Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

.

Seorang tetangga terdekat yang tampaknya terganggu oleh keributan mereka, melangkah masuk dengan wajah merah padam. Matanya segera mengenali keberadaan Nabila di sana.

“Oh… ini biang keroknya?” tanyanya dengan wajah penuh ejekan. Setelah itu ia menoleh ke arah Aisyah yang masih berdiri di ambang pintu sambil menggandeng Rangga dan Fatimah.

“Makanya Bu Aisyah, jadi orang itu jangan baik-baik amat. Gini kan jadinya? Ular dipiara, dipatok sendiri kan tangannya? Ngeyel sih dibilangin.” Wanita paruh baya itu menatap Aisyah dengan mencibir.

Aisyah memejamkan matanya mendengar itu. Ya… dia memang salah. Sebelum ini beberapa tetangga sudah memperingatkannya untuk tidak terlalu membiarkan Nabila bebas di rumahnya. Bahkan tetangga itu menggunakan serial di ikan terbang sebagai contoh. Tapi dirinya yang terlalu bebal. Mengatakan Nabila adalah sahabat baiknya dan tak akan mungkin mengkhianati dirinya. Sekarang, dia sendiri yang menanggung akibatnya.

“Maksud ibu itu apa?!” Nabila yang merasa tidak terima melotot marah. Dia semakin meronta tetapi Raka juga semakin erat mencekal pergelangan tangannya.

“Jangan membuat masalah lagi!” geram pria itu dengan suara tertahan. Apa lagi saat melihat dari arah gerbang beberapa tetangga lain ikut masuk.

“Wah… Pak Raka…” sapa seorang pria yang rumahnya tepat berada di sebelah kanan rumahnya. “Datang ke rumah istri tua bawa istri muda? Hebat ya, bisa merukunkan istri?”

Wajah Raka seketika merah padam. Bukan marah, lebih tepatnya ia malu. Ia jelas tahu itu bukan pujian tapi sindiran. Tetangga itu, Pak Amin, dia yang dulu menasehati dirinya untuk berpikir panjang sebelum menikah lagi, saat mereka bertemu di rumah pak RT saat ia mengurus berkas pernikahan.

Tapi dia terlalu percaya diri. Dia pikir asalkan dia menempatkan mereka di rumah yang berbeda, asalkan dia memberikan mereka materi yang cukup, maka semua akan beres. Bukan sulut. Dia kan kaya? Mana dia tahu baru beberapa hari menikah kehidupan rumah tangganya akan semrawut seperti ini? Aisyah bersikap dingin, sementara Nabila berubah menjadi begitu egois.

“Maafkan saya atas keributan ini, Bapak dan Ibu,” ucap Aisyah sambil memegang kepala Fatimah yang menyembunyikan wajah di perutnya.

“Maafkan aku, Syah,” ucap Raka tak berani menatap wajah Aisyah yang terlihat begitu terluka. “Aku akan membawanya pergi.”

Dengan sekuat tenaga pria itu menarik tangan Nabila dan membawanya pergi dari tempat itu. Ia bahkan tak berani menatap wajah Rangga yang begitu dingin. Juga wajah tetangga yang terlihat begitu senang atas apa yang ia alami.

Sesampai di mobil, ia menghempaskan tubuh Nabila dengan kasar. “Kamu bikin aku malu, Nab!” geramnya tertahan. “Ngapain kamu pake nyusulin aku ke sini? Dengar ya! Aku tidak suka dengan sikapmu yang seperti ini.”

“Kok kamu nyalahin aku sih, Mas?” Nabila tidak terima Raka memarahinya. “Jelas-jelas kamu yang salah. Kalau kamu tidak ke sini aku tidak akan datang ke sini.”

Wanita itu memegangi pergelangan tangannya yang memerah akibat kerasnya cengkeraman Raka. Lalu memalingkan wajahnya menatap lurus ke depan. Kenapa bisa jadi seperti ini? Bukankah biasanya istri kedua itu yang paling disayang? Istri kedua biasanya mengalahkan istri pertama. Tapi kenapa malah dirinya seperti kalah pamor di hati Raka? Bukankah Raka begitu tergila-gila pada dirinya? Tapi kenapa pria itu sama sekali tak bisa melupakan Aisyah?

Raka mengemudikan mobil dengan kesal, hingga ia terus menambah kecepatan.

"Mas... Kamu gila, ya? Aku belum mau mati!" teriak Nabila ketakutan. Wanita itu berpegang erat pada pegangan yang ada di atas pintu.

Namun Raka seakan tuli. Yang ada dalam otaknya hanya kemarahan karena Nabila membuat rencana untuk berbaikan sama Aisyah semakin berantakan.

*

Sementara itu di rumah Aisyah…

Fatimah sudah tertidur karena lelah menangis. Kini tinggallah Aisyah dan Rangga yang masih duduk bersandar di atas ranjang.

“Apa ibu marah sama Rangga?” tanya bocah itu pelan setelah beberapa saat lamanya mereka terdiam. Kepalanya menengadah ke atas menanti jawaban dari ibunya.

Aisyah menatap wajah putranya dengan pikiran tak menentu. “Apa Rangga sudah tahu kalau Rangga melakukan kesalahan?” tanya wanita itu.

“Rangga tidak sengaja,” jawab Rangga mengalihkan pandangan dari ibunya. Anak itu menundukkan kepalanya, tapi tetap tidak mau mengakui bahwa yang ia lakukan adalah hal yang salah. Karena baginya, sebagai seorang kakak dia harus melindungi adiknya.

“Rangga marah waktu lihat adik Fatimah dibuat jatuh lalu menangis. Adik pasti sakit,” ucap Rangga mengungkapkan apa yang ia rasakan. "Karena itu Rangga balas ke Tante Nabila."

Aisyah tersenyum lalu melingkarkan tangannya di belakang punggung Rangga lalu menarik putranya ke dalam pelukan. “Ibu tahu niat Rangga baik, Rangga ingin melindungi Adik," ucapnya. “Tapi bukan berarti yang Rangga lakukan tadi itu baik. Lain kali tidak boleh seperti itu lagi, ya.”

Rangga kembali mengangkat wajahnya dan menatap ibunya. “Ibu tidak marah sama Rangga?” tanyanya penuh harap.

Aisyah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Tentu saja Ibu marah," jawabnya membuat kepala Rangga kembali tertunduk. Aisyah bahkan merasa punggung tangannya yang menggenggam tangan bocah itu basah.

“Tapi Ibu sudah memaafkan Rangga,” lanjutnya membuat Rangga spontan menatap ke arahnya dengan wajah berbinar. Matanya yang berkaca-kaca berkilat cerah. “Ibu hanya tidak ingin putra Ibu menjadi anak yang kasar. Tidak boleh membalas kejahatan dengan kejahatan. Apa Rangga mengerti?”

“Humm.” Rangga mengangguk cepat. “Rangga sayang Ibu sama Adik,” ucapnya lalu menghambur memeluk tubuh ibunya. “Nanti kalau Rangga sudah besar, Rangga tidak akan membiarkan siapapun melukai Ibu dan Fatimah.”

“Hebatnya putra Ibu.” Aisyah mempererat pelukannya.

“Kenapa sekarang Tante Nabila jahat. Dulu tidak, tapi sekarang jahat.” Suara Rangga kembali terdengar.

“Orang jahat suatu saat akan menerima hukumannya sendiri,” ucap Aisyah. "Yang jelas Ibu tidak ingin Rangga berbuat seperti tadi, ya?” Aisyah membelai kepala Rangga dengan penuh kasih sayang.

“Karena Ibu tidak mau hatimu yang bersih menjadi kotor. Ibu sendiri yang akan memberikan hukuman pada wanita jahat itu,” lanjut Aisyah dalam hati.

Rangga mengangguk dalam pelukan ibunya. Anak itu juga melingkarkan tangannya di pinggang sang ibu. Namun, mungkin Aisyah tidak menyadari. ada luka di balik diamnya sang putra. Luka yang digoreskan oleh ayahnya sendiri.

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!