Setelah mati di kecelakaan pesawat Shen Yu mendapatkan kehidupan kembali dan terlempar ditahun 80 sebagai orang bodoh. Tanpa sengaja dia mendapatkan keterampilan warisan keluarga yang sudah terputus dan mulai merintis usaha dari nol.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dimas upss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6
Setelah mendengar Shen Yu pulang Gui Yuan buru-buru pergi ke rumahnya dan bertanya, "Shen Yu !"
"Kepala desa masuklah." Shen Yu memintanya masuk kehalaman dan duduk.
"Bagaimana hasilnya ?" Tanya Gui Yuan dengan cemas.
"Ada kabar baik dan juga buruk mau dengar yang mana dulu ?" Shen Yu menggoda Gui Yuan dan membuatnya kesal.
"Katakan saja langsung." Gui Yuan menghela nafas panjang.
"Kabar baiknya kawanan serigala sudah aku habisi walaupun aku tidak bisa menjamin apakah ada sisa kawanan yang selamat atau tidak tapi setidaknya mereka tidak akan turun lagi ke desa." Shen Yu berkata dengan jujur dan mengelus Blackie.
Gui Yuan terkejut melihat seekor anak serigala dipangkuan Shen Yu dan menelan ludahnya, "Itu kau bawa pulang."
"Tenang ini jinak tidak menggigit... Kepala desa dari pada kau mengkhawatirkan ini bukankah kau belum mendengar kabar buruknya. Kabar buruknya adalah sebelum aku sempat membawa mayat serigala turun aku bertemu dengan beruang buta dan lari. Sekarang kita tahu alasan mengapa Serigala menyerang desa karena wilayah mereka ditempati beruang coklat itu." Shen Yu mengatakan semuanya dengan jujur.
Gui Yuan terkejut setengah mati, "Kau serius ? Serigala masih lebih baik tapi ini beruang. Shen Yu apa kau punya jalan keluarnya ?"
"Kepala desa tidak perlu khawatir beruang itu tidak akan sampai di desa. Beruang itu tidak kekurangan makanan dan tidak akan pergi dari teritory wilayahnya kecuali memang sumber makanannya habis. Lokasinya juga lumayan jauh dari Desa jadi tidak perlu dikhawatirkan, tapi tetap saja kadang ada orang bodoh yang cari mati. Kepala desa hanya perlu mengingatkan setiap orang jika disana ada beruang, kalau tidak mau ditampar sampai mati lebih baik tidak mengusik wilayahnya." Shen Yu terlihat serius.
"Baik aku akan mengabari Desa ini ada rokok untukmu." Gui Yuan memberikan sebungkus rokok untuk Shen Yu dan pergi ke setiap rumah.
Shen Yu juga tidak punya kegiatan lain dan dia memperbaiki atap rumahnya yang bocor, dia juga memperbaiki senapan yang macet dan tidak lama kemudian Fei Sie datang mengantarkan makanan secara diam-diam agar tidak ada gosip.
Fei Sie agak sedikit khawatir tentang beruang namun Shen Yu menjelaskan semuanya secara perlahan. Posisi rumah mereka yang paling dekat dengan Hutan, jadi wajar saja jika Fei Sie sedikit cemas.
"Shen Yu nanti malam apa kau akan datang ketempatku ?" Tanya Fei Sie dengan malu.
"Walaupun ingin tapi sepertinya aku tidak bisa malam ini. Sewaktu di gunung aku menemukan barang bagus, persedian menipis dan aku harus segera punya uang." Shen Yu berkata dengan jujur.
"Begitu ya... Kalau begitu hati-hatilah." Fei Sie sedikit kecewa.
Shen Yu tidak bisa melakukan apa-apa tentang hal ini dan bisa menebusnya dilain waktu. Pertama dia memang butuh uang dan makanan untuk hidupnya, jika dia bisa jual ginseng itu maka dia punya modal untuk membeli sesuatu.
Shen Yu tidur lebih awal dan ditengah malam dan Blackie menjaga rumah. Jalan sendiri akan jauh lebih mudah dan benar saja sampainya disana bangkai serigala sudah tercerai berai ditanah.
Keberadaan beruang coklat juga sudah tidak ada dan Shen Yu bergegas masuk kedalam celah tebing. Shen Yu memakai kayu kecil dengan ujung yang runcing, menggali ginseng liar yang paling penting adalah menjaga akarnya tetap utuh.
Sekali akarnya putus maka nilainya akan turun sangat banyak karena khasiatnya berkurang. Setelah setengah jam akhirnya Shen Yu sukses mengambilnya dan menyimpannya kedalam keranjang.
Bijinya sengaja dia simpan dan Shen Yu ingin melakukan eksperimen. Shen Yu bergegas pulang dan dia tidak bisa berlama-lama didalam hutan, saat malam hari binatang buas akan sangat banyak dan lebih baik pulang selagi sempat.
Sampainya dirumah Shen Yu memberikan Blackie makan dan merapikan semua barangnya kedalam keranjang. Lima kulit serigala dan satu ginseng liar berdaun tujuh berusia 100 tahun.
Shen Yu menyiapkan pot kecil dan menanam biji ginseng liar, dia mencapur air spiritual kedalam ember dan menyiram pot itu dengan santai. Entah apa efeknya nanti namun eksperimen ini layak untuk dicoba.
Keesokan paginya Shen Yu pergi ke gerbang luar Desa dan seseorang memanggilnya, "Shen Yu."
"Paman Guan Du." Shen Yu menghampirinya dan melihat gerobak sapi, "Paman sepagi ini mau ke Kota ?"
"Iya apa kau juga mau pergi kesana menjual kulit serigala ? Bagaimana jika kita berangkat bersama saja ?" Guan Du menawarkan tumpangan.
"Terimakasih." Shen Yu menerimanya dan naik keatas gerobak.
Seorang gadis menghampiri mereka dan berkata, "Maaf Paman Guan Du membuatmu menunggu lama."
"Tidak apa Qing Yue... Kau pasti mengurus Nenekmu sebelum pergi. Ayo kita berangkat sekarang !" Guan Du tidak mempermasalahkannya dan mereka bertiga berangkat.
Qing Yue mengangguk kearah Shen Yu dan menyapanya, "Halo Shen Yu."
"Iya." Shen Yu mengangguk dan tersenyum.
Guan Du berkata, "Shen Yu dia adalah Cucu Nenek Qing dari tepi kolam itu."
"Jadi Qing Yue bunga desa itu ya yang dilamar oleh Min Hai tapi dia menolaknya." Shen Yu mengingat semuanya.
"Iya." Qing Yue mengangguk.
Guan Du mengiyakan, "Benar sekali... Tunggu sebentar bukankah kau baru sembuh dari penyakit bodohmu kok kau bisa tahu ?"
"Paman Guan... Dulu aku memang bodoh tapi itu bukan masalah otak tapi jiwa yang tidak lengkap. Walaupun tanggapanku lama tapi aku masih mengingat semuanya termasuk orang-orang yang menjarah rumahku waktu itu." Shen Yu berkata dengan serius.