berbaju ASN, tidak lupa memberi hormat.

     "Oh ya? Ada hal apa ya?" gumamnya bertanya-tanya.

     "Apakah, saya disuruh menghadap?" tanya Ardana.

     "Sepertinya begitu. Tapi, hari ini Komandan tidak ada," ujar rekan Ardana sembari sibuk dengan lembar kerja di atas mejanya.

     Ardana berpikir keras, ada apa Komandan sampai mencarinya?

     Siangnya setelah jam istirahat, Ardana segera meluncur ke RSAU, masih terkait Tiana. Sebelum ia ke ruangan Tiana, Ardana mampir dulu ke ruangan Dokter Arkana.

     Dokter Arka menyambut Ardana seperti biasa. "Bro, gimana-gimana?"

     Di dalam ruangan dokter Arka, tidak ada lagi suasana formal, mereka menyapa layaknya di luar kantor.

     "Ya...seperti inilah. Aku masih menjalankan tugas dengan baik, termasuk tugas darimu."

     "Bagus. Ini, rekam medis pasien spesialmu, Bro," ujar dokter Arka seraya menyerahkan map rekam medis milik Tiana.

     Ardana membuka map rekam medis milik Tiana, ia sedikit penasaran dengan sakit yang sering Tiana alami terkait reproduksi yang pernah salah satu perawat sampaikan padanya dua hari lalu.

     "Lalu, sakit fisik yang diderita pasien Tiana itu apa?" tanyanya.

     "Kamu bisa cari tahu di dalam rekam medis itu, Bro." Dokter Arka memberi petunjuk seraya tangannya sibuk meraih tumbler minum.

     "Incomplete Abortion?" gumamnya membaca jejak rekam medis Tiana beberapa hari yang lalu. Ardana mengerungkan keningnya heran.

     "Untuk lebih jelasnya tanya saja Dokter Tifany yang cantik itu, hehe," sahut dokter Arka diimbuhi tawa kecil.

     "Alah, kenapa mesti bertanya pada dokter Tifany, kamu juga pasti tahu apa itu incomplete abortion," tukas Ardana kesal.

     "Bukan apa-apa, aku takut salah menjelaskan. Lagipula, aku masih sibuk, Bro. Pergilah, temui dokter Tifany," usir dokter Arka.

     Ardana bangkit dan pamit dari ruang Ardana. Ia memang sangat penasaran, dengan kondisi sakit yang pernah diderita Tiana selain kejiwaan.

     Ardana kini sudah di ruangan dokter Tifany. Ia tidak bertanya secara langsung, melainkan berpura-pura memperlihatkan map jejak rekam medis Tiana di depan dokter Tifany.

     "Sakit fisik yang dialami pasien Tiana tempo hari, apakah erat kaitannya dengan kondisi kejiwaannya yang terguncang, Dok?"

     Dokter Tifany meletakkan kursor sejenak, lalu menatap Ardana sekilas.

     "Bisa iya, bisa tidak. Tapi, bisa jadi sakit fisik yang dialaminya penyebab kejiwaannya sedikit terganggu, bisa saja ia trauma karena masalah itu," ujar dokter Tifany, perlahan mulai membuka tabir apa sebenarnya sakit yang dirasakan Tiana beberapa hari ini.

     Ardana masih belum paham, ia mengerutkan kening dalam.

     Dokter Tifany akhirnya menjelaskan sakit yang sering dialami Tiana beberapa hari ini apa.

      "Namanya Incomplete Abortion, kondisi rahim yang belum bersih dari sisa jaringan kehamilan atau janin, baik setelah keguguran spontan maupun prosedur kuretase yang tidak tuntas."

     "Artinya?" Ardana melontarkan pertanyaan dengan nada terkejut.

     "Artinya Nyonya Tiana pernah mengalami keguguran, dan sepertinya tidak dilakukan secara medis sehingga masih meninggalkan sisa kuretisasi yang belum bersih," terang dokter Tifany.

     "Oh ya?" gumam Ardana tidak percaya.

     "Iya. Itu makanya Nyonya Tiana sering mengalami sakit hebat di bawah perutnya," pungkas dokter Tifany mengakhiri perjumpaan mereka di ruangannya.

     "Tiana pernah hamil dan keguguran? Lalu siapa yang menghamilinya sampai ia keguguran?" Sepanjang menuju ruang perawatan kejiwaan, Ardana tidak henti berpikir.

     Ardana sudah tiba di dalam ruang perawatan Tiana. Kondisinya menurut perawat dalam keadaan stabil. Saat ini Tiana terlihat tertidur pulas. Sehingga saat Ardana tiba di sana, ia tidak mengetahuinya.

     "Kalau dia pernah hamil dan keguguran, kenapa tidak pria yang menghamilinya saja yang dipaksa dan diajaknya menikah?"

     "Akhhh...ya ampun...."

     Ardana gelisah. Dia seperti baru saja tersadar dari mimpi yang terlalu lama membuainya.

     "Mas Arda...kamu sudah di sini?" Tiba-tiba Tiana bangun, wajahnya ceria saat melihat Ardana. Tapi Ardan tidak mendekat, dia masih shock dengan penjelasan dokter Tifany tadi.

     "Maaf, Tia. Kamu masih harus istirahat, agar besok pulang sudah sangat baik," tukas Ardana tanpa senyum.

     "Dan...rencana kita itu akan segera terlaksana, kan, Mas?" sambung Tiana sambil tersenyum tipis.

     Ardana menatap Tiana sekilas. "Jangan dulu pikirkan hal lain. Kamu harus segera pulih dan pulang," bujuknya terkesan perhatian. Ardana belum berani mengatakan masalah sakit yang diderita Tiana, sebab takut membuat Tiana stres kembali.

     Jam delapan malam Ardana pulang, ia sedikit lega karena pulangnya kali ini agak siang. Ia bertekad harus menemui Nayra, dan bicara padanya.

     Keadaan rumah sudah benderang dengan lampu. Ardana segera menyusur menuju ruangan favorit Nayra, dia yakin istrinya belum tidur jam segini.

     Tok tok tok.

     Pintu diketuk tiga kali, namun tidak ada jawaban. Ardana belum menyerah. Tapi sayang, masih belum ada jawaban dari dalam.

      "Ok, mungkin kamu sudah tidur dan masih menyimpan kesal padaku. Besok kita harus bicara, mumpung aku libur," gumamnya mengalah, lantas ia bergegas pergi menuju kamarnya.

    Keesokan harinya, dapur yang biasanya tercium harum makanan di jam segini, tapi kali ini harum makanan atau kopi hitam buatan Nayra, belum ada tanda-tanda dibuat.

     Ardana heran, lalu segera ke dapur. Namun, konsisi dapur lengang. Tidak ada makanan dan kopi pahit kesukaannya.

     "Nay...Nayra...kamu di mana?" carinya menuju taman belakang.

     "Nay, Nayraaaaa," ulangnya lebih kuat. Namun sayang, Nayra tidak menyahut, membuat Ardana bingung, di mana Nayra.

1
Ade Chubi
kebanyakan readers kalo tokoh utama nya di khianati suami nya ,readers suka langsung nyuruh minta cerai 😁walopun gak dapet apa apa
Lina Zascia Amandia: Iya Kak betul. Gtegetan readersnya kayaknya...
total 1 replies
Boru Angin
lanjut enak cerita nya 👍
Lina Zascia Amandia: Silahkan Kak... 🙏🙏
total 1 replies
Boru Angin
aneh sekali punya suami kayak gitu
irma hidayat
cerita yang bagus
Tatan Utari
Apa ga salah Bandung / Bogor sampai 6 jam
vera tri
kesel liat nay ..terlalu lemah😢
vera tri
tinggali aj nay..ngapain menunggu orang yg tidak mencintai kita😢
Siti Saodah
pasti yng liatin itu si jalang Tiana
Siti Saodah
harusnya si Tama jangan menggangu rumah tangga nayra, meskipun dia dulu menemani nya dan cuma mau ketemu Nara,dia harusnya menghargai Arda
Siti Saodah
cukup Naira,kasian Arda dia sudah berusaha dan membuktikan kalau dia berubah
Siti Saodah
aku sampai nangis Thor di episode ini😭😭
Lina Zascia Amandia: Ya Allah, maafkan saya ya Kak, udah buat Kakak menangis... 😢😢😢🙏🙏
total 1 replies
Siti Saodah
tapi aku yakin kalau misalnya si Arda gak tau Tiana pernah hamil dia bakal tetep nikahi jalang nya itu
Siti Saodah
bodoh kalo kamu berfikir seperti itu nai,kamu rela di sakiti hanya karena punya mertua baik fikirkan kebahagiaan mu nai
Siti Saodah
dasar laki gak punya perasaan istri lagi demam bisa bisa nya di gagahi
Siti Saodah
ya lagian si nayra pengen banget di sentuh,udah tau kaki dingin gitu masih aja bertahan
Nok Denok
kirain cerita Bagus,,ga taunya cerita Oneng,,lebayy
Lina Zascia Amandia: Terimakasih Kakak. Maaf sudah lebay, karena si Onengnya udh ditinggal pergi oleh Bajuri...
total 1 replies
Zheevanya Putri
penulis ny lebay apa" d ksh note apa apa d note udah gitu pake curhat segala..
Lina Zascia Amandia: Hahhaa... maafkan saya yg lebay ya. Ini bentuk protes sy kepada pihak NT Kak. Masa iya nulis lelah2 tidak dpt reward. Maaf juga mental seseorang tdk sama satu sama lain. Mungkin saat kecewa sy bisanya lebay seperti apa yg kakak katakan. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Sholawat Nariyah
AUTHOR MEMUAKKAN..
WANITA di jadikan objek perlakuan semena suami
Lina Zascia Amandia: Maaf ini hanya hiburan. Saya tidak bermaksud memberi kesan kalo wanita adalah objek semena2 suami. Kakak baca sampai tamat dong.
total 1 replies
Sholawat Nariyah
MEMUAKKAN, cerita ini cerminan dari diri Author yg menjadi Wanita lemah saat ada laki laki yg menginjak injak harga dirinya
Lina Zascia Amandia: Gak juga Kak, saya hanya memenuhi permintaan PF dengan tema Air Mata Pernikahan. Jangan terlalu menjudge dr tampilan isi tulisan ya Kakak cantik. Ini hanya hiburan, kalau gak sesuai jangan memojokkan penulisnya atau menuduh penulis seperti apa yang ditulisnya. Kalau tuduhan Kakak tdk sesuai, maka akan jadi dosa untuk kakak lho. Tapi berhubung saya gak mau menjadikan tulisan sy ini dosa bagi orang lain, saya maafkan Kakak saat ini juga agar saya gak menuntut Kakak kelak di akhirat. Alhamdulillah nama Kakak Sholawat Nariyah, banyak2 baca sholawat agar dpt syafaat dr Kanjeng Nabi Besar kita Muhammad SAW. Makasih kehadirannya ya Kakak cantik. Selamat dunia akhirat. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Nok Denok
mampir Thor,, kayaknya bagus nih, tp letak paragraf awalannya sedikit mengganggu
Lina Zascia Amandia: Wah, makasih byk Kak.... paragraf awal? Ok, saya cek? Ganggunya di mananya, biar sy perbaiki. 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!