Indonesia
NovelToon NovelToon
The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

The Lazy Emperor: Rise Of The Undying Demon King

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sistem / Reinkarnasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: BAGERAAA

Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi

Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.

Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.

Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.

Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.

Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.

Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.

Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.

Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.

Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.

Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.

Sampai akhir

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEMBANTAIAN SEPIHAK

Aku menyaksikan peperangan dari atas bukit bersama sepuluh prajurit Skeleton yang kupanggil.

Aku berencana menyerang pasukan Orc dari belakang. Karena itu, aku hanya perlu menunggu waktu yang tepat sebelum melakukan serangan.

Dari atas bukit, aku melihat sepuluh prajurit summon yang kupanggil berlari menuju pasukan Orc yang sedang menunggangi serigala purba.

Pasukan Orc melaju dengan sangat cepat ke arah mereka.

Namun, sepuluh prajurit summon itu sama sekali tidak menunjukkan rasa takut.

Mereka terus menerjang lurus ke depan.

CLANG!

Salah satu prajurit summon mengayunkan pedangnya.

Dalam satu hantaman, tubuh seekor Orc dan serigala purba yang ditungganginya langsung terbelah menjadi dua.

Aku terdiam melihatnya.

Sepuluh prajurit summon terus maju tanpa berhenti.

Dalam waktu singkat, hampir separuh pasukan Orc dibabat habis oleh mereka.

Bahkan para prajurit yang berada di gerbang depan mulai terbakar semangatnya setelah melihat pertarungan epik yang dilakukan oleh sepuluh prajurit tersebut.

Serof pun terlihat cukup terkejut.

Ia bergumam dalam hati.

“Dari mana Tuan Muda mendapatkan teman sekuat ini?”

Serof kemudian tersadar dari lamunannya dan segera memberikan perintah kepada para pemanah.

“Pemanah, bersiap!”

Sepuluh prajurit summon terus berlari ke depan dan menebas tanpa henti.

Mereka bertarung seperti pasukan gila yang sama sekali tidak takut mati.

Setiap gerakan mereka begitu cepat dan brutal.

Walaupun serangan sepuluh prajurit summon sangat mengerikan, para Orc tetap berusaha melawan.

Namun, usaha mereka sia-sia.

Panah dan pedang yang mereka kerahkan bahkan tidak mampu menyentuh tubuh para prajurit summon.

Beberapa Orc berhasil lolos dari pembantaian sepihak yang dilakukan oleh sepuluh prajurit tersebut.

Sebagian kecil dari mereka terus menerjang menuju gerbang depan.

Namun—

FWOOOSH!

Hujan anak panah menghantam mereka dari atas tembok tinggi.

Satu per satu Orc dan serigala purba berjatuhan.

Para Orc yang masih bertahan kemudian mulai memasang perisai dan mengarahkannya ke atas untuk melindungi diri dari hujan panah.

Beberapa Orc yang berhasil selamat terus menerjang maju.

Namun tiba-tiba—

DUAAARRRR!

Ledakan besar muncul tepat di depan mereka.

Tubuh para Orc terpental ke segala arah akibat ledakan yang dikerahkan oleh para Mage yang berdiri di belakang barisan pasukan perisai.

Para Orc bahkan tidak diberi kesempatan untuk mengayunkan pedang dan kapak mereka ke arah pasukan perisai.

Mereka mulai dibantai habis-habisan tanpa mampu memberikan perlawanan berarti.

Dan hal yang sama terus terjadi.

Berulang kali.

Aku yang menyaksikan semuanya dari kejauhan melalui hologram hanya bisa terdiam.

“...Astaga.”

Aku kemudian tertawa.

“Bukankah ini namanya pembantaian sepihak?”

“Hahahahaha!”

Aku merasa sedikit ngeri melihat pemandangan tersebut.

Namun anehnya...

Jantungku justru berdegup kencang.

Seolah-olah ada bagian dari diriku yang menikmati pembantaian sepihak tersebut.

Kenapa aku malah menyukai pemandangan seperti ini...?

Aku kemudian menyadari bahwa aku masih memiliki waktu untuk melakukan summon Pahlawan baru.

Aku perlahan menutup mata.

Aku ingin seseorang yang kuat seperti tank.

Seseorang yang mampu menahan ratusan Orc sendirian.

Kalau bisa... aku ingin mendapatkan Pahlawan tingkat S.

Aku membayangkan sosok yang sangat kuat.

Asap hitam mulai menyelimuti udara di sekitarku.

Perlahan, sesuatu mulai muncul dari dalam asap tersebut.

Pertama, aku melihat sebuah kapak besar.

Kemudian, sepasang tanduk.

Setelah itu, muncul tubuh besar seperti manusia.

Asap hitam perlahan menghilang.

Aku akhirnya bisa melihat sosok tersebut dengan jelas.

Seorang Viking barbar dengan tubuh yang sangat besar dan otot yang begitu kekar.

Namun, hal yang paling membuatku terdiam adalah pose yang dia lakukan.

Ia berdiri sambil memamerkan kedua otot lengannya seperti seorang binaragawan.

Aku menatapnya dengan wajah datar.

Astaga... pose macam apa ini?

Bahkan sepuluh Skeleton yang berada di sekitarku terlihat terkejut.

Rahang mereka seolah menganga melihat pose ala binaragawan tersebut.

Aku bahkan tertawa terbahak-bahak dalam hati.

Hahahahahaha!

Sialan... apakah summon-ku gagal?

Viking tersebut kemudian berjalan menghampiriku.

Ia berlutut dan menundukkan kepalanya.

“Hormat kepada Kepala Suku Tertinggi!”

“Namaku Bob. Aku siap mengikuti perintah Kepala Suku!”

Aku terkejut.

Wow...

Sepertinya dia berbeda dengan Pahlawan atau pasukan summon lainnya.

Dia tidak memanggilku Raja Iblis Agung atau semacamnya.

Aku menatapnya dengan wajah datar.

“Kau boleh memanggilku Tuan atau Jenderal Iyan.”

Bob segera menjawab.

“Baik, Jenderal!”

Aku kemudian menyuruhnya berdiri.

“Berdirilah dan kemarilah.”

Bob berdiri dan menghampiriku.

Aku menunjuk ke arah peperangan yang sedang berlangsung di kejauhan.

“Lihat perang di sana.”

Bob memperhatikan medan perang dari atas bukit.

“Mulai sekarang, kau ikut denganku. Kita akan menyerang pasukan Orc dari belakang.”

Bob langsung menjawab.

“Baik, Jenderal!”

Aku akhirnya berlari menuruni bukit bersama Bob dan sepuluh Skeleton.

Kami menuju barisan belakang pasukan Orc yang mulai tertahan.

Barisan depan mereka telah kacau akibat serangan membabi buta dari sepuluh prajurit summon.

Bahkan posisi pasukan Orc tersebut kini sudah jauh dari benteng kedua.

Di sisi lain, Serof dan pasukannya mulai keluar dari benteng kedua.

Serof memberikan perintah.

“Para prajurit, ikuti aku!”

“Yang lain tetap di sini dan jaga gerbang depan!”

Para prajurit menjawab serempak.

“Siap, Jenderal!”

Barisan pasukan perisai kemudian membuka jalan.

Pasukan berkuda yang dipimpin Serof melaju keluar dari benteng dan bergerak menuju sepuluh prajurit summon yang masih menahan pasukan Orc di depan.

Serof terus memacu kudanya.

Namun, sepanjang perjalanan, ia melihat pemandangan yang semakin membuatnya merinding.

Ia bergumam dalam hati.

“Siapa sebenarnya orang-orang yang dibawa oleh Tuan Muda ini?”

“Mereka hanya berjumlah sepuluh orang, tetapi mampu membabat ratusan Orc dalam waktu kurang dari dua jam.”

Serof terus melaju bersama pasukannya.

Di sepanjang jalan, ia melihat banyak mayat Orc.

Ada yang tubuhnya terbelah menjadi dua.

Ada yang kepalanya terpenggal.

Bahkan, tiga Orc terlihat tertancap bersamaan pada sebuah pohon.

Serof mulai berkeringat dingin.

Pembantaian tersebut membentang sepanjang jalan yang mereka lewati.

Dan semakin jauh mereka bergerak, semakin banyak mayat yang mereka temukan.

Serof mulai menyadari sesuatu.

“Jumlah mereka bukan hanya tiga ratus...”

“Mungkin ada sekitar tujuh ratus... atau bahkan delapan ratus Orc.”

Para pasukan berkuda yang mengikuti Serof juga memiliki pemikiran yang sama.

Sepuluh orang asing yang selama ini mereka lihat ternyata memiliki kekuatan yang luar biasa.

Mereka kemungkinan memiliki kekuatan yang setara dengan prajurit Rank A atau bahkan Rank S.

Para prajurit yang mengikuti Serof hanya bisa kebingungan.

Mereka tidak tahu siapa sebenarnya sepuluh orang yang telah membantai ratusan Orc tersebut.

Namun satu hal mulai mereka pahami.

Tuan Muda mereka ternyata memiliki orang-orang yang sangat mengerikan di sisinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!