Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
The Grand Mage of Celestia
Langkah kaki Ophelia Elizhabet de Ceolum bergema halus di sepanjang koridor menuju perpustakaan besar Grand Temple of Olympus. Setelah berhasil meloloskan diri dari drama romansa mendadak buatan Dewi Cinta dan tatapan curiga Komandan Lucien, Ophelia mengira area literatur kuno adalah tempat tersuci yang paling aman dari gangguan manusia maupun dewa.
Perpustakaan kuil adalah sebuah mahakarya arsitektur kuno. Langit-langitnya menjulang tinggi dengan kubah kaca patri yang membiaskan cahaya matahari pagi menjadi pendar warna-warni. Rak-rak kayu ek setinggi puluhan meter berjejer rapi, menyimpan ratusan ribu gulungan manuskrip, kitab sihir, dan catatan sejarah dunia fana. Udara di tempat ini selalu beraroma kertas tua, tinta herbal, dan wangi lilin aromaterapi yang menenangkan.
Ophelia menghela napas lega saat meresapi keheningan ruangan tersebut. Ia menarik napas dalam-dalam, berusaha menenangkan pikiran dan detak jantungnya yang sempat terpacu akibat insiden di koridor asrama tadi.
Namun, kedamaian itu hanyalah ilusi sementara.
BZZZZT! TING!
Layar transparan berwarna keemasan kembali mengambang tepat di depan pandangan Ophelia, memotong visinya terhadap jajaran buku di rak sejarah.
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target Observation: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Current Location: Great Library of Olympus
Atmospheric Vibe: Intellectual Chaos Approaching
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF KNOWLEDGE: Akhirnya! Biarawati kita memasuki wilayah beradab! Berhentilah membicarakan romansa picisan dan perhatikan bagaimana dia memilih literatur! Aku bertaruh seratus gulungan sihir kuno dia akan mencari kitab metafisika!]
[GOD OF WAR: Buku hanya membakar waktu! Jika dia ingin belajar, dia harus membaca risalah taktik perang milik Kekaisaran Lama!]
[GODDESS OF BEAUTY: Diamlah kalian berdua! Cahaya matahari dari kubah kaca itu menyinari bahu Ophelia dengan sudut 45 derajat! Penampilannya saat memegang kitab tua benar-benar seperti lukisan dewi klasik!]
[GODDESS OF LOVE: Hmph! Jangan kira aku menyerah! Skenario perpustakaan masih bisa dijalankan! Seseorang harus menjatuhkan tangga buku sekarang juga!]
Ophelia mendecak pelan di balik cadarnya. ‘Jika ada yang berani menjatuhkan tangga ini saat aku memanjat, aku bersumpah akan berdoa agar patung dewa tersebut tersambar petir,’ batinnya tajam.
[UNKNOWN GOD: ...Be careful above.]
Peringatan singkat dari Unknown God membuat Ophelia menahan langkahnya tepat di bawah salah satu tangga kayu yang menempel pada rak manuskrip sihir tingkat tinggi. Ia mendongak, menyapu pandangan ke lantai balkon dua perpustakaan.
Di sana, bersandar santai pada pagar ukiran kayu sambil memegang sebotol ramuan berwarna biru menyala, berdiri seorang pria muda berjubah penyihir melayang yang sangat megah.
Cassian Aurelius Valerian. The Imperial Archmage sekaligus Grand Mage of Celestia.
Pria berusia dua puluh dua tahun itu memiliki rambut perak acak-acakan yang berkilau lembut di bawah sinar matahari dan sepasang mata berwarna ungu misterius yang selalu tampak mengamati dunia dengan nada meremehkan. Jubah hitam bersulam benang emas miliknya menjuntai longgar, menunjukkan kesan santai yang sangat berlawanan dengan kedudukannya sebagai penyihir terkuat di kekaisaran.
"Hmm? Ada seorang biarawati kecil di bawah sana," suara Cassian terdengar renyah dan penuh nada nada sarkastik yang khas, memecah keheningan perpustakaan.
Cassian melompat dari lantai dua tanpa menggunakan tangga. Jubah hitamnya mengembang di udara saat sihir gravitasi ringan melingkupi tubuhnya, membuatnya mendarat tanpa suara tepat beberapa langkah di depan Ophelia.
BZZZZT! TING! TING!
╔══════════════════════════════════════════════════════════╗
[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]
Target Observation: Ophelia Elizhabet de Ceolum
Encounters: Male Lead #2 (Cassian)
Danger Level: HIGH (Extreme Curiosity Detected)
╚══════════════════════════════════════════════════════════╝
[GOD OF KNOWLEDGE: Pria pesolek sihir itu ada di sana! Waspada Ophelia! Otak Cassian sangat tajam, dia bisa mendeteksi fluktuasi sihir sekecil apa pun!]
[GODDESS OF LOVE: OOH! Pria jenius yang jahil dan menyebalkan! Ini adalah tropi musuh menjadi kekasih yang sangat klasik! Aku harus merevisi skenario perpustakaanku!]
[GOD OF WAR: Pria kerempeng yang hanya mengandalkan tongkat kayu! Aku lebih suka Lucien daripada penyihir gila ini!]
Ophelia membungkukkan tubuhnya secara sopan, menyembunyikan keterkejutannya dengan sempurna di balik cadar putih. "Semoga berkah keagungan menyertai Anda, Grand Mage Cassian. Hamba tidak bermaksud mengganggu ketenangan Anda di tempat ini."
Cassian tidak langsung menjawab. Pria itu menyilangkan kedua tangannya di depan dada, memiringkan kepalanya sedikit, lalu melangkah memutari Ophelia bagaikan seorang ilmuwan yang sedang mengamati spesimen langka. Mata ungunya berbinar penuh rasa ingin tahu yang sangat intens.
"Aneh," gumam Cassian pelan. Ia menghentikan langkahnya tepat di samping Ophelia, menunduk sedikit hingga wajahnya sejajar dengan telinga biarawati itu. "Sangat aneh."
Ophelia tetap berdiri tegap, meski sarafnya menegang. "Apakah ada yang salah dengan kehadiran hamba, Anda yang Mulia?"
"Bukan kehadiranmu, Biarawati Kecil," jawab Cassian dengan senyuman miring yang menggoda. "Tetapi atmosfer di sekitarmu. Sejak sepuluh detik yang lalu, kerapatan mana di udara di sekitar kepala dan bahumu berfluktuasi secara tidak alami. Seolah-olah... ada sekumpulan partikel energi ilahi yang sedang berkumpul dan berteriak-teriak tepat di atasmu."
Jantung Ophelia serasa berhenti berdetak selama satu detik. ‘Apakah pria ini bisa melihat sistem ilahi?!’
[GOD OF KNOWLEDGE: BAGAIMANA BISA MANUSIA FANA MENDETEKSI GELOMBANG OBSERVASI ILAHI?! INI TIDAK MASUK AKAL secara FORMULA SIHIR!]
[GODDESS OF WISDOM: Cassian adalah pengguna Absolute Arcana. Dia tidak bisa melihat layar sistem, tetapi dia bisa merasakan tekanan partikel energi yang ditinggalkan oleh perhatian para dewa.]
Cassian mengulurkan jemarinya yang panjang dan ramping, hendak menyentuh udara hampa tepat di tempat layar status Ophelia mengambang. "Menarik sekali. Partikel emas ini tidak memiliki atribut elemen fana. Ini adalah sihir Olympus. Kenapa seorang biarawati biasa tingkat rendah dikelilingi oleh konsentrasi energi ilahi sebesar ini?"
Mata ungu Cassian berpindah, menatap lurus ke dalam mata biru jernih milik Ophelia yang tersembunyi di balik cadar.
"Siapa kau sebenarnya, Biarawati Bercadar Putih?" tanya Cassian dengan nada suara yang berubah menjadi lebih serius dan penuh intrik. "Apakah kau mata-mata Paus? Atau... kau menyimpan sesuatu yang jauh lebih berbahaya di balik sutra putihmu itu?"
Ophelia mengepalkan tangannya di dalam lipatan lengan gaunnya. Di depannya, Cassian menatapnya dengan rasa penasaran yang teramat sangat—sebuah obsesi intelektual yang berbahaya dari seorang jenius sarkastik. Sementara di atas pandangannya, puluhan teks dari para dewa terus berkelebat tanpa henti, menambah kekacauan di dalam kepalanya.
Ophelia menarik napas panjang, menatap balik sang Archmage tanpa sedikit pun rasa gentar.
"Anda yang Mulia Grand Mage," ujar Ophelia dengan nada suara yang sangat tenang dan mantap. "Jika Anda memiliki waktu luang untuk menganalisis udara kosong di sekitar hamba, mungkin Anda bisa menggunakannya untuk merapikan kembali buku-buku sihir melayang di lantai dua yang baru saja Anda jatuhkan."
Cassian tertegun sejenak, lalu tawa renyah lolos dari bibirnya.
Kehidupan tenang yang diimpikan Ophelia rasanya benar-benar telah musnah.
kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗
waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
semangat thor up nya 🤗🤗🤗