Kaisar Iyan: Kebangkitan Raja Iblis Abadi
Kaisar Iyan hanyalah seorang pemuda pemalas yang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur dan menghindari masalah.
Namun suatu hari, ia terbangun di dunia yang sama sekali berbeda.
Tanpa mengetahui bagaimana dirinya bisa sampai di sana, Iyan menemukan bahwa tubuhnya memiliki kemampuan yang tidak pernah dimiliki manusia biasa.
Ia dapat menciptakan clone dirinya sendiri.
Ia dapat memanggil pahlawan dan monster dari dunia lain.
Ia bahkan mampu membangkitkan mayat dan tulang menjadi pasukan undead yang tidak mengenal kematian.
Namun kemampuan paling mengerikan yang dimilikinya adalah sebuah kekuatan yang memungkinkan pasukannya bangkit kembali setiap kali terbunuh—selama mana miliknya masih tersisa.
Awalnya, Iyan hanya ingin hidup tenang.
Sayangnya, dunia baru ini tidak memberinya kesempatan.
Perang, kerajaan, bangsawan, monster, pahlawan, dan pengkhianatan perlahan menyeretnya ke dalam konflik yang jauh lebih besar.
Sampai akhir
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BAGERAAA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HADIAH DARI SISTEM
Beberapa menit kemudian, aku akhirnya selesai mengumpulkan seluruh mayat yang berserakan.
Aku membuka Ruang Dimensi dan mulai menyimpan semua mayat ke dalamnya.
Namun, tiba-tiba hologram sistem muncul di hadapanku.
[Peringatan!]
[Penyimpanan item telah mencapai kapasitas maksimum.]
[Penyimpanan tanpa batas hanya berlaku untuk mayat dan perlengkapan yang masih menyatu dengan tubuh mayat.]
Aku terdiam sejenak.
Oh... jadi begitu.
Aku akhirnya memahami mekanisme penyimpanan ini.
Peralatan yang masih melekat pada mayat, seperti pedang, zirah, perisai, dan senjata lainnya, akan ikut tersimpan bersama mayat tersebut.
Namun, jika aku mengambil item tersebut secara terpisah, item itu akan dihitung sebagai barang biasa dan memiliki kapasitas penyimpanan yang terbatas.
Aku membuka ruang penyimpanan dan melihat berbagai macam barang yang sudah terkumpul.
Pedang, perisai, kapak, palu, panah, tombak, dan berbagai perlengkapan lainnya tersusun memenuhi ruang penyimpanan.
Hemm... kalau terus begini, ruang penyimpananku bakal penuh.
Tiba-tiba muncul notifikasi baru.
[Item dapat dilebur atau dijual melalui Jaringan Sistem.]
Kemudian muncul dua pilihan.
[JUAL SEMUA ITEM]
[BATAL]
Aku langsung memilih JUAL SEMUA ITEM.
Dalam sekejap, seluruh item yang tersimpan menghilang.
Sebagai gantinya, jumlah koin di sistemku bertambah drastis.
Aku memperhatikan angka yang muncul di pojok sistem.
[TOTAL: 10.563 KOIN]
Mataku langsung berbinar.
Wah... lumayan banyak!
Aku kemudian bertanya kepada sistem.
“Koin ini bisa digunakan untuk apa?”
Sistem langsung memberikan jawaban.
[Koin dapat digunakan untuk membeli berbagai item dalam Jaringan Sistem.]
[Tersedia item Rank D, C, B, A, S, SS, SSS, hingga SSR.]
Aku langsung membuka toko sistem.
Begitu melihat isinya, aku terdiam.
Ini... benar-benar seperti video game.
Di dalam toko terdapat berbagai macam item berkualitas tinggi.
Pedang, tombak, perisai, busur, zirah, cincin, artefak, dan berbagai perlengkapan lainnya.
Bahkan ada beberapa item dengan kualitas Rank SSR.
Mataku semakin berbinar.
Ini luar biasa...
Rasanya aku ingin berteriak kegirangan.
Namun, saat aku tersenyum sendiri dengan tatapan kosong, Doroti dan Cikipi hanya menatapku dengan wajah kebingungan.
Aku baru menyadari keberadaan mereka.
Aku langsung menghentikan ekspresiku.
Astaga... mereka melihatku.
Aku kembali memasang wajah datar seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Kemudian aku melihat-lihat item yang tersedia.
Setelah mencari cukup lama, akhirnya aku menemukan sesuatu yang benar-benar kubutuhkan.
Sebuah cincin penyimpanan item Rank SSR.
[Cincin Penyimpanan Tanpa Batas]
[Rank: SSR]
[Harga: 10.000 Koin]
[Diskon Sistem: 80%]
[Harga Setelah Diskon: 2.000 Koin]
Aku langsung membelinya.
Dalam sekejap, sebuah cincin muncul di telapak tanganku.
Hahaha... akhirnya!
Aku segera memakainya di jari tengah.
Ukurannya pas dan terasa nyaman.
Sekarang aku bisa menyimpan berbagai macam peralatan tanpa perlu khawatir ruang penyimpananku penuh.
Tanpa sadar aku tertawa keras.
“HUWAHAHAHAHAHA! AKHIRNYAAAA!”
Suara tawaku menggema di dalam terowongan.
Doroti dan Cikipi langsung terdiam.
Mereka menatapku dengan ekspresi aneh.
Aku perlahan menoleh kepada mereka.
...Apa yang barusan kulakukan?
Aku langsung merasa malu.
Sialan... lihat tatapan mereka.
Aku buru-buru berjalan lebih dulu menuju gerbang.
Di belakangku, Cikipi menatapku dengan tubuh sedikit gemetar.
Ia bergumam dalam hati,
Uhhh... seram sekali tawanya.
Mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati agar tidak menyinggung Tuan Bos.
Sementara itu, Doroti juga masih merasakan hawa dingin dari tawa Iyan tadi.
Aura yang terpancar dari tuannya membuat bulu kuduknya merinding.
Begitu mengintimidasi...
Aku sendiri tidak menyadari kesalahpahaman yang terjadi.
Aku hanya terus berjalan.
Setelah beberapa saat, aku memanggil Cikipi.
“Cikipi, berjalanlah di depan.”
“Baik, Tuan.”
“Gunakan tikus-tikusmu untuk melakukan pengintaian. Pastikan tidak ada musuh yang menunggu di depan.”
Cikipi langsung mengangguk.
“Siap, Tuan.”
Ia kemudian mengirimkan beberapa tikus untuk menjelajahi terowongan.
Aku, Doroti, dan Cikipi pun melanjutkan perjalanan semakin dalam ke dalam terowongan.
Sambil berjalan, aku kembali memeriksa jumlah koin yang kumiliki.
Hemm... tadi aku punya 10.563 koin.
Cincin penyimpanan seharusnya berharga 10.000 koin, tetapi karena mendapatkan diskon 80%, aku hanya membayar 2.000 koin.
Aku melihat jumlah koin yang tersisa.
[Koin: 8.563]
Wah, masih banyak.
Aku kemudian melihat Doroti dan Cikipi yang berjalan di depanku.
Hemm... sepertinya aku harus memberikan mereka hadiah kecil.
Aku membuka toko sistem lagi.
Setelah mencari beberapa saat, aku menemukan dua senjata yang menarik.
Sebuah pedang panjang Rank SS.
Dan sebuah belati Rank SS.
Masing-masing hanya membutuhkan 1.000 koin.
Hemm... cocok.
Aku membeli kedua senjata tersebut.
Kemudian aku memanggil mereka.
“Doroti, Cikipi. Berhenti.”
Mereka berdua langsung berhenti dan menoleh.
“Ada apa, Tuan?”
Aku sedikit canggung.
“Aku punya hadiah kecil untuk kalian berdua.”
Doroti dan Cikipi saling berpandangan.
Mereka tampak penasaran.
Tiba-tiba sebuah lingkaran hitam muncul di udara di hadapanku.
Aku memasukkan tanganku ke dalamnya.
Beberapa detik kemudian, aku menarik keluar sebuah pedang panjang dan sebuah belati.
Keduanya memancarkan aura yang sangat kuat.
Aku memberikan pedang panjang kepada Doroti.
“Ini untukmu.”
Kemudian aku memberikan belati kepada Cikipi.
“Dan ini untukmu.”
Mereka berdua langsung terdiam.
Mata Doroti dan Cikipi membesar saat melihat senjata yang berada di tangan mereka.
Mereka tahu betapa berharganya senjata seperti itu.
Tanpa diduga, keduanya langsung berlutut.
“Terima kasih, Yang Mulia Raja Iblis Agung.”
“Kami akan menerima hadiah ini dengan penuh kehormatan.”
“Kami akan selalu berada di sisi Yang Mulia hingga akhir hayat kami.”
Aku hanya terdiam melihat tingkah mereka.
Astaga... kenapa mereka sampai segitunya?
Padahal ini cuma senjata Rank SS.
Aku kemudian melihat informasi item di sistem.
[Stok Item: 1]
Aku baru menyadari sesuatu.
Oh...
Ternyata setiap item di toko sistem hanya memiliki satu stok.
Berarti senjata yang kubeli ini mungkin benar-benar hanya ada satu di seluruh dunia.
Aku akhirnya memahami reaksi mereka.
Pantas saja mereka sampai seperti itu.
Aku kemudian berkata,
“Sudah, berdirilah. Kita harus segera pergi. Kita tidak punya banyak waktu.”
“Baik, Tuan.”
Mereka berdua segera berdiri.
Namun, setelah itu mereka berjalan mendahuluiku sambil memeluk senjata pemberian tadi dengan penuh kegembiraan.
Aku memperhatikan mereka dari belakang.
Hahaha... mereka seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru.
Aku hanya menggelengkan kepala dan kembali mengikuti mereka semakin jauh ke dalam terowongan.