Indonesia
NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Transmigrasi Si Remaja Berisik: Pangeran Dingin Bisa Dengar Suara Hatiku!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Xie Yufei (17 tahun), remaja Gen-Z yang hobi julid, tewas tersedak boba dan bertransmigrasi ke zaman kuno menjadi Nona Muda yang lemah lembut.

Demi bertahan hidup, Yufei berakting super anggun dan polos. Namun, dia tidak tahu kalau suara hatinya yang sangat berisik dan penuh istilah modern bisa terdengar jelas oleh Pangeran Mo Cheng yang kejam, kakak kandungnya, dan pelayan setianya!

Kekacauan dimulai saat Yufei membungkuk takzim, sementara isi kepalanya sibuk mengomel: (Buset, ini Pangeran mukanya ditekuk mulu kayak belum bayar kontrakan. Ganteng sih spek drakor, tapi auranya psikopat banget!)

Mendengar itu, sang Pangeran dingin seketika tersedak teh. Di saat Yufei merasa akting polosnya sempurna, orang-orang di sekitarnya justru sedang berjuang setengah mati menahan tawa mendengar isi kepalanya yang super kocak!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 11: Ujian pertama sang butuh dan trik kimia untuk si sombong

Menjadi Penasihat Rahasia Pribadi Pangeran Mo Cheng ternyata bukan cuma gelar kosmetik. Tiga hari setelah diangkat, Xie Yufei langsung dioper ke lapangan kerja tanpa ada masa onboarding atau pelatihan karyawan baru. Malam ini, dia terpaksa menghadiri Perjamuan Malam Musim Gugur di Aula Agung Istana.

Suasana aula sangat megah, dipenuhi pejabat kelas kakap dan faksi-faksi politik yang saling melempar senyum palsu. Yufei duduk di barisan depan keluarga Xie dengan pakaian super anggun. Namun, jiwanya yang sudah lelah mental sebagai "budak korporat lintas zaman" langsung menggerutu di dalam hati:

(Asli, ini overtime gak dibayar banget. Udah jam delapan malam, harusnya gue lagi rebahan sambil maskeran di kamar, eh malah disuruh dengerin bapak-bapak pejabat curhat soal hasil panen gandum. Mana si Mas Jenderal dari tadi natap gue mulu dari kursinya, ngasih kode kayak bos lagi ngawasin kerjaan bawahannya. Elu ganteng sih Mas, tapi kalau kelakuan mirip manajer startup yang hobi nge-ping malam-malam, lama-lama gue resign juga nih dari kehidupan!)

Pangeran Mo Cheng yang sedang menyesap araknya di kursi tinggi hampir saja tersedak (lagi). Startup? Nge-ping? Sang pangeran buru-buru menaruh cangkirnya, menyembunyikan senyum tipis di balik lengan jubahnya yang lebar.

Tiba-tiba, suasana aula agak senyap ketika seorang pemuda berpakaian sutra hijau mewah berdiri dengan gaya angkuh. Dia adalah Lin Hao, anak emas Perdana Menteri Lin yang terkenal sombong, manipulatif, dan hobi meremehkan orang lain.

Lin Hao melangkah ke tengah aula, lalu membungkuk sedikit ke arah Kaisar dan Pangeran Mo Cheng, namun matanya melirik tajam ke arah Yufei. "Yang Mulia, hamba dengar Nona Xie Yufei belakangan ini sering memberikan nasihat luar biasa dari 'kitab kuno' hingga diangkat menjadi penasihat rahasia Anda. Namun, melihat pembawaannya yang... sangat lembut, hamba khawatir Nona Xie hanya mengandalkan keberuntungan, bukan kecerdasan nyata."

Cih. Xie Jian yang duduk di sebelah Yufei langsung mengepalkan tangannya, siap berdiri untuk membela adiknya. Namun, Yufei menahan lengan kakaknya sembari melempar senyum porselen yang sangat tenang ke arah Lin Hao.

Padahal di dalam otaknya, Yufei sudah menyiapkan mode tempur anak IPA garis keras:

(Wah, wah, wah... ada bocah pencari perkara nih! Ngajak ribut alumni olimpiade sains tingkat kecamatan? Sini maju lu! Mukanya sok ganteng banget, padahal kalau di dunia modern, tipikal cowok red flag yang hobi selingkuh terus bilangnya 'dia cuma temen aku doang kok'. Mau nguji otak gue? Oke, mari kita bikin eksperimen kimia gratis buat si beban keluarga ini!)

Mendengar kata "red flag" dan "olimpiade sains", Pangeran Mo Cheng langsung menopang dagunya dengan tangan, menatap Lin Hao dengan pandangan kasihan. Pangeran tahu betul, Lin Hao baru saja memicu bom waktu yang sangat berisik.

Lin Hao yang tidak sadar ajalnya sudah dekat, mengangkat sebuah cangkir tembaga berisi arak hangat. "Bagaimana kalau Nona Xie menebak, apakah arak di dalam cangkir tembaga hamba ini memiliki kualitas terbaik atau tidak, hanya dengan melihatnya dari jauh?" tanya Lin Hao meremehkan.

Yufei berdiri dengan sangat anggun, membungkuk hormat, lalu berbicara dengan suara merdu yang memikat: "Tuan Muda Lin, hamba tidak perlu menebak kualitas arak Anda. Namun, berdasarkan ilmu... astrologi kuno yang hamba pelajari, cangkir tembaga yang Anda pegang saat ini sedang mengalami ketidakseimbangan energi elemental yang bisa memicu 'efek gatal eksotis' dalam hitungan mundur."

Lin Hao tertawa meremehkan. "Konyol! Mana ada hal seperti..."

Belum sempat Lin Hao menyelesaikan kalimatnya, Yufei sudah mulai menghitung mundur di dalam hatinya dengan heboh:

(Tiga... dua... satu... BOOM! Rasain lu! Dia gak tahu apa ya, kalau asam dari arak kualitas rendah yang asamnya pekat, dicampur cangkir tembaga murahan yang lapisan pelindungnya udah kikis, bakal memicu reaksi korosi dan menghasilkan senyawa tembaga asetat! Ditambah lagi, tadi gue sengaja liat pelayan lu nuangin cairan pembersih bubuk natrium kuno yang belum dibilas bersih di meja lu. Kalau kena keringat di tangan lu yang berminyak... selamat menikmati sensasi dermatitis kontak alias gatal-gatal brutal, wahai anak Perdana Menteri!)

Garuk! Garuk!

Tepat setelah hitungan mundur di kepala Yufei selesai, wajah Lin Hao mendadak berubah drastis. Tangan kanannya yang memegang cangkir tembaga tiba-tiba terasa sangat panas dan diserang rasa gatal yang luar biasa.

"Ugh... k-kenapa ini?!" Lin Hao menjatuhkan cangkirnya hingga araknya tumpah ke lantai. Dia mulai menggaruk punggung tangannya dengan beringas sampai kulitnya memerah. "Gatal! Panas sekali! Yang Mulia, Nona Xie... Nona Xie menggunakan sihir hitam kepada hamba!"

Aula agung langsung gempar. Namun, Yufei hanya menatapnya dengan wajah sedih yang dibuat-buat, penuh simpati tanpa dosa.

Di dalam hatinya, Yufei malah tertawa jahat ala penjahat di film kartun:

(Bwahaha! Sihir hitam matamu! Itu namanya reaksi kimia, Malih! Makanya, pas sekolah jangan bolos mulu buat main game atau nongkrong di warkop! Rasain tuh gatal-gatal estetik. Mas Jenderal, lihat deh akting gue, keren kan? Tolong naikin gaji gue bulan depan ya!)

Pangeran Mo Cheng langsung terbatuk kecil untuk menutupi tawa besarnya yang hampir pecah di depan kaisar dan para menteri. Dia menatap Yufei dengan pandangan yang semakin kagum sekaligus ngeri. Gadis ini benar-benar bisa mencelakai orang lain secara ilmiah tanpa perlu menyentuhnya sama sekali!

"Lin Hao, jaga bicaramu!" bentak Pangeran Mo Cheng dengan suara dingin yang langsung membungkam aula. "Nona Xie bahkan tidak beranjak dari tempat duduknya. Beraninya kau menuduhnya menggunakan sihir? Pengawal, bawa Tuan Muda Lin keluar untuk diobati. Dia terlalu banyak minum hingga berhalusinasi!"

Lin Hao diseret keluar sambil terus menggaruk tangannya dengan frustrasi, sementara Perdana Menteri Lin hanya bisa menahan malu dengan wajah hitam pekat.

Tugas pertama sebagai penasihat rahasia selesai dengan kemenangan mutlak bagi faksi Pangeran Mo Cheng.

1
paijo londo
🤣🤣🤣🤣🤣🤦🤦🤦🤦kocak....kocak
paijo londo
🤭🤭🤭yeee pangeran mo Cheng salah tingkah tuh
Siskasuryaningsih
bagus thor, tapi jangan terlalu lebay iya thor, mcam novel mu yg lalu
heldahell: novelku yg mana ya kak? apa udah ku hapus ya?
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!