Indonesia
NovelToon NovelToon
Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Penguasa Kultivasi Kota ( Kembalinya Sang Tuan Muda Naga )

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Deddy kris

Tiga tahun lalu, Reno Wijaya dijebak dan difitnah oleh keluarga angkatnya sendiri demi menyelamatkan putra kandung mereka. Dipaksa melarikan diri dalam keadaan terluka, Reno terpaksa menyembunyikan identitas aslinya dan menjadi menantu numpang yang dihina di keluarga Pramudya. Di mata ibu mertua dan orang-orang kota, ia hanyalah pria miskin tak berguna yang hanya bisa mencuci piring dan menerima makian.

Namun, tidak ada satu orang pun yang tahu bahwa penyamaran miskin itu adalah cara Reno menguji hatinya sekaligus memulihkan teknik kultivasi kuno "Sutra Naga Kuno" demi menyelesaikan ujian kesembilan dari organisasinya.

Puncaknya terjadi ketika keluarga mertuanya yang matrealistis memaksa Alya untuk menceraikan Reno demi menikahkan wanita itu dengan seorang tuan muda kaya yang sombong, Brandon Pratama. Di hari yang sama ketika surat cerai dilemparkan ke wajahnya, masa pengasingan Reno resmi berakhir! Kelompok elit terkaya dan terkuat di dunia—Grup Naga Hitam—berlutut menyambut kembali

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deddy kris, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 1: Mantan Tuan Muda yang Menjadi Pelayan

Sensasi panas yang membakar mengalir perlahan di sepanjang pembuluh darah lengan kanan Reno.

Dia memejamkan mata sejenak, mengendalikan napasnya yang mulai terasa berat.

'Bagus, tinggal dua belas jam lagi masa pengetesan Sutra Naga Kuno selesai,' batin Reno melegakan dada.

Teknik kuno itu menuntutnya menahan seluruh energi spiritual dan hawa nafsu secara mutlak selama tiga tahun penuh. Jika dia hilang kendali atau melepas kekuatannya sedikit saja sebelum waktunya, seluruh jaringan sarafnya akan hancur seketika.

*Brakkkk!*

"Heh, Reno! Mata kamu ditaruh di mana, sih?!" bentak sebuah suara melengking dari samping meja.

Reno tersentak kaget dari lamunannya.

Nampan perak berisi dua mangkuk sup panas di tangannya goyah saat tubuhnya mendadak ditabrak dari belakang.

*Pyarrr!*

Isi mangkuk bertemperatur tinggi itu tumpah sepenuhnya, mengenai celana kain bermerek mahal milik pria muda yang duduk di kursi utama.

"Aduh! Panas banget, bangsat!" teriak pria itu sambil meloncat berdiri dari kursinya.

Pria itu adalah Brandon Pratama, tuan muda kaya raya yang sengaja diundang malam ini ke Restoran Jade Palace.

"Waduh! Brandon, kamu enggak apa-apa, Nak?" cemas Maya Pramudya, ibu mertua Reno, yang sebenarnya baru saja memajukan kakinya dengan sengaja untuk menyenggol Reno.

"Tangan kamu cacat ya, Reno?! Bawa sup aja enggak becus!" cerceh Maya sambil menunjuk muka Reno dengan mata melotot.

"Maaf, tadi Tante Maya yang sengaja—"

"Diem kamu! Udah salah malah mendingan nuduh Mertua sendiri!" potong Maya cepat, membendung ucapan menantunya.

Alya Pramudya yang duduk tepat di sebelah Brandon terlihat sangat panik. Dia langsung berdiri dan mengambil tumpukan tisu.

"Maafkan Reno, Mas Brandon. Dia enggak sengaja," ucap Alya lembut sambil menyodorkan tisu untuk membantu mengeringkan celana Brandon.

Namun Brandon menepis tangan Alya dengan kasar. Wajahnya merah padam menahan malu di depan keluarga besar Pramudya.

"Enggak sengaja kata kamu, Alya?!" bentak Brandon seraya menatap Reno penuh kebencian.

"Celanaku ini harganya lima puluh juta! Kain impor Italia!" lanjutnya dengan nada tinggi.

Reno memandangi Brandon tanpa rasa takut, matanya tetap tenang meski batinnya bergemuruh.

'Sabar... tahan. Cuma tinggal beberapa jam lagi,' desis Reno dalam hatinya.

*Deggg...*

Dada Reno mendadak berdenyut kencang saat aura naga di dalam tubuhnya bereaksi terhadap emosi yang mulai membumbung.

Brandon melangkah mendekat, lalu dengan sengaja menginjakan sepatu kulit mewahnya tepat di atas sepatu kain kusam yang dipakai Reno.

Dia menekan kakinya kuat-kuat sampai Reno meringis pelan.

"kau tahu kan perusahaan bokapnya Alya lagi butuh suntikan dana sepuluh miliar minggu ini?" bisik Brandon pelan, cukup dekat untuk didengar Reno dan Alya.

Alya langsung terkejut, matanya berkaca-kaca menatap Brandon.

"Kalau kau mau perusahaan Ayah mertuami selamat besok pagi, berlutut sekarang!" perintah Brandon dengan senyum licik.

"Bersihin sepatu saya pakae lidah kamu sampai mengilap!" sambungnya sengaja mempermalukan Reno di hadapan semua orang.

"Brandon, jangan gitu..." bisik Alya pelan sambil memegang lengan Brandon, memohon kasihan.

"Kamu mending diam, Alya! Sampah kayak gini emang harus dikasih tahu posisinya di mana!" potong Hendra Pramudya, ayah Alya, yang sejak tadi hanya menonton dingin dari ujung meja.

Hendra menatap Reno dengan tatapan jijik.

"Selama tiga tahun kau cuma nempell kayak benalu di rumahku, Reno. Makanan kamu, baju kamu, semuanya uang keluarga saya!" bentak Hendra tanpa perasaan.

Reno memandangi mereka bertiga satu per satu.

Brandon yang arogan, Hendra yang dingin, dan Maya yang tersenyum puas di balik punggung suaminya.

Hanya Alya yang berdiri gemetar di sana, menatap Reno dengan tatapan penuh rasa bersalah dan kesedihan.

'Sebentar lagi... Setelah jam dua belas malam nanti, kalian semua bakal tahu siapa yang sebenarnya berlutut di hadapan siapa,' bisik Reno dalam hati.

Dia memilih diam, tidak mengabulkan perintah Brandon untuk berlutut, tapi juga tidak membalas serangan fisik tersebut.

Sikap diam Reno membuat Maya semakin meradang karena merasa keputusannya mempermalukan menantunya kurang berdampak.

"Hadeuhhh, dasar muka tembok!" umpat Maya keras-keras hingga mengundang perhatian beberapa pengunjung restoran lain.

Maya mendadak merogoh tas tangan mewahnya dan menarik sekumpulan kertas tebal yang sudah ditandatangani sebelumnya.

*Plakkk!*

Maya melemparkan berkas dokumen itu tepat ke dada Reno hingga kertas-kertasnya berserakan di atas lantai yang basah oleh tumpahan sup.

"Tatap itu baik-baik, Sampah!" teriak Maya hysteris.

Reno melirik ke bawah. Tulisan bercetak tebal di lembar paling atas terlihat sangat jelas.

> **SURAT PERJANJIAN CERAI PERNIKAHAN**

>

"Besok pagi jam sembilan, kau ikut Alya ke Pengadilan Agama!" tegas Maya penuh ancaman.

Dia lalu menoleh ke arah Alya dan mencengkeram pergelangan tangan putrinya dengan sangat kuat.

"Alya, kamu dengar Ibu ya! Kalau besok kamu enggak tanda tangan surat cerai ini dan menolak menikah sama Brandon..."

Maya menggantung kalimatnya, menatap tajam mata Alya yang mulai meneteskan air mata.

"...Ayah sama Ibu bakal coret nama kamu dari silsilah keluarga, dan besok siang perusahaan Ayahmu dipastikan bangkrut total!"

1
💫Penjelajah Novel💫
gak nyambung ceritanya dengan bab 3. skip dulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!