"Kenapa hanya karna anak ini terlahir sebagai wanita sampai di buang begitu saja? kau ibu yang tak perasaan" teriak nya sambil mengutuk perbuatan seseorang wanita yang membuang bayi nya di pinggir sungai
Penasaran dengan cerita ini yuk mampir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Enam belas
Tidak terasa kejadian di dalam gua itu membuat nya Tuan Lao Yun merajuk. Nyonya Anhi Cao dan Tuan Lao Yun berjalan kembali ke istana Cao, You you hanya diam didalam gendongan Tuan Lao Yun. walau pun cemberut, tapi Tuan Lao Yun tetap mengendong sang putri.
"Ayo lah ayah.... tita tan hanya beljanda ayah" bujuk You you. Tuan Lao Yun melirik sinis kearah You you, Nyonya Anhi Cao hanya melipatkan bibirnya. dia benar-benar menahan tawanya, Tuan Lao Yun melirik kesal kearah istrinya.
"Tertawa saja jangan di tahan terus.... nanti kau mengeluarkan angin kencang lagi" ucap Tuan Lao Yun. Nyonya Anhi Cao benar-benar tertawa kencang karena ucap Tuan Lao Yun. You you hanya cekikikan mendengar ucapan sang ayah, Tuan Lao Yun melihat wajah senyum bahagia istrinya.
"Terus lah tersenyum bahagia sayang ku" gumam hati Tuan Lao Yun. Tuan Lao Yun selalu merasa gagal karena semua keluarga nya menuduh sang istri mandul, padahal dirinya yang sudah memiliki keturunan. Tuan Lao Yun sudah bilang pada ibu nya, tapi Tuan Lao Yun, tetap menyalahkan Nyonya Anhi Cao. mereka tidak tahu kalau Nyonya Anhi Cao itu seorang tuan putri, mereka mereka tahu Nyonya Anhi Cao itu Keluarga saudagar kaya. dan salah satu nya anak buah Khon Cao.
Raja Cao dan Kaisar Qing Cao sudah meminta adik kesayangannya itu memberikan Indentitas nya yang sebenarnya, karena ke sederhana Nyonya Anhi Cao. Yang tidak mau keluarga suaminya mengetahui siapa diri nya pun, Nyonya Anhi Cao memilih menutup Indentitas nya yang sesungguhnya.
Nyonya Anhi Cao mengambil You you dia membiarkan Suaminya membersihkan dirinya terlebih dahulu. Tuan Lao Yun pun pun tersenyum, ini lah istri nya. dia tak pernah ingin urusan suaminya di kerjakan oleh orang lain, Nyonya Anhi Cao selalu melakukan sendiri.
"You you sama ibu dulu ya..... ayah mandi, setelah ini kita akan menemui keempat Paman mu ya..." ucap lembut Tuan Lao Yun. You you cekikikan melihat tingkah ayahnya yang begitu lucu, Nyonya Anhi Cao tersenyum bahagia melihat wajah tampan suami nya yang berbinar.
"Sudah sana... setelah selesai baru aku" ucap Nyonya Anhi Cao. Tuan Lao Yun pun mengangguk dan berjalan menuju kamar mandi, dia tidak pernah membuat sang istri merajuk karena tugas yang di kerjakan oleh Nyonya Anhi Cao. di abaikan oleh Tuan Lao Yun.
"Lihat ayah mu itu.... dia tidak pernah menolak ucapan ibu, semoga nanti Putri Ibu ini mendapatkan suami yang begitu baik dan menyayangimu sampai kapanpun" ucap Nyonya Anhi Cao. You you cemberut mendengar ucapan sang ibu, You you masih kecil masa ibu nya sudah membicarakan tentang lelaki untuk nya.
[Tuan rumah masih sebiji jagung saja, sudah di doakan mendapatkan suami yang baik.... hehehe Sistem yakin, kalau ibu tuan rumah itu, merasa jengah dengan kecerewetan tuan].
You you yang mendengar ledekan sistem nya pun memejamkan matanya, dia ingin sekali bisa melihat Sistem nya. andai sistem nya itu ada di depan mata, mungkin sudah dia tendang agar sistem nya itu menghilang sejenak.
"Cictem Tu yang bait dan tidat combong.... bicatah Bibil mu yang tebal talna di cengat tawon itu? diam cejenat? talau bica lebih bait tau diam jangan banyat bicala" ucap kesal You you.
[Tuan Ku yang pintar dan cantik.... sistem hadir karena untuk melengkapi tuan, kalau tuan rumah usir sistem.... berarti sistem tidak berguna dong].
.
"Tau itu butan tidat belguna? tapi talna banyat bicala matanya para dewa tendang tau untut alacan menemani Atu" ucap ledek You you.
Sistem nya pun langsung diam. You you tersenyum puas karena sudah membuat sistemnya itu tidak bisa berkata-kata lagi, dari kemarin sistemnya itu selalu menang kalau debat dengannya. kali ini dirinya yang menang debat dengan sistem pribadinya itu, melihat You you tersenyum Nyonya Anhi Cao berpikir kalau You you menyetujui ucapan nya itu.
"You you tersenyum? berarti setuju dengan apa yang Ibu ucapkan ya? mulai sekarang ibu yang akan menjaga You you..... Jangan takut dengan jodoh masa depan You you, serahkan semuanya kepada ibu dan ayah" ucap Nyonya Anhi Cao dengan senyum manis.
"Ibu.... Jangan bicala tentang cuami Dulu ya? You you macih tecil loh, maca cudah bahac cuami cih" Rajuk You you. Nyonya Anhi Cao tertawa kecil mendengar ucapan sang putri, dia juga tidak mungkin mencarikan calon suami untuk putrinya itu saat ini. dia juga akan mencari calon suami untuk putrinya itu dari kalangan keluarga yang baik-baik saja.
"Baik Baik lah.... Ibu tidak akan berbicara tentang perjodohan mu dengan calon suamimu nanti ya? ibu akan mengikuti takdir siapa yang akan menjadi jodohmu nanti di kemudian hari, sekarang Jangan ngambek lagi ya sudah sudah sudah" bujuk Nyonya Anhi Cao.
"Janji?" tanya You you. Nyonya Anhi Cao pun mengangguk dengan penuh keyakinan, You you pun mengangguk puas.
,"Kalian dari mana tadi siang?" tanya Kaisar Qing Cao dan Raja Cao.
"Ambil ini" jawab Nyonya Anhi Cao.
Semua orang yang berada di dalam ruang keluarga pun melotot. cahaya berlian yang berkilauan membuat mereka saling tatap, Raja Cao menyipitkan matanya. Khen Cao menatap penuh penasaran, Nyonya Anhi Cao tersenyum miring. Tuan Lao Yun menggelengkan kepalanya, dia tahu istrinya itu dengan sengaja memamerkan keindahan berlian yang mereka temukan.
"Be berlian kualitas terbaik.... mei mei kau mendapatkan beda ini dari mana?" ucap histeris Khon Cao. Nyonya Anhi Cao, mengangkat-ngangkatkan kedua alisnya untuk ketiganya itu.
"Penasaran ya? Gege ketiga tidak sabar ya untuk mendengarkan cerita yang Nyonya Anhi Cao ini dapatkan?" ledek Nyonya Anhi Cao. Khon Cao mendengus.
"Ck.... kau ini malah bercanda, cepat beritahu Gege..." ucap Khon Cao. Nyonya Anhi Cao tertawa lepas, dia pun mengeluarkan dua kotak berbulu. semua pangeran dan para putri pun langsung memanjangkan leher mereka semua, Nyonya Anhi Cao tersenyum miring.
"Sabar...... aku baru saja menyelesaikan pekerjaan ku ini, sabar dulu" ucap Nyonya Anhi Cao dengan santai.
.
"Pe perhiasan...." teriak para putri. Nyonya Anhi Cao mengangguk, Nyonya Anhi Cao baru saja mengeluarkan yang untuk para wanita.
"Masih ada.... Jangan buru-buru dulu" ucap Nyonya Anhi Cao. semua pun langsung menegang tubuh nya, Tuan Lao Yun hanya bisa menunduk sambil tersenyum miring.
BRAK
"Ini untuk para pangeran kan bibi?" tanya Changyi. Khon Cao dan Raja Cao juga Kaisar Qing Cao menatap tajam, mereka juga ingin dengan cincin yang baru saja di keluarkan oleh Nyonya Anhi Cao.
"Hei.... satu orang satu..." ucap Nyonya Anhi Cao. Khon Cao dan Raja Cao juga Kaisar Qing Cao langsung berdiri dan mereka langsung mendekati meja yang di isi oleh para cincin indah.
"Jadi..... kami juga mendapatkan nya bibi?
BERSAMBUNG.....
bisikan tak kasat meta = Hantu atau Jin
kalau gitu, aku panggil Jin You aja 🤣
malah yg kena pamannya🤣🤣