Indonesia
NovelToon NovelToon
Trauma Ranjang

Trauma Ranjang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Penyesalan Suami
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Evita Desniati adalah seorang wanita yang sudah menikah selama 6 tahun lamanya dengan Xander Wiryawan. Kehidupan rumah tangga mereka mendadak hancur saat Evita memergoki Xander tengah bermesraan dengan seorang wanita bernama Viola Sanustika di atas ranjang yang biasa ia dan Xander gunakan! Evita menjadi trauma dengan ranjang hingga seorang pria asing dari Tiongkok bernama Ma Yong Hua muncul dan mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tawaran Dari Pria Tampan

Setelah melontarkan ancaman penuh keputusasaan tersebut, Xander memutar tubuhnya dengan kasar. Ia melangkah lebar meninggalkan lobi apartemen, menyambar pintu kaca otomatis, dan berlari menuju mobil mewahnya yang terparkir di luar. Tak lama kemudian, deru mesin mobil sport miliknya memekakkan telinga saat melesat meninggalkan area parkir dengan kecepatan tinggi.

​Kebisingan di lobi perlahan-lahan mereda seiring kepergian Xander. Suasana kembali senyap, menyisakan keheningan yang canggung di antara Evita dan pria asing yang baru saja menyelamatkannya dari kejatuhan.

​Evita menarik napas dalam-dalam, mencoba menetralisir debaran jantungnya yang masih bergemuruh hebat akibat rentetan peristiwa emosional sejak semalam. Ia merapikan mantel rajut kremnya, menegakkan postur tubuhnya, lalu menoleh ke arah pria di sampingnya dengan sorot mata penuh rasa terima kasih yang tulus.

​"Terima kasih banyak... Tuan..." ucap Evita menggantung, menyadari bahwa ia bahkan belum mengetahui siapa nama pria berkarisma luar biasa yang telah membantunya dua kali berturut-turut dalam kurun waktu singkat ini.

​Pria bermata sipit itu menoleh. Sudut bibirnya terangkat membentuk senyuman lembut yang kontras dengan aura dominasi dingin yang ia pancarkan sebelumnya. Ia mengangkat tangan kanannya, merentangkan telapak tangan dengan sopan, gestur seorang pria berpendidikan tinggi.

​"Ma Yong Hua," ucap pria itu memperkenalkan diri dengan suara baritonnya yang rendah dan mempesona. "Panggil saja aku Yong Hua. Dan kamu... Evita Desniati, benar?"

​Evita sedikit terperanjat mendengar penyebutan namanya secara lengkap. "Ah... ya, benar. Namaku Evita. Tapi... bagaimana Anda bisa tahu namaku, Tuan Yong Hua?" tanya Evita dengan kening berkerut bingung.

​Ma Yong Hua terkecil pelan—sebuah tawa renyah yang terdengar sangat berwibawa. Ia memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana bahan berpotongan sempurnanya, menatap Evita dengan tatapan hangat yang membuat siapa pun merasa aman di dekatnya.

"Di dunia bisnis dan akademik ibu kota, nama Evita Desniati cukup dikenal sebagai salah satu dosen tamu paling cemerlang di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pelita Bangsa," jawab Ma Yong Hua tenang. "Terlebih lagi, beberapa waktu lalu, perusahaan pimpinanku sempat bekerja sama dalam program beasiswa riset dengan universitas tempatmu mengajar. Aku kebetulan membaca profil beberapa dosen berprestasi, termasuk dirimu."

****

Evita mengangguk-anggukan kepala pelan, mulai memahami situasinya. Namun, di balik rasa penasarannya, ia tiba-tiba teringat akan satu fakta besar yang baru saja ia sadari.

​Ma Yong Hua? Tunggu... batin Evita tertegun.

​Sebagai seorang akademisi di bidang ekonomi dan bisnis, tentu saja Evita sangat familiar dengan nama besar tersebut. Ma Yong Hua adalah CEO muda legendaris dari Ma Group—konglomerat multinasional raksasa yang menguasai sektor properti mewah, logistik internasional, hingga jaringan perbankan swasta terbesar di Asia Tenggara. Pria berusia 32 tahun itu adalah salah satu taipan paling berpengaruh di Indonesia, sosok yang wajahnya kerap menghiasi sampul majalah Forbes dan majalah bisnis global, yang kekayaannya bahkan melampaui gabungan beberapa perusahaan besar, termasuk Wiryawan Corporation milik suaminya.

Dan kini, sang taipan raksasa itu sedang berdiri tepat di hadapannya, menatapnya dengan sorot mata penuh perhatian yang belum pernah ia dapatkan dari suaminya sendiri selama enam tahun menikah.

​"Maafkan aku, Tuan Yong Hua," ucap Evita sedikit salah tingkah, merapikan anak rambutnya yang tertiup angin AC lobi. "Aku tidak menyangka pria yang menolongku tadi adalah... pimpinan besar Ma Group. Suatu kehormatan sekaligus rasa malu tersendiri karena Anda harus melihat kekacauan hidupku barusan."

****

​Ma Yong Hua menggelengkan kepalanya perlahan, senyumannya semakin mengembang. "Tidak perlu ada yang disesalkan, Evita. Hidup terkadang memang menempatkan kita di situasi yang paling tidak terduga. Kita tidak bisa memilih badai apa yang datang menghantam, tapi kita selalu punya pilihan dengan siapa kita akan berdiri menghadapi badai tersebut."

​Kata-kata bijak itu meluncur begitu natural dari bibir Ma Yong Hua, menghujam relung hati Evita yang sejak kemarin malam dipenuhi rasa hancur dan keputusasaan. Ada ketenangan yang luar biasa menenangkan saat berada di dekat pria Tionghoa berwajah tampan oriental tersebut.

Kulitnya yang putih bersih, hidungnya yang mancung tegas, serta potongan rambut hitam pendeknya memancarkan aura ketampanan yang matang dan berkelas tinggi—jauh melampaui ego kekanak-kanakan yang selama ini ditunjukkan oleh Xander Wiryawan.

​"Terima kasih atas pujian dan pertolongan Anda, Tuan Yong Hua," ucap Evita tulus, menundukkan sedikit kepalanya tanda hormat. "Tapi, aku harus segera pergi ke minimarket di lantai bawah. Kedua orang tuaku sedang menunggu di apartemen, dan aku harus membelikan mereka sarapan setelah musibah yang menimpa rumah mereka kemarin."

​Mendengar kata musibah, raut wajah Ma Yong Hua sedikit berubah serius. Ia teringat laporan yang sempat didengarnya mengenai kebakaran rumah di kawasan pinggiran kota yang melibatkan nama keluarga Evita—sebuah insiden kriminal yang rupanya dilakukan oleh wanita simpanan suami Evita sendiri.

****

"Ah, soal insiden pembakaran rumah orang tuamu..." ucap Ma Yong Hua dengan suara lebih rendah. Ia melangkah sedikit mendekat, menatap lurus ke dalam mata Evita. "Apakah pihak kepolisian sudah bergerak cepat mengusut pelakunya? Wanita bernama Viola Sanustika itu?"

​Evita terkejut seketika. "Bagaimana Anda bisa tahu nama itu...?"

​Ma Yong Hua tersenyum tipis. "Di dunia ini, Evita, tidak banyak hal yang bisa disembunyikan dari jangkauan informasi Ma Group. Terlebih jika hal itu melibatkan orang-orang yang berada di sekitar lingkaran bisnis Xander Wiryawan."

​Ma Yong Hua terdiam sejenak, memperhatikan ekspresi Evita yang tampak lelah namun memancarkan kobaran tekad yang kuat. Pria itu menyadari ada potensi luar biasa di dalam diri wanita di hadapannya ini—seorang akademisi berintegritas tinggi yang baru saja dikhianati secara biadab oleh suaminya sendiri. Dan entah mengapa, jauh di dalam lubuk hatinya, Ma Yong Hua merasa terpanggil untuk tidak membiarkan wanita ini berjuang sendirian melawan ketidakadilan tersebut.

​"Evita," panggil Ma Yong Hua dengan nada suara yang begitu serius dan mengikat.

​Evita mendongak, menatap mata sipit sang konglomerat dengan rasa tanya. "Ya, Tuan Yong Hua?"

"Jangan pergi ke minimarket sendiri pagi ini," ucap Ma Yong Hua mantap. "Biar asisten pribadiku yang membawakan segala keperluan sarapan dan logistik untuk orang tuamu ke unit apartemenmu. Ada hal penting yang ingin ku bicarakan denganmu... sebuah penawaran kerja sama yang kurasa tidak bisa kamu tolak."

​Evita mengerutkan keningnya, diliputi rasa penasaran yang teramat sangat. "Kerja sama apa maksud Anda, Tuan Yong Hua? Aku hanyalah seorang dosen biasa yang baru saja kehilangan segalanya..."

"Kamu bukan hanya seorang dosen, Evita," bisik Ma Yong Hua perlahan, mendekatkan wajahnya sedikit ke arah Evita agar suaranya hanya terdengar oleh mereka berdua. "Kamu adalah seorang wanita cerdas yang harga dirinya telah diinjak-injak oleh orang yang salah. Dan aku... adalah orang yang bisa memberimu pedang dan perisai untuk menghancurkan mereka sampai tidak tersisa."

​Mendengar kalimat itu, napas Evita tercekat. Jantungnya berdegup kencang. Tawaran dari sang CEO Ma Group bukan sekadar bantuan biasa—itu adalah sebuah tiket emas menuju pembalasan dendam yang paling mematikan dalam sejarah persaingan bisnis dan rumah tangga di Jakarta.

1
Ma Em
Evita balas perbuatan Xander dan jalang nya buat mereka menyesal karena sdh berani bawa selingkuhan ke rumah tempat Evita tinggal .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!