Bryen berusia 25 tahun seorang pria pemilik cafe sederhana, memiliki karyawan untuk membantu melayani seorang pelanggan, saat sibuk melayani pelanggan ia tidak sengaja menumbuhkan Kopi ke pakaian seorang perempuan sombong, angkuh dan dingin, yg lagi asik berbincang sama teman kantor nya, hingga ia kaget langsung beranjak
"HEI KAMU... HATI - HATI DONG! INI BAJU MAHAL, LIHAT.... BAJUKU JADI KOTOR!! PAKAI MATA ENGGAK!! ". Ucapnya sentak marah
" maaf nona, saya tidak sengaja, sini saya bersihin! ". Jawab brayen sambil mengelap gaun yang kena tumpahan kopi
" TIDAK USAH!! BISA SENDIRI, DASAR LAKI-LAKI!! ". Ucapnya dengan tatap kesel melangkah melewati, temannya pun mengikuti dengan ekpresi bingung
Ini pertama kalinya bagi bryen di marahin oleh seorang wanita.
kehidupan bryen sangat suka hidup biasa saja, walaupun sang ayah selalu menjodohkan dirinya dengan seorang wanita kenalan teman ayahnya, sampai kini sang ayah masih membahas perjodohan itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon as2357zzjdj, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 12 SENTUH SENSITIF!!
Elina terdiam mematung, tidak menolak untuk disentuh saat Brayen memeluk dirinya dari belakang dengan nyaman. Elina merasakan Badan Brayen yang kekar.
Brayen menyusuri menghirup aroma di bagian leher Elina sambil penjamkan mata dengan hasrat. Elina yang merasakan hembusan nafas berat dan bibir Brayen sedikit tersentuh di leher, membuat ia sangat menyukai dan menikmati setiap sentuhan itu. Cukup lama Brayen terus menghirup aroma di sana, Sesuatu yang aneh terjadi pada Elina, bagian bokong merasakan tonjolan sesuatu yang mengeras berada di sana, membuat Elina terkejut namun wajah berubah memerah merona.
Sepertinya Brayen tidak bisa menahan hasratnya, namun harus ia tahan walaupun bagian di sana ingin sesuatu yang dalam.
"Di bawah sana, ada sesuatu yang mengeras, apa itu!? ". Tanya Elina dengan polosnya bertanya
" Hmmmm! ". Jawab Brayen yang masih menghirup aroma rambut kepala Elina sambil penjamkan mata..
" Brayen! tolong berhentilah... ". Minta Elina dengan lembut
namun Bryan masih tetap menggoda Elina tidak ia dengar Brayen terus menghirup aroma menyentuh rambut kepala Elina dengan hidungnya. Elina menyadari kalau dibiarkan Brayen akan kelepasan dan tidak bisa mengendalikan diri ia sadar hasrat laki-laki tidak pernah berhenti kalau tidak dihentikan ,ini akan membuat Elina khawatir dan takut. Bergegas Elina hentikan kedua tangan melepaskan Kedua tangan Brayen yang melingkar di bawah perutnya, ia pun berbalik dengan tatapan tajam
Brayen yang melihat itu pun terdiam lemas.
"Hentikan!!, dasar laki-laki mesum! ". Ucap Elina tunjuk jari di depan wajah Brayen dengan tegas.
saat Brayen terdiam, Namun tidak lama respon Brayen berubah tersenyum. Wajah Brayen mendekat menempel kan kepala keningnya. kini mereka berdua saling menatap mata dengan sentuhan kepala kening menempel. Lirikan mata mereka berubah sesuatu yang makna yang indah, menatap mata berubah menjadi suasana yang penuh cinta dan kasih. Hembusan nafas mereka di rasakan satu sama lain. Brayen penjamkan mata dengan menahan hasratnya yang tidak bisa kendalikan namun harus bisa, tubuhnya berubah menjadi gerah dan panas. sesuatu yang akan terjadi pada dirinya, di bawah sana yang di milik Brayen sudah mulai semakin tegang dan mengeras. Rasanya ingin mencium Elina
Berlahan membuka mata menatap mata cukup lama, Brayen miring kan wajahnya berlahan mendekat dan____
Cup____
Bibir Brayen menyentuh dan mencium, ia berlahan mencium dengan lembut. Elina hanya terdiam kaku dengan mulut tertutup saat Brayen berusaha menciumnya. Berlahan mulut Brayen membuka mencoba untuk masuk. Elina tidak bisa ia hentikan hanya terdiam, namun tidak lama saat Brayen berubah membuka mulut Elina, ia berhasil masuk, lidah Brayen berjelajah di dalam sana mencari sesuatu. Elina hanya membuka mulut tidak bergerak. Brayen terus mencium tanpa henti sampai bertemu dengan Lidah Elina menyentuh. Walaupun tidak bisa disentuh, Brayen berhenti lalu mencium leher Elina
"Hmmm!!! ". Elina pun langsung merasakan gairah saat Brayen mencium leher sensitifnya membuat ia penjamkan mata sambil melet lidah.
Brayen benar-Benar tidak bisa menahan diri ia sudah di puncak gairah yang tidak bisa di tahan. Rasanya tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, yang penting baginya kebahagiaan adalah paling pertama yang harus di selesai kan.
*Berdering*
Seketika Elina tersadar saat ponselnya berdering ia langsung dorong badannya Brayen dan menghentikan aksinya.
Brayen melangkah mundur dan hanya terdiam saat dirinya sudah memuncak gairah.
Bergegas Elina mengeluarkan ponsel di dalam saku jas kerjanya saat melihat di layar ponsel ternyata Sanfani yang menghubungi dirinya. Tidak berfikir panjang Elina pun langsung mengangkat dan menjawab
"Hallo".
" Elina, kamu ada di mana kenapa tidak ada di ruang kantor? ". Tanya Sanfani
" Iya. sekarang aku lagi di luar kantor, aku akan kesana ". Jawab Elina
Elina pun menutup telepon dari Sanfani, melirik Brayen dengan tajam
" Aku harus ke kantor, dan satu hal yang aku ingin ku katakan, Kamu pria berengsek!! ". Ucap Elina, bergegas berbalik melangkah jalan keluar
Brayen yang hanya terdiam, langsung tersenyum tipis.
Terlihat wajah Brayen berubah seneng seakan dirinya menang. Walaupun gagal memiliki Elina seutuhnya setidaknya mendapatkan ciuman manis di bibir Elina yang lembut, tidak masalah dirinya di sebut pria berengsek. ia merasa senang ada yang bilang seperti itu.
Kemudian Elina bergegas melangkah jalan di lorong kantor, ia sangat ketakutan tercampur gelisah, kalau saja Sanfani tidak menelepon dirinya mungkin Ba-bals tidak terkendali. dan mungkin dirinya tidur seranjang atau keadaan telanjang. Entah mengapa dirinya tidak bisa menolak melainkan ingin melakukan lebih dari itu, mungkin hasratnya meningkat tanpa ia tahu.
Sesampainya di ruang kantor, ia duduk di kursi depan meja dengan tangan kanan menyentuh kepalanya yang pusing, mengingat kejadian tadi di hotel Brayen saat berciuman. Tidak habis pikir Elina sulit untuk memahami dirinya sendiri.
"Haduh.... kenapa bisa!! kenapa?? apa yang terjadi padaku? apa aku suka sex?. Tidak, tidak, tidak, itu tidak mungkin". Elina berkata bicara dirinya sendiri dengan rasa bingung nya tercampur heran.
Elina berusaha untuk tidak mengingat kejadian tadi, tapi isi kepalanya penuh dengan sex, tubuh Elina bereaksi dengan isi pikiran apalagi hatinya jauh sekali keinginan. Hati menolak tapi isi kepala beradu bingung seperti benang kusut, Namun tubuh bereaksi berbeda menginginkan itu. Mungkin ini namanya hasrat gairah tidak bisa di bohongi.
******
******
******
Malamnya brayen duduk di kursi depan meja makan sambil memutar-mutar sendok makan di dalam gelas kopi sambil melamun. Joni berbalik saat sedang bikin kopi untuk dirinya sendiri, melihat Bosnya melamun ia penasaran apa yang ada di pikiran bosnya itu.
"Mikirin apa? ". Tanya Joni duduk di kursi berhadapan
" Hm! tidak hanya berfikir ". Jawabnya satu teguk ia minum meletakkan kembali gelas kopinya
" Seperti ada yang kamu pikirkan, apa karena Nona Elina? ".
" Joni. Kamu tahu wanita itu cukup pintar. Jujur aku suka dengan kepintarannya itu". Jawab brayen senyum
'Kamu benar-benar tertarik dengan wanita itu? ".
" Hmhm! ".
" Enggak ngerti aku. banyaknya para wanita di ibu kota ini, hanya nona Elina yang kamu sukai? ".
" iya. dia itu berbeda tidak seperti perempuan pada umumnya, Dia tegas, berani dan pintar ". Ujar brayen.
" Hmmmm! kalau memang suka padanya nikahin saja"..
"Maunya, tapi menolak perjodohan, gara-gara aku melakukan pelecehan waktu di rumah,. di dalam kamar mandi"..
" Ha? bagaimana?kenapa kamu lakukan itu? ".
" Namanya juga tergoda mana tahan, aku ini pria normal wajar kan aku memiliki hasrat ".
" Wajar iya. tapi ada batasnya " Ucap joni
Brayen terdiam sambil melirik ke arah samping.