Xan Yiran adalah polisi bagian kriminal, suatu ketika dia berhadapan dengan kelompok gengster. Apesnya Yiran tertembak oleh ketua gangster itu, kemudian dia terbangun di dunia yang berbeda, dunia zaman kerajaan. Yiran reinkarnasi ke tubuh ratu bodoh yang selalu di permainkan oleh orang orang yang ada di kerajaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari aman.
"Aaaa!!!" suara teriakan terdengar begitu keras.
"Tenanglah selir." ucap Yi-tan.
"Wanita bodoh itu selalu membuat aku kesal, aku pasti akan membunuhnya." ucap selir Xima.
Di lain tempat selir Ye-xui juga sedang marah karena kemarin dia sudah dipermalukan oleh Chang-yu di depan semua pelayan dan prajurit. Chang-yu menampar seluruh selir Kaisar Xen-dong tidak terkecuali selir Xima, selir agung kesayangan Kaisar Xen-dong.
"Jika aku melawan wanita itu maka aku akan kehilangan nyawaku, dia sudah tidak bodoh lagi, dia sudah sembuh bahkan dia memiliki aura yang sangat menakutkan." ucap selir Ye-xui.
"Benar sekali selir, kelihatannya Ratu Chang-yu sudah sembuh dari sakitnya, jika sampai selir mengusiknya.. posisi selir juga akan terancam, bisa-bisa jika dia mengingat semua kejahatan yang sudah dilakukan oleh selir. Apakah tidak mungkin dia akan langsung mengusir selir?" ucap pelayan selir Ye-xui.
"Kamu benar sekali, saat ini posisi kita semuanya di ambang kehancuran, apalagi yang aku dengar wanita itu memiliki plakat Kaisar terdahulu. Semua orang saat ini berada di posisi yang sangat menakutkan." jawab selir Ye-xui yang kemudian menghela nafas cukup dalam, setelah itu dia berpikir jika dia mengusik Chang-yu maka dia mencari masalah. Namun jika dia memusuhi selir Xima.. Maka dia juga akan mendapatkan musuh yang cukup berat.
"Jika aku melawan yang mulia Ratu aku akan hancur, tapi jika aku melawan selir Xima aku tidak akan sampai terbuang, mungkin aku hanya kehilangan dukungan saja." ucap selir Ye-xui.
"Benar sekali selir, saat ini Ratu Chang-yu adalah atap yang lebih kokoh dari selir Xima. Apalagi Kaisar Xen-dong tidak akan mungkin terang-terangan melawan Ratu." kata pelayan selir Ye-xui.
Orang-orang yang ada di istana harus berpikir dua kali mulai saat ini, para menteri sayap kanan sedikit membusungkan dadanya ketika Ratu Chang-yu sudah sehat. Sedangkan para menteri sayap kiri mereka harus mencari cara untuk mendapatkan dukungan dari rakyat agar Kaisar Xen-dong menggenggam kekuasaan Kerajaan secara mutlak.
Beberapa hari kemudian Chang-yu benar-benar pergi ke wilayah Selatan untuk melihat rakyat yang mengalami krisis pangan.
"Apakah semuanya sudah siap jenderal?" tanya Chang-yu.
"Semuanya sudah siap, Ratu." jawab jenderal Fu Tian.
"Segera kita berangkat, perintahkan para prajurit untuk menjaga semua barang yang akan kita kirim ke wilayah Selatan." kata Chang-yu.
Ketika mereka hendak pergi Kaisar Xen-dong tiba-tiba mengejar rombongan Chang-yu, pria itu mengatakan akan pergi ke wilayah Selatan bersama dengan Chang-yu.
"Berhenti!" seru kaisar Xen-dong yang menghentikan rombongan Chang-yu.
"Ada apa jenderal?" tanya Chang-yu ketika kereta kudanya berhenti.
"Yang mulia Kaisar menghentikan perjalanan kita, Ratu." jawab jenderal Fu Tian.
Setelah itu Kaisar Xen-dong mendekati kereta kuda berbicara dengannya.
"Ada apa yang mulia Kaisar menghentikan keretaku?" tanya Chang-yu.
"Aku akan ikut denganmu, Ratu. Aku tidak akan membiarkanmu pergi ke wilayah itu sendiri." jawab Kaisar Xen-dong yang kemudian masuk ke dalam kereta kuda.
Tak ada pertanyaan lagi, tak ada kalimat apapun yang keluar dari mulut Chang-yu. Ternyata apa yang dikatakan Chang-yu benar adanya, Dia berbicara kepada menteri Mang-di bahwa jika dirinya pergi ke wilayah Selatan maka Kaisar Xen-dong akan mengikutinya. Karena dia dan beberapa pengawalnya akan melakukan sesuatu di tempat itu.
Di kediaman menteri Wang Ji-bai dia juga sudah mengetahui kalau Kaisar juga ikut keluar ke wilayah selatan.
"Jadi Kaisar pion itu juga pergi ke wilayah Selatan?" menteri Ji-xan.
"Tentu saja, di sana sedang ada kerusuhan. Tentu saja pria itu harus melihat bagaimana wanita bodoh itu akan mendapatkan serangan dari para rakyat yang ada di wilayah itu." jawab menteri Wang Ji-bai.
"Benar sekali, jika dia mengikuti Ratu bodoh itu maka kita akan tahu apa saja yang dia lakukan. Kaisar pion itu juga tidak akan mau begitu saja menyerahkan kekuasaan yang dia miliki sekarang. Dia sudah menjadi Kaisar, tidak mungkin dia akan mau menjadi pria miskin yang tidak mempunyai kekuasaan sama sekali." sahut menteri Liang-ho.
"Hemm..," menteri Wang Ji-bai tersenyum.
Perjalanan menuju wilayah selatan akhirnya terjadi juga, Chang-yu bersama Yura dan dayang Lin berpakaian seperti rakyat jelata. Beberapa barang juga mereka bawa sebagai persiapan seperti yang diminta oleh Chang-yu, kaisar Xen-dong awalnya ingin duduk di kereta bersama dengan Chang-yu, namun sayangnya Chang-yu sendiri langsung menolak. Dia mengatakan tidak pantas seorang pria duduk di kereta bersama para wanita.
Akhirnya mau tidak mau kasar Xen-dong naik kuda bersama jenderal Fu Tian dan beberapa menteri sayap kanan.
"Kelihatannya pria ini benar-benar ingin menyelidiki semua rencana kita." ucap menteri Jang-suk.
"Tentu saja dia ingin mengetahui apa saja yang akan kita lakukan di wilayah Selatan, para menteri sayap kiri juga tidak akan terang-terangan melepaskan yang mulia Ratu." jawab menteri Mang-di.
"Para menteri sayap kanan itu benar-benar brengsek, apalagi mereka selalu menggunakan kekuasaan Kaisar tidak tahu diri ini." kata menteri Jang-suk.
Chang-yu terus memperhatikan ketika dia berada di setiap jalan menuju wilayah selatan, desa yang begitu gersang, banyak anak kecil berteriak menangis meminta makanan dan para wanita yang terus memohon kepada siapapun. Seharu semalam perjalanan tanpa henti, malam itu rombongan Chang-yu sudah sampai di wilayah Selatan. Kereta kuda berhenti dengan arahan sang jenderal.
"Kita sudah sampai Yang mulia," lapor jenderal Fu Tian.
"Apakah tempat ini aman Jenderal?" tanya Chang-yu ketika melihat sebuah tempat yang terlihat tidak ada penghuninya.
"Tempat ini aman yang mulia, kelihatannya tempat ini sudah ditinggalkan oleh para pejabat." jawab jenderal Fu Tian.
Chang-yu keluar dari kereta kuda, Dia kemudian meminta Jenderal Fu untuk mengamankan semua barang yang mereka bawa. Kabar mengenai bantuan ke wilayah Selatan tidak ada yang tahu, hal itu membuat perjalanan mereka nampak begitu tenang.
"Kelihatannya tempat ini tidak separah Yang dilaporkan, namun dari kondisi yang ditunjukkan oleh para rakyat yang ada di wilayah Ini... kemungkinan besar banyak pungutan liar di sini." ucap Chang-yu.
"Hamba akan meminta beberapa prajurit untuk memanggil para pejabat wilayah ini." jawab Jenderal Fu.
Chang-yu kemudian menghentikan jenderal Fu, dia mengatakan kalau mereka tidak boleh mengatakan kalau dirinya berada di rombongan itu.
"Baiklah yang mulia, Saya akan melakukan seperti yang yang mulia Ratu katakan." jawab Fu Tian.
"Mungkin kondisi seperti ini karena kesalahan rakyat sendiri." ucap kaisar Xen-dong.
"Kenapa harus menyalahkan rakyatnya jika para petinggi kerajaan tidak bisa mengurus wilayahnya. Rakyat akan mematuhi pimpinannya jika dia mereka benar-benar memberi pengaruh yang bermanfaat." Chang-yu langsung memotong pembicaraan suaminya, kata-katanya nampak begitu tegas dengan beberapa kalimat yang seolah ingin menampar wajah Kaisar Xen-dong.
"Bukan seperti itu, isteriku." ucap Kaisar Xen-dong.
*Bersambung*
Terima kasih sudah membaca novelku, baca juga novelku yang lainnya.
*pesona Selir yang di sia siakan
*Reinkarnasi ke tubuh permaisuri terbuang
*Warisan rumah tua yang ajaib
Dan masih banyak lagi, semoga suka dengan karyaku, mohon dukungannya juga ya. Terima kasih.