Indonesia
NovelToon NovelToon
Pembalasan Gadis Mafia

Pembalasan Gadis Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mafia / Fantasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahmawati18

Alexa Lily, gadis yang di Adopsi oleh salah satu ketua klan mafia sejak usia enam bulan. Alexa hidup di dalam kemewahan dan di kelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.

Tapi dibalik itu, Alexa tidak pernah tahu siapa orang tua kandungnya. Hingga suatu hari Alexa mendapatkan misi dari ayah angkatnya, dan misi itu berhasil ia selesaikan dengan mulus. Terlepas dari itu, Alexa mendapatkan sebuah informasi tentang siapa ayah kandungnya.

Berawal dari Informasi yang ia dapatkan, Alexa mendatangi kediaman ayah kandungnya itu.

Apakah ayah kandungnya itu akan menerima dan mengakui Alexa sebagai anak kandungnya? Atau justru ayahnya hanya menjadikannya sebagai pion untuk keuntungan pribadinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Anya Menentang Perjamuan

"Tidak! Aku tidak setuju!" Anya menatap tajam kepada Harry Zayn. Gadis itu mengerutkan keningnya dan kembali menatap Zionathan berharap bantuan dari kakaknya itu.

Suasana ruangan tampak hening. Harry Zayn yang tadinya duduk di sofa sambil menundukkan pandangannya pun kembali menatap Anya. Wajahnya datar dan dingin. Ia menatap Anya penuh tanya.

Anya tidak ingin Konferensi Pers itu di laksanakan secepatnya. Ia tidak ingin identitasnya sebagai putri angkat terungkap dan tidak ada lagi peluang baginya untuk menjadi pewaris tunggal keluarga Zayn. Ditambah lagi, jika semua orang tahu kalau dia hanya putri angkat keluarga Zayn, dia pasti sangat malu.

"Anya, kenapa kamu harus menentang rencana ini? Bukannya akan lebihan bagus jika Konferensi Pers ini segera dilakukan?" tanya Harry Zayn. Ia masih duduk di sofa besar itu.

Anya terdiam, ia cengar cengir tidak jelas. Gadis itu berusaha memikirkan sesuatu. Ia tidak mau terlihat tidak ingin Konferensi Pers itu diadakan.

"Anya,,,, pikirkan sesuatu. Aku nggak boleh biarin perjamuan ini diadakan. Kalau nggak, aku akan jadi putri palsu. Nggak akan ada.... Kesempatan lagi." batin Anya sesekali tersenyum kebingungan.

Anya menatap Harry Zayn dengan tersenyum manis. "Ayah, keluarga Zayn kan turun temurun berbisnis. Keluarga kita dikenal sebagai keluarga pebisnis. Kakak kan belum tunjukkan kemampuan bisnisnya. Mengumumkannya begitu saja, aku takut.... Akan di tertawakan oleh perusahaan-perusahaan lain." jelas Anya berusaha meyakinkan Harry Zayn.

Zionathan yang tadinya diam, kini angkat bicara. Ia membantu Anya untuk meyakinkan ayahnya. Tatapannya serius.

"Benar ayah, keluarga Zayn,,, di Kota London adalah keluarga terpandang. Bisnis kita juga terkenal sangat besar di kota ini. Mengakui anak sih gampang. Tapi kalau dia...." Zionathan menunjuk dan melihat ke arah Alexa yang masih berdiri di sampingnya sambil menggelengkan kepalanya menandakan tidak ada harapan jika Alexa yang mengambil alih Grup Zayn.

"Keluarga kita akan jadi bahan tertawaan di kota ini. Dan saham kita bisa kena pukulan fatal." jelas Zionathan lagi. Kali ini ia begitu menegaskan kata-katanya.

Harry Zayn terdiam dan menunduk. Ia memikirkan apa yang di katakan kedua anaknya itu.

"Ucapan kalian berdua ada benarnya juga." Harry Zayn mengangkat pandangannya melihat Zionathan dan Anya. Anya berbalik dan tersenyum sinis melihat Alexa.

Alexa masih berdiri dengan kedua tangan ia silangkan di depan dadanya. Ia menatap setiap sudut-sudut ruang tamu itu sembari mendengar semua apa yang di katakan keluarganya itu.

Harry Zayn mengangkat pandangannya, ia menatap Alexa. "Alexa, kamu..." ucapannya terhenti.

Alexa menatap Harry Zayn dengan wajah tersenyum kecil. "Aku tak tahu soal kakak dan adik.... Kalian bisa apa?" tanya Alexa kepada Zionathan dan Anya. Nadanya ringan tapi menusuk.

Zionathan dan Anya saling menatap. Raut wajah mereka langsung menunjukkan kekesalan. Anya membulatkan matanya. Nafasnya sudah tidak beraturan.

Harry Zayn terdiam, ia kembali melihat ke arah Zionathan dan Anya.

"Ayah, masa kamu nggak tahu sih, kakak dan adikku punya kemampuan bisnis apa?" Alexa menatap tajam ke arah Harry Zayn. Ia membungkuk sedikit dan kembali menegakkan badannya. Alexa tersenyum miring.

Kedua saudaranya itu saling menatap. Anya tersenyum sinis. Tatapannya tertuju pada gadis yang berdiri di depannya.

"Tiga tahun lalu, ayah kasih kakak perusahaan senilai 10 juta. Hanya dalam waktu tiga tahun. Kakak mengubahnya jadi.... Kakak mengubahnya menjadi perusahaan publik bernilai 100 juta. Itulah kami. Bakat genetik keluarga Zayn." Anya membanggakan Zionathan di depan Alexa. Entah yang ia katakan itu benar atau hanya karangannya saja.

Alexa membulatkan matanya. "Tiga tahun. Seratus juta. Hebat sekali ya!" muka Alexa datar. Tatapannya tajam.

Zionathan membanggakan diri di depan Alexa. Ia tersenyum puas di depan gadis itu. Zionathan melihat Anya sambil tersenyum kecil.

"Anya Zayn, lebih hebat lagi, sejak tiga tahun lalu.... Dia masuk ke kantor pusat Grup Zayn, dia itu mulainya dari seles biasa loh. Sukses terus. Sekarang.... Dia sudah jadi general manajer penjualan. Tiap tahun, bisa mendapatkan pesanan hingga satu miliar untuk perusahaan. Gimana?" jelas Zionathan penuh yakin.

Zionathan kembali menatap Alexa tersenyum bangga di depan gadis itu. "Nah bagaimana? Dia itu hebat sekali bukan? Tentu saja." Zionathan memuji Anya, adik angkatnya itu.

Alexa menundukkan pandangannya. Posisinya masih sama. "Pantas saja Grup Zayn cuman bisa menghasilkan keuntungan sampai Sepuluh miliar. Oh... Ternyata setahun cuman satu miliar? Sayang sekali." Alexa berdecak sambil menggelengkan kepalanya. Seakan ucapan Anya dan Zionathan itu tidak berarti baginya.

Raut wajah Zionathan yang tadinya tersenyum membanggakan diri, kini berubah datar. Ia menatap Alexa dengan tatapan tidak suka. Tatapannya tajam. "Alexa apa maksudmu?" tanyanya sambil menaikkan alisnya sebelah.

Alexa mengangkat pandangannya. "Maksudku, Grup Zayn itu masih punya.... Potensi lebih besar." ucapnya santai tanpa penekanan.

Anya tidak mau kalah dari Alexa. Ia berusaha membuat Harry Zayn percaya padanya. "Ayah, karena kakak.... Kalau begitu yakin.... Biar kakak ke bagian penjualan. Biar dia mulai dari bawah. supaya dia tahu bagaimana rasanya berbisnis." ucap Anya penuh yakin.

Anya berbalik ke arah Alexa yang masih berdiri diam di samping Zionathan. "Kita beri dia waktu selama tiga bulan. Kalau bisa dapat pesanan satu miliar, kita akui dia. Tapi kalau dia tidak bisa mencapai target yang sudah di tentukan, maka jangan harap kamu bisa dia akui di keluarga ini." jelas Anya menatap tajam ke arah Alexa.

"Gimana, ayah?" tanya Anya kepada Harry Zayn yang masih terduduk diam di depannya.

Harry Zayn dengan muka datar pun menatap ketiga anaknya itu. "Ini...." ucapannya terhenti.

Zionathan kembali membantu Anya untuk meyakinkan ayahnya. "Ayah, aku rasa usulan adik itu bagus. Sebelum wanita gila ini di umumkan sebagai putri asli keluarga Zayn. Kita harus lihat dulu bagaimana kemampuan bisnisnya. Kenapa dia ingin sekali menguasai Grup Zayn?" Jelas Zionathan yang berhasil membuat ayahnya terdiam dan mempertimbangkan perkataannya.

Harry Zayn terdiam, ia tidak langsung menjawab. Ia melihat Alexa. Melihat Anya. Melihat Zionathan. Harry Zayn menghela napas panjang.

"Baik." kata Harry Zayn pelan. "Tiga bulan."

Zionathan berbalik menatap Alexa. "Nah, Alexa. Kalau kamu bagaimana?" ucapnya dengan raut wajah menantang. Tegas dan tersenyum licik.

Anya langsung nyaut dari belakang. "Targetnya jelas. Tiga bulan satu miliar. Laba bersih. Dari divisi yang lagi rugi."

Anya melangkah maju, berdiri di samping Zionathan. "Tiga bulan satu miliar. Nggak ada yang bisa. Kamu tidak akan pernah jadi putri asli keluarga Zayn." batin Anya. Lagi-lagi senyum licik itu terlihat jelas di sudut bibirnya.

Alexa tadinya terdiam. Matanya menyapu ruangan. Sofa besar, Ayahnya, Zionathan dan Anya. Tanpa berpikir panjang ia langsung setuju dengan tantangan itu. "Baiklah, jadi tiga bulan lagi, kita buktikan."

***

1
Elisabeth Ratna Susanti
makin seru 👍iklan 👍
Adi Sudiro
cerita yg kesekian menjijik kan
anak angkat di sayang anak kandung dibenci alur cerita begini udah basi..... aku kira menarik cih...
Elisabeth Ratna Susanti
misinya seru sekali 🥰👍
Elisabeth Ratna Susanti
keren juga ya Alexa berani melawan preman 👍
Virgo♍: mkasih sudah baca ceritaku kakak🥰
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
like komen plus subscribe 🥰👍
Virgo♍: Terima kasih kakak🤗
total 1 replies
Elisabeth Ratna Susanti
membayangkannya ngeri banget ini.......seperti nonton film padahal baca.....keren Thor 😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!