Indonesia
NovelToon NovelToon
Takdir Sang Ophelia

Takdir Sang Ophelia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:500
Nilai: 5
Nama Author: Ashe Lepidoptera

Demi meningkatkan reputasi, Ophelia—seorang anak yatim piatu—tiba-tiba diadopsi oleh keluarga Pratama, konglomerat yang baru naik kasta. Namun bukannya kasih sayang, ia justru mendapatkan penyiksaan di rumah dan bullying di sekolah elit yang dimasukinya.

Puncaknya, Ophelia tewas secara tragis di tangan mereka.

Tetapi alam semesta memberinya kesempatan kedua. Terbangun satu tahun sebelum kematiannya, Ophelia bertekad merobohkan keluarga Pratama menggunakan senjata mematikan: rahasia-rahasia busuk yang ia ketahui dari masa depan.

Dibantu oleh seorang pewaris misterius dari keluarga ternama, kali ini Ophelia tidak akan lagi menjadi korban. Dia yang akan memegang kendali atas panggung permainan hidupnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ashe Lepidoptera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7

Ophelia melihat tangannya yang masih gemetar. 

Lemah sekali.

Ia pikir kembali ke masa lalu dan tahu akan segalanya sudah membuatnya menjadi lebih kuat, tapi ternyata jiwanya tetap sama. 

Tapi tidak masalah. 

Ophelia mengepalkan tangan dan memasukkannya ke dalam saku jaket. Ia hanya perlu diam-diam menyembuhkan rasa takutnya ini tanpa siapapun mengetahui.

Untuk bisa selamat di rumah itu, Ophelia harus lebih dari sekedar kuat.

Ia berjalan ke arah parkiran, namun ketika baru keluar dari gedung, Ophelia melihat Ibu tirinya sedang berbicara dengan seseorang di depan mobil. 

Siapa?

Pria itu memakai setelan semi formal—sepertinya mereka tidak seumuran. Mungkin dia wali seseorang?

Apa yang mereka bicarakan?

Ophelia berjalan mendekat, berharap bisa mendengarkan sedikit informasi apapun itu namun sebelum sampai pria itu sudah berjalan pergi. 

“Barusan siapa?” tanyanya. 

“Pewaris keluarga Mahawirya.”

Oh. 

Ophelia diam-diam bersyukur pria itu sudah pergi sebelum ia sampai. Bisa-bisa ia muntah kalau mendengar percakapan romantis antara Yelena dan selingkuhannya itu.

“Dekat dengan orang-orang ternama seperti itu memiliki banyak keuntungan untuk kita,” ucap Yelena sembari menata rambutnya di spion mobil.

Ophelia memutar mata. Seperti hubungan gelap seperti milikmu maksudnya? Tidak, terima kasih.

Setidaknya dia masih punya harga diri.

“Urusanmu sudah selesai? Kenapa cepat sekali?” 

“Kami cuma bertukar nomor,” jawabnya. “Aku bahkan dapat punya Kaiser.” 

“Oh itu bagus. Chelsea mencoba mendapatkan nomornya selama setahun penuh tapi tidak berhasil.” 

Yah secara teknis, Airin yang memasukkannya. Kalau Ophelia sendiri yang meminta mungkin tidak akan pernah diberi. 

Yelena membuka pintu mobil. “Cepat masuk, Ayahmu sudah menunggu.” 

...****************...

Kediaman Pratama dingin dan sesak seperti biasa. Begitu datang, Yelena langsung menggiringnya ke ruang makan. Randi terlihat menunggu di kursi kepala keluarga dengan kedua tangan yang mengepal. 

Wajah pria itu terlihat datar dan tenang. Sekalipun benar-benar kejam, raut mukanya seakan menegaskan kalau dia adalah pria ramah yang bisa didekati oleh siapapun.

Ekspresi yang benar-benar menipu.

Tau begini Ophelia akan melambatkan waktunya di sekolah agar tidak perlu makan siang bersama. 

Ia benar-benar tidak selera makan. 

Tapi kursi di sebelahnya kosong. 

“Chelsea kemana?” tanyanya. 

“Dia sedang dihukum,” jawab Randi singkat. Dia terlihat tidak mau membicarakan putri kandungnya lebih jauh dan bertanya hal lain. “Ayah dengar kamu mendapat nilai tertinggi? Itu bagus. Bagaimana wawancaranya?” 

Yelena mengangguk. “Lancar. Ophelia pasti diterima disana.” 

Randi tersenyum kecil, dia terlihat puas kemudian menjentikkan jarinya. Ada dua pelayan yang keluar dari dapur membawa beberapa piring masakan. 

Hidangannya mulai disajikan. 

Ophelia diberi salad dengan dressing simpel dan dada ayam yang terlihat tidak diberi bumbu sedangkan Yelena hanya memakan salad buah.

Di rumah ini, makanan mereka diatur sedemikian rupa. Untuk Chelsea yang mementingkan kecantikan dan keelokan tubuh diberi diet ketat agar badannya tetap sempurna. Dia bahkan diwajibkan mengukur berat badan di depan Randi setiap minggu agar tidak melebihi batas. 

Ophelia juga sama. 

Yelena terlihat lebih longgar, walau tidak sepenuhnya bebas. Rumah yang benar-benar terasa seperti penjara. 

Tapi—Lemon tart?

“Kamu suka dengan dessert itu kan ya?” ucap Randi sembari meminum kopinya. Tidak ada piring atau makanan lain, sepertinya dia cuma akan minum kopi untuk makan siang. “Anggap saja hadiah. Mendapat nilai tertinggi cukup untuk membuat keluarga kita semakin dikenal.” 

“Terima kasih, Ayah.” 

Bahkan makanan yang paling dia sukai itu, entah kenapa terlihat seperti racun jika yang memberi adalah Randi.

“Chelsea dihukum kenapa?” Ophelia bertanya setelah selesai makan. “Semenjak aku datang kemari rasanya dia sering sekali dihukum.”

Randi memutar gelas kopinya. “Tantrum seperti anak kecil yang tidak sudi mainannya diambil. Dia terus protes akan sesuatu yang sudah jelas merupakan kesalahan dia sendiri.” 

Oh benarkah? 

Entah kenapa Ophelia tidak yakin. 

“Kalau saja dia agak penurut sepertimu, mungkin Ayah juga tidak akan terlalu keras.” 

“Begitu.” Ophelia menahan diri agar tidak mengeluarkan sarkasme. Penurut, katanya. Entah kenapa dia benar-benar ingin tertawa.

“Tugasmu di sekolah kurang lebih sama dengan Chelsea. Cari koneksi sebanyak-banyaknya dan dekati para pewaris disana terutama Kaiser dan Reine.” Kali ini Randi menatap Ophelia tepat di mata. “Chelsea berhasil menjadi teman dekatnya Reine, berarti sisanya tinggal Kaiser.” 

“Ophelia sudah mendapat nomornya tadi,” sahut Yelena. Dia juga terlihat selesai makan.

“Benarkah?” 

“Aku dapat dari Airin, teman dekatnya,” ucap Ophelia. “Kaiser ada disana juga, jadi kayaknya dia nggak keberatan.”

Randi mengangguk. “Airin Purnomo? Kalau tidak salah ada rumor kalau mereka akan bertunangan. Kalau bisa membuatmu dekat dengan Kaiser juga, manfaatkan saja dia.” 

Ophelia mengangguk, ia memegang erat bungkus lemon tart di tangannya. “Baik, Ayah.” 

...****************...

Malam harinya, Ophelia duduk di kursi belajar sembari melihat kertas kosong. Ia memutar pulpen di tangan berulang kali, mencoba mengingat sesuatu. 

Kapan tepatnya kecelakaan Airin terjadi?

Ia hanya ingat beritanya tersebar di awal semester baru, tidak lama setelah dia masuk sekolah. Tanggalnya ia lupa, tempat terjadinya juga dia tidak tau. 

Ini akan menjadi masalah. 

Sepertinya Ophelia harus menempel pada Airin ketika masuk nanti. Ia harus mengumpulkan informasi lebih banyak. 

Tapi bukannya Kaiser juga sering menempel pada gadis itu?

Berarti itu terjadi ketika Kaiser tidak ada.

Tapi—

…kenapa ia ingin menyelamatkan Airin begini? 

Airin memang bisa menjadi sekutu yang bagus untuknya, mengingat dia dekat dengan Kaiser. 

Tapi entah kenapa Ophelia rasa itu bukan satu-satunya alasan.

Jika penyelamatan Airin berhasil, ini akan menjadi hal besar pertama yang ia ubah di masa lalu. Ini juga akan menjadi bukti kalau Ophelia bisa mengubah sesuatu. 

Ya. 

Ophelia memutari nama Airin dengan pulpennya. Itu alasannya sekarang.

Gadis itu berdiri dari bangku, ia yakin masih menyimpan lemon tart di dalam kulkas. Ketika kepalanya sedang penuh begini adalah saat yang tepat untuk memakan cemilan manis.

Di kediaman Pratama, kulkas yang berisi makanan pasti dikunci dan hanya Randi dan para pelayan yang tau sandinya. Itu dilakukan agar Chelsea maupun Ophelia tidak memakan makanan diluar jadwal yang diberikan Randi.

Ya, segila itu.

Tapi untungnya mereka tetap diberi kulkas lain untuk menyimpan sesuatu di dapur jadi lemon tart-nya tidak—hm?

Ophelia berkedip. 

Di dapur yang gelap sana, di depan kulkas yang terbuka, Chelsea terlihat memakan sesuatu. Dengan mulut yang terlihat penuh gadis itu berbalik, menatap Ophelia dengan tatapan kaget.

Jangan bilang itu... lemon tart miliknya?

1
aku
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!