Indonesia
NovelToon NovelToon
Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Seorang CEO Berkerja Di Cafe

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Obsesi / Perjodohan
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: as2357zzjdj

Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak

"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.

kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 9 DUA ANAK YANG DI BEDAKAN!!

     Sesampainya di sebuah gerobak pinggir jalan, Brayen mengajak Elina makan di pinggir jalan. Elina bingung campur heran kenapa dirinya di bawa ketempat gerobak pinggir jalan.

"Untuk apa kamu bawa saya kesini? ". Tanya Elina bingung

" Karena kamu tidak mau makan di tempat cafe, ya sudah aku membawa kamu ke pinggir jalan, gerobak nasi goreng. ". Jawab Brayen sambil tunjuk pada gerobak tertulis nasi goreng di sepandu samping gerobak.

" hah? ". Ucap Elina terkejut

    Brayen tersenyum, melangkah menghampiri abang-abang pedagang nasi goreng yang sedang mengoreng,

" Pak... pesan dua nasi goreng, special ya". Minta Brayen

"Baik.". Jawabnya senyum

    Brayen kembali pada Elina mengajak untuk duduk di kursi depan meja. Elina duduk begitu juga Brayen.

   Elina melihat sekeliling tempat, ini pertama kalinya bagi Elina ketempat orang-orang biasa hanya kehidupan sederhana. Elina sudah lama hidup dengan ke mewah dan lingkungan serba elit wajar saja dirinya tidak terlalu nyaman di tempat luar yang asing. Tapi Elina merasa heran dengan pria yang bersama dengannya, yaitu Brayen. dia dari keluarga kalangan berada apa lagi seorang konglomerat kenapa dia terlihat sudah biasa dengan kehidupan sederhana. Tidak lama nasi goreng pun datang dan meletakkan di atas meja mereka. Abang pedagang pun jalan pergi.

"Boleh aku bertanya? ". Ucap Elina

" Iya, mau nanya apa? ". Brayen mengambil sendok makan di tempat tumpukan sendok

" Kamu berasal dari keluarga konglomerat dan berada, kenapa kamu kerja di cafe sama yang saya lihat kamu sudah biasa kehidupan seperti ini". Tanya Elina

    Brayen meletakkan sendok dan gapruh di piring nasi goreng Elina dan dirinya

"Aku tidak suka dengan kehidupan mewah apa lagi kekuasaan tertinggi. lebih suka kehidupan sederhana". Jawab Brayen

" Aneh... apa kamu tidak tertarik menduduki kursi CEO secara kamu anak dari Om Arga ".

" Tidak. Aku tidak suka kursi itu. lebih suka kebebasan".

    Elina hanya terdiam bingung mendengar jawaban kalimat dari Brayen. ia merasa heran kenapa pria aneh ini memilih kehidupan sederhana.

   Satu sendok Brayen suap.

"Hmmmm! coba deh enak". Ucap Brayen

    Elina pun satu sendok suap menguyah dengan pelan, terlihat ekpresi Elina terkejut ternyata enak masakan di pinggir jalan baru kali ini Elina merasakan makanan. Brayen yang melihat Elina begitu lahap sepertinya Elina sudah mulai terbiasa, Brayen tersenyum senang.

******

******

******

    Terlihat Arga memasuki rumah melangkah jalan, Ia berjalan di tengah rumah. Muncul lah seorang pria menuruni tangan sambil melihat Arga yang datang.

"Dimana Anak itu? ". Tanya nya sambil melangkah turun

    Arga berhenti melangkah terdiam dan menoleh.

"Dia suka dengan kehidupan bebasnya, Untuk apa kamu menanyakan tentangnya. bukannya memang ini yang kamu mau? ". Ucap Arga

" Hm! mau dia ada di sini atau tidak. tetap saja menggangu kalau anak itu masih hidup ". Ujarnya

" Beni! entah apa yang membuat kamu sangat tidak menyukainya. tapi anak itu tidak tahu apa-apa Ayah hanya berharap bersikap lah baik padanya".

"Bersikap baik bagaimana? setelah beni dan anak itu kau bedakan. kamu menjadikan anak itu penerus sedangkan beni kau acuhkan, apa itu namanya adil Untuk kedua anakmu? ". Ujar seorang wanita tua datang dengan wajah tegas.

    Arga Setiawangsa memiliki dua putra yaitu Beni dan Brayen. Beni anak pertama berusia 32 tahun memiliki perusahaan sendiri sejak lahir Beni tidak dapat perhatian dari sang ayah, ia cukup cemburu dan merasa tidak adil, selalu tidak pernah terlihat atau tidak pernah pujian dari sang ayah, selalu di perlakuan tidak adil. Hingga membuat Beni membenci kehadiran Brayen, apa lagi mendengar Brayen akan menerus perusahaan membuat Beni semakin kesel dan tidak suka.

"Aku tidak membedakan anak-anakku, Beni cukup bisa melakukan sendiri tapi Brayen butuh di tekankan dan belajar banyak hal, itu membuat ku khawatir untuk kedepannya" Ucap Arga pada Sang ibu yaitu Maharani

     Maharani berusia 59 tahun sudah lanjut usia namun masih sangat sehat dan bugar walaupun usianya lebih tua. Maharani memiliki putra yaitu Arga dan memiliki cucu-cucunya yang ia sayangi. namun maharani lebih memperhatikan Beni ketimbang Brayen ia hanya fokus masa depan Beni yang jelas dan memiliki hak waris. Hingga hubungan anak dan ibu tidak lah baik di karena kan keinginan berbeda dan juga perbedaan kasih sayang.

"Anak itu juga sudah cukup dewasa apa yang membuat kamu sebegitu khawatir nya untuk masa depan hidup anak itu. Lalu bagaimana perjodohan yang kamu rencanakan. apa akan terjadi? ". Tanya maharani

" Di batalkan ibu! ".Jawab Arga

" Hm! pasti anak itu bikin masalah. apa dia memang pantas menjadi penerus? Faktanya anak itu tidak akan pernah bisa berubah. sebaiknya pikirkan ini Arga ". Ujar maharani tegas.

    Arga pun terdiam tidak mengatakan apapun ia hanya berfikir sejenak

   Arga memilih Brayen yang akan menerus kan penerusnya namun di tentang oleh sang ibu, Maharani. yang sangat keberatan di buat oleh Arga yang tidak pernah memilih Beni sebagai penerusnya, Maharani berfikir seharusnya yang berhak meneruskan adalah anak pertama yaitu, Beni tapi Arga memutuskan memilih Brayen entah apa yang ada di pikiran Arga hingga memilih Brayen. Hingga membuat Maharani merasa tidak adil untuk cucu pertamanya.

    Bagi pandangan Arga. Beni sudah cukup bisa di andalkan tanpa harus mendapatkan hak waris ia berfikir Beni akan jauh lebih baik dan bisa mengandalkan dirinya sendiri tanpa campur tangan dari ayah nya sendiri. Berbeda dengan Brayen harus banyak belajar dan mendidik dengan baik, apa lagi Brayen memutuskan untuk hidup di luar sana membuat Arga kebingungan satu-satunya jalan adalah perjodohan Brayen dengan Elina. tapi sayang nya Brayen bertindak tidak senonoh hingga keluarga Williams marah dan membatalkan perjodohan tersebut. dan sekarang Arga sangat bingung harus bagaimana persoalan Brayen yang berbeda jalur.

******

******

******

     Di kantor.

    Pagi yang cerah yang awal beraktivitas untuk kerja pagi yang semangat, Arga sekarang sudah berada di ruang meeting kantornya dengan para bisnis lain. Semua orang yang ada di ruangan mendengarkan penjelasan seorang pria asisten Arga tentang gedung baru yang akan di bangun, di ibu kota ini. Mereka yang mendengar kan tujuan tersebut mengerti dan paham arahan tersebut. Beberapa jam kemudian setelah mendengarkan penjelasan tujuan gedung yang akan di bangun, di ibu kota, mereka semua pun bangkit membubarkan diri meninggalkan ruang metting. Arga melihat Williams yang akan pergi_____

"Williams! ". Panggil Arga

    Saat hendak beranjak Williams pun langsung terdiam lalu duduk kembali dengan ekpresi bingung

" Iya, ada apa? ". Tanya Williams

    Sebelum mengatakan sesuatu Arga menghela nafas panjang untuk menayangkan sesuatu.

" Williams, Saya tahu. kamu masih kecewa terhadap anak saya, Brayen. tapi tolong perjodohan yang pernah kita sepakati jangan di batalkan, saya sangat berharap ada harapan ". Ucap Arga memohon untuk mempertimbangkan kembali.

" Kenapa kamu sangat ingin anakmu menikah dengan anak saya. dunia ini perempuan banyak, hanya tinggal pilih saja. kenapa harus anak saya, Elina ".Tanya Williams heran

" Anak kamu, wanita cukup wibawa yang akan brayen belajar akan menjadi laki-laki bertanggung jawab. saya yakin dengan anak kamu bisa mengubah brayen menjadi sosok yang saya harapkan, Belum tentu perempuan lain bisa mengubah brayen, tidak akan bisa, Williams! ".Ujar Arga berharap

   Melihat Wajah Arga membuat Williams iba.

" ok, saya coba tanya kan kembali pada putri saya. tapi saya tidak bisa janji". Ucap Williams

"Terimakasih".

    Williams pun mengganguk beranjak jalan pergi meninggalkan ruang metting berserta Arga.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!