Indonesia
NovelToon NovelToon
RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat / CEO
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: Lullabyyy

Anjani Pitaloka Notokoesoemo terbiasa hidup serba kecukupan, apapun yang ia inginkan pasti mampu ia dapatkan, termasuk jabatan yang sekarang ia pakai.

Anjani adalah perempuan yang berpengaruh di dunia bisnis. Dia mempunyai kekuasaan, gelar dan harta melimpah.

Tidak hanya itu, Anjani juga mempunyai suami seorang CEO di perusahaan ternama. Siapapun pasti tergiur dengan kehidupan pribadinya, tentu juga menilai bahwa dia adalah perempuan yang kehidupannya sangat sempurna.

Namun, setelah lima tahun pernikahan, Anjani mengetahui Syahrul Bhaskara telah berselingkuh dengan seorang sekretaris bernama Yeshika Larasati.

Hidup Anjani seperti berhenti, dan otaknya berpikir, ternyata selama ini ia tidak pernah mendapatkan cinta dari suaminya?

Semalaman menangis, akhirnya ia memutuskan untuk diam. Alih-alih mengemis cintanya lagi, ia membiarkan mereka bermain, dan ia menyelidiki seberapa jauh mereka berselingkuh untuk ia jadikan objek balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lullabyyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Hingga Lupa Makan

Besoknya, Anjani benar-benar dikejar deadline dari pagi. Harus mendatangi rapat ketika ia baru saja tidur selama dua jam. Tidak sempat sarapan, tidak sempat untuk memasak, semua ia tinggalkan demi mengejar jadwal.

Karena menangis terlalu lama, Anjani menjadi demam, pelayan dan suaminya bingung mengobati Anjani bagaimana karena ia tidak ingin dibawa ke rumah sakit. Baru bisa tidur pukul empat pagi, lalu pukul enam sudah ditelepon Abbas untuk memeriksa laporan untuk rapat pertama.

Dan sekarang, setelah pertemuan panjang di Singapura, ia baru mendarat ke bandara nasional tepat di jam dua siang lebih lima belas menit.

Karena terkendala waktu, Anjani setelah turun dari pesawat segera berlalu pergi meninggalkan Abbas di belakangnya. Beberapa orang berlalu-lalang membawa koper dan tas, ia melewati mereka dengan tenang, sedangkan di tangannya membawa blazer coklat dan tas kerjanya.

Abbas berusaha mengikuti langkah kaki Anjani, ia sedikit berlari tanpa berkomentar apapun, sebab ia tahu mereka berdua harus segera menghadiri rapat selanjutnya di kota ini.

"Nyonya!" Panggil Abbas dari kejauhan, ia menjinjing tas hitamnya lebih tinggi, lalu berlari lebih cepat. Angin menerpa seluruh tubuhnya hingga rambutnya bergoyang dan dasinya tergerak mengikuti arah angin.

Anjani berhenti melangkah, memiringkan wajah dan melirik Abbas dari balik kacamata hitam yang ia kenakan. Sejak kapan pria itu tertinggal jauh di belakangnya?

Abbas berhasil berhenti di samping Anjani. Ia langsung merundukkan badan dan kedua tangannya bertopang pada kakinya yang menekuk. Dia terengah-engah hingga deru napasnya terdengar jelas.

"Nyonya, setelah rapat ini masih ada acara makan bersama untuk menya---"

Sebelum ucapan Abbas berhasil selesai, Anjani segera memotongnya dengan tegas, "Batalkan. Beritahu saja kalau aku punya pertemuan lain."

"Tapi Nyonya, aca---"

Anjani menatap Abbas malas, untung ia memakai kacamata hitam jadi sekretarisnya tidak tahu bagaimana cara pandangnya ke dia, lalu ia kembali memotong ucapan Abbas, "Itu hanya perkumpulan basa-basi. Kamu datanglah sebagai wakilku, beritahu kalau ada yang penting."

Tanpa menunggu keputusan Abbas, Anjani langsung melangkahkan kaki lagi. Acara yang dikatakan Abbas adalah acara makan-makan para direktur dan investor sebagai bentuk keakraban dalam proyek barunya.

Anjani tidak ingin ikut dalam acara itu, bukan karena makan malam bersama adalah hal tidak penting, tetapi ia memang ingin mengambil break sebentar. Mengistirahatkan diri sejenak karena mentalnya habis terguncang habis-habisan.

Hari ini saja Anjani melupakan semua kejadian tadi malam. Mengesampingkan seluruh kepentingan pribadinya demi ke-profesionalitas kerjanya. Hatinya yang buruk ia buang jauh-jauh demi menunjukkan dirinya yang penuh wibawa dan tegas.

Ajaran Ayahnya dulu adalah sebagai pemimpin harus bisa mengontrol emosi, bersikap profesional, dan tidak semena-mena ke sesama pekerja. Anjani selalu mengingat itu.

Anjani akhirnya sampai ke parkiran mobil. Ia menatap sopir pribadinya yang sedang merokok tidak jauh dari mobil. Ketika mengetahui kehadirannya, sopir itu segera mematikan rokok dan berjalan ke arahnya.

"Nyonya tidak makan siang dahulu? Sepertinya sejak pagi Nyonya belum makan," kata Abbas sambil membukakan pintu mobil.

Anjani meletakkan barang bawaannya ke dalam kursi mobil, lalu melepas kacamata hitamnya, lalu berucap, "Makan di restoran dekat perusahaan cabang saja. Di sini ramai, kita nggak ada waktu untuk menunggu."

Jika Abbas tidak mengingatkan soal makan siang, mungkin Anjani juga lupa kalau sejak pagi tadi ia hanya memakan satu roti tawar, pisang dan susu di rumah saja. Ia menghela napas dan masuk ke dalam mobil.

Abbas sedikit terkejut melihat wajah atasannya yang memucat. Memang sejak tadi Anjani terlihat lemah, di rapat sebelumnya dia bahkan kurang fokus hingga salah bicara.

Namun, kali ini berbeda, Abbas melihat dari dekat semakin tahu bahwa atasannya tidak baik-baik saja. Dia mempunyai kantung mata, bibirnya tidak berwarna, kulitnya pucat dan warna matanya agak memerah.

"Baik, Nyonya," ujar Abbas mengiyakan permintaan Anjani. Ia menutup pintu mobil bagian belakang, lalu ia masuk ke bagian depan mobil bersama dengan Hann sang sopir.

Han akhirnya membawa mobil hitam yang merek tumpangi meninggalkan bandara. Mereka sibuk dengan kesibukan masing-masing. Abbas sibuk mencatat beberapa catatan yang belum ia tulis, sedangkan Hann sesekali terlihat memperhatikan kegiatan Abbas dan melirik ke belakang kepada tuannya.

Sementara Anjani termenung di belakang, menatap jalanan dan gedung-gedung di luar mobil dengan tatapan kosong. Saat ini, ia kembali luruh dalam perasaannya yang kacau balau bak tornado itu, masih terus memikirkan alasan mengapa suaminya berselingkuh dan kenapa takdir mempermainkan hubungan mereka?

"Aku tidak akan bertanya padamu mengapa melakukan ini, setidaknya untuk sekarang." Anjani membisu, membusuk dalam pikirannya sendiri dan mengabaikan banyak hal di sekitarnya termasuk panggilan dari Hann bahwa mereka telah sampai restoran yang ia beritahu tadi.

1
Ade Chubi
cerita nya bagus
Lullabyyy: Terimakasih kakak😍😍
total 1 replies
Almayra Aya S
mantap bget
Lullabyyy: terimakasih Kak😍😍😍
total 1 replies
ERSANN_
diganti yg kemarin?
Lullabyyy: Yoi kakkkk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!