Indonesia
NovelToon NovelToon
Cermin Yang Retak

Cermin Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Aisyah pernah percaya bahwa pernikahannya dengan Raka akan bertahan selamanya. Selama lima belas tahun, mereka membangun keluarga sederhana dari nol, melewati susah dan senang hingga dikaruniai dua anak yang menjadi sumber kebahagiaan mereka.

Sampai suatu hari, suaminya mengaku telah jatuh cinta pada Nabila, sahabat Aisyah sendiri, dan meminta izin untuk menikahinya. Dengan hati yang hancur, pada akhirnya Aisyah mengizinkannya.

Namun, Aisyah tidak ingin menjadi.lemah. Demi anak-anaknya, dia mulai menyusun strategi. Hasil keringatnya bertahun-tahun, ia tak rela dinikmati oleh wanita lain yang sama sekali tak ikut berjuang.

Setelah Aisyah pergi, barulah Raka menyadari tak ada yang lebih baik dari Aisyah. Raka menyesal dan ingin kembali.

Namun, mampukan Aisyah melupakan luka ketika lelaki yang paling ia cintai pernah memilih wanita lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

.

Malam telah semakin larut ketika Aisyah selesai membereskan meja makan. Rumah itu juga menjadi sunyi setelah Rangga dan Fatimah selesai bermain. Tidak ada lagi suara tawa mereka seperti sore tadi.

Aisyah membawa beberapa piring ke dapur, lalu mencucinya satu per satu. Tangannya tetap bergerak seperti biasa, meskipun ada luka yang menganga dalam hatinya.

Dulu, kepergian Raka selalu meninggalkan rasa sepi. Sekarang pun sama. Hanya saja, Aisyah sudah tidak ingin larut dalam perasaan itu. Ia tidak ingin kembali menjadi perempuan yang menunggu.

Setelah memastikan semua pintu terkunci, Aisyah mematikan lampu dan berjalan menuju kamar anak-anak. Rangga dan Fatimah sudah berada di atas tempat tidur. Namun keduanya belum tidur. Aisyah menghampiri mereka lalu duduk di tepi ranjang.

“Belum tidur?” tanyanya sambil membelai rambut Fatimah.

Fatimah menggeleng pelan. Gadis kecil itu kemudian bergeser mendekat dan menyandarkan kepala di lengan ibunya.

“Bu, kenapa Ayah pergi lagi?” tanyanya polos. “Kenapa tidak tidur di rumah?”

Tangan Aisyah yang semula membelai rambut anaknya berhenti sesaat. Wanita itu menarik napas pelan sebelum menjawab.

“Ayah sedang ada pekerjaan di luar,” jawab Aisyah sambil tersenyum tipis. “Nanti kalau pekerjaan selesai pasti Ayah pulang dan tidur di rumah lagi bareng Fatimah.”

Fatimah mengangkat wajah. “Kenapa ayah harus kerja jauh? Kenapa tidak di toko saja seperti biasa?”

Pertanyaan sederhana itu terasa begitu berat bagi Aisyah. Ia menatap putrinya beberapa saat sebelum mengusap pipinya.

“Eng… supaya Ayah bisa beli baju yang bagus buat Fatimah,” jawabnya memberi alasan. Berharap Putri kecilnya tak lagi bertanya. Tapi…

“Fatimah tidak pengen baju bagus. Baju Fatimah sudah banyak. Fatimah ingin Ayah pulang.”

Hati Aisyah berdenyut nyeri mendengar kata-kata putrinya. Sesungguhnya, inilah salah satu alasan kenapa dirinya mencoba bertahan meskipun hatinya terluka.

“Kan nanti Ayah pasti pulang. Sekarang Fatimah tidur ya. Besok sekolah kan?” Aisyah mencoba membujuk putrinya.

Dan akhirnya Fatimah memang mengangguk, lalu perlahan mata gadis kecil itu terpejam, dan beberapa saat kemudian sudah terbuai ke alam mimpi.

Rangga yang sejak tadi diam akhirnya menatap ke arah ibunya setelah mengetahui adiknya tertidur. Anak laki-laki itu sudah cukup besar untuk memahami bahwa sesuatu dalam keluarganya memang berubah.

“Bu… Apakah nanti ibu akan bercerai dengan Ayah seperti ayah dan ibunya Lala?” tanya bocah berusia sepuluh tahun itu.

Aisyah menoleh kepadanya. “Kenapa Rangga bertanya seperti itu?”

Rangga menundukkan kepala agar ibunya tidak melihat air matanya. Di dalam selimut jari jemarinya saling meremas. “Ayahnya Lala awalnya tidak pulang ke rumah. Kemudian katanya Ayah Lala punya rumah lain. Setelah itu ayahnya Lala sama sekali tidak pernah pulang. Katanya sudah bercerai dengan ibunya Lala. Apa nanti ayah dan ibu juga seperti itu?”

Seketika itu juga Aisyah menarik tubuh putranya ke dalam pelukan. Wanita itu tidak tahu harus menjawab apa. Hanya air matanya yang perlahan menetes merasakan dadanya yang begitu sesak. Ia tahu pertanyaan itu akan datang. Hanya saja, ia tidak menyangka agar secepat dan sesakit ini.

Perlahan Aisyah melepaskan pelukan dan menjauhkan tubuh Rangga. “Kasih sayang Ayah kepada kalian tidak berkurang hanya karena Ayah menikah lagi,” katanya sambil menatap mata putranya. Kedua tangannya berada di bahu putranya. “Kalian tetap anak Ayah. Tidak ada seorang pun yang bisa mengubah itu.”

Rangga terdiam sambil menatap lekat wajah ibunya. “Rangga akan pintar belajar, akan cepat besar supaya bisa menjaga ibu.”

Aisyah tertegun mendengar kata-kata putranya apalagi ketika Rangga menggenggam tangannya lebih erat. Seluruh tubuh Aisyah seakan membeku. Segera ia menarik kembali tubuh Rangga ke dalam pelukan. Wanita itu seakan baru menyadari bahwa selama ini ia terlalu sibuk menahan luka sendiri sampai lupa bahwa ada dua hati kecil yang harus ia jaga.

Ia boleh kecewa, boleh terluka, bahkan boleh berhenti mencintai Raka. Tetapi tidak boleh membiarkan anak-anaknya merasa kehilangan tempat untuk pulang.

“Ibu benar-benar bangga pada Rangga. Rangga anak yang pintar dan hebat. Suatu saat Rangga pasti menjadi orang yang sukses. Tetapi apapun itu, Rangga harus percaya bahwa ibu tidak akan pernah meninggalkan Rangga dan Fatimah,” katanya sambil mengecup kepala putranya, lalu menundukkan badannya mengejut kening Fatimah.

Rangga mengangkat wajahnya. “Ibu Janji?”

Aisyah mengangguk. “Ibu janji,” ucapnya sambil mempererat pelukan. Wanita itu memejamkan matanya menahan air mata yang mulai menggenang di pelupuk mata. Ia tidak boleh menangis di hadapan putranya. Anak-anaknya membutuhkan seorang ibu yang bisa membuat mereka merasa aman.

“Sekarang Rangga tidur ya. Sudah malam, jangan sampai besok terlambat ke sekolah.”

Rangga mengangguk lalu berbaring dan memejamkan matanya.

Aisyah tetap duduk di sana beberapa saat, menatap wajah kedua anaknya yang sudah terlelap. Dadanya masih terasa sakit, tetapi kali ini bukan karena Raka. Melainkan karena baru menyadari betapa besar perubahan yang sudah terjadi dalam kehidupan anak-anaknya.

Aisyah mengusap kepala Rangga dan Fatimah bergantian. “Untuk kalian, dan untuk Ibu sendiri. Ibu akan menjadi kuat,” tekadnya dalam hati.

Mulai malam itu, Aisyah berhenti memikirkan bagaimana caranya membuat Raka menyesal. Ia juga tidak perlu membuktikan apa pun kepada Nabila. Yang harus ia lakukan hanya satu. Membangun kembali hidupnya bersama kedua anaknya.

Aisyah tidak kembali ke kamarnya bersama Raka, tetapi malah berbaring di antara Rangga dan Fatimah. Kedua anak itu langsung mendekat seolah memastikan ibunya benar-benar berada di sana.

Aisyah memeluk mereka erat. “Tidurlah,” bisiknya sambil mengusap rambut keduanya. “Ibu di sini.”

1
〈⎳ FT. Zira
up nya mana ini miii
Ayuk Witanto
bagus Aisyah
Patrick Khan
rangga aja sadar dan paham kelakuan bapaknya yg gila itu..apa lg ponakan q yg keluarga nya jg gitu..milih nekat😭😭😭
vania larasati
lanjut
ahs@
tunjukan,kamu mampu tanpa bantuan suamimu..wow pasti iri lagi tuch madu mu jika madumu tahu kamu membuka usaha baru 🤣🤣🤣
Ilfa Yarni
bagus aisyah ber usaha lah sendiri dgn uangmu sendiri walaupun itu kau dpt kan Dr menyisihkan Dr uang belanjamu itu adalah hak km Dan semoga usaja km sukses melebihi dua usaha yg kalian bangun bersama
〈⎳ FT. Zira
baru nyadar??
Muft Smoker
skraaang waktu ny km berdiri dg kaki mu sndri aisyah ,,
demi kedua ank mu ,,
kalo msh ngandelin raka ,, tkut nenek kebayan d sebrang sana jd tantrum🤭🤭😒😒😒😒
Muft Smoker: duuh kak si Anu lgi sibuk ,,
🤭🤭🤣🤣
total 7 replies
Hary Nengsih
semangat aisyah💪
falea sezi
cpet cerai sat set g sabar liat laki doyan selingkuh kena karma🤣🤣
ahs@
percuma Raka,kamu telah menyakiti hatinya Aisyah begitu dalam,apa mungkin Aisyah mau menerima kamu kembali seperti sebelum kamu menikah dengan Nadila...
Ayuk Witanto
Rangga sudah mengerti ayahnya tak seperti dulu lagi
vania larasati
lanjut
Ilfa Yarni
kok aku ga sabar liar raka hancur ya Dan aisyah bahagia bisa ga ya begitu ceritamya aku paling benci liat laki2 baru jadi orang kaya Udah mendua
Aditya hp/ bunda Lia: sama aku juga biasa laki2 ada uang pasti nyari yang lain
total 2 replies
Hary Nengsih
rangga dh ngerti klo ayah nya dh berubah
ahs@
ya, untuk jaga" siapa tahu nanti keuntungan rumah makan itu mengalir ke Nadila 🤣🤣
ahs@
Nadila pasti gigit jari 🤣🤣🤣
ahs@
apakah kamu akan bertahan Nadila,kalau tahu Raka tidak punya apa-apa... wkwkwk
Nabila belum tahu aja semua surat-surat berharga harta Raka selama perkawinan dengan Aisyah sudah di amankan Aisyah...
ahs@
PD banget tuch laki...sama" gak tahu dirinya sama c Nadila...
ahs@
wow luar biasa,Raka berani memakai tabungan untuk resepsi pernikahan yang ke 2 memakai uang hasil usaha bersama Aisyah..apa sich keistimewaan Nabila......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!