Indonesia
NovelToon NovelToon
Jodoh Di Tangan Sahabat

Jodoh Di Tangan Sahabat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:15.6k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Di balik kesederhanaan hidupnya, Reyna tak pernah menyangka takdirnya berubah hanya karena seikat bunga pengantin. Di pernikahan sahabatnya, Reyna yang merasa minder justru menjadi pusat perhatian saat bunga yang dilempar Agnia mendarat di tangannya, dan kejadian konyol itu berlanjut dengan aksi perjodohan mendadak di atas pelaminan dengan seorang pria yang tidak Reyna kenal.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Reyna? Siapa pria yang dijodohkan dengan Reyna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Banyak Alasan!

Mata Reyna berkaca-kaca menatap roti cokelat dan susu di atas mejanya. Di tengah perlakuan tidak adil dari atasannya, perhatian kecil dari rekan kerja seperti Mbak Maya dan Mas Doni terasa bagaikan oase di padang pasir.

​"Terima kasih banyak ya, Mbak Maya, Mas Doni," bisik Reyna tulus, meremas lembut bungkus roti itu.

​"Sama-sama, Rey. Sudah, makan dulu baru mulai kerja. Jangan sampai kamu sakit," ujar Mbak Maya penuh kehangatan sebelum kembali memutar kursinya menghadapi berkas laporan keuangan.

Siang harinya, hawa panas matahari kota Bandung terasa begitu menyengat hingga menembus kaca jendela kantor. Setelah istirahat yang singkat, Reyna kembali berkutat di depan layar komputernya. Jari-jemarinya menari di atas keyboard, berusaha menyelesaikan tumpukan berkas verifikasi stok kain sebelum tim audit pusat tiba minggu depan. Kepala Reyna terasa agak berat, namun ia terus memaksakan diri agar pekerjaannya tidak menumpuk.

​Tiba-tiba, suara derap langkah kaki bersepatu hak tinggi yang sangat familier bergaung keras di koridor, dan suasana ruangan administrasi yang tadinya tenang mendadak hening seketika.

​Pintu kaca terdorong lebar dan Bu Sandra masuk dengan gaya angkuhnya yang biasa. Namun kali ini, ia tidak datang sendirian. Di belakang tubuh gempalnya, tampak seorang perempuan muda yang mengekor dengan canggung. Perempuan itu tampil sangat rapi menggunakan kemeja putih polos, rok hitam di bawah lutut, serta membawa sebuah tas laptop baru yang masih berkilau.

​Bu Sandra menghentikan langkahnya tepat di depan meja kerja Reyna, ia mengetuk permukaan meja kayu Reyna dua kali dengan ujung jarinya yang dihiasi cat kuku merah menyala.

​"Reyna!" panggil Bu Sandra dengan nada memerintah yang tidak menerima bantahan.

​Reyna mendongak, menyapu pandangannya dari Bu Sandra ke perempuan muda di sampingnya. "Iya, Bu Sandra? Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya sopan seraya menegakkan posisi duduk.

​"Kenalkan, ini Clarissa," ujar Bu Sandra tanpa basa-basi dan mengibaskan tangannya ke arah perempuan muda itu.

"Dia mahasiswi magang. Mulai hari ini, Clarissa bakal magang di divisi kita selama tiga bulan ke depan," lanjut Bu Sandra.

​Clarissa mengangguk pelan dan mengumbar senyum tipis, sedikit terkesan dipaksakan ke arah Reyna. "Pagi, Mbak... saya Clarissa," sapanya singkat.

​Reyna membalas senyuman itu dengan ramah, "Saya Reyna, Clarissa. Selamat datang ya," balasnya ramah.

​Belum sempat Reyna mencerna situasi atau menanyakan tugas apa yang perlu disiapkan untuk anak magang baru ini, Bu Sandra sudah kembali memotong dengan suaranya yang melengking.

​"Mulai detik ini, kamu yang bertanggung jawab penuh atas Clarissa, Reyna! Ajari dia semua alur kerja dari nol, mulai dari input data stok manual, rekapitulasi nota impor, sampai sistem pengarsipan berkas gudang. Ingat, jangan sampai kerjaan dia ada yang salah, karena kalau Clarissa buat kesalahan, kamu yang saya minta tanggung jawab!" cerocos Bu Sandra panjang lebar.

​Reyna terperanjat, dadanya seketika terasa sesak menahan beban yang tiba-tiba ditumpahkan padanya. "Tapi, Bu Sandra... jadwal kerja saya minggu ini sangat padat untuk persiapan audit pusat, kalau saya harus mengajari Clarissa dari awal...,"

​"Tidak ada tapi-tapi!" potong Bu Sandra cepat, matanya melotot tajam dari balik kacamata emasnya.

"Mengajari anak magang itu sudah jadi bagian dari tugas staf seperti kamu! Kerjakan saja apa yang saya suruh, jangan banyak alasan!"

​Tanpa memberikan kesempatan sedikit pun bagi Reyna untuk membalas atau sekadar menghela napas, Bu Sandra memutar tubuhnya dengan angkuh dan melangkah pergi begitu saja meninggalkan meja Reyna, suara ketukan sepatu hak tingginya perlahan menghilang di balik pintu ruangannya.

​Reyna mematung, menatap punggung atasannya yang menghilang, lalu mengalihkan pandangannya pada Clarissa yang kini berdiri kebingungan di samping mejanya. Tanggung jawab baru ini datang di saat yang sangat tidak tepat, di mana tenggat waktu audit kian mencekik. Namun, menyadari tidak ada guna meratapi nasib, Reyna menarik kursi kosong di sebelah mejanya.

​"Ayo duduk, Clarissa. Kita mulai dari pengenalan sistem arsip dulu ya," ucap Reyna seraya mengukir senyum tipis dan mencoba tetap profesional di tengah himpitan takdir yang seolah tak pernah lelah menguji kesabarannya.

Hari yang melelahkan akhirnya usai. Ketika jarum jam dinding di ruang administrasi tepat menunjuk angka lima sore, suara mesin ketik dan denting keyboard perlahan surut. Reyna segera merapikan tumpukan kertas laporan verifikasi audit yang sudah selesai dijilid rapi, punggungnya terasa pegal luar biasa dan bahunya pegal setelah seharian membimbing Clarissa sembari merampungkan pekerjaannya sendiri.

​Reyna menghela napas lega, memasukkan dompet dan ponsel retaknya ke dalam tas ranselnya. Ia bangkit dari kursi kerjanya yang berdecit, berpamitan pada beberapa rekan kerja yang masih bertahan.

​Di area koridor menuju pintu keluar gedung, Mbak Maya berjalan berdampingan dengannya, wanita itu merangkul lengan Reyna pelan.

​"Rey, kamu langsung pulang ya, muka kamu kelihatan capek banget," tutur Mbak Maya lembut.

​"Iya, Mbak Maya. Pulang dari sini aku mau langsung mandi dan istirahat," balas Reyna.

​"Semangat ya, Rey. Lagian Bu Sandra tega banget ya, anak magang baru ditaruh di kamu pas lagi minggu-minggu genting gini," keluh Mbak Maya menggelengkan kepala.

​Saat mereka berdua berjalan membelah area pelataran parkir kantor yang mulai lengang, sebuah suara lembut memanggil dari arah belakang.

​"Mbak Reyna! Mbak Maya!"

​Kedua wanita itu menoleh bersamaan. Tampak Clarissa, anak magang baru yang seharian ini diajari Reyna, berjalan mendekati mereka. Pakaiannya yang rapi dan elegan masih tampak segar, tidak terlihat sedikit pun guratan lelah di wajahnya meski telah melewati hari pertama kerja.

​"Eh, Clarissa. Baru mau pulang juga?" tanya Reyna ramah.

​"Iya, Mbak Reyna. Terima kasih banyak ya Mbak untuk bimbingannya hari ini, Mbak Reyna sabar banget ngajarin saya dari awal," ujar Clarissa dengan senyuman manis dan sopan.

​"Sama-sama, Clarissa. Besok kita lanjutin lagi ya, pelan-pelan pasti cepat paham kok," balas Reyna.

​"Siap, Mbak. Kalau begitu saya duluan ya, Mbak Reyna, Mbak Maya. Mari...," pamit Clarissa seraya menganggukkan kepala dengan santun.

​Clarissa memutar tubuhnya dan melangkah anggun menuju ke barisan parkir kendaraan roda empat yang terparkir rapi di bawah naungan atap kanopi. Reyna dan Mbak Maya menatap langkah gadis muda itu dengan polos, mengira Clarissa akan berjalan menuju gerbang depan untuk mencari angkutan umum atau dijemput ojek.

Namun, langkah Clarissa justru terhenti tepat di depan sebuah mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam berkilau yang terparkir di area khusus staf eksekutif. Clarissa menekan tombol remot kunci di genggamannya, membuat lampu kilat mobil mewah itu berkedip dua kali disertai bunyi bip yang renyah.

Tanpa canggung, gadis muda itu membuka pintu pengemudi, masuk ke dalam kabin mobil ber-AC yang dingin dan menyalakan mesinnya yang bersuara sangat halus, lalu mengemudikan mobil mewah tersebut melaju mulus melewati pintu gerbang kantor.

.

.

.

Bersambung.....

1
Felycia Fernandez
gue lagi nggak pengen pacaran katanya...mungkin langsung nikah kali ya 🤣🤣🤣
Felycia Fernandez
Keisengan belaka ya bagusnya
lia juliati
ayo anton pepet terooooosssss,
falea sezi
lagian krja kantoran masak sepatu pesta satu aja kaga punya 🤣🤣 bloon
falea sezi
bodoh resain lah
Rizky Manik
bagus Anton dekatin aja Reyna,aku liat reaksi Dikta kekmana🤭🤭🤭
lanjut thor
Rizky Manik
meleleh adk pak dokter🤭🤭🤭
Sastri Dalila
🤣🤣
Felycia Fernandez
duuuuh Dikta...kamu bisa bisa buat Reyna baper ...katanya nggak mau pacaran
Felycia Fernandez
🤣🤣🤣🤣🤣
Sastri Dalila
😘😘😘
Syifa Fauziah
so sweet dikta😍
Aidil Kenzie Zie
kok jawabnya terserah sich Dikta biar nggak ada yang curiga ya kalo ternyata ente emang udah ada rasa
Felycia Fernandez
pernah denger sih mie ini,katanya enak banget khas wonosobo
Felycia Fernandez: ntar kk Thor aku cobain kalau ada perjalanan ke daerah sana👍
total 2 replies
lia juliati
bonus 1 update tor😍
lia juliati
bumbu anton seru nih tor😄
Rizky Manik
makin seru ni pdkt antara Dikta sama reyna🤭
lanjut thor
lia juliati
biarin anton deketin Reyna tor.... biar ada bumbunya🤭
Rizky Manik
lanjut thor🙏
Rizky Manik
yakin Dikta gkmau pacaran? jangan2 nnti langsung nikah aja yakan🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!