Indonesia
NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: tamat
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:728k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27

"Mateo," panggil kepala sekolah kemudian. Bocah itu mengangkat wajahnya. "Kamu mendorong Raka, benar?"

Mateo mengangguk pelan. "Iya, benar."

"Kalau begitu, minta maaf kepada Raka di depan semua orang. Dan akui kesalahanmu."

Semua mata tertuju kepada Mateo. Namun, bocah itu justru menggeleng.

"Nggak!"

Kepala sekolah mengernyit, "kenapa?"

"Aku memang mendorong Raka. Tapi aku nggak berniat bikin dia terluka, itu buat membela diri."

Jawaban Mateo membuat Maya yang berdiri di sampingnya semakin yakin. Maya mengenal keponakannya dengan baik. Mateo bukan anak yang suka berbohong.

Kalau memang salah, ia akan mengaku. Tetapi jika ia merasa benar, ia tidak akan mengakui kesalahan yang bukan miliknya. Mateo melanjutkan dengan suara bergetar karena menahan emosi.

"Mereka yang datang duluan, mereka ngejek aku dan Alisya. Mereka bilang kami anak miskin anak tanpa ayah." Mateo berhenti sejenak dan menatap ke arah Raka.

"Lalu mereka bilang kami anak haram."

Kalimat terakhir itu membuat Miss membelalak.

"Apa?"

Beberapa guru lain juga tampak terkejut.

"Anak haram?"

Mereka saling berpandangan. Tak ada yang menyangka anak-anak usia lima tahun mengucapkan kata-kata sekeras itu. Namun, sebelum suasana berubah, wali kelas Raka justru menyela.

"Dari pada mempermasalahkan ucapan anak-anak..." Dia menatap Mateo.

"Memang benar, kan? Kalian anak tanpa ayah? Jadi untuk apa marah?"

Mata Maya langsung membelalak.

"Maaf, Bu?" Nada suaranya berubah tajam.

"Barusan Ibu bilang apa?"

Guru itu tampak sedikit terkejut, tetapi tetap berdiri tegak.

"Saya hanya—"

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, Maya memotong.

"Seorang guru seharusnya menjadi penengah, bukan membenarkan ejekan." Dia melangkah maju.

"Coba gunakan logika. Anak-anak seusia mereka bisa menyebut temannya anak haram. Menurut Ibu, mereka belajar dari mana? Siapa yang mengajarkan kata-kata seperti itu?"

Tatapan Maya beralih kepada Disti.

"Orang tua?" Ucapan itu membuat wajah Disti memerah.

"Berani sekali kamu menuduhku!" Disti langsung mengeluarkan ponselnya.

"Baik, kalau begitu biar suami ku yang menyelesaikan masalah ini."

Disti mulai menekan nomor seseorang.

"Aku akan lihat apakah kamu masih bisa bicara seperti ini setelah bertemu suamiku."

Maya tidak bergeming, "silakan, aku juga ingin tau bagaimana seorang ayah akan menyikapi jika anaknya mengejek anak lain lebih dulu."

Kepala sekolah segera mengangkat tangan, berusaha meredakan suasana.

"Sudah, Bu Maya. Tolong mengalah dulu. Minta saja Mateo meminta maaf. Jangan sampai masalah ini menjadi semakin besar."

Maya menatap kepala sekolah beberapa saat. Lalu ia berkata dengan tenang, namun tegas,

"Pak Kepala Sekolah, aku mengajarkan anak-anak untuk berani meminta maaf kalau mereka memang salah. Tapi aku tidak akan mengajarkan mereka mengaku bersalah hanya demi menyenangkan orang lain."

Maya menggenggam tangan Mateo dan Alisya.

"Kalau hari ini Mateo dipaksa meminta maaf tanpa seluruh kejadian diungkap dengan adil, pelajaran yang dia dapat bukanlah tentang tanggung jawab. Melainkan bahwa siapa yang paling berkuasa, dialah yang dianggap benar."

Halaman sekolah kembali sunyi. Beberapa guru mulai menundukkan kepala, sementara Disti masih menggenggam ponselnya, menunggu suaminya mengangkat telepon. Situasi itu pun semakin memanas.

Kepala sekolah kembali mencoba mengambil jalan yang menurutnya paling cepat.

"Bu Maya, tolong mengalah saja. Suruh saja Mateo meminta maaf. Setelah itu masalah ini kita anggap selesai."

Mateo langsung menggeleng kuat.

"Aku nggak mau minta maaf, karena aku nggak salah. Mereka itu pembully, harusnya sekolah tidak melindungi mereka,"

Alisya yang sejak tadi ketakutan perlahan memeluk pinggang Maya dari belakang. Tubuh kecilnya bersembunyi di balik punggung sang bibi. Namun, bukannya mereda, beberapa guru justru ikut berkomentar.

"Sebenarnya masalah seperti ini tidak akan terjadi kalau mereka tidak melawan."

"Iya," sahut guru yang lain.

"Namanya juga anak pindahan. Baru masuk sekolah sudah bikin masalah." cibir guru yang lain.

Seorang guru lain berkata dengan nada meremehkan,

"Memang, orang miskin kadang tidak cocok bersekolah di tempat seperti ini."

Ucapan itu membuat tangan Maya mengepal. Dia menatap guru tersebut dengan sorot mata tajam.

"Maaf, apa Anda bisa mempertanggungjawabkan ucapan Anda?"

Guru itu terdiam, Maya melanjutkan,

"Kenapa dari tadi kalian terus mengatakan Mateo orang miskin? Kalaupun benar dia berasal dari keluarga sederhana, apa salahnya? Orang miskin tidak boleh sekolah? Tidak boleh mendapatkan pendidikan yang layak? Selama walinya mampu membayar biaya sekolah dengan cara yang jujur dan berusaha keras, di mana letak masalahnya?"

Beberapa guru mulai saling berpandangan.Maya menarik napas sebelum berkata lagi, "dan satu hal lagi. Orang tua Mateo bekerja di De Luca Group. Harusnya kalian semua tau nama perusahaan itu, dan dia cukup banyak uang untuk membiayai sekolah anaknya dan mereka mampu."

Begitu nama itu disebut, ekspresi beberapa guru langsung berubah.

"De Luca Group? Salah satu grup investasi terbesar di kota ini?"

"Bukankah perusahaan itu juga punya banyak proyek properti?"

Bahkan kepala sekolah tampak berpikir sejenak.

'De Luca Group, bukankah skala perusahaannya jauh lebih besar daripada firma hukum tempat suami Bu Disti bekerja?'

Belum sempat suasana berubah, Disti mendengus sinis.

"De Luca? Itu perusahaan yang kemarin sedang bermasalah, kan?"

Semua orang menoleh kepadanya.

"Aku baca beritanya, katanya mereka menjual saham-saham penting. Kalau bukan tanda perusahaan sedang kolaps, lalu apa?" Nada suaranya penuh ejekan.

Maya berbalik menatap Disti, tatapannya mulai mengeras. Namun, sebelum ia menjawab beberapa guru lain ikut berkomentar.

"Benar juga, rumornya perusahaan itu sedang goyah."

"Kalau dibandingkan dengan suami Nyonya Disti yang pengacara terkenal mungkin De Luca Group sekarang sudah tidak ada apa-apanya."

Di sisi lain, Bu Dina, wali kelas Raka, terus berdiri di dekat Disti.

"Menurut saya, Bu Disti hanya sedang membela anaknya. Yang jelas, Raka terluka. Mateo tetap harus bertanggung jawab."

Miss, wali kelas Mateo dan Alisya, menarik napas panjang. Ia menatap satu per satu rekan gurunya sebelum akhirnya berkata dengan suara yang tetap tenang, "Maaf, saya rasa kita mulai keluar dari pokok persoalan."

Semua mata beralih kepadanya.

"Masalah utamanya adalah pertengkaran antaranak. Bukan status ekonomi keluarga. Bukan pula rumor tentang perusahaan tempat orang tua mereka bekerja."

Miss lalu menoleh kepada kepala sekolah.

"Pak, akan lebih adil jika kita mencari tau kronologi lengkapnya, termasuk mengapa pertengkaran itu bisa terjadi, daripada saling menyimpulkan berdasarkan asumsi, kenapa kita tidak memeriksa cctv saja?"

Ucapan itu membuat halaman sekolah kembali hening, sementara Maya tetap berdiri melindungi Mateo dan Alisya, yang masih bersembunyi di belakangnya. Situasi belum mereda sampai suara seseorang mengejutkan mereka.

"Siapa yang berani melukai anak saya?!" suaranya dingin dan tegas.

1
Sri Wulandari
sprtinya kisah klrg Alex & Tasya terulang lg😔
Sri Wulandari
knp qm g menunggu suamimu dtng lalu bertanya k daddy Alex tentang apa yg sbnrnya terjadi...karna dg qm pergi g akan menyelesaikan smua mslh yg ada hanya kebencian yg akan terus tumbuh d hatimu....bkn kah mommy Tasya sdh pernah menceritakan tentang hubungan klrgnya & klrg daddy Alex yg penuh dg kesalahan pahaman karna fitnah orang lain.... mungkin saat ini qm perlu menenangkan diri karna terlalu syok tp tetaplah berpikirlah bijak demi rumahtangga mu & jg anak²mu
sprti daddy Alex & mommy Tasya akhirnya bahagia d masa tua walaupun masa lalu dr mereka yg tersakiti tdk bs pergi meninggalkan kehidupan mereka 😔
Sri Wulandari
sprtinya cerita masa lalu itu hanya Alex & Kenzo yg tau🤔
Nanik Kusno
terima kasih ceritanya Kak Othor....sehat dan semangat selalu untuk terus berkarya.....💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Aisyah Alfatih: kembali kasih kak 🙏 ayo mampir di karya baru aku kak 🙏💞
total 1 replies
Nanik Kusno
Akhirnya..... bahagia semuanya dengan orang2 tercinta.....👏👏👏👏👏🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷🩷
Nanik Kusno
Hanya papa Alex yang tau kebenaran peristiwa itu.....
Nanik Kusno
Akhirnya....g ada drama ketinggalan pesawat yang membawa Tara dan si kembar....
Nanik Kusno
Sayang banget ya ... Tara pergi sebelum tau apa yang sebenarnya terjadi di video itu dulu....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh.....kok langsung memutuskan pergi....g cari tau dulu ke Kenzo....😥😥😥😥😥😥😥
Nanik Kusno
Jangan pendam sendirian Tara..... apalagi kamu akan melakukan sesuatu yang membuat mu menyesal nanti....
Nanik Kusno
Aduuuhhhhhh....😇😇😇😇😇😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
semakin penasaran wae ...🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Semoga tidak terjadi hal yang buruk ma keluarga ini....🤲🤲🤲🤲🤲
Sri Wulandari
Kenzi msh sm sprti waktu msh kecilnya dulu dia yg paling asyik & ceria....
gpp Kenzo sekali luangkan waktu mu bersama istri & anak²mu mereka jg butuh daddy nya utk bs d ajak bersenang² bermain bersama mereka....qm jngn gila kerja karna pekerjaan mu g ada habisnya 😅
Nanik Kusno
G bahaya ta iki??🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Orrang2 masa lalu yang bermusuhan dengan Alex.????
Nanik Kusno
Semakin banyak teka-teki yang muncul.....😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫😵‍💫🙄🙄🙄
Nanik Kusno
Siapa lagi musuh Kenzo ini..... orang dari masa lalu....
Nanik Kusno
mungkinkah itu Dante????
Nanik Kusno
Semua akan terkejut dengan kemampuan Mateo.... pasti 👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!