Indonesia
NovelToon NovelToon
Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Identitas Tersembunyi Gadis Gunung

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Identitas Tersembunyi
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Nike Julianti

Seorang gadis berusia menjelang 16 tahun, tinggal dan tumbuh di gunung sejak usianya 3 tahun. Tinggal bersama sng kakek, setelah kedua orang tua nya meninggal karena kecelakaan.

Qaisara Aulia Syahrizky, gadis yang memiliki 2 sahabat makhluk tak kasat mata. Memiliki banyak keahlian, menyembunyikan identitasnya.

Happy Reading All🥰🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terangkatnya Beban Hati Aulia

"Jadi lu mau balik?" tanya Danish, Aulia mengangguk

"Hiks... ingin ikut, tapi besok ulangan." ucap Dhira merengek, Aulia tersenyum.

"Lain kali, saat liburan semester satu. Ayo kita main ke kediaman ku, tapi... apa kalian ga takut? Karena rumah ku, ada di dalam hutan." balas Aulia

"Lu aja betah, masa gue ga. Mau mau mau... beneran ya, liburan semester kita main ke sana." ucap Dhira, Aulia mengangguk

"Iya, ayo kita ke sana." jawab Aulia

"Kalo gitu, kita balik ya. Lu ati-ati, kalo ada apa-apa kasih tau kita." ucap Arkan, Aulia mengangguk lagi

"Bu Ulfa, kita pulang ya." ucap Dhira berpamitan, meski terlihat enggan. Bu Ulfa tersenyum, beliau mengusap pelan rambut Dhira.

"Hari Minggu juga, sudah kembali lagi nak Dhira." ucap bu Ulfa, melihat Dhira yang keberatan di tinggalkan Aulia.

"Tapi lama bu, Kamis, Jum'at, Sabtu... tuh... 3 hari ga ketemu bu. Nanti kalo kangen gimana?" protes Dhira,, membua Aulia terkekeh

"Ck... udah sana balik ah, gue mau berangkat." ucap Aulia, membuat Dhira memanyunkan bibirnya

"Iya iya... Assalamu'alaikum" ucap Dhira, setelah mencium punggung tangan bu Ulfa. Di susul dua pria di belakang Dhira, Danish ikut dengan Arkan dan Dhira.

"Wa'alaikum salam" jawab bu Ulfa dan Aulia

Teman-teman Aulia yang lain, mereka sudah pulang 30 menit yang lalu. Hanya ketiga sahabatnya yang belum, karena Dhira yang merajuk.

"Bu, Lia berangkat ya." ucap Aulia, di angguki bu Ulfa. Pak Amir dan bu Ulfa tidak ikut, karena mereka di minta untuk menjaga rumah dan tanaman Aulia.

"Hati-hati di jalan nak, kamu yakin ibu ga perlu ikut?" Aulia tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

"Nggak bu, nanti kan om Vano yang ikut. Aulia ga sendirian" balas Aulia, menenangkan bu Ulfa.

"Kalo ada apa-apa, segera hubungi bapak dan ibu ya." ucap bu Ulfa, dengan ekspresi wajah cemas.

"Iya ibu, harusnya ibu dan bapak. Yang kalo ada apa-apa, segera hubungi Aulia." bu Ulfa mengangguk cepat

"Assalamu'alaikum"

"Wa'alaikum salam"

Aulia pun pergi, di depan sudah ada mobil jemputan.

.

"Selamat sore nona muda, kita langsung ke rooftop. Helikopter sudah menunggu, siap untuk berangkat." ucap om Vano, Aulia mengangguk.

Sama seperti saat Aulia tiba, dia menutupi dirinya. Saat ini, merupakan di jam pulang para karyawan. Sehingga lagi-lagi, membuat keberadaan Aulia menjadi pusat perhatian.

Om Vano berjalan di samping Aulia, saat lift tebuka. Om Vano mempersilahkan Aulia, untuk masuk terlebih dahulu. Hal itu, tentu menjadi para karyawan ramai.

"Itu gadis yang waktu itu kan? Fix... gue yakin, kalo dia adalah pewaris perusahaan ini. Cucu satu-satunya tuan Syahrizky, putri dari tuan Nadhif dan nyonya Almira." ucap karyawan, yang waktu ada saat Aulia datang.

"Bener... gue juga yakin itu, walau dia pakai kacamata. Gue yakin, kalo dia cantik pake banget. Rambut panjangnya, ya ampun keliatan banget lembut dan terawat." balas salah satu temannya

Percakapan itu, membuat karyawan lain mengangguk setuju. Mereka yakin, bila gadis itu adalah pewaris satu-satunya keluarga Syahrizky.

.

.

Selama di perjalanan, Aulia hanya diam menatap ke arah jendela. Rasanya seperti mimpi, bisa mendapatkan obat untuk sang kakek. Padahal selama ini ia diam-diam, membuat obat untuk kakek Pamir. Tapi selalu gagal di uji coba, entah apa yang kurang. Obat herbal langka, sudah ia cari dan di gunakan. Tapi semua zonk, tak ada yang cocok dengan sakitnya sang kakek.

Aulia menunduk, ia memegang bandul liontinnya. Kedua matanya berkaca-kaca, lalu ia menggenggam erat bandul itu. Aulia kembali melihat ke arah jendela, diam-diam mengusap air mata yang menetes di pipi kanan.

'Kakek... kakek akan baik-baik saja, akhirnya Aulia mendapatkan obat umur panjang untuk kakek. Kakek orang baik, Allah memberikan pertolongan Nya.' gumam nya pelan, Aulia menyandarkan kepalanya dan memejamkan kedua matanya.

'Aku.... tidak melawan takdir kan? Ya Allah... semoga ini adalah jalan yang Engkau berikan, kakek adalah segalanya. Aku tau karena sudah salah, terlalu mencintai umat Mu. Hanya saja, aku memang tak sanggup bila tanpa kakek. Engkau sudah mengambil kedua orang tuaku, jangan kakek ku juga. Aku belum siap ya Allah, dan mungkin.... Takkan pernah siap' ucap Aulia dalam hati

Om Vano yang duduk di depan, melihat Aulia dari kaca di depan nya. Melihat raut wajah nona muda nya, terlihat jelas bila ada beban yang sedang dia pikirkan. Om Vano tak sedekat itu, untuk mengajak nona mudanya berbincang. Pria yang sudah dewasa itu, hanya bisa menghembuskan nafas pelan.

"Nona muda, sebentar lagi kita akan mendarat." ucap om Vano, Aulia membuka kedua matanya dan menegakkan tubuhnya. Aulia tersenyum, saat melihat pemandangan yang sudah lama ia tinggalkan.

Helikopter mendarat, Aulia gegas turun dengan tergesa. Ia merindukan pria tuanya, ia merindukan kakenya. Saat turun, ternyata sang kakek tengah berdiri tak jauh darinya. Menatap Aulia dengan senyuman lebar, kakek Pamir merentangkan kedua tangannya.

"Kakek" ucap Aulia, dengan air mata yang akhirnya terjatuh. Dia berlari dan...

GREPP

"Hiks... kakek, Lia rindu..." ucapnya dengan suara bergetar, kakek Pamir terkekeh. Ia mengeratkan pelukannya, membiarkan sang cucu menangis terisak dalam pelukannya.

"Hmmm... kakek juga merindukanmu sayang, ayo kita pulang." jawab kakek Pamir, setelah berdiri cukup lama.

'Jangan biarkan kakek mu terlalu lama berdiri, Lia.' ucap Bilal, Aulia meregangkan pelukannya, tanpa melepaskan kedua tangannya.

"Cerewet" ucap Aulia, dengan menatap Bilal tak suka. Bilal menghembuskan nafas kesal, Kia yang ada di sampingnya hanya terkekeh.

"Ayo pulang kek" Aulia menggenggam tangan sang kakek, seolah genggaman itu takkan pernah ia lepaskan.

.

.

Kini semua orang sudah berkumpul di ruang tamu, mmm... maksudnya ga cuma orang, ada Bilal dan Kia juga. Tak lupa kakek Fauzi om Vano, yang juga ikut berkumpul.

"Lia... Kia bilang..."

"Hmm... Lia tau kakek sedang sakit" potong Aulia, menatap sang kakek sendu.

"Kenapa kakek menyembunyikan semuanya dari Lia? Apa kakek udah ga sayang sama Lia lagi?" tanya Aulia, kakek Pamir menggelengkan kepalanya.

"Bukan, tidak begitu sayang. Mana mungkin kakek tidak menyayangimu, kamu adalaha permata hati kakek. Kakek tidak ingin kamu khawatir, tanpa kakek tau... keputusan kakek menyembunyikan hal ini adalah kesalahan. Karena kamu jadi harus menangis diam-diam, tanpa semuanya tau. Maafkan kakek nak, maaf." jawab kakek Pamir, membuat tangisan Aulia pecah.

Tangisan yang selama ini ia sembunyikan, menangis setelah Kia dan Bilal meninggalkan kamarnya. Tangisan, karena rasa takut di tinggalkan orang penting dalam hidupnya. Kakek Pamir merasa bersalah, ia langsung memeluk cucu kesayangannya.

"Maaf sayang, maafkan kakek. Maaf ya... cup cup..." ucap kakek Pamir, air matanya pun ikut menetes.

"Hiks... kakek tidak tau, setakut apa Lia selama ini. Huhuhu.... Lia hanya bisa memendamnya sendiri, tak ingin membuat kakek semakin memikirkannya. Kakek tidak tau, diam-diam Lia membuat obat untuk kakek. Tapi tak ada yang berhasil, selalu gagal dan gagal. Dan setiap kali gagal, rasa takut di tinggalkan kakek semakin besar. huhuhu..." Aulia mengeluarkan uneg-uneg nya

Membuat semua yang ada di ruangan itu, ikut meneteskan air mata.

"Maaf sayang...

...****************...

Jangan lupa jadiin favorit, kasih like, komen, gift dan vote nya yaaaaa....

1
Zahbid Inonk
wOwww Lita garang banget kamyu 🤭 Aulia jdi mengalah takut toodler gesrek tantrum 🤣
Zahbid Inonk
beu Lita 🤣🤣🤣 hidup jdi berwarna bareng gesrek rungkad 🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
lita mah mulutnya kelewat jujur. jd ngambek tuh bang hafiz🤭🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
sama2 asisten profesinya 🤭🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jd teringat percakapan tadi malam dgn anakku krn liat anak gadis. "ma, liat itu ga ada malunya, pake celana pendek kali, nampak paha atasnya. ini dikampung,bkn dikota". jadi aq yang malu sendiri.
sasa adzka
eh lita kagak PP tua an dikit, malah enak ngemong ko... 🤭🤭😍😍
sasa adzka
wehhhh lia jadi makcomblang ye.. siapa tu yg mau d jodohin sama lita..?
bang dzaki atau bang Vano ya... hmmmm
Sani Srimulyani
asiiikkk dapet double up, makasih Lo Mak......sehat2 pokonya. biar bisa kasih bonus lagi.🤭
Sani Srimulyani
jangan mau dicomblangin g sama asistennya hafiz......siapa namanya bang Riko bukan sih.....😜
kaylla salsabella
pasti mau di jodohin sama abang dzaki
nisa
lanjuttt mak
Ass Yfa
Aulia..nyodorin Dzaky..ini...yg satu..sispa yak
Ayudya
wow dapat mainan baru tu lita🤣🤣🤣🤣
Sri Musdalefi
lanjut bos..
Suryanto Atian
lanjut kurang thor🤭🤭👍👍💪💪
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Mumpung anteng mak ga nambah lagi tah 😅/Chuckle/
Enah Siti
lita lo mah super woman💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Suryanto Atian
ancur kl udah ada lita🤣🤣🤣🤭🤭👍
Andriani Rahmi
hajar Lita, habiskan... geprek aja...
udah Aul duduk diem Ama Abang Hafiz, ntn aja... biar Lita yg olahraga... bagi2 samsak gitu Aul... bukan cuma sedekah aja yg dibagi... 😆😆
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Joyful//Joyful/ Mak ga ada perumpamaan yg lebih estetik apa 🤣🤣/Facepalm/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!