Indonesia
NovelToon NovelToon
Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Aku Tak Butuh Duitmu, Mas!

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:16.6k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Tit... Tit... Tit...

"Nih uang buat beli listrik. Dasar wanita benalu, bisanya cuma minta uang aja tapi dandan tidak bisa." teriak seorang laki-laki sambil melempar beberapa lembar uang ke arah wajah istrinya.

Mempunyai mertua yang baik, tapi anaknya selalu menguji kesabarannya. Pelit, suka membandingkan dengan perempuan lain, dan selingkuh. Namun selalu menyalahkan istrinya yang selama ini sabar mendampinginya. Dia adalah Aruna Fatihah yang harus diuji kesabarannya selama 3 tahun belakang dengan perubahan suaminya.

Akankah Aruna masih akan bersabar jika suaminya menjalin kasih dengan perempuan lain? Apakah Aruna akan memilih diam atau membalas perlakuan dari suaminya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Somplak

"Ibu Aruna yang cantik... Cerah banget sih hari ini wajahnya," seru Luna saat melihat Aruna datang dengan raut wajah sumringah.

"Iya dong. Menyambut hari pertama masuk kerja tuh harus sumringah dong," ucap Aruna sambil terkekeh pelan.

"Ibu Aruna, dimana Pak Kafka? Hari ini kami ada agenda rapat rutin untuk divisi pemasaran tapi Pak Kafka tidak bisa dihubungi," seru seorang wanita dengan langkah terburu-buru.

Aruna yang sedang bercengkerama dengan Luna hanya bisa menghela nafasnya kasar. Padahal dia pagi ini sedang bahagia karena tidak ada Kafka yang mengganggu. Namun ternyata di perusahaan, ada seseorang yang merusak moodnya. Dia adalah Silvy yang pagi-pagi sudah mencari Kafka melalui dirinya dengan alasan pekerjaan. Padahal Aruna tahu kalau Silvy pasti mencari Kafka karena sejak kemarin sore, laki-laki itu tidak bisa dihubungi.

"Pak Kafka?" tanya Aruna dengan tatapan polosnya.

"Iya, Pak Kafka suaminya Ibu Aruna." ucap Silvy memberikan penjelasan.

"Suami saya ya? Suami yang selingkuh sama karyawan bawahannya itu bukan ya?" ucap Aruna yang kemudian menutup bibirnya dengan telapak tangan.

"Ups... Keceplosan. Bibirnya aku ini emang susah disaring," lanjutnya membuat Silvy melongo tak percaya.

"Ibu Aruna, jangan bercanda. Sebentar lagi jam masuk kerja tapi Pak Kafka belum bisa dihubungi," ucap Silvy yang kesal dengan Aruna.

"Pak Kafka sedang berada di rumah baru. Entah... Dia ngapain di sana,"

Aruna mengedikkan bahunya acuh kemudian pergi dari hadapan Silvy setelah berpamitan pada Luna. Sedangkan Silvy yang tadinya berwajah muram karena seperti tersindir ucapan Aruna pun langsung berubah raut wajahnya. Terlihat sekali jika Silvy langsung berbinar antusias mendengar kalimat rumah baru. Perubahan itu terlihat oleh Luna sehingga dia yakin bahwa Silvy tengah mengincar rumah baru tersebut.

"Kalau Mas Kafka ada rumah baru berarti udah siap menikah denganku dong. Senangnya... Itu pasti rumah kejutan buatku," gumam Silvy dengan percaya dirinya. Jika Aruna mendengar, dia pasti akan tertawa terbahak-bahak dan mempersilahkan rumah itu untuk Silvy.

"Kesurupan ya kamu? Senyum-senyum sendiri kaya orang gila," sindir Luna pada Silvy. Hal itu membuat Silvy langsung memberengut sebal.

"Enak saja. Kamu pasti iri kan karena aku akan dapat rumah baru dan segera menikah?" tuduh Silvy pada Luna.

Cuihhhh...

"Iri sama pelakor? Amit-amit,"

"Ingat, Silvy. Kamu itu pelakor. Kalau Ibu Aruna tahu, sudah dapat dipastikan kalau kalian berdua akan dipecat. Ingat status dari Ibu Aruna yang asisten CEO. Tinggal nanti dia merekomendasikan nama karyawan tidak berkompeten kepada Pak Aldi, langsung ACC." ucap Luna menakuti Silvy.

Benar saja apa yang diucapkan Luna itu membuat Silvy ketakutan. Dia merutuki mulutnya yang malah keceplosan akan segera dinikahi dan mendapatkan rumah baru. Padahal selama ini dia mengelak kalau menjalin hubungan dengan Kafka. Mereka hanya dekat sebagai partner kerja biasa. Luna sudah berani mengancam Silvy karena Aruna ada di perusahaan ini. Perempuan itu paling tidak suka jika ada benalu di sebuah tempat kerja. Sehingga jika ada laporan tidak mengenakkan, pasti akan diselidiki dan segera dilakukan tindakan.

"Jangan macam-macam kamu ya, Luna. Aku bisa saja bilang sama..."

"Bilang saja sana. Nanti aku bilang ke Ibu Aruna tentang kelakuanmu di perusahaan ini. Jabatan Ibu Aruna lebih tinggi dari HRD dan manager kesayanganmu itu," sela Luna yang kemudian pergi dari hadapan Silvy.

"Sialan emang itu Luna. Sudah berani denganku," gumam Silvy yang akan memikirkan rencana untuk menyingkirkan Luna agar tidak menghalangi rencananya.

***

Saat jam istirahat, Aruna meminta ijin pada Pak Arifin untuk pergi ke rumah sakit. Dia harus mengambil hasil visum untuk dirinya serahkan pada Gavin. Sungguh sangat melelahkan batin dan fisiknya tapi ini demi keamaan dirinya dengan Nasya. Aruna pergi dengan menggunakan taksi online. Tak berapa lama, taksi sampai di depan rumah sakit. Aruna turun kemudian segera masuk rumah sakit dengan langkah yakin.

"Mbak Aruna..." panggil seseorang yang ternyata adalah Gavin.

"Lho... Pak Gavin kok ada di rumah sakit? Siapa yang sakit, Pak?" tanya Aruna dengan tatapan bingungnya.

"Saya mengambil berkas milik client. Kamu mau ambil hasil visum?" tanya Gavin pada Aruna.

"Iya, Pak." jawab Aruna yang merasa canggung berinteraksi dengan Gavin. Pasalnya baru kali ini dia berbincang dengan Gavin tapi hanya berdua saja.

"Panggil Abang atau Mas Gavin saja. Panggil Pak kalau ada di pengadilan nanti," ucap Gavin merasa aneh dengan panggilan Aruna.

"Kalau begitu, sekalian saja aku bawa hasil visumnya biar siang ini langsung ke kantor polisi." lanjutnya.

"Nanti sore setelah saya pulang kerja saja ke kantor polisinya, Mas Gavin. Soalnya saya mau ikut tapi harus bekerja dulu," ucap Aruna menolak rencana Gavin.

Gavin pun menganggukkan kepalanya mengerti. Namun biar sekalian saja, Gavin akan menemani Aruna mengambil hasil visum sekalian membawanya. Untuk nanti ke polisi, mereka akan janjian kembali. Aruna pun setuju dengan itu biar nanti dia tak perlu membawa bukti itu lagi. Semua akan disiapkan oleh Gavin terlebih dahulu.

"Mas, untuk pembayaran jasa mengurus perceraian dan harta gono gini ini berapa? Biar aku siapkan dulu pelan-pelan," tanya Aruna pada Gavin karena kemarin sama sekali belum membahas biaya jasa pengacara ini.

"Itu nanti saja kalau semua sudah selesai. Lagi pula kan aku berhutang budi sama kamu karena pernah membantu Ibuku yang kecopetan," ucap Gavin yang sudah tahu mengenai cerita Ibu Lala kecopetan di pasar.

"Mas, waktu saya menolong Bu Lala saat itu sudah diberi uang lho. Jadi tidak ada hutang budi," ucap Aruna malah merasa bersalah karena menerima uang pemberian dari Ibu Lala.

"Itu tidak sebanding dengan keberanianmu. Kata Ibu, di sana sama sekali tidak ada yang membantu. Bahkan sampai ada yang minta imbalan dulu padahal belum membantu. Jadi sudah sewajarnya jika Ibu memberikan kamu uang," ucap Gavin menanggapinya dengan santai.

Padahal Aruna ingin mengumpulkan uang terlebih dahulu agar tidak shock dengan biaya jasa pengacara. Apalagi semalam, dia mencari informasi tentang Gavin di internet. Ternyata Gavin adalah seorang pengacara terkenal dan sudah berhasil memenangkan banyak kasus kelas kakap. Hal itu membuat Aruna membayangkan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk membayar Gavin.

"Mengenai Ibuku dan Ibumu tentang perjodohan itu jangan diambil hati ya. Ibuku itu emang agak somplak," ucap Gavin meminta maaf pada Aruna jika ucapan Ibu Lala ada yang menyinggung perempuan itu.

"Aman. Maaf juga kalau Ibuku suka asal bicara. Ibu mertuaku itu kurang obat makanya suka melantur kalau bicara," ucap Aruna sambil menggelengkan kepalanya.

Keduanya sama-sama...

Somplak...

Hahaha...

1
E F
lanjuttt thor💪🙏😍
sunaryati jarum
Lha Cerai saja baru proses kok sudah mau dijodohkan
Penulis Eli: Hanya bercanda itu, kak 🙈
total 1 replies
E F
lanjutt thor💪😍
aku
bu salma dan bu lala ini kyk e mudanya bar2 sekali ya 🤣🤣 ceplas ceplos jg 🤣🤣
sunaryati jarum: Kalau sudah ketemu teman sekolah,lupa umur.Termasuk emak dan teman - sekolah .
total 1 replies
aku
dua duanya aja. gongin sama anak. 😁
Suwastika
wah...bener² ad udang d balik bakwan BS pas bgt🥰🥰
Muft Smoker
waaaah duo bestie pda garcep niih ,, tp yg pling garcep yx bu Salma 🤭🤭🤣🤣
aku
mamer dorong mantunya kenceng bgt yakk 🤣🤣 keburu amat 🤣🤣 ketok palu ja blm itu mantu 🤣🤣
E F
lanjutt thor💪😄😍
Muft Smoker
bu Salma semangat banget mau jodohin menantu ny ,,
😁😁😁😁
sunaryati jarum
Nah gitu tegas, segera visum untuk bukti.Dsn bukti perselingkuhannya sekalian
sunaryati jarum
Langsung lapor yang berwenang itu sudah penganiayaan berat mengarah pembunuhan
Puspa Sella
benci cara pikiran Aruna ini
Muft Smoker
penjara kan saja si Kafka. bu ,,
Kafka mungkin ank kandung mu,,
tp jiwa ny bukan ,, dy cuma laki2 pengecut jelmaan Dari kodok sawah ,, 😒😒😒😒
uphet
aduuuhhh Bu Salma d sangka mabok abis makan kecubung🤣🤣🤣
E F
tq thor🙏😍
smangat sehat sll up byk2🤭😄💪
aku
kayak mana gk mlongo wong kalimatnya gitu 🤣🤣🤣 aduh nenek ini 🤣🤣
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
makin seruu cerita ny
E F
😄😄
tq thor🙏😍
smangatttt up byk2🤭💪
E F
lanjuttt thor💪😍
smangattt hempasssss cpttttt😄💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!