Indonesia
NovelToon NovelToon
Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Ketika Istri Yang Kau Hina Menjadi Kapten Pilot

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Wanita Karir / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:2.5M
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

🏆🥉Juara 3 YAAW 2026 Periode 1🥉🏆

Demi cinta, Kataleya rela meninggalkan kokpit dan menyerahkan mimpinya menjadi Kapten Pilot pada suaminya, Arkana. Ia memilih menjadi istri dan ibu, mengorbankan karier yang dulu hampir berada di puncak.

Enam tahun kemudian, pengorbanan itu justru dibalas dengan pengkhianatan. Arkana berselingkuh, menghina penampilan Kataleya, dan menyebutnya wanita yang sudah tak pantas berdiri di sisinya.

Akan tetapi Arkana lupa satu hal, langit itu dulunya milik Leya. Saat wanita itu menuntut cerai dan kembali mengenakan seragam pilotnya, seluruh dunia penerbangan mulai menyadari siapa dia sebenarnya.

Di akademi pilot, ia bertemu Kaisar... pria misterius yang selalu berada di sisinya. Arkana baru sadar terlalu terlambat, wanita yang dulu ia rendahkan kini kembali terbang lebih tinggi darinya. Leya menjadi Kapten Pilot, yang tak akan pernah bisa ia miliki lagi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 14.

Mobil Kaisar berhenti di sebuah halaman rumah besar, ia turun lalu menyerah kunci mobil pada petugas garasi. Ia berjalan masuk dengan langkah santai. Pintu utama sudah terbuka oleh kepala pelayan, begitu ia melangkah ke ruang keluarga...

“Ekhm!“

Kaisar berhenti, di sofa seorang perempuan berambut panjang duduk bersedekap dengan wajah cemberut.

“Abang lupa ya, kalau hari ini aku pulang. Aku bahkan datang ke maskapai, tapi Bang Kaisar sama sekali nggak ada di sana.“

Kaisar menghela nafas pendek. “Kikan...“

“Adik satu-satunya pulang dari luar negeri, tapi kakaknya malah menghilang.“ Potong Kikan.

“Betul itu,“ sahut wanita paruh baya di sebelah Kikan, dia adalah ibu Kaisar. “Adikmu ini baru pulang, tapi kamu entah ke mana.“

Mama Kartika menatap putranya dengan ekspresi tidak puas.

Kaisar malah tertawa, ia berjalan mendekat lalu menyentil kening adiknya. “Kau ini... masih saja dramatis.“

Kikan meringis sambil menepuk tangan kakaknya. “Sakit, tahu!“

“Kamu udah dua puluh lima tahun, kenapa masih mau dijemput seperti anak TK?“ Kaisar menyeringai jahil.

“Masalahnya bukan karena nggak dijemput!“

“Lalu?“

“Aku datang ke maskapai, abang nggak ada.“

Kaisar menjatuhkan tubuhnya ke sofa di seberang. “Memangnya, aku harus selalu ada di sana?“

Kikan menyipitkan matanya, “Terus, Abang kemana?“

“Rahasia.“ Kaisar menjawab asal.

Kikan memutar bola matanya, “Nyebelin!“

Mama Kartika tersenyum tipis melihat pertengkaran ringan antara anaknya. “Beberapa bulan belakangan ini, kakakmu sering ke akademi. Dulu hanya sesekali, tapi sekarang abangmu hampir setiap hari kesana.“

Kikan menoleh cepat. “ Akademi?“

“Iya. Kalau kamu cari Abangmu di maskapai dan nggak ketemu ... mungkin dia ada di sana.“

Kikan menatap kakaknya curiga. “Abang ngapain di akademi?“

“Hanya latihan, kau juga tau... Abang hobi terbang.“

“Hanya latihan?“

“Kamu pikir, karena abang mengurus maskapai... abang harus berhenti dengan hobi abang?“

Kikan masih menatap tajam kakaknya. “Sepertinya, bukan hanya karena itu.“

“Curigaan banget.“ Kaisar tersenyum kecil, ia berdiri lalu berjalan ke arah meja minum. “Sekarang, baguslah... karena kamu sudah pulang.“

“Apa maksud Abang?“ Kikan mengerutkan kening.

“Maskapai bisa kamu urus.“

Kikan menegakkan punggungnya, “Hah?“

“Abang tetap pegang keputusan besar, tapi operasional harian... kamu aja yang urus.“ Kaisar menatap adiknya. “Abang ingin lebih banyak waktu di udara, seperti Papa kita dulu sebelum meninggal.“

Kikan menatap kakaknya tidak percaya. “Abang serius?“

“Tentu saja.“ Kaisar meneguk segelas air, lalu kembali bicara. “Kamu sekolah manajemen penerbangan lima tahun di luar negeri, abang kira... kamu lebih dari sekedar mampu.“

Kikan membuka mulut, tapi belum sempat bicara...

“Ingat pesan terakhir Papa.“ Kaisar mengingatkan.

Suasana tiba-tiba berubah hening.

“Tapi Abang tetap jadi penerus Papa,“ suara Kikan kecil.

Mama Kartika perlahan menundukkan pandangan, dia seketika mengingat almarhum suaminya yang meninggal karena kanker beberapa tahun lalu.

“Mama...“ Kikan menoleh lalu memeluk ibunya. “Maaf, Kikan nggak bermaksud...“

Mama Kartika menghela nafas pelan, tangannya menepuk lengan putrinya. “Sudah, Mama nggak apa-apa. Kalian saja yang lanjut ngobrol, Mama ke kamar dulu.“

Kikan menatap ibunya yang sudah berjalan naik ke lantai atas, tatapannya kembali menyipit saat kembali menoleh pada kakaknya.

“Bang, sekarang jujur padaku.“

“Apa lagi?“

“Abang nggak mungkin cuma latihan di akademi, kan?“

Kaisar meletakkan gelasnya, “Kenapa kau pikir begitu?“

“Karena Bang Kaisar itu tipe orang yang kalau punya alasan, pasti ada sesuatu di baliknya.“

Kaisar mengangkat alisnya.

Kikan mencondongkan tubuh ke arah kakanya. “Apa di sana... ada seseorang yang membuat Abang tertarik?“

Kaisar tersenyum tipis, namun ia tak menjawab.

Sikap itu justru membuat Kikan makin yakin. “Abang menyembunyikan sesuatu.“

Kaisar hanya mengangkat bahu, “Kalau kamu terlalu banyak berpikir, nanti cepat tua!“

“Abang!“

Kaisar berjalan pergi ke arah tangga, “Selamat datang kembali di rumah, adikku.“

Kikan masih memolototi kakaknya itu dari sofa. “Besok, aku akan ikut ke akademi!“

Langkah Kaisar berhenti sebentar di anak tangga, ia menoleh. “Untuk apa?“

Aku ingin lihat, apa yang sebenarnya membuat kakakku rajin ke sana. Ucap Kikan dalam hatinya.

Kaisar menatap adiknya, dia sedang menilai sesuatu.

“Kamu bosan di luar negeri, ya?“

Kikan menyilangkan tangan, “Aku serius, Bang.“

“Akademi bukan tempat berwisata.“

“Aku tau, pokoknya besok aku akan pergi ke akademi.“ Kikan tetap kukuh.

“Enggak!“ Kaisar melarang.

Kikan mengerutkan keningnya. “Kenapa?“

“Kamu belum resmi berkerja.“

“Bukannya tadi Abang yang nyuruh aku mengurus maskapai, berarti termasuk mengurus akademi?“

“Besok ada rapat direksi, kamu harus ikut.“

Kikan semakin menyipitkan matanya. “Bang...“

“Hmmm?“

“Abang sengaja menjauhkanku dari akademi, ya?“

“Tidur, besok kau harus rapat.“ Kaisar lalu menaiki kembali anak tangga menuju lantai dua.

Kikan melototi punggung kakaknya, sampai menghilang di ujung tangga atas.

“Pasti ada sesuatu, aku yakin...“ gumamnya.

Tiba-tiba Kikan teringat Shanaz, teman SMA-nya.

“Sekarang Shanaz bekerja di maskapai milik keluargaku. Kalau aku ingin tau apa yang terjadi di akademi... dia bisa mencari informasi disana. Gosip, atau kabar apapun itu.“ Gumam Kikan.

Kikan langsung menelepon.

“Halo, Shanaz. Aku udah balik ke indonesia.“

“Aku tau, kabar tentangmu udah beredar di grup alumni. Lama banget ya, apa kabar?“

“Aku baik, kita ketemu besok yuk.“

“Boleh, aku malah seneng kamu balik."

“Oke, sampai jumpa besok.“ Ucap Kikan.

“Ya.“

Panggilan terputus.

Di rumahnya, Shanaz menurunkan ponselnya dari telinga. Senyum dingin muncul di bibirnya, ternyata kesempatan itu datang sendiri dan tak perlu ia mencari Kikan.

Kikan adalah anak dari pemilik maskapai, kedudukannya jelas kuat. Dan Shanaz tahu betul, bagaimana memanfaatkannya. Dengan satu tujuan... Ia akan menghancurkan Leya.

1
Tuti Tyastuti
𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘨𝘪𝘭𝘢 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭
Pita Loka
nasib selingkuh bagas
Pita Loka
ada s2 nasib selingkuh bagas gimna?
Pita Loka
harus ada s2 btw simpan baga gimna nasibnya atau udh punya anak haram
Tuti Tyastuti
𝘳𝘢𝘴𝘢𝘪𝘯
Tuti Tyastuti
𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘭𝘢𝘮𝘢𝘵 𝘺𝘢 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘰𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘵𝘦𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘮𝘢😂😂
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘣𝘢𝘨𝘶𝘴 𝘬𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘮𝘰𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨
Tuti Tyastuti
𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘬𝘭 𝘬𝘢𝘶 𝘴𝘩𝘢𝘯𝘢𝘻
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘯𝘵𝘢𝘱 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳👍
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘭𝘨
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘭𝘦𝘢💪
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘥𝘶𝘩 𝘶𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘶𝘩
Tuti Tyastuti
𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯𝘢 𝘨𝘹 𝘵𝘢𝘶 𝘥𝘪 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘯𝘨
santosowife
ceritanya sangat menarik..konflik ny tidak berat dan tidak menguras emosi pembaca secara berlebihan.. recommended banget buat pembaca yang suka cerita yang ringan dan menghibur..good job author..terima kasih atas usahanya membuat cerita ini .all the best for u/Rose//Rose//Rose//Rose/
Tuti Tyastuti
𝘮𝘢𝘬𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘶 𝘢𝘫𝘫
Tuti Tyastuti
𝘸𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘬𝘢𝘪𝘴𝘢𝘳 𝘱𝘦𝘸𝘢𝘳𝘪𝘴 𝘮𝘢𝘴𝘬𝘢𝘱𝘢𝘪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!