Indonesia
NovelToon NovelToon
THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

THE SAINTESS BEHIND THE WHITE VEIL: THE GODS ARE OBSESSED WITH ME

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Identitas Tersembunyi / Komedi
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Ophelia Elizhabet de Ceolum adalah seorang biarawati cantik yang tinggal di Grand Temple of Olympus, kuil terbesar sekaligus pusat kekuasaan agama di Kekaisaran Celestia. Ia selalu mengenakan cadar putih untuk menyembunyikan wajahnya yang luar biasa indah, rambut pirang keemasan, dan mata biru jernih. Namun, Ophelia memiliki rahasia aneh: ia dapat melihat layar misterius berisi percakapan para dewa dan dewi. Awalnya ia mengira dirinya gila, sampai para dewa mulai berebut memberinya berkah. Ketika Saintess resmi terpilih dan konspirasi kuil dimulai, Ophelia perlahan menyadari bahwa dirinya adalah Saintess sejati. Sayangnya, para dewa ternyata jauh lebih merepotkan daripada manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3: A Nun Who Hides Her Face

Ketegangan di koridor utama Grand Temple of Olympus serasa membeku. Tangan Raphael Elias Montclair—yang terbungkus sarung tangan sutra putih—melayang hanya beberapa senti dari tepi cadar Ophelia. Di belakang Paus Agung itu, Komandan Lucien memperhatikan dengan sepasang mata merah gelapnya yang tajam, siap merespons anomali sekecil apa pun.

Namun, bahaya sesungguhnya bukan berasal dari kedua pria berkuasa tersebut.

Bahaya sesungguhnya ada di udara, persis di depan wajah Ophelia.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum

Divine Anger Level: 94% (CRITICAL)

Warning: Divine Lightning Strike Imminent!

Sanity Level: DROPPING FAST

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GOD OF WAR: JANGAN SENTUH CADARNYA, MANUSIA FANA! AKU AKAN MEMBAKAR TANGANKU DENGAN API DIVINE!]

[GODDESS OF BEAUTY: RUPA PARAS OPHELIA HANYA BOLEH DILIHAT DENGAN IZIN KITA! BERANINYA PAUS CILIK INI!]

[GOD OF FORTUNE: Jangan tembak petir ke dalam kuil! Biaya perbaikan pilar marmer menelan biaya ribuan koin emas! Gunakan angin saja!]

[UNKNOWN GOD: ...Back off.]

Rambut-rambut halus di tengkuk Ophelia berdiri tegak. Udara di sekitarnya terasa sangat berat, dipenuhi dengan muatan listrik statis yang membuat kain cadarnya sedikit terangkat.

‘Dewa Perang! Dewa Keberuntungan! Hentikan!’ pekik Ophelia dalam hati, matanya terpejam rapat di balik Kain putih. ‘Jika kalian menghancurkan tempat ini sekarang, aku yang harus membersihkan puing-puingnya!’

Dengan refleks yang terasah dari bertahun-tahun menghindari masalah, Ophelia dengan lembut memiringkan kepalanya ke belakang, mundur satu langkah penuh secara anggun. Langkah kecil itu cukup untuk membuat jemari Raphael hanya menyentuh angin hampa.

Ophelia lalu menundukkan kepala sangat rendah, menangkupkan kedua tangannya di depan dada seolah-olah sedang menghayati perasaan penuh takzim yang mendalam.

"Mohon maafkan hamba yang tidak sopan, Yang Mulia Paus Agung," ujar Ophelia dengan suara halus, sedikit bergetar—sebuah getaran yang murni dipicu oleh rasa panik, namun terdengar sangat pasrah di telinga orang lain. "Hamba hanyalah seorang biarawati biasa yang bernazar untuk tidak memperlihatkan wajah fana ini di hadapan kemegahan kuil, demi menjaga kesucian pengabdian hamba kepada para dewa."

Hening sejenak.

Raphael menarik kembali tangannya perlahan. Mata emasnya meneliti posisi berdiri Ophelia, mengamati setiap detail gerakan gadis itu. Di mata sang Paus Agung, penolakan Ophelia sangat halus, santun, dan sama sekali tidak menyalahi aturan kuil. Namun, rasa penasaran yang membara di benaknya justru kian menyala.

Di atas kepala Raphael, layar status mendadak dipenuhi barisan teks emas yang bergerak cepat.

[GODDESS OF WISDOM: Keputusan yang sangat bijaksana. Menggunakan dogma kuil untuk membalikkan situasi.]

[GODDESS OF BEAUTY: Kerja bagus, Anakku! Jangan biarkan siapa pun melihat kecantikanmu sebelum gaun sutra emas buatan dewi sampai ke tanganmu!]

[GOD OF WAR: Hmph! Manusia berambut perak itu beruntung. Aku baru saja menyatukan tiga kilat petir di awan atas.]

[GOD OF KNOWLEDGE: Detak jantung Ophelia terdeteksi 128 kali per menit. Tingkat stres melonjak tinggi. Kebohongannya terstruktur dengan sangat baik.]

Ophelia menggigit bibir bawahnya erat-erat. ‘Orpheon, aku mohon dengan sangat, berhenti menganalisis detak jantungku!’

Raphael menyunggingkan senyum tipis—sebuah senyum elegan yang tidak mencapai matanya. "Nazar yang sangat mulia, Suster Ophelia. Jarang sekali menemukan biarawati muda yang begitu teguh memegang ikrar kesederhanaan di zaman sekarang."

"Hamba hanya menjalankan kewajiban kecil, Yang Mulia," sahut Ophelia pelan, berjuang agar suaranya tetap stabil.

Lucien yang berdiri beberapa meter di belakang Raphael akhirnya melangkah mendekat. Langkah boots-nya berdetak nyaring di atas lantai marmer. Matanya tidak pernah lepas dari sosok Ophelia.

"Yang Mulia," sapa Lucien sambil memberi hormat singkat pada Raphael. "Atmosfer di koridor ini terasa tidak stabil sejak beberapa menit lalu. Ada riak mana yang tidak biasa berpusat di sekitar... biarawati ini."

Ophelia membeku. ‘Komandan ini benar-benar punya insting seperti anjing pemburu!’

Raphael melirik Lucien, lalu kembali menatap Ophelia. "Riak mana?"

"Ya," jawab Lucien dingin. tangannya bertengger di gagang pedangnya. "Saya merasakan fluktuasi kekuatan ilahi yang sangat pekat. Seolah-olah ada beberapa eksistensi tingkat tinggi yang sedang berkumpul tepat di atas kita."

[GOD OF WAR: DIA BISA MERASAKAN KITA?! KAUM FANA INI CUKUP HEBAT JUGA!]

[GODDESS OF LOVE: OOH! Tegang sekali! Dua pria tampan saling berhadapan demi seorang biarawati bercadar! Ini seperti babak pertama roman aksi!]

[GOD OF FORTUNE: Jangan berkelahi di dalam kuil! Asuransi tidak menanggung kerusakan akibat perselisihan antar-ksatria dan paus!]

Ophelia memejamkan mata di balik cadarnya, memohon bantuan pada langit. ‘Tolonglah, siapa pun... bawa aku keluar dari situasi gila ini.’

"Mungkin itu hanya efek dari sisa-sisa ritual penyucian yang dilakukan para pendeta tadi subuh, Komandan Lucien," sela Ophelia cepat sebelum Lucien sempat melangkah lebih dekat lagi. Ia mengangkat keranjang lilin di tangannya sedikit lebih tinggi. "Jika Anda berdua berkenan, hamba harus segera mengantarkan lilin-lilin ini ke Paviliun Utara sebelum misa pagi dimulai."

Raphael menatap Ophelia selama beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk pelan. "Tentu saja. Pergilah, Suster Ophelia. Jangan biarkan tugasmu terganggu."

"Terima kasih banyak, Yang Mulia. Komandan," pamit Ophelia penuh hormat.

Tanpa menunggu balasan lebih lanjut, Ophelia membalikkan badan dan berjalan cepat meninggalkan koridor utama. Gerakannya teratur, namun kecepatannya berbatasan langsung dengan berlari kecil. Cadar putihnya berkibar pelan tertiup angin koridor.

Begitu ia membelok ke lorong samping yang sepi dan jauh dari jangkauan pandangan Raphael maupun Lucien, Ophelia bersandar pada pilar batu terdekat. Ia mengembuskan napas panjang yang telah ditahannya sejak tadi.

"Hampir saja..." gumamnya lirik, mengusap dadanya yang berdebar kencang.

Namun, kedamaian itu hanya bertahan selama dua detik.

BZZZZT!

Layar transparan berwarna biru pucat kembali muncul tepat di depan wajahnya, kali ini berkedip-kedip penuh dengan warna-warni yang menyilaukan.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[DIVINE OBSERVATION SYSTEM]

Target: Ophelia Elizhabet de Ceolum

Status: ESCAPED SUCCESSFULLY

Divine Relief Level: 100%

Reward Issued: [Divine Protection of the Veil]

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

[GODDESS OF BEAUTY: Luar biasa! Pelarian yang sangat anggun! Cara gaunmu berkibar saat berbalik benar-benar sempurna!]

[GOD OF WAR: Anak kecil, ambil pedang ini! Jika ksatria berambut hitam itu mendekatimu lagi, tebas saja jarinya!]

[GODDESS OF LOVE: Jangan mendengarkan Dewa Perang! Ophelia, menurutmu siapa yang lebih tampan? Paus Agung yang suci atau Komandan Ksatria yang dingin?]

[GOD OF KNOWLEDGE: Secara estetika visual dan rasio simetri, keduanya berada dalam persentil 0,1% teratas spesies manusia.]

[UNKNOWN GOD: ...Good job hiding.]

Ophelia menatap barisan teks di udara itu dengan pandangan hampa.

Ia memegang dahinya di balik kain cadar. Humor deadpan-nya yang biasa ia simpan dalam hati kini hampir meledak keluar.

"Kalian ini..." bisik Ophelia pelan, memastikan tidak ada orang di sekitarnya. "Apakah alam ilahi benar-benar membosankan sampai-sampai kalian harus mengawasi seorang biarawati yang hanya ingin mengangkut lilin dengan tenang?"

Tentu saja, para dewa tidak bisa mendengar perkataannya—atau begitulah yang Ophelia kira.

Layar di depannya mendadak terhenti selama satu detik. Seluruh barisan teks berhenti bergulir.

╔══════════════════════════════════════════════════════════╗

[SYSTEM NOTICE]

Anomalous Speech Detected.

Did the Target just talk to... us?

╚══════════════════════════════════════════════════════════╝

Ophelia membeku seketika. Jantungnya seolah berhenti berdetak.

[GOD OF KNOWLEDGE: Tunggu. Sudut pandang matanya... frekuensi vokalnya... Apakah ada kemungkinan 0,001% bahwa dia bisa melihat sistem ini?]

[GODDESS OF LOVE: HAH?! APA?! TIDAK MUNGKIN!]

[GOD OF WAR: JANGAN BERCANDA, ORPHEON! JIKA DIA BISA MEMBACA KOMENTARKU TENTANG KECANTIKANNYA...]

Panik melingkupi seluruh kesadaran Ophelia. Dengan cepat, ia mengepalkan tangannya dan mendongak ke arah patung dewa terdekat yang ada di lorong itu, berpura-pura berdoa dengan suara yang sedikit ditinggikan.

"Ya Dewa yang Agung..." ucap Ophelia pura-pura meracau pelan dengan nada pasrah. "Hamba merasa pikiran hamba makin kacau hari ini... Hamba bahkan bermimpi mendengar suara-suara gaib di udara... Tolong ampuni hamba yang hampir gila ini..."

Layar di depannya berkedip-kedip lagi, lalu teks kembali bergulir dengan cepat.

[GODDESS OF WISDOM: Lihat? Dia hanya sedang berdoa dan merasa lelah secara mental. Jangan membuat analisis tidak masuk akal, Orpheon.]

[GOD OF KNOWLEDGE: Hmm... tampaknya kecenderungannya memang menuju kelelahan emosional. Maaf atas kesalahpahaman data.]

[GOD OF WAR: KAU HAMPIR MEMBUAT JANTUNG ILAHI-KU BERHENTI, ORPHEON!]

Ophelia menghela napas lega yang amat sangat dalam hati. Krisis berhasil dihindari.

Namun, saat ia kembali menegakkan tubuhnya untuk melanjutkan perjalanan menuju Paviliun Utara, sebuah bayangan tinggi mendadak menutupi jalan di depannya. Udara di lorong sepi itu mendadak turun beberapa derajat, membawa aroma dingin seperti salju abadi.

Seorang pria berambut perak kelabu dengan pakaian bangsawan tinggi bertumpuk bulu serigala utara berdiri di sana, menatap Ophelia dengan sepasang mata biru pucat yang sedingin es.

Adrian Theodore Everhart. Grand Duke of Northern Empire.

"Biarawati bercadar..." panggil Adrian dengan suara berat yang tenang namun mematikan. "Aku sedang mencari tempat yang tidak bising. Bisakah kau memberitahuku di mana letak ruang doa pribadi yang paling terpencil di kuil ini?"

Ophelia menatap pria di depannya, lalu melirik ke arah layar biru di udara yang kini mendadak dipenuhi simbol peringatan bahaya berwarna kuning menyala.

‘Lagi?’ batin Ophelia, ingin menangis saat itu juga. ‘Kenapa semua pria penting di kekaisaran ini mendadak berkumpul di lorong sepi tempatku berada?!’

1
Wulan
semangat thor up nya 😌😌
Wulan
kasihan seraphina semoga waktu tau dia bukan saintess dia nga kecewa atau marah sama Ophelia yang adalah saintess sebenarnya 🙂🙂
Wulan
God of fortune yang gila duit tertipu sebesar lima ratus koin emas😆😆
Wulan
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

kak fresh tea terima kasih Karna menerima pendapat saya dan memberikan jawapan... maaf kalau sekira nya pendapat saya agak terburu-buru dalam berpendapat pada karya kakak... semangat kak berkarya nya aku akan selalu mendukung karya kakak yang ini dan mengusahakan untuk sampai pada end cerita🤗🤗

waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh 🤗🤗 semangat 😁✊
Wulan
mereka berkomunikasi? ketahuan kh kalau Ophelia bisa liat layar percakapan para dewa?
Wulan
kakak penulis Tampa mengurangi rasa hormat aku mau membagi kan pendapat ku sebagai pembaca setelah membaca 40 eps awal hari ini

cerita dan gendre Kakak bagus dan unik tapi cerita nya agak berbelit dan ada beberapa episod yang hampir mirip dari segi cerita dan dialog hanya beda karakter saja dan setelah baca dari eps 1 sampai 40 aku belum menemukan inti dari cerita nya awal dari ceritanya juga sulit aku fahami tidak ada keterangan atau penjelasan lebih kenapa Ophelia yang di pilih para dewa mungkin pendapat ku ini agak terburu-buru Karna baru 40 eps sekarang inti dari cerita nya juga belum keluar tapi sebagai pembaca aku hanya mengutarakan pendapat aku saja kepada kakak penulis aku enjoy juga kok dengan cerita nya😁😁 semangat kakak penulis😁✊
Fresh Tea: terima kasih atas saran nya nanti aku perbaiki supaya tidak berbelit-belit 😭🙏 makasih udah baca cerita ku 😭😭
total 1 replies
Wulan
kak ararthor kapan mereka semua tau kalau Ophelia adalah saintess sebenarnya?
semangat thor up nya 🤗🤗🤗
Wulan
dari dulu kan suda berakhir Ophelia 🙂🙂
Wulan
di alam dewa juga ada pasar gelapnya 😭🙏
Wulan
semangat menjalani hidup yang berat kedepan nya Ophelia 😌😌
Wulan
penyelamat datang😆😆
Wulan
tolong berhenti dewi kecantikan kasihan Ophelia 🙂🙂
Fresh Tea: Mereka gak akan berhenti...huhu
total 1 replies
Wulan
kak arthor kenapa nga bongkar aja edintitas Ophelia sebagai saintess kan seru😌😌
Wulan: iya kelihatan jelas bahkan sekedar dekat saja dewa perang langsung mau kirim petir Ilahi 🙂🙂
total 2 replies
Wulan
thor kapan dunia tau Ophelia sebenarnya saintis yang sebenarnya 🙂🙂
Wulan: nga papa aku akan menunggu dengan sabar😌
total 2 replies
Wulan
aku setujuh🙂
Wulan
ini dia penyelamat 😌😌
Wulan
aku bertaruh Adrian yang akan mendapat senyum pertama Ophelia 😆😆
Wulan
sungguh aku mendukung hubungan nya Ophelia dan adrian sekarang 😆😆
Wulan
aku setuju aku akan meningkuti kapal Ophelia dan adrian😆😆
Wulan
aneh banget Nama pasangannya😭😭
Wulan: iya tentu saja tapi aku mendukung pasangan nya Adrian dan Ophelia 😆😆
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!