Olivia Kania Smith mati dengan tragis ditangan adik angkatnya.
Olivia tidak tahu selama ini, kenapa keluarga kandungnya begitu sangat membencinya, dan bahkan juga teman-temannya sangat membencinya.
Mereka lebih percaya, dan perhatian kepada adik angkat Olivia.
Hingga pada detik terakhir Olivia akan mati, barulah ia tahu kenapa semua orang sangat membencinya.
Suara hati adik angkatnya dapat didengar semua orang, kecuali dia!
Siapa sangka, setelah kematian tragisnya, ia dapat mengulang kembali kehidupannya, dan dapat mendengar suara hati adik angkatnya.
Bagaimana sikap Olivia menghadapi keluarga kandungnya, setelah kehidupan ke duanya untuk membalas sakit hatinya pada kehidupan sebelumnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 4.
Botol yang telah pecah menghantam kepala David, di acungkan Olivia ke depan wajah keluarganya itu satu persatu dengan tatapan sorot mata tajam.
Ia memperlihatkan kepada orang tua dan kakaknya itu, kalau ia tidak dapat diintimidasi mereka lagi seperti dikehidupan sebelumnya.
Ia melangkah mengacungkan botol itu mendekati Ayahnya.
Albert mundur ke belakang, dengan perasaannya yang merasa sedikit gugup dengan aura yang diperlihatkan Olivia.
Lydia menggenggam dengan erat liontin kalungnya, melihat Olivia yang terlihat berbeda setelah wajahnya disiram David.
( Kakak kenapa tiba-tiba bisa galak begitu sama Papa? )
Ini... ?
Olivia sontak menoleh ke arah Lydia tiba-tiba mendengar Lydia berbicara dalam hati.
Suara hati Lydia! bisik hati Olivia tidak percaya, ia dapat mendengar apa yang dikatakan Lydia di dalam hati.
Mendengar suara hati Lydia, Albert pun menjadi tersulut emosi membenarkan apa yang dikatakan Lydia.
Ia mengacungkan jari telunjuknya menunjuk Olivia, tepat di depan wajah Olivia dengan raut wajah penuh amarah.
"Olivia! aku ini orang tuamu! kau seharusnya menaruh sopan padaku, dan berlutut di hadapanku!!!"
"Huh!!" Olivia mendengus dingin, sembari menyunggingkan senyuman acuh tak acuh mendengar teriakan Albert.
"Apa katamu?! kau Ayahku?! cih! kau tidak pantas menjadi Ayahku!!!" sambung Olivia mencibir Albert.
Mata Albert membulat, "Apa katamu?!" jari telunjuk Albert masih teracung menunjuk wajah Olivia.
Mariana yang berdiri di dekat Albert memandang penuh rasa benci dan marah kepada Olivia.
"Aku bilang, kau itu bodoh tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah!!!"
"Ka.. kau!!!" mata Albert melotot mendengar jawaban Olivia, yang terdengar begitu tidak sopan padanya.
Mariana sontak menghambur dengan wajah yang terlihat semakin marah pada Olivia.
Plak!!!
Suara yang cukup nyaring, tangan Mariana terayun menampar wajah Olivia dengan kuat.
Wajah Olivia terhempas ke samping dengan kencang.
Lydia diam-diam tersenyum senang melihat Olivia terkena tamparan Mariana.
"Bagaimana bisa aku punya anak kurang ajar seperti mu?! aku benar-benar menyesal sudah melahirkan mu!!!" urat wajah pada kening Mariana sampai terlihat menonjol, saat berteriak memarahi Olivia.
Olivia memegang pipinya yang terasa panas di tampar Mariana, ia memandang Mariana dengan sorot mata tidak percaya, mendengar apa yang baru saja diteriakkan Mariana padanya.
"Kau sama sekali tidak sebanding, bahkan hanya sehelai rambut Lydia saja!!!" David menyambung perkataan Ibunya.
Olivia menoleh memandang ke arah David yang masih terduduk di lantai.
"Lydia itu sangat polos dan baik sekali! bagaimana bisa kamu sampai tega padanya! Papa dan Mama menegurmu, semuanya demi kebaikan mu! cepat berlutut!!!" sambung David lagi membentak Olivia.
Dengan wajah yang terlihat sedih, Lydia kembali merangkul lengan Mariana.
Olivia menyunggingkan senyuman mendengar bentakan David, "Kepala keluarga Smith yang katanya terkenal, ternyata begitu mudahnya mendengarkan apa kata orang lain! tidak punya pendirian sama sekali! kalian semua begitu mendengarkan apa yang dia bilang!!!"
Olivia mengacungkan jari telunjuknya menunjuk Lydia.
Lydia semakin merapat pada Mariana, sembari memperlihatkan raut wajah ketakutan menatap Mariana, kalau ia sangat takut Olivia akan memukulnya.
Olivia kemudian menunjuk Mariana, yang memandangnya seperti musuh, "Sebagai Ibu kandungku, kau hanya memperdulikan pendapat anak angkatmu!!!"
Olivia kemudian menoleh ke arah David, "Dan kakak kandungku! sudah dua puluh tahun kita tumbuh bersama sebagai kakak adik, hanya karena satu perkataannya kau langsung memukul ku sampai aku mau mati!!!"
Suara Olivia sampai melengking saking emosinya, saat ia mengucapkan kalimat terakhirnya.
David terdiam mendengar apa yang dikatakan Olivia.
"Pantas saja sebelum Nenek meninggal, dia bilang perusahaan Smith tidak akan bakalan bertahan! karena kalian semuanya buta dan tolol!!!"
Jari telunjuk Olivia menunjuk Albert, Mariana dan David.
Mariana yang sedari tadi masih menyimpan amarahnya pada Olivia, menghambur sembari mengangkat tangannya akan menampar Olivia kembali.
Bersambung.......
..