Indonesia
NovelToon NovelToon
Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Assassin Terkuat Di Dunia Murim

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Action
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bonggiw01

Aku Assasin Terkuat yang tak terkalahkan, bahkan setelah menjadi seorang kakek tua, tidak ada yang bisa membunuh ku.
"Hidup ku bosan. aku harap... aku bisa bertemu dengan musuh yang lebih kuat dari ku..."
Tenyata keinginan ku Terkabul!

Setelah aku mati oleh serangan jantung, Aku di hidup kan kembali di dunia Murim... di dunia yang banyak sekali Petarung yang sangat kuat.

ini perjalanan ku sebagai Assasin Terkuat di dunia modern, sekarang hidup di dunia murim.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bonggiw01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Namun...

SRAAAAK!

Tiba-tiba, kilatan Kabut melintas. 

Dalam sekejap, kedua tangan pria besar itu terputus sebelum sempat menyentuh Bella.

“Hah? Ha..... AAAGGGRRRHHHHHHH!!!!”

Darah menyembur liar, membasahi wajahnya sendiri. Tubuhnya jatuh berlutut sambil meraung kesakitan.

Semua pendekar terdiam sejenak, lalu riuh teriakan terdengar.

“APA-APAAN INI?!”

“SIAPA YANG MELAKUKAN?!”

“APA GADIS ITU?!”

"TIDAK MUNGKIN! TANGAN NYA DI IKAT!"

Kapten Gilang meraung marah, “BAJINGAN! SIAPA YANG BERANI MENGGANGGU?!”

WUUUUSHH!

Seseorang tiba-tiba muncul di samping Bella, tubuhnya tegap dengan aura yang menekan. 

Dengan tenang, ia melepaskan jubahnya dan menutup tubuh Bella yang terkoyak.

Bella menatap terbelalak, matanya berkaca-kaca. “P-Pemimpin…”

Ryan menatap wajah Bella dengan kelembutan yang jarang ia tunjukkan. “Nomor 2… kamu tidak apa-apa?”

Bella hampir tak bisa menahan air matanya. “Tidak, Pemimpin. Kau datang tepat waktu…”

Ryan tersenyum tipis. “Maaf aku terlambat. Tapi mulai sekarang, mundurlah. Aku akan menghabisi mereka semua.”

Bella menunduk hormat, mengenakan jubah Ryan lalu mundur beberapa langkah. Dadanya terasa hangat, meski tubuhnya masih gemetar.

Ryan menatap ke arah Gilang dan ratusan pendekar di sekitarnya. 

‘Entah kenapa… aku sangat marah melihat Bella hampir dilecehkan. Apa tubuhku ini… mulai menyukai Bella? Sungguh perasaan yang aneh’ pikir Ryan, heran dengan dirinya sendiri.

“Ho… Jadi ternyata ada anggota Kultus Iblis lain yang datang membantu?. Apa kau pacarnya? Kalau ya, bagus sekali. Aku tidak akan membunuhmu, tapi aku akan membiarkanmu menonton saat kami melecehkannya di depan matamu!”

Ryan menatapnya dingin. “Kalau begitu… mari kita lihat. Apa kalian cukup kuat untuk melakukannya.”

Gilang mengangkat tangannya, menunjuk Ryan dengan sombong. “Lihatlah sekelilingmu! Ada seratus pendekar di sini. Apa kau pikir bisa melawan kami semua seorang diri?”

“Seratus orang? Heh... Seharusnya kalian membawa sepuluh ribu orang jika ingin menghentikanku.”

Senyuman Gilang langsung hilang. Wajahnya memerah oleh amarah. “BAJINGAN SIALAN! AKU AKAN MENGHANCURKAN KESOMBONGANMU!”

Suasana hutan bergemuruh. Ratusan pendekar Aliansi Pedang Tujuh Langit mulai menghunus senjata. 

Namun Ryan hanya berdiri tegak.

“SERANG BAJINGAN ITU!!!” teriak Kapten Gilang.

“URAAAAA!!!”

Teriakan seratus pendekar pedang bergema keras.

WUUSSSHHH!

Puluhan tubuh melompat dari atas pohon, berayun dengan kecepatan tinggi, pedang terangkat, siap menebas Ryan.

Ryan menatap ke atas, wajahnya tetap datar. “Kalian memang bodoh… Jika kalian menyerangku dari udara, berarti kalian sudah membiarkan diri kalian tanpa tumpuan.”

Dengan satu gerakan super cepat, Ryan menarik keluar katana hitamnya.

Lalu....

SRAAAAK! SRAAAK! SRAAAK! SRAAAK!

Kilatan pedangnya tak terlihat mata manusia biasa. 

Hanya terdengar suara angin terbelah, lalu… tubuh-tubuh mereka berhenti di udara....

"Eh? Kenapa tubuh ku melayang di udara?"

Sejenak hening.

"Omae wa... Mou Shindeiru" gumam Ryan.

"NANI!!!"

Lalu…

BYUUURRR!!!

Darah menyembur liar ke segala arah, Potongan tangan, kaki, tubuh, dan kepala beterbangan di udara, sebelum akhirnya jatuh menghantam tanah.

BRUG! BRUG! BRUG!

Tubuh-tubuh terbelah itu berjatuhan satu demi satu, Aroma darah langsung menusuk hidung, memenuhi udara sekitar.

“Ti… tidak mungkin… Dia… memotong mereka semua hanya dalam satu ayunan…?!” Kapten Gilang membeku, wajahnya pucat pasi. 

Matanya tak berkedip menatap Ryan yang berdiri santai, katana berlumuran darah.

“SI-SIAPA KAU SEBENARNYA!!!”

Ryan menoleh pelan, senyum tipis menghiasi wajahnya. “Apa kau pikun? Bukankah tadi kau sendiri yang bilang… aku anggota Kultus Iblis?”

‘Tidak… ini bukan manusia… dia monster! Aku harus lari! Aku harus melapor ke atasan…’ pikir Gilang panik.

Ia berbalik secepat mungkin, berlari dengan seluruh tenaga. Tapi...

SRAAAK!

Ryan bahkan tak bergerak dari tempatnya. Gilang hanya merasa tubuhnya ringan.

‘Apa ini? Kenapa kakiku terasa aneh… kenapa tubuhku jatuh ke bawah…?’

BRUG!

Ia terhuyung dan jatuh berguling di tanah. 

Baru ketika menoleh, matanya melebar, mulutnya bergetar ketakutan.

Kedua kakinya sudah terpotong bersih dari lutut.

“AAAAGGGGHHHHHH!!! KAKIKU!!! TIDAK MUNGKIN!!! SEJAK KAPAN?!” teriak Gilang meraung kesakitan.

Darah menyembur deras, membanjiri tanah, mengalir seperti aliran sungai kecil.

Ryan berjalan pelan ke arahnya. “Kau bahkan tidak menyadari kapan kakimu terpotong. Lemah sekali.”

“Ti-tidak… Kau iblis… Kau benar-benar monster! Bagaimana mungkin orang seperti kau bisa ada di dalam Kultus Iblis!!” teriak Gilang dengan suara parau penuh ketakutan.

Ryan berhenti di depan kepalanya. Matanya menatap dingin, seperti menatap serangga. “Kalian hanya sial… karena bertemu denganku hari ini.”

Lalu...

SRAAAK!!!

Satu tebasan cepat. 

Kepala Kapten Gilang terpisah dari tubuhnya.

BYUR!

Darah muncrat deras, membasahi tanah. 

Kepalanya bergulir beberapa kali sebelum berhenti, mata masih melotot penuh ketakutan.

Bella yang berdiri agak jauh, menutup mulutnya dengan tangan gemetar. 

Matanya tak bisa lepas dari pemandangan brutal itu. 

Namun di balik keterkejutannya, hatinya penuh kekaguman.

‘Ryan… dia benar-benar berbeda dari sebulan lalu. Auranya begitu padat… begitu mematikan… Dia bahkan mampu mengendalikan aura pedangnya dengan sempurna. Apa yang dia lakukan selama ini? Bagaimana dia bisa menjadi jauh lebih kuat lagi…?!’

Ryan mengibaskan pedangnya sekali. 

Darah yang menempel beterbangan, lalu ia memasukkan kembali katana ke dalam sarungnya.

Ia berjalan mendekati Bella. Wajahnya berubah lembut. “Bella… kau tidak apa-apa? Ada yang terluka?”

Bella menunduk, masih menutupi tubuhnya dengan pakaian Ryan. “Tidak, Ryan… hanya bahuku yang sedikit tergores.”

“Biar kulihat.” Ryan mendekat, lalu dengan sigap membuka kain penutup di bahu Bella. 

"Aku akan memberikan pertolongan pertama"

Tangannya cekatan, seperti seorang veteran, membersihkan luka kecil itu dan mengikatnya dengan perban darurat dari robekan kain.

Bella menatap Ryan dengan mata berkilau, bibirnya melengkung tersenyum. “Ryan… terima kasih sudah datang menyelamatkanku. Kalau bukan karena mu… aku…” suaranya bergetar, namun penuh ketulusan.

Ryan menatapnya sebentar, lalu tersenyum tipis. “Kita teman satu Kultus. Sudah sewajarnya aku—”

Sebelum ia menyelesaikan kalimatnya, Bella maju selangkah dan mengecup pipinya.

Ryan membeku. Matanya melebar, tangannya berhenti bergerak. Ia perlahan melirik ke arah Bella.

Bella tersenyum lembut, pipinya memerah. “Ryan… sepertinya aku tidak bisa menyembunyikannya lagi. Aku… sudah lama menyukaimu.”

Ruan terdiam, melanjutkan mengobati bahu Bella tanpa berkata sepatah kata pun. 

Namun jantungnya berdetak kencang, dadanya panas.

‘Sial… Apa yang terjadi dengan tubuhku ini? Kenapa jantungku berdebar seperti ini? Aku belum pernah merasakan hal seperti ini sebelumnya… merepotkan! Aku tidak paham apa yang terjadi!' pikir Ryan, matanya sedikit bergetar.

'Cih! Botol kecap! Jangan sampai kau bangkit sekarang! Kau bisa-bisa merobek celana ku!' pikir Ryan mencoba fokus agar kebanggaan nya tidak berdiri.

1
Endi Tu Endy
dari awal lagi kah
Terserah
gass thor 🍻
V.MaryGrace
lanjut thorr
Terserah
ninggalin jejak dulu
Ed Troivan
update terus💪👍
The Rizki: kenalan yuk
total 1 replies
Ed Troivan
Lumayan ceritanya thorku 💪
BOIEL-POINT .........
very niCe Thor .........
xebeck D ron
awal lagi nih?
ZAHRANI
keren mantap jiwa thor👍👍
Heroik gg
katanya season 2 bang kok balik season 1
Anonim
👍
Betesyon Betesyon
ini cerita nya di mulai dari awal lagi kah?
RR
lagi pindahan atau lagi tes ombak nih bang😁, semangat terus pokonya dahh
ZAHRANI: bang jangan sampek hiatus😭
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!